The first 178 lines.
Musim panas! Semangka! Es krim! Barbeku!
Yang kau sebut makanan semua.
Tentu saja!
Semuanya sudah pakai tabir surya?
- Sudah! - Iya!
Bagi idola, kulit itu prioritas!
Kulitku gampang merah.
Ramai dan seru, ya!
Rintaro juga kelihatan senang.
Iya.
Wah, tanganmu gede banget!
Ototmu keren!
Yah, aku juga lumayan sering olahraga!
Tunggu dulu! Kau melanggar norma!
Duh, jangan heboh! Jadi panas!
Kalian semua antusias, ya.
Dengan begitu, acaranya dimulai!
Tu, wa!
F/ACE! Trip Seru di Musim Panas!
Yey!
Bagus, semuanya punya karakter, ya.
Sepertinya kita tak perlu naskah.
Duh, aku jadi malu.
Siapa sangka acara F/ACE ditangani langsung Arimoto-san.
Arimoto-san,
kabarnya dia sutradara kawakan terkenal di industri.
Jujur saja, aku tertarik dengan Tamon-kun.
Kalau sifat aslinya terbongkar, pasti akan jadi bahan seru.
Total stafnya 15 orang.
Yang tahu sifat asli Tamon-kun dan yang lainnya cuma aku dan Fujita-san.
Tamon-kun. Apa selama dua malam tiga hari, dia bisa akting sebagai Gentenghara-kun?
Setelah lulus SMA, tahun depan aku juga akan buat SIM agar aku yang mengemudi!
Jadi tidak sabar.
Awalnya batu! Suit, mulai!
- Ah, aku kalah! - Natsuki jadi wasit!
F/ACE DAN PERJALANAN MUSIM PANAS
Oke, kita bagi timnya.
Aku tak sanggup melihat surga dunia ini.
Ayo!
Mukanya seperti Museum Louvre!
Ini!
Tubuhnya seperti Museum Inggris Raya!
Satu poin pertama.
Senyum meledaknya seperti Shoshoin!
Pameran solo internasional dimulai!
Nah, oke!
Maaf!
Kau tidak terluka?
Anu, kau baik-baik saja?
Kebahagiaan abadi dan umur panjang.
Berlimpah rezeki, diberkati, cukup pangan dan tempat tinggal.
Hidup setegar tanaman, jaya layaknya raja dari Paipo.
Umur panjang bagi para keturunannya yang diberkati.
Ini.
Terima kasih.
Selama kamp ini aku harus tenang agar Keito-kun tak mencapku otaku berbahaya.
Kinoshita-san, tolong bantu ini.
Iya!
Cewek itu, selalu saja fokus ke Tamon.
Tapi dia lebih baik daripada penjilat.
Syuting-nya kita lanjutkan.
Iya.
Aku ingin disukai orang seperti dia!
Tamon!
Tak apa.
Sial!
Ingin disukai?
Eh?
Kerja bagus.
Syuting-nya lanjut pukul 18.00. Jadi silakan istirahat.
- Iya! - Iya!
Kami kembali ke kamar duluan.
- Kerja bagus. - Kerja bagus.
- Kerja bagus. - Kerja bagus.
- Kinoshita-san. - Ya?
Semuanya kelihatan lelah, bisa tolong pantau mereka?
Siap!
Ini dengan Kinoshita!
Aku bawa camilan...
Kau kemari ingin menyelinap?
Kalaupun iya, aku tak akan mengetuk.
Jangan mewek! Bikin jengkel!
Maaf.
MEWEK
Ada apa?
Aku bentak mereka berdua karena tak mau keluar kamar.
Baru hari pertama syuting sudah begini! Bagaimana ke depannya?
Harusnya semangat!
Malah dibentak!
Kubilang jangan berisik, Bodoh!
Hentikan!
Membentak dan memaksanya tak akan membuat otot wajahnya pulih!
Aku juga capek terus pura-pura senyum!
Lalu harus bagaimana?
TAMON-KUN, TERSENYUMLAH!
Kipas penyemangat?
Tamon-kun, senyum! Senyum! Kumohon, tolong senyum.
Demi kau, senyum itu gratis dan tak ternilai.
Ayo kita semangat sedikit lagi.
Kalian akan ikut aku, kan, kawan?
Tentu saja.
Tak perlu diingatkan.
Matangnya pas!
Kelihatannya enak!
Rintaro, mau berapa tusuk?
- Tiga. - Oke!
Eh, aku boleh bakar marshmallow?
Itu makanan penutup, belum boleh.
Kita makan sayur segar dulu buat kulit.
Dasar pelit.
Kau seniorku, jangan anggap aku seperti bocah begitu.
Semuanya pro, ya.
Tadi mereka seperti orang yang berbeda.
Yang ini matang.
Bagaimana Rintaro? Enak?
Iya. Enak.
Oke! Syuting hari pertama selesai!
Kerja bagus!
Tolong bereskan yang di sini!
Aku ikut bantu juga!
Oh, terima kasih!
Tolong simpan di gudang belakang gor, ya.
Iya!
Syuting hari ini sangat seru!
Besok juga mohon kerja samanya!
Aku juga...
Air mandinya segar.
Ya?
Ini aku.
Siapa?
Sudah kubilang ini aku! Peka, dong!
Kipas penyemangatmu ketinggalan! Cepat ke kamar ini!
Sepuluh detik!
Dasar gorila egois.
Ini Kinoshita.
Masuk.
Kau ini, kenapa pakaianmu begitu?
Soalnya kau menyuruhku segera kemari.
Maaf kalau penampilanku jelek.
Aku tidak bilang jelek.
Suramhara-san di mana?
Lagi mandi! Bodo amat! Sini!
Maaf, karena bawa banyak, aku tak sadar ada yang ketinggalan.
Kau punya itu lebih dari satu?
Iya. Aku sudah prediksi masalah yang mungkin dihadapi Suramhara-san.
Jadi sudah kusiapkan berbagai antisipasi.
Jijik! Menjijikkan!
Cuma segini?
Sial! Kenapa dia tulus sekali?
Mustahil ada orang seniat ini!
Oi.
Keito-kun?
Cewek itu tak menyusup kemari, kan?
Pergi sana.
Kelihatannya dia tidak ada.
Tapi hati-hati. Otaku itu iblis.
Memangnya ada apa?
Anu?
Kalau ketahuan, aku pikir kau akan repot.
Ah, terima kasih.
Kenapa bukan aku dan malah dia?
Dia? Maksudmu Tamon-kun?
Tidak, maksudku...
Kalau ditanya kenapa...
Perasaanku ke Tamon-kun terlalu besar sampai sulit dijelaskan.
Mau kubacakan kitab sutraku selama dua tahun?
Apaan itu? Satu baris pun aku tak mau dengar!
Kalau tak ada urusan lagi, keluar! Bodoh!
Aku dipanggil ke sini cuma untuk ini?
Kinoshita-san!
Suramhara-san?
Kenapa penampilanmu begitu?
Aku tak terbiasa mandi bareng orang lain dan itu membuatku lelah.
Tapi saat jadi Gantenghara-kun kau telanjang dada.
Ah, maaf, penampilanku malah begini.
Sakaguchi-san memanggilku karena kipasku ketinggalan.
Ouri-kun?
Jahathara-san?
No comments yet. Be the first to leave one.