The first 200 lines.
Cheon Jong-Beom?
Ternyata, Jong-beom benar-benar psikopat.
Mereka menemukan tengkorak di Sungai Dong.
Tengkorak itu dapat sinar mentari di musim semi hangat.
Ini Jaksa Kim Soo-hyuk
dari Tim Ekskavasi Kejaksaan.
3 April 1983.
Apa itu tanggal pernikahan?
Bisa saja itu kali pertama dia bertemu kekasihnya.
Apa yang sebenarnya terjadi 30 tahun lalu?
Aku berjanji akan membantumu mencari wajahmu.
Aku akan mencari dia dan memberinya cincin itu.
Buku yang disukai mumi
yang diikat tali merah.
Kau tidak lihat lampunya merah?
Kau profesor di sekolah kedokteran. Kau tidak buta warna merah, bukan?
Aku buram melihat warna merah.
Aku sulit membedakan darah dan organ, jadi, ditakdirkan mencintai tulang.
Apa jantungku berdetak untuk pria formalin itu?
Dia terlalu banyak berdarah.
Ada darah di mana-mana.
Saat itu aku mulai melihat
darahnya.
Kim Soo-hyuk yang terluka, bukan gadis itu?
Aku sudah lama ingin bertanya,
kenapa kau menatapku seperti itu?
Kau tahu Gong Ji-chul menulis ini, bukan?
Jaksa Kepala Cheon akan marah begitu kau menyebutkan Gong Ji-chul.
Gong Ji-chul?
30 tahun lalu, ada pembunuh yang lebih buruk daripada Byun Sung-hoon.
Tapi seseorang menirunya.
Aku ingin kau mengambil alih kasus ini.
Akan kukirim detektif yang tahu banyak tentang Gong Ji-chul untukmu.
Ini juga modus operandinya.
Kaukah itu, Detektif Cha Hyung-bin?
Aku Jaksa Kim Soo-hyuk.
Bahkan suaramu terdengar seperti suaranya.
Cheon Jong Beom adalah tersangka terkuat saat ini.
Aku menyelidiki kematian Im Hwa-yeong. Kau mengenalnya, bukan?
Kau menyelidiki kematian Im Hwa-yeong?
Putra Anda, Cheon Jong-beom,
adalah tersangka kasus ini.
Aku melihat kemiripannya.
Dahulu aku kenal
seorang pelukis berbakat, dan ini tempat tinggalnya.
Semua terjadi saat Langit menentukan
Ayahku bilang dia bisa mengenali mata Gong Ji-chul.
Ayah, Gong Ji-chul sudah mati.
Ayah bilang sudah menekan tombolnya agar dia digantung.
Dia akan kembali.
Anjing ini
tidak akan pernah ditelantarkan lagi.
Ada kemungkinan Byun Sung-hoon mengubur mayat di sini.
Di sini!
Episode 11
Gong Ji-chul
Aku hanya ingin melihat wanita itu sekali saja.
Jung Ha-eun
Selamat datang di "Case Inside".
Hari ini, ada penulis "Secrets of a Murderer"
dan pengacara Gong Ji-chul,
John Grisham dari Korea, Nona Jang Hye-mi.
Selamat datang.
Apakah Anda tidak keberatan disebut sebagai pakar Gong Ji-chul?
Tidak. Saya hanya kebetulan menulis buku
berdasarkan hal-hal yang ditulisnya di dinding penjara.
Ada puisi di sini.
"Ada tulang yang keluar dari tanah."
"Tulang dipisahkan dari Bumi hidup-hidup,"
"rusak dan terkubur."
"Ia meninggalkan sayapnya"
"lalu berjalan keluar, bersiul."
Ini puisi yang dia tulis pada hari eksekusinya.
Gong Ji-chul masih hidup
di akhir buku Anda.
Mungkinkah dia benar-benar masih hidup?
Tak ada yang percaya bahwa Jack Ripper dan Pembunuh Zodiak masih hidup,
tapi kita masih membicarakan mereka.
Gong Ji-chul sama seperti mereka.
Bukankah karena itu
seseorang ingin mengejek pembunuhannya demi mencari perhatian?
Anda percaya Gong Ji-chul adalah psikopat?
Saya mewawancarai banyak pembunuh berantai
dan dia jelas bukan psikopat.
Dia bukan psikopat?
Dia merasakan semua emosi yang bisa dirasakan manusia.
Dia bahkan tahu cara menghargai kecantikan.
Dia suka membaca buku dan mendengarkan musik.
Dia
sama seperti kita di awal.
"Aku ingin hidup."
Wanita itu
masih hidup.
Episode 6, Kebangkitan
Bapa, kenapa ini dikubur di sini?
Anda tahu sesuatu, 'kan?
