Why Women Kill

Why Women Kill

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Why Women Kill S01E04 720p WEB-HD x264-Pahe in
A Commentary by Vilanelle
You Had Me at Homicide | Berikan saran dan kritikannya...

Tags

web
x264
720p
720
HD
Published on: 2021-06-30
Downloads: 76
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sebelumnya di "Why Women Kill"...

Aku ada kencan.

Dengan pria yang sudah menikah.

Di klub malam yang sangat mewah.

Dia membawamu keluar.

Di muka umum.

Kukira Rob pergi ke klub malam ini.

Kau pikir aku akan membiarkan itu terjadi?

Ketika kau di kantorku tadi,

apa kau memindahkan dokumen?

Aku tak pernah menyentuh barang-barangmu.

Akan kucari dan mengulanginya.

Apa kau mau ikut denganku ke klub malam ini?

Kami batal berkencan.

Aku suka musik.

- Aku dulu bermain piano. - Kau masih bermain?

Suamiku tak peduli dengan permainanku.

Suamimu sudah meninggal.

Sudah waktunya untuk berhenti dengarkan dia.

Sayang!

Mungkin saat Tn. Grove pindah,

kita bisa lakukan ini di tempat tidurmu.

Dia tak akan pergi sampai pernikahan putriku.

Itu dua bulan lagi.

Dia terima lamaranku.

- Karel... - Aku tak akan pernah melepaskannya.

Ya ampun!

Aku dipecat.

Aku tak terkejut.

- Simon... - Suatu hari, aku akan menceraikan Karl,

tapi aku tak akan pernah membencinya.

Kapan?

Di bagian belakang sebuah van,

memiliki waktu yang luar biasa.

Van untuk pekerjaan, jadi...

Kita akan cari cara.

Aku tak khawatir soal Duke lagi.

Dia berhenti mengirimiku pesan.

Jadi apa kesepakatannya?

- Apa dia gila? - Sedikit.

Dia selalu menuduhku selingkuh dengannya.

Ikut dengan kami ke Venesia besok.

- Astaga! - Besok? Sungguh?

Kau akan ke Venesia?

Aku belum tahu.

Aku bertanya, sebelumnya, jika kau jatuh cinta padanya.

Jade satu-satunya yang mudah dalam hidupku.

Tinggal bersama kami.

Bersama kami.

Kau baru saja datang.

Episode 4 You Had Me at Homicide

Tujuan otopsi adalah untuk memberikan kejelasan.

Bagaimana korban meninggal?

Apa akibat dari tembakan?

Tertusuk?

Racun?

Bagaimana seseorang terbunuh itu mudah dimengerti.

Kenapa itu terjadi, tak sesederhana itu.

Tapi itu selalu dimulai dengan pilihan.

Itu mungkin keputusan

untuk melakukan perselingkuhan.

Sebuah rencana untuk menyimpan rahasia dari orang yang dicintai.

Atau kesepakatan

untuk membawa orang asing ke tempat tidurmu.

Orang membuat segala macam dipertanyakan.

Tentu saja, itulah yang membuatku tetap bekerja.

Pelayan memberiku tatapan aneh.

Kau memakai kacamata hitam dalam ruangan, pada malam hari.

Sepertinya dia mengenaliku.

Aku bahkan tak mengenalimu dan kita sudah bercinta sepuluh kali.

- Pelankan suaramu. - Santai.

Tak ada yang mengenalimu.

Biarkan aku melihat matamu.

Jadi, aku ada hadiah.

Perhiasan?

Kau tak harus begitu.

Ini disebut Swatch.

Dan... itu tahan air.

Jadi aman dari air mata kebahagiaanku.

Aku ingin melakukan sesuatu yang istimewa.

Ini kencan pertama kita.

Maksudku, di luar van.

Aku tak akan menyebutnya kencan.

Kenapa tidak?

Kita berada di meja, dan ada makanan.

Aku juga tak akan menyebutnya makanan.

Kau tak membuatnya mudah menjadi pacarmu.

Pacar?

Kata lain yang tak kau sukai.

Ini bukan caraku menggambarkanmu.

Kalau begitu kau akan memanggilku apa?

Kekasihmu?

Kenapa kau perlu gelar? Apa yang salah dengan "Tommy"?

Apa kau akan memakainya?

Untuk apa?

Karena itu adalah hadiah, dan aku mau kau memakainya.

Ya ampun.

Kenapa?

Apa aku mempermalukanmu?

Diam. Duduklah.

Maaf. Lain kali, aku akan membelikanmu hadiah

yang kau akan kenakan untuk kencan denganku,

seperti topeng ski.

Tommy.

Aku harus apa sekarang?

Mau pesan apa?

Tidak. Makanannya tak enak.

Dan dia terlalu muda untukmu,

sementara kami menawarkan pendapat yang tidak diminta.

Sheila. Ada yang bisa kubantu?

Aku tak punya makanan,

dan anak-anakku mulai membuat ancaman.

Mungkin aku punya sebotol selai kacang.

Itu lebih dari yang pantas mereka dapatkan.

Kenapa sepatu rodanya?

Mereka lucu, ya?

Rob membelikannya pada kencan pertama kami.

Dia membawaku ke Happytime Roller Rink.

Kenapa baru pakai sekarang?

Aku akan bermain nanti, dengan April.

- Pelayan? - Oh ya.

Minggu lalu, kami pergi ke pameran Andy Warhol.

Minggu depan, dia akan mengajariku berselancar.

Bisa kau bayangkan? Aku, berselancar?

Kupikir rencananya untuk mendapatkan kepercayaan gadis itu

dan meyakinkannya untuk mengakhiri perselingkuhan.

Itulah yang aku lakukan.

Kau yakin?

Karena sepertinya kalian berdua menjadi dekat.

Mungkin sedikit.

April sangat manis.

Dia sangat berjiwa bebas.

Kau tak akan mengira kesenangan yang kami miliki.

Dia terdengar bagus.

Untuk gadis yang meniduri suamimu.

Aku tahu ini aneh, tapi aku menyukainya.

Aku tak bisa menahannya.

Apa salahnya berteman?

Tidak ada.

Asalkan jangan lupa dia juga musuh.

Baik. Bagaimana dengan,

film klasik "dia kekasih kita"?

Itu terlalu seksual.

Ya? Baiklah. "Teman spesial kita"?

Itu membuatku terdengar lambat.

Baiklah. Dia adalah cabang ketiga dari kelompok kami.

Ayolah.

Kini Jade's akan tinggal bersama kami,

kita harus cari cara untuk memperkenalkannya.

Kenapa kita tidak katakan saja dia keluarga?

- Aku suka itu. - Ya.

Itu bagus.

Tunggu.

Jade, apa itu Truk Duke?

Oh, sial.

Tunggu, seperti... mantan Duke yang menakutkan?

Apa kau bilang padanya bahwa kau tinggal di sini?

Aku tak memberi tahu siapa pun.

Dia keluar dari mobil.

- Tidak, tidak... - Tak apa-apa.

Tenang.

Jangan khawatir. Semua akan baik-baik saja.

- Aku tangani. - Apa maksudmu, kau tangani?

Aku akan berbicara dengannya.

- Sesama lelaki. - Tidak. Eli...

Itu tidak baik.

Ada yang bisa dibantu?

Aku sedang mencari pacarku.

Katanya dia tinggal di sini.

Siapa pacarmu?

Jade.

Jade.

Jade, Jade...

- Jade siapa? - Dia ada di jendela itu.

- Oh, Jade. - Ya.

- Aku perlu berbicara dengannya. - Masalahnya,

dia tak bisa bicara sekarang.

- Ya, dia bisa. - Ya.

Oh, sial.

Begini saja, kawan.

Aku tak ingin bertikai, oke?

Kau benar. Tak perlu.

Apa yang kau lakukan?

Kau pasti teman bercintanya.

Dan kau pasti Duke, penjahat dua kali.

Mereka berdua kejahatan, kan?

Jika aku menelepon polisi dan mereka datang ke sini

melihat kau melakukan serangan ketiga,

itu terdengar seperti tiga pukulan bagiku.

Ini bagian di mana kau akan menghindari masuk penjara.

Beritahu Jade aku akan menghubungi.

Itu tidak perlu.

Aku sudah tangani.

- Sayang, itulah kerjasama. - Aku tahu.

Terima kasih banyak.

Aku sangat ketakutan.

Kaulah pahlawanku.

Jade, aku bukan pahlawanmu.

Aku hanya ingin memastikanmu baik-baik saja.

Kita harus mengundang keluarga Prescott ke pernikahan.

More Indonesian subtitles for Why Women Kill

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left