The Stepfather

The Stepfather

Download Indonesian Subtitle

Release info

The Stepfather 1987 BluRay Indonesia
A Commentary by Ibra_Official
#42

Tags

BluRay
Published on: 2015-03-12
Downloads: 86
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Penerjemah: ibrahimkh

v

vi

vis

visi

visit

visit

visit m

visit me

visit me

visit me

visit me h

visit me ht

visit me htt

visit me http

visit me http:

visit me http:/

Ibu!

Kena!

Baik,

Ibu yang minta./ Selangkah lagi, dan...

...kena kau!

Mentang-mentang orang tua!

Aku berhenti jika Ibu juga./ Damai?

Damai.

Bantu Ibumu berdiri.

Aku silangkan jariku!

Kau akan menyesal... Jangan lakukan itu!

Tidak semenyesal Ibu!

Jerry pulang!

Ayo.

Ayo, sayang.

"Jerry pulang".

Hore!

Permisi, nyonya, apa ini kediaman Blake?/ Ya.

Stephanie di rumah?

Dia di belakang.

Aku punya kejutan untuknya./ Apa?

Sesuatu yang dimiliki semua keluarga./ Apa itu?

Stephanie!

Ada yang ingin kuperkenalkan!

Aku tak bisa beri tahu namanya, karena belum dinamai.

Nama tak begitu penting.

Aku punya anjing saat masih kecil.

Hanya anjing kampung, tapi bagiku seperti Rin Tin-Tin.

Rin Tin Tin?

Itu kisah sebelum kau lahir.

Bagaimana menurutmu? Dia bisa tinggal bersama kita?

Tentu./ Itu baru anak gadisku.

Aku mau beri tahu Karen tentang anjing ini.

Sayang, kau bilang apa?/ Trims, Jerry!

Kuperbaiki pintu itu kapan-kapan...

Kuharap dia tak berpikir kalau aku membeli cintanya.

Mungkin memberi anjing adalah kesalahan./ Anjing itu sempurna.

Kau sempurna!

Beri dia waktu. Semua akan baik saja.

Aku tahu. Semua membutuhkan waktu.

Dan aku punya banyak waktu.

Aku merasa seperti sedang nonton pertandingan tenis.

Stephanie, mengapa tidak duduk?

Aku berhenti mondar-mandir jika kau berhenti menulis.

Baik, kau mondar-mandir, aku menulis. Kita berdua bahagia.

Kita bicarakan soal Ayahmu./ Ayahku meninggal tahun lalu.

Maaf, maksudku ayah tirimu.

Jika Ayahku belum meninggal, tidak akan ada ayah tiri.

Kau kesal padanya karena dia meninggal.

Aku kesal pada seseorang.

Tak bisa menerima kematian ayahmu...

...adalah satu alasan mengapa kau tertimpa masalah.

Masalahku tak sebanyak itu.

Diskorsing tiga kali tahun lalu...

Dua kali tahun ini, baru masuk lagi setelah dua bulan.

Aku tahu apa masalahku.

Dia.

Jika dia tak di sini, Ibuku dan Aku akan baik saja.

Steph,

kau harus hadapi kenyataan bahwa Ibumu mencintai pria itu.

Dia tak mengerti!

Tak mengerti apa, Stephanie?

Kurasa waktunya sudah habis. Bukan begitu?

Bagaimana sidangmu?

Baik.

Sayang, kau dan aku seperti selalu saling curiga.

Bagaimana kalau sedikit akrabkan diri?

Tentu.

Satu kali saja dan aku akan diam.

Akan sangat berarti bagi ibumu dan aku...

...jika kelakuanmu membaik di sekolah.

Bagaimana menurutmu?

Stephanie, hajar dia!

Hentikan!

Cukup!

Ini terakhir kau mengacau di kelasku.

Pak Conroy, bukan Stephie yang mulai!

Jika aku butuh pendapatmu, aku akan bilang.

Kau tak bisa menambah masalahmu lagi.

Bagaimana menurutmu, Norah?

Aku suka./ Aku tahu kau akan suka.

Ini bagian selatannya. Matahari akan bersinar masuk seharian.

Bagaimana pendapatmu?/ Entahlah.

Aku lupa bilang.

Ini dilengkapi dengan ayunan.

Aku juga punya putri.

Dia beberapa tahun lebih tua darimu. Namanya Stephanie.