Bapa!
Anak itu memikirkan kebangkitan.
Siapa anak itu?
Cheon Jong-beom?
Tidak, dia tidak di sekolah sekarang.
Dia ada di Museum Tulang.
Entah apa yang dia lakukan, tapi dia tidak mau keluar.
Kenapa kau mengikat pita di pohon?
Ini ritual Eurasia untuk kebangkitan.
Dilakukan dengan harapan jiwa orang mati akan menjadi kupu-kupu.
Pita di Eurasia melambangkan
pembagian antara dunia kita dan dunia orang mati.
Para Kekasih Mati dan Hidup Lagi, Arkeologi, Tulang Kematian
Diselenggarakan oleh Universitas Seoyeon
Penduduk asli Altai biasanya menggantung pita
di pohon seperti ini dan berdoa.
Mereka ingin orang yang mereka cintai bangkit dan kembali ke sisi mereka.
Terkadang, saat aku melihatmu
di Museum Tulang,
aku seperti melihat orang lain.
Seseorang yang tidak kukenal.
Tapi juga
seseorang yang kukenal sangat baik.
Jaksa Kim!
Bolehkah aku memintamu ikut denganku secara sukarela?
Kami menemukan jasad bayi di Gereja Taman Langit.
Jasad?
Secara sukarela?
Sebagai tersangka, atau sebagai saksi?
Kau akan tahu saat tiba di sana.
Apa yang terjadi?
Bukan apa-apa.
Jangan khawatir, Profesor.
Ada apa ini?
Ayo.
Nona Jung, tetaplah di sini.
Kejaksaan
Jauh lebih baik melihatmu di sini.
Seharusnya kita melakukan ini lebih awal, bukan?
Cheon Jong-beom.
Tidak, kau mau dipanggil Cheon Eun-woo?
Terserah kau saja.
Kami menemukan sidik jarimu di kotak berisi jasad bayi.
Pastor juga bersaksi
bahwa kau sendiri yang mengubur kotak itu.
Jadi, menurutmu aku yang membunuh bayi itu?
Kau kurang imajinasi untuk seorang jaksa,
Jaksa
- Kim Soo-hyuk. - Benarkah?
Kalau begitu, mari kita dengar pendapat imajinasiku.
Bayi itu
- adalah anak Im Hwa-yeong. - Apa?
Lakukan tes DNA, kau akan tahu.
DNA?
Maksudmu...
Pada hari kematian Im Hwa-yeong,
dia membuat pengakuan saat mabuk kepadaku.
Dia bilang kepadaku bahwa dia membunuh bayinya sendiri.
- Maksudmu? - Bayinya dikubur di jalan kecil,
jadi, aku mencarinya.
Lalu aku menguburnya di gereja.
Kau ingin aku memercayainya?
Aku hanya bicara fakta di sini.
Kau bisa pilih mau percaya atau tidak.
Bagaimana kau tahu lokasi bayi itu dikubur?
Bagaimana aku tahu?
Im Hwa-yeong sendiri yang bilang.
Baiklah.
Anggap saja kau benar.
Lalu kenapa?
Kenapa kau melakukan itu?
Kau menggali kuburan bayi,
memasukkan dia ke kotak kecil,
dan pergi ke gereja untuk menguburnya?
Kenapa?
Kau bersimpati pada Im Hwa-yeong selagi melakukan tugas untuknya?
Atau itu harapan terakhirnya sebelum dia mati?
Kau memang membunuh Im Hwa-yeong.
Aku merasa kasihan pada bayi itu.
Kau merasa kasihan?
Kau mengarang banyak cerita.
Siapa yang akan memercayaimu?
Kau membunuh seorang wanita saat usiamu 15 tahun.
Kau ingin aku membacakan catatan kriminalmu?
Kau pernah membunuh seorang wanita
juga sebuah fakta.
- Entahlah. - Entahlah?
Aku punya pertanyaan.
Kenapa kau menekan bel tetangganya sebelum membunuh Im Hwa-yeong?
Tetangganya?
Aku menekan bel tetangganya?
Apa hubungan kaus kaki dengan tetangganya?
Kau melambaikan kaus kaki di layar setelah membunyikan bel.
Mustahil kau tidak sengaja melakukan itu.
Mari kita dengar alasanmu menyiapkan saksi.
Pak.
Ruangan Jaksa
Jaksa Kepala memanggil Anda.
Aku menyelidiki karena kami menemukan
sidik jari Cheon Jong-beom di seluruh jenazah bayi.
Masa bodoh kau menemukan sidik jari atau DNA-nya.
Kau mampu
merekayasa bukti
dan juga menghancurkan bukti yang sudah ada.
No comments yet. Be the first to leave one.