The first 200 lines.
Paruh Pertama Hidupku
Episode 17
Ping'er, ayo makan. Makananya hampir dingin.
Bolehkah makan di kamar?
Baiklah, hanya kali ini ya. Lain kali tidak boleh.
Baik!
Ibu adalah ibu terbaik di dunia! Semoga sehat dan panjang umur!
Mau tambah lagi?
Terbang.
Kau lupa sesuatu?
Tidak.
Kurasa aku harus tinggal dan makan malam bersamamu.
Tapi barusan kau bilang tidak akan makan malam bersama kami.
Aku bilang tak bisa tinggal untuk makan bukan berarti aku tak mau makan dengan kalian.
Bisa saja aku sudah membuat janji dengan seseorang.
Bisa juga berarti,
meskipun ini saatnya makan malam,
aku masih bisa produktif
dan melakukan atau belajar sesuatu sambil makan.
Setelah turun ke bawah, aku berpikir
aku bisa makan malam bersamamu
dan juga memberikan saran seputar karir untukmu.
Makan malam
sambil belajar memperbaiki diri itu melelahkan.
Bukankah semua alat bantu mengatakan
bahwa saat makan, kau harus hanya fokus untuk makan,
dan saat kau tidur, fokus saja untuk tidur.
Kita boleh setuju untuk tidak setuju.
Sekarang, pekerjaan dan kehidupan bergerak cepat.
Kalau kau fokus pada makan di setiap jam makan,
itu suatu kemewahan.
Tentu saja, sekali-kali kau boleh manganggap makan sebagai saat pemulihan.
Kau boleh makan perlahan.
Tapi kuharap kau akan menggunakan sisa waktumu secara produktif.
Ekstra 3 jam setiap hari
kalau dikumpulkan itu menjadi ekstra 1 hari per minggu.
Juga, tentang tidur.
Menurut penelitian,
kalau kau banyak berpikir sebelum tidur,
otakmu akan terus bekerja
meskipun kau sudah tertidur
dan akan bekerja keras.
Aku pikir aku tidak sesibuk itu sampai harus memaksimalkan penggunaan setiap detik dan menit hidupku.
Waktu itu, saat aku telepon untuk menumpang mobilmu,
itu situasi khusus.
Itu hari pertama pindah rumah, hari pertama di tempat kerja yang baru, dan aku sungguh tidak tahu...
ini masalah yang ingin aku diskusikan denganmu.
Kau harus selalu berlatih sebelum pertunjukan.
Menyiapkan seluruh kemungkinan.
Kau akan mengerti ini begitu kau mulai bekerja.
Tak akan ada yang peduli apabila kau punya situasi khusus.
Tak ada yang peduli atau punya waktu untuk mendengarkan penjelasanmu.
Kalau muncul masalah, maka itu berarti kau ada kekurangan.
Kau harus belajar refleksi diri dan menemukan akar permasalahan.
Contohnya,
Kau berada di kereta yang padat, sepatumu lepas karena orang-orang mendorongmu.
Ke depannya, cobalah pakai sepatu yang tidak akan lepas meskipun orang mendorongmu.
Simpan saja pakaian mewah dan aksesorismu.
Itu hanya cocok untuk istri orang kaya yang tidak pernah jalan kaki karena mereka punya mobil.
Kalau kau akan berada di kerumunan orang,
gunakan pakaian dan sepatu yang nyaman.
Dengan begitu kau tidak akan membuang waktu dan tenaga,
juga membantumu menghindari situasi yang tidak mengenakkan.
Aku tidak suka hal yang barusan kau katakan.
Tapi aku tahu kau mengatakan ini untuk kebaikanku,
jadi aku akan menerimanya.
Kau punya pulpen dan kertas?
Ya.
Aku ingat terakhir kali kau wawancara,
aku memberikan saran pencarian kerja.
Kalau kau ada waktu malam ini,
aku bisa memberikan padamu
beberapa hal yang kau mesti waspadai sebagai anggota baru di tempat kerja.
Aku ada waktu. Kalau kau ada waktu, aku tentu ada waktu.
Beritahu aku semuanya. Aku akan menulisnya.
Begini,
begitu kau mulai bekerja,
seperti membuka pintu ke permainan yang baru naik tingkat.
Menghadapi dan mengatasi masalah
dan bagaimana menyelesaikannya adalah kunci,
kalau tidak kau akan dikalahkan oleh orang lain dan harus mengulang tingkat itu.
Lalu... sekarang bagaimana?
Kau harus mencari teman.
Kau bisa mempercayai temanmu, tapi jangan bergantung pada mereka.
Karena temanmu bisa saja
diminta untuk pergi, atau malah meninggalkan kapal.
Kau harus tahu atasanmu
dan apa kesukaannya, minatnya, hobinya,
karena kesukaan seseorang
bisa menjadi kelemahan terbesarnya
dan kesempatan untuk manipulasi.
Setelah kepergian He Han, dia meninggalkan nuansa damai.
Sejujurnya, untukku dan Ping'er,
ini malam pertama yang damai. Aku sangat lelah,
tapi aku tak ingin tidur.
Aku ingin tinggal dalam nuansa kelembutan ini.
Lebih lama, lebih baik,
meskipun aku tahu
Aku akan segera kehilangan kedamaian ini.
Sampai hari ini,
setiap detil malam itu,
dari cahaya sampai aroma dan angin di luar jendela,
masih segar dalam ingatanku.
Dan sekarang,
aku akhirnya berani untuk mengakui
bahwa yang menggetarkan hatiku
bukanlah kedamaian malam itu,
tetapi He Han.
Ibu, bolehkah aku bawa senjata ini ke sekolah?
Sebaiknya tidak.
Oh baiklah.
Sejak kapan kau jadi anak yang taat?
Paman He Han bilang kalau aku mendengarkan dan taat pada ibuku,
dia akan meninggalkan semua mainan di kamarku.
Kalau begitu aku harus beritahu Paman He Han kalau kau sudah jadi anak yang taat.
Baik, ayo pergi. Kita harus berangkat lebih awal hari ini.
Bagaimana perasaanmu?
Jangan kerja dulu, istirahatlah di rumah selama dua hari.
Jangan berpikir karena demamnya sudah hilang, maka semuanya akan baik-baik saja.
Kau masih harus minum obat flunya.
Terimakasih sudah mengantarkan mainan ke rumah Zijun untukku kemarin.
dan mengajarkan dia tentang tempat kerja.
Dia sudah menelepon dan memberitahu aku segalanya.
Aku sudah dewasa. Aku bisa mengatasi flu dan demam.
Kau tak perlu datang menjenguk. Terima kasih atas perhatianmu.
Kau sungguh tidak perlu datang menjengukku.
Aku menutup pintu untuk semua tamu. Aku tidak akan menemui siapa pun yang datang.
Aku harus beristirahat selama dua hari.
Ya, aku harus tidur dengan baik.
Baik. Aku pergi tidur sekarang.
Dah. - Dah.
Dah.
Maaf.
Aku sakit, jadi aku tak punya pilihan
selain mengundang kalian ke rumahku utnuk rapat.
Aku punya banyak yang mesti dibagikan pada kalian hari ini.
Rasanya kita kurang dua orang.
Mereka sudah diberitahu tentang rapat ini?
Kurasa Luo Ping meminta mereka melakukan sesuatu.
Baiklah. Kalau begitu, mulai hari ini kita biarkan mereka bersama Luo Ping saja.
Mari mulai.
Sejujurnya, diantara semua orang di Chen Xing,
termasuk He Han,
yang paling aku kagumi adalah kau, Chen Junsheng.
Itulah sebabnya aku berharap kita berdua bisa bekerjasama.
Maksudmu tentang kasus Carmen?
Tapi He Han sudah memutuskan untuk menangani kasus itu bersama Tang Jing.
He Han itu he Han.
Dia bilang begitu karena dia pikir dia punya kuasa.
Kuncinya adalah kau yang menangani proyek itu,
jadi kau yang punya kuasa untuk memilih siapa dari B&T untuk bekerja sama.
Juga, Tang Jing,
bukan pilihan terbaikmu.
Kau dan dia
memiliki konflik pribadi, semua orang tahu itu.
Aku juga tidak begitu dekat denganmu.
Semua teman baik bermula dari orang asing.
Hanya perlu waktu, benar kan?
Bagaimana kalau begini. Untuk membuktikan ketulusanku,
aku akan menganjurkan klien baru untukmu.
Bukan kasus besar,
tapi mudah diatasi, jadi uang mudah masuk.
Kudengar kau punya banyak pengeluaran,
akankah kau punya cukup air kalau tidak menggali lebih banyak sumur?
Jangan khawatir, tidak perlu buru-buru.
Ambil waktu untuk mempertimbangkan ini.
Kita bisa bertemu lain kali, setuju?
Minta bonnya.
Hei, kenapa bisa app Xiao Xiao Le milikmu berbeda dengan punyaku?
Punyamu ketinggalan jaman! Yang aku mainkan ini versi baru.
Baik, waktunya bekerja.
Ada pelanggan yang sangat sulit mengambil keputusan di sana.
Dia sudah mencoba setidaknya selusin pasang sepatu.
Dia benar-benar pemilih.
Bukan hanya lambat, dia juga mengeluh terus.
Dia sudah di sini selama setengah jam!
Orang macam itu yang paling buruk.
Sepertinya mereka datang bukan untuk sepatu, hanya untuk disadari keberadaannya.
Aku beritahu ya,
tak peduli betapa bagus pakaian atau betapa kayanya seseorang,
kalau mereka merendahkan kita seperti itu,
maka mereka 100% sampah!
Terlahir kaya! Apa mereka mengerti tentang keturunan baik?
itu bukan hal yang bisa dibeli dengan uang! Benar, kan?
Mm, ya. Aku setuju.
Hei, kau belum lama di sini,
tapi kau pasti pernah menemui palanggan macam ini, kan?
Sebenarnya, aku belum pernah bekerja seperti ini.
Jadi aku tidak tahu. Tapi bekerja malayani pelanggan sekarang,
aku juga kurang suka orang macam ini.
Pekerjaan macam apa yang dulu kau kerjakan?
Aku cek NaNa dulu.
Tapi, kau belum selesai bercerita.
Kembali bekerja.
Hei, tunggu aku!
Hati-hati! Silakan datang lagi!
Dasar Wanita Gila!.
Kuharap ada mobil yang menyambar wajahnya begitu dia keluar dari sini.
dan suaminya meninggalkannya begitu dia sampai rumah.
Apa dia beli sesuatu?
No comments yet. Be the first to leave one.