Dia sekolah di SMA Oakridge,

sekolahmu juga, setelah orangtuamu membeli rumah ini.

Kelas berapa kau, Cindy?/ Kelas tiga./ Kelas tiga.

Aku ingat saat Jill kelas tiga.

Aku biasa mengantarnya pulang tiap hari.

Siapa itu Jill?/ Dia putriku.

Kau bilang namanya Stephanie.

Benar, Stephanie.

Dia sekolah di SMA Oakridge?

Dia jadi dewan OSIS. Prestasinya bagus.

Aku sangat bangga padanya.

Diskors lagi?/ Dikeluarkan.

Tidak! Lantas kau mau apa?

Mungkin sekolah pondok.

Sungguh?/ Aku ingin mencobanya.

Apa yang akan dilakukan ayah tirimu begitu dia tahu?

Dia akan membunuhku.

Dikeluarkan? Kau bercanda.

Kepala sekolah bilang sudah tak tahan lagi.

Maaf, Bu.

Anak gadis tak mungkin dikeluarkan.

Baiklah, sudah berakhir. Kekacauannya sudah usai.

Sekarang...

Apa rencanamu selanjutnya?

Aku ingin sekolah pondok./ Kau mau tinggalkan rumah?

Bukan keluarga namanya jika tanpa anak.

Kurasa ini yang terbaik untuk semuanya.

Untuk semuanya?

Lari dari masalah baik untuk semua?

Ini bukan lari dari masalah!

Baik,

Jerry, bagaimana menurutmu?

Aku tak mau keluarga kita berpencar.

Ayah tahu yang terbaik.

Karen, ini aneh. Caranya memandangku...

...seperti dia ingin menghapusku dari muka Bumi.

Aku yakin.

Baik, jangan percaya padaku.

Jadi bagaimana keputusannya?

Apa Jerry si Seram membolehkanmu sekolah pondok?

Entahlah. Dia berkhayal bahwa keluarga kami harus seperti di TV.

Tertawa bersama, berkumpul bersama...

Seperti Ward Cleaver versi Ayah sendiri.

Aku harus tutup dulu. Pasukan pemadam sudah datang.

Masuk.

Mana penutup mataku?/ Penutup mata apa?

Kukira tiap orang yang dihukum dapat penutup mata.

Kau tak benar-benar ingin tinggalkan rumah, Sayang?

Iya.

Ini bukan rumah kita lagi...

...tapi miliknya!

Tentu ini rumah kita.

Ini akan selalu jadi rumah kita.

Ibu cinta Ayahmu,

saat dia meninggal, dia berkata:

"Mungkin beginilah,

mungkin kau hanya dapat satu kesempatan untuk bahagia. "

Ibu tak pernah berpikir akan mencintai orang lebih dari dia.

Aku tahu, Bu.

Aku sangat merindukannya./ Ibu tahu, sayang.

Kita punya kesempatan kedua bersama Jerry.

Dia orang hebat. Dia akan merawat kita.

Bisa kau...

...beri dia kesempatan.

Aku sudah berusaha.

Berusaha keras.

Ada sesuatu dalam dirinya.

Apa itu?/ Tidak tahu, hanya saja...

Kuharap kau sudah tidak marah soal urusan di sekolah.

Kita baru bicarakan itu tadi.

Semua akan lebih baik besok pagi.

Kita cari solusinya.

Selamat malam, Sayang.

Selamat malam, Bu.

Mimpi indah, Steph.

Malam, Jerry.

Wilbur, bisa tolong balik halamannya?

Balikkan sendiri. Kau punya lidah.

Sebaiknya tidak.

Aku sudah coba kemarin, dan aku menelan bagian komiknya.

Baik, aku akan diam seperti kuda gereja.

Aku suka acara ini semasa kecil.

Sampai aku SMA dan menyadari kuda tak bisa bicara.

Aku yakin kau sangat manis saat itu./ Ya.

Aku ingin lihat fotomu.

Kau mau?

Kau tak pernah bicarakan soal masa lalumu.

Aku tak pernah terlihat sampai bertemu denganmu.

Masa lalu itu penting.

Jangan coba-coba sentuh masa lalu.

Masa lalu tidak nyata. Masa lalu hanya mimpi.

Satu-satunya kenyataan ialah...

...saat ini.

Kau dan aku.

Di sini dan saat ini.

Sedang apa kita di sini?

More Indonesian subtitles for The Stepfather

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left