Release info

내사랑 치유기 My Healing Love E23-24 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-11-19
Downloads: 5
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kamu makan daging iga panggang?

Rasanya pasti lezat.

Silakan datang lagi. Berikutnya.

Yang benar saja. Alat pemanggangnya terlalu cepat diganti.

Kenapa mereka memanggang di sini?

Apa-apaan?

Baiklah.

Harus turun hujan di saat seperti ini.

Terima kasih banyak.

Berkat kamu, alat pemanggangnya terendam air hujan.

Memanggang akan lebih mudah.

Apa-apaan? Mengejutkanku saja.

Kamu bisa terkena flu. Terimalah payung ini.

Sampai jumpa.

"Manajemen Bisnis, Choi Jin Yoo"

Kamu juga kehilangan payung itu?

Ya.

Adikku mengambilnya dan pulang tanpa membawanya.

Begitu kehilangan payung itu, kamu melupakan namaku.

Kamu pasti juga melupakan wajahku.

Itulah yang terjadi.

Seharusnya kamu memberitahuku saat mengenaliku.

- Aku pasti langsung ingat. - Astaga.

Bagaimana jika kuberi tahu dan kamu tidak mengenaliku?

Bagaimana aku mengatasi kekacauan itu?

Karena mengingat satu hal, aku mengingat hal lain.

Entah bagaimana aku menjalani hidup tanpa mengingat semua itu.

Aku meminjam payungmu dua kali.

Maaf karena tidak mengingatmu lebih cepat.

Setelah kupikir-pikir, kamu mengambil dua payungku.

Tepat. Astaga.

Kenapa saat itu kamu berhenti dari semua pekerjaan paruh waktumu?

Saat itu,

aku dan adikku mengalami kecelakaan saat naik bus.

- Kecelakaan? - Ya.

Bus itu menabrak sebuah truk.

Semua orang di dalam bus itu dilarikan ke rumah sakit.

Situasinya kacau.

Apa cederamu parah?

Lenganku harus digips.

Karena cederaku, aku berhenti bekerja selama sebulan.

Saat gipsku dilepas,

aku kehilangan semua pekerjaan paruh waktuku.

Jadi, aku berganti pekerjaan.

Aku dibayar untuk berpura-pura menjadi tamu pernikahan,

aku membersihkan kolam renang,

aku menjadi hantu di rumah hantu di taman hiburan...

Hantu?

Apa tugasmu di sana?

Kamu mau tisu merah?

Atau kamu mau tisu biru?

Kamu mau tisu merah?

Hentikan. Kenapa kamu membahas tisu?

Astaga.

Apa kamu takut?

Tidak mungkin aku takut.

Ada merpati.

Tidak ada merpati saat selarut ini.

Sungguh ada merpati di situ.

- Kamu tidak bisa menipuku. - Di situ.

Kubilang kamu tidak bisa menipuku.

Sungguh ada merpati di situ. Dia berjalan kemari.

Tidak ada merpati saat selarut ini.

- Aku serius. - Astaga.

Sudah kuduga.

Tentu saja tidak ada merpati.

Kalau begitu, aku permisi dahulu.

Baiklah. Terima kasih telah mengingat

seorang teman dari 15 tahun silam.

Teman?

Ya. Itulah sebabnya aku meminjamimu payung. Dua kali.

Maaf tadi aku mengganggumu.

Kamu tidak bisa menyelesaikan teriakanmu karena aku.

Tidak. Berteriak tidak akan memperbaiki apa pun.

Kamu ke sana untuk menggali pasir juga?

Aku ke sana karena merasa tertekan,

tapi bisa tertawa setelah bertemu denganmu.

Syukurlah.

Hujan turun lagi.

Bawalah ini.

Aku sudah sampai di rumah. Aku bisa langsung masuk.

Kamu akan basah saat melewati taman.

Terimalah.

Sampai jumpa.

Apa Yi Yoo masih ada di kantor?

Tim Desain mengalami masa genting.

Dia akan sibuk untuk sementara waktu.

Ya, timnya sangat sibuk.

Aku tahu kalian sibuk,

tapi pastikan memperhatikan subkontraktor kalian.

Kita harus memastikan mereka tidak melihat kerusakan

saat kita menyingkirkan beberapa persediaan.

Baik.

Tidak sulit menjadi perusahaan yang baik.

Semuanya berawal dari saling memperhatikan,

walau tampak sangat sepele.

Jin Yoo bekerja dengan baik.

Pastinya.

Aku tahu kemampuannya.

Saat aku berada di garis depan, terjadi hal yang lebih buruk.

Jangan gugup dan buatlah keputusan yang tepat.

Baik, Nenek.

Ya. Kita hampir berhasil, Jin Yoo.

Tidak ada yang bisa menggantikan posisimu.

Ibu tidak akan membiarkan itu terjadi.

Apa? Di depan rumahku?

Tidak, aku akan menemuimu.

Jadi, kita akan naik truk makanan?

Apa itu ide buruk?

Tidak, aku menyukainya. Itu romantis.

Benar, bukan?

Truknya akan berderak, tapi akan terasa romantis.

Baiklah. Sampai jumpa besok.

Jangan cemas, aku tidak akan terlambat.

Astaga.

Telepon dari siapa?

Tidak akan terlambat untuk apa?

Penyedia layanan internet baru menyarankan untuk beralih.

Mereka juga menelepon saat malam?

Kurasa begitu akhir-akhir ini.

Omong-omong, ada apa dengan wajahmu?

Kenapa wajahmu tampak sangat pucat?

Aku akan menemui mereka.

Lupakan saja. Mereka orang-orang kejam.

Aku tetap harus menemui mereka agar tahu bagaimana cara membayar.

Mungkin butuh waktu lama,

tapi aku akan membayar dengan angsuran bulanan...

Ibu bilang berhentilah berkata begitu!

Begitu tahu kamu bekerja di perusahaan besar,

mereka akan mencarimu dan semakin berulah.

Kamu ingin ibu melihat itu terjadi?

Lantas kita harus bagaimana? Tidak ada cara lain.

Selalu ada jalan keluar.

Saat Joo Ah belum berusia 3 bulan,

ibu terus bertahan walau ayahmu meninggal.

Ibu.

Saat membuka mata di pagi hari,

ibu sangat cemas soal makanan pada hari itu.

Tapi matamu, Chi Woo, dan Joo Ah

menatap ibu dengan penuh harapan.

Ibu tidak berani mati.

Ibu tidak mau membuat ketiga anak ibu kelaparan,

ibu berusaha sekuat tenaga selama bisa menghasilkan uang.

Ibu tidak takut apa pun.

Jangan cemas dan teruslah bekerja.

Ibu pasti akan mendapat jalan keluar.

Ibu bekerja keras untuk membesarkan kami,

tapi tidak ada yang bisa kulakukan saat dia mengalami masalah.

Aku sangat menyedihkan dan itu menyiksaku.

Sifat adikmu mirip dengan siapa?

Rumah itu sudah lenyap dan sekarang rentenir terlibat.

Ke mana dia memakai semua uang itu?

Aku mencemaskan Ibu.

Dia tidak punya tujuan.

Kita harus bagaimana, Sayang?

Haruskah kita memintanya untuk pindah kemari?

Ke rumah ini?

Apa maksudmu?

- Ibu. - Siapa yang akan datang kemari?

Kamu ingin mengajak keluargamu kemari?

Tidak, bukan begitu.

Berani sekali kamu mengajak orang lain ke rumah ini.

Kamu tidak tahu bagaimana aku masuk ke rumah ini?

Ibu, ada masalah di rumah mertuaku.

Lantas?

Apa? Apa ini rumahmu?

Ibu, itu tidak akan terjadi.

Itu tidak akan pernah terjadi. Jangan marah.

Tentu saja itu tidak akan terjadi.

Karena ayahmu, Eun Joo, dan kamu,

aku nyaris tidak bisa bernapas.

Berani sekali kamu berniat mengajak keluargamu kemari.

Ibu, jangan bilang begitu.

Entah kenapa aku memedulikan anak bodoh ini.

Ibu bodoh karena membawa salep untukmu.

Hei.

Jangan coba mengharapkan itu, paham?

Omong-omong,

kamu pasti pasti kesal atas kejadian yang menimpa keluargamu.

Maaf ini juga terjadi kepadaku.

Apa boleh buat?

Kamu tidak bisa melewatkan pemakaman.

Benar. Keberadaanku di sana tidak akan banyak membantu.

Temanku ini kuliah di Amerika,

jadi, sudah lama kami tidak bertemu.

Kami sangat akrab saat SMA.

Aku senang saat dia menelepon karena sudah lama tidak berjumpa,

lalu dia bilang ayahnya wafat.

Benar. Hati-hati di jalan.

Terima kasih.

Aku tidak terbiasa memakai setelan. Kupikir ini mungkin tidak nyaman.

Itulah sebabnya aku akan berganti baju sebelum pulang.

Baiklah, aku mengerti.

Kalau begitu, aku permisi dahulu.

- Pergilah. - Sampai jumpa.

- Sampai jumpa, Sayang. - Kubilang pergilah.

Hei, teman selama 15 tahun.

Kamu akan berangkat kerja?

Apa itu?

Kamu cukup sopan.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left