The first 200 lines.
Ae Ri?
Kamu sudah sadar?
Bagaimana kamu bisa kemari?
Ada seseorang yang harus kutemui.
Kamu sudah sadar?
Di mana rekaman itu?
Di mana benda yang membuatmu aman itu?
Aku tidak membawanya.
Kamu tidak perlu mempersulit ini.
Di mana?
Kamu pikir aku akan memberitahumu?
Aku memberimu semua uang yang kamu minta
dan membebaskan putrimu.
Kamu harus menepati janjimu.
Kamu pasti kesulitan mengingatnya.
Aku tidak pernah bilang akan memberikannya kepadamu.
Kubilang aku tidak akan diam jika kamu menyentuh putriku.
Kamu pikir dia akan bahagia jika kamu mati di sini?
Aku tidak takut mati.
Aku siap mati kapan saja.
Aku sama sekali tidak percaya kepadamu,
yang tidak bisa hidup seperti manusia yang baik.
Jika kamu ingin membunuhku, silakan.
Saat itulah seluruh dunia
akan mengetahui seperti apa kamu sebenarnya.
Semua orang takut mati.
Tapi di dunia ini, ada beberapa hal
yang lebih buruk daripada kematian itu sendiri.
Kondisimu sedang tidak baik.
Tidak perlu berkeliaran.
Kamu harus hidup nyaman sampai hari kematianmu.
Berapa lama lagi dia harus hidup?
- Apa? - Dia sakit.
Kudengar hidupnya tidak lama lagi.
Aku akan segera mengurusnya sesuai perintah.
Kita selalu bisa membunuhnya.
Tapi kita harus membunuhnya saat nyawanya sepadan.
Baik, Pak.
"Rumah Sakit, Informasi untuk pemeriksaan"
Di sini.
Ibu.
Ae Ri.
Ae Ri.
Ae Ri.
Ibu.
Aku mencari Ibu ke mana-mana!
Jangan menangis.
Ibu, kupikir aku tidak akan pernah bertemu Ibu lagi.
Semuanya sudah berakhir sekarang.
- Ayo pulang. - Ibu
"Survei Warga Proyek Taejung"
"Survei Warga Proyek Taejung"
"Apa presentasinya memuaskan?"
"Menentang proyek"
"Sangat menentang proyek itu"
- Halo? - Halo, Pak.
Ini Seo Do Kyun dari Konstruksi Yujung,
yang baru-baru ini mengunjungimu dengan Direktur Kim Seo Jin.
- Begitu rupanya. - Aku punya pertanyaan
saat aku melihat survei yang kami berikan saat presentasi.
Bisakah aku bertemu warga yang memiliki opini negatif
dan mencari tahu apa yang ingin mereka katakan?
Begitu rupanya.
Ya, aku mengerti.
Aku akan menunggu teleponmu.
"Sangat menentang proyek itu"
"Sangat menentang proyek itu"
Pasti berat bagi kalian semua. Terima kasih.
Kamu harus pergi dan beristirahat.
Baiklah. Istirahatlah.
Ibu, aku akan datang ke sini dan makan mulai besok.
Ae Ri, aku akan mengambil barang-barangku besok.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa. Terima kasih.
Istirahatlah.
Ibu, aku harus tahu sekarang.
Aku tidak bisa menunggu lagi.
Apa yang Ibu takutkan?
Ibu melarikan diri dari apa?
Ibu tidak akan lari lagi.
Ibu akan berada di sisimu.
Tidak, aku tidak akan membiarkannya.
Ibu tahu menutupi ini tidak akan menyelesaikan apa pun.
Ceritakan semuanya. Apa yang Ibu sembunyikan dariku?
Kalau begitu... Bagaimana denganmu?
Kenapa kamu pergi ke resital Konstruksi Yujung?
- Itu karena... - Jangan bilang
kamu akan menculik gadis itu.
Sama sekali tidak.
Aku hanya berusaha mencegahnya diculik.
Kamu bahkan tidak mengenalnya, jadi, bagaimana kamu tahu
bahwa dia akan diculik?
Aku punya alasan.
Aku akan memberi tahu Ibu semuanya nanti.
Sama seperti alasanmu, ibu juga punya alasan.
Mari berhenti membicarakan ini mulai sekarang.
Jadi, apa alasan Ibu?
Ibu. Apa Ibu memikirkan perasaanku?
Ibu.
Aku tidak bisa membiarkan Ibu menghilang lagi.
Dengar baik-baik.
Jika kamu ingin tetap bersama ibu,
jangan bertanya.
Ibu.
Ibu tahu ibu tidak melakukan apa pun untukmu dan hanya membebanimu
dengan penyakit, tapi Ae Ri,
tolong hormati keputusan ibu.
Percayalah sekali ini saja.
Maafkan ibu, Ae Ri.
Maafkan ibu.
Kamu selalu
satu-satunya alasan
kenapa ibu berjuang untuk hidup.
Jadi,
tolong percayalah sekali ini saja.
Ibu.
Aku belum bisa menjelaskan semuanya kepada Ibu.
Tapi aku akan melindungi Ibu.
"Kim Seo Jin"
"Aku khawatir mungkin ada kecelakaan"
Pak.
- Ya? - Hasil analisis EDR
untuk kendaraan Kim Seo Jin muncul.
Kamu harus melihat ini.
Ada apa?
Dia sudah meningkatkan kecepatan sebelum kecelakaan itu terjadi.
Apa?
Pak.
Hasil tes darah mendetail untuk korban yang meninggal sudah keluar.
Coba kulihat.
BFN bilang tidak ada zat beracun
dalam darah Kang Hyun Chae dan Kim Da Bin.
Namun, hasil tes darah mendetail menunjukkan dosis kecil
obat tidur.
Zatnya mirip dengan yang diminum Kim Seo Jin.
Apa artinya ini?
Mustahil dia memberi mereka obat itu sendiri.
Namaku Seo Do Kyun.
Aku mendapat telepon dari Pak Park Ho Young.
Begitu rupanya. Aku akan membiarkanmu masuk.
Yang lebih aneh lagi adalah EDR.
Lihat bagaimana mobilnya bergerak lima detik sebelum kecelakaan.
Dari lima detik ke dua detik sebelum kecelakaan,
remnya bahkan tidak dipakai.
Dia tidak hanya tidak menggunakan remnya,
tapi dia melaju ke arah kendaraan lain.
Apa ini berarti Kim Seo Jin sengaja menyebabkan kecelakaan ini?
Selalu ada kemungkinan
ketiduran saat mengemudi.
Tapi masalahnya,
kami menemukan zat obat yang sama di darah anggota keluarganya.
Apa pendapatmu tentang ini?
Juga, psikiaternya bilang
bahwa dia berkhayal.
Tentang istrinya dan putrinya yang sekarat.
Selain itu, dia mengirimkan ketiga kendaraannya
ke bengkel
dan menyewa mobil yang bahkan tidak punya kamera dasbor selama sepekan.
Menurutmu dia mencoba bunuh diri bersama?
Kalau begitu, sopir lainnya juga korban, bukan?
Tapi mereka kabur dan meninggalkan mobil mereka.
Mereka pasti ketakutan karena ada korban.
Kita harus mendengarkan Kim Seo Jin.
Tapi semua buktinya mengarah ke satu orang.
Pertama, ayo ke rumah sakit.
Ponselnya ada di rumah sakit, bukan?
Mungkin. Itu tidak ada di TKP.
Pertama, kita cari ponselnya.
Sampai jumpa, Pak.
Haruskah kita menanyai orang-orang di sekitar Kim Seo Jin
tentang hubungannya dengan keluarganya?
Aku meminta Pak Seo Do Kyun untuk datang ke sini.
Aku memintanya meneleponku saat luang,
jadi, dia akan segera menelepon.
Apa yang kamu lakukan?
Ibu.
Apa yang kamu lakukan?
Aku akan membuatkan sarapan hari ini.
Kalau dipikir-pikir, aku tidak pernah membuatkan Ibu makanan layak.
Aku paling menyesali itu saat Ibu tidak ada.
Kamu sudah pernah menyiapkan
makanan mewah untuk Ibu.
Benarkah? Sungguh?
Kamu tidak ingat?
Setelah ayahmu meninggal, ibu tidak bisa makan apa pun
dan berbaring di ranjang selama berhari-hari.
Saat itu usiamu tujuh tahun,
dan kamu membuatkan ibu ramyeon.
Dengan tangan kecilmu,
kamu membawa sepanci ramyeon
yang memiliki banyak air.
Saat itulah akhirnya aku sadar.
"Aku harus hidup dengan baik."
"Aku harus menjalani hidup yang baik
bersama putriku."
Begitukah?
Ae Ri, pasti berat sekali.
Setiap kali ibu kesulitan, kamu membantu ibu bangkit.
Aku juga punya Ibu.
Selain itu,
aku menelepon Ayah dari waktu ke waktu.
No comments yet. Be the first to leave one.