The Ascent (Voskhozhdeniye)

The Ascent (Voskhozhdeniye)

Download Indonesian Subtitle

Release info

The Ascent (1977) WEB-DL
A Commentary by Irwan19
kala-ireng.blogspot.com /// IDFL.me

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2014-02-28
Downloads: 52
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

MOSFILM

ART STUDIO THREE

THE ASCENT

Berdasarkan novella berjudul "Sotnikov" karya Vasili Bykov

Skenario Yuri Klepikov, Larisa Shepitko

Sutradara Larisa Shepitko

Sinematografi Vladimir Chukhnov

Cepat! Cepat!

Tentara Jerman!

Pasukan pembasmi!

Tentara Jerman!

Tetap tenang!

Rybak! Tenang!

Berlindung! Semuanya masuk ke hutan!

Masuk ke hutan! Bawa dia!

Amunisi!

Sotnikov: Boris Plotnikov Rybak: Vladimir Gostyukhin

Kepala Desa: Sergei Yakovlev Demchika: Lyudmila Polyakova

Basya: Victoria Goldentul

Portnov: Anatoli Solonitsyn Stas: Nikolai Sektimenko

Istri Kepala Desa: Maria Vinogradova

Sotnikov, pergilah!

Aku akan melindungimu!

Pergi!

Aku tak kuat lagi...

Istirahat.

Sebentar. Sebentar.

Kita akan mencari sesuatu untuk diminum dan dimakan.

Krotsky.

Apa?

Keluarkan.

Keluarkan apa?

Apapun yang masih tersisa untuk dimakan.

Tadi itu nyaris sekali.

Jadi mana kereta saljunya?

Kita harus terus bergerak. Dengan begitu kita akan baik-baik saja.

Kita harus keluar dari sini dan mencari makanan.

Kalau begitu kau yang mencari.

Sementara ini kita tetap di sini.

Kau tahu ladangnya Kurgaev?

Kurgaev? Aku tahu.

Dia punya perempuan di sana.

Hei, jaga mulutmu.

Pergilah ke sana, cepat.

Posisi kita di sini.

Di sini kamp Dubovoi.

- Bagaimana dengan yang luka-luka? - Dan anak-anak?

Keluarga harus diantar dengan selamat.

Dan tanpa makanan, kau tahu sendiri...

Jarak ke Dubovoi masih jauh.

Perjalanan masih jauh.

Bagaimana jika mencari babi hutan?

Cukup untuk dimakan semua orang.

Bersiaplah.

Apa, sendirian?

Bawa satu orang.

Stoptsov.

Bisa apa aku dalam kondisi seperti ini?

Benar.

- Matyushenko. - Mereka memanggilmu.

Ada apa di sana?

Senjatanya macet.

Tapi aku bisa pergi, jika itu perintah.

Tidak. Perbaikilah supaya bisa digunakan besok.

Baik.

Artileri, senjatamu baik-baik saja?

Ya.

Kolya!

Salam untuk Zosya!

Makanlah salju itu. Sedikit membantu.

Sial! Sebenarnya tak ingin pergi.

Tak bisa berbuat apa-apa.

Kenapa kau tak tinggal saja? Seseorang akan datang.

Siapa?

Keadaan kita kacau.

Menghabiskan amunisi terakhir untuk menembaki patroli.

Tak masalah. Ada banyak amunisi di Dubovoi.

Tembakanmu jitu.

Penglihatanmu bagus.

- Kau benar-benar dari artileri? - Begitulah.

Kalau begitu dari kesatuan tentara.

Tidak.

Lalu?

Aku mengajar matematika.

Aku lulusan institut di Vitebsk.

Matematika? Itu bagus.

Berjalanlah di bekas langkahku. Akan lebih mudah melangkah.

Sudah lama aku ingin mengunjunginya.

- Siapa? - Zosya.

Zosya ada di sana. Dia luar biasa.

Kau memikirkan perempuan.

Kenapa tidak? Perang bukan segalanya.

Tidak, tidak seperti itu.

Zosya dan keluarganya aku anggap seperti keluargaku.

Mereka menyembunyikan aku saat terluka, dan dicari tentara Jerman.

Kau terkepung?

Mereka menyelamatkan aku, tidak menyerahkan aku.

Mereka tahu siapa yang mereka sembunyikan. Seorang komandan kompi.

Seorang tentara.

Saat kami berpisah, Kurgaev memberiku mantel bulu ini.

Lalu mereka mengirimku ke gerilyawan seolah-olah aku ini anaknya sendiri.

Kau bercanda? Jangan tersinggung.

Meski mereka tahu hubunganku dengan Zosya.

Kau tahu, dia datang padaku atas kemauannya sendiri.

Aku bahkan tak memikirkan itu.

Aku tertidur.

Dan di pagi hari, aku mendengar nafas seseorang.

Aku merasakan kehangatan menjalari tubuhku.

Aku akan langsung menikahinya jika tidak karena perang ini.

Masih jauhkah?

Kita sudah dekat.

Mengerti maksudku? Obrolan membuat perjalanan terasa dekat.

Aku tak tahu tentang dirimu

tapi aku tak tahan jika ditugaskan sendirian.

Bahkan jika tugas itu mudah.

Aku lebih memilih menyerang ratusan kali. asal aku ada di pasukan.

Tapi saat malam, hutan... Terasa sulit, kau tahu.

Mungkin...

Mungkin mereka berhasil kabur.

Kau kembali saja.

Aku akan mencari beberapa kilometer lagi.

Tak bisa kembali dengan tangan kosong.

Kau ini kenapa? Sudah kubilang aku akan melanjutkan sendiri.

- