The first 200 lines.
Kau sedang bermimpi?
Di sini,
sekarang?
Lihatlah tanganmu.
Satu.
Jari-jarimu.
Dua.
Ada berapa banyak?
Tiga.
Hitung lagi.
Empat.
- Sering. - Lima.
Hitung lagi.
Satu. Enam.
- Dengan paksaan. - Tujuh. Dua.
Dengan obsesif.
Tiga. Delapan. Dua.
Lakukan sangat sering bahwa...
suatu hari...
kau akan melakukannya...
di dalam mimpimu.
Satu. Enam. Dua.
Tapi di dalam mimpimu...
kau takkan mampu melakukannya.
Karena di dalam mimpimu
akan selalu ada...
semacam tanda.
Sebelas.
Pembicara kita berikutnya adalah direktur penelitian di CEI.
Dia mengajar kuantum dan fisika partikel di sini di Montréal
dan adalah profesor sejarah ilmu pengetahuan di Luxemburg.
Mari kita sambut Simone De Koninck.
Dunia luar itu ada.
Mungkin.
Mungkin tidak.
Kita melihat dunia luar melalui indera kita, tetapi...
indera kita menipu kita.
Jadi kita tidak bisa benar-benar mengetahui dunia luar.
Hewan tertentu dan serangga yang memiliki indera berbeda dengan kita...
merasakan realitas,
realitas yang sama, dengan cara berbeda.
Bayangkan sebuah film...
diproyeksikan pada layar.
Sebuah film yang terdiri dari gambar-gambar.
24 gambar, satu demi satu, setiap detik.
Rangkaian berurutan ini menipu mata kita,
menciptakan ilusi gerakan.
Mari kita ambil lalat sebagai contoh.
Persepsi visual seekor lalat empat kali lebih cepat dari kita.
Dengan kata lain, matanya sangat sensitif
dengan sistem saraf yang begitu cepat dalam menafsirkan realitas,
ketika yang dia lihat adalah sebuah film...
baginya itu seperti slide show.
Berbeda dengan kita, dia tidak melihat gerakan di layar,
hanya rangkaian gambar.
Persepsi visualnya terhadap realitas...
lebih dekat dengan apa yang kita sebut realitas obyektif...
yaitu, apa yang sebenarnya diproyeksikan...
dari pada persepsi kita tentang realitas.
Dengan demikian, segala sesuatu yang kita rasakan,
kita merusak bentuknya.
Jadi pertanyaan saya adalah:
Bagaimana kita merusak waktu?
diterjemahkan oleh SANGKUNI
- Dia maunya friend-zone. - Apa itu?
Dia berkata, seperti... "Bla bla bla, aku ingin kau tahu bahwa aku tak merasakan apa-apa.
Kita cuma berteman."
Jadi, aku harus menjawab, seolah-olah aku tidak peduli...
Apakah dia sekeren itu?
Kurasa dia sedang demam.
Mau kuberi saran?
- Apa? - Jika kau ingin...
Tidak, Ayah. Itu artinya bersama-sama dan akan...
berkencan.
Ayah tidak pernah mengerti!
Semoga minggumu menyenangkan.
Dah.
"Aku sayang Ayah"?
Aku membencimu, Ayah.
Hai!
Kesanalah dulu.
Kenapa kau di sini?
Aku menghabiskan tiga hari denganmu.
- Kau senang? - Tidak.
Tersenyumlah.
Simone, ayolah!
Berhenti, jangan sentuh aku!
Aku membiarkannya.
Kau baik-baik saja?
Ya, aku barusan bermimpi.
Aku sedang diawasi.
Dan Ibu masih hidup.
Kau meninggalkan buku matematikamu di rumah Ayah?
- Aku mau pergi sebentar. Kalian ikut? - Aku lelah.
Ayo lihat kantor baru.
Édouard? Ini Daphné.
Kodeku tidak berfungsi. Apakah berbeda di akhir pekan?
Lama sekali.
Kalau begitu susul saja.
Aku terlalu capek.
Pergilah, kubis.
Nugget.
Larva.
Siput.
Pemalas.
Mikroba.
Kepala kosong.
Moluska.
Newfie.
- OK, Einstein. - Bodoh.
- Sudah cukup... - Dungu.
Dungu?
Apakah kau takut?
Tidak, aku tidak takut.
Mereka datang dan...
Pria itu mendorongnya ke tanah.
Lalu dia mengangkat kepalanya.
Dia membanting wajahnya di lantai.
Bagaimana perasaanmu?
Apakah kau pernah menyaksikan kekerasan seperti itu sebelumnya?
Aku pernah melihat perkelahian.
Di permainan hoki, atau di halaman sekolah.
Aku tidak pernah melihat orang mati.
Apa yang terjadi ketika seseorang pingsan?
Ketika pingsan?
Apakah itu pertama kalinya kau pingsan?
Ketika aku berada di tangga...
Seperti, di mana aku?
Apakah aku, semacam...
Kapan?
Ketika mulut yang lembut menelanjangi eksistensi
Kita tidak bisa meramalkan di antara gelombang yang terpecah.
Detik yang terbelah yang membuat gambar dalam penceritaan jasad.
Berputar pada kecepatan gambar
Kita tidak bisa meramalkan bagaimana lidah...
akan membelit klitoris
Untuk merangsang tubuh
Dan menggerakkannya, sel demi sel
Menuju ketidaknyataan
Simone?
Apa itu?
Hentikan, itu kotor. Ada kumannya.
Bagaimana rasanya menjilati lidah?
Maksudmu, berciuman?
Apakah rasanya berlendir?
Kita harus bicara.
Kita sudah melalui perubahan besar.
Ibu sudah meninggal. Aku tahu.
Kalian berdua sangat dekat.
Aku akan mencoba...
Kau mendengarkan?
Ya, Mathieu.
Tapi itu tidak masalah.
Jangan khawatir, kau seorang ayah yang baik.
Grégoire!
Apakah kau pernah pingsan?
Ya.
Rocket ride?
Permainan mencekik?
- Ingin melakukannya? - Tidak.
Kau mau French-kiss denganku?
Aku ingin tahu bagaimana rasanya.
Aku sepupumu.
Terus kenapa?
Aku punya pacar.
Dan?
Kau tidak pernah...?
Ini pertama kalinya untukmu?
Kau tahu ini berbahaya?
Ini berbahaya.
Membungkuklah.
Tarik napas lima kali dalam-dalam.
Tahan yang terakhir.
Aku meninggalkannya.
Melihat dia.
Apa?
Nona De Koninck?
Seperti yang kau tahu,
kau akan tertidur sangat dalam,
dan kita akan mengunjungi memori dari peristiwa yang telah kau saksikan,
tentang serangan pada ibumu.
Kita akan mulai sekarang.
Lihatlah jariku.
Kelopak matamu semakin berat.
Semakin berat.
Semakin berat.
Ya.
Pandanganmu berkedip-kedip.
Kelopak matamu semakin lebih berat.
Kau benar-benar terlelap.
Ya.
Angkat kepalamu.
Sekarang, aku ingin kau kembali ke masa...
ketika pembunuhan ibumu.
Aku sedang berjalan.
Baik.
Aku pergi.
Kau baik baik saja?
Simone? Apa yang terjadi?
- Tidak. - Itu ibu.
No comments yet. Be the first to leave one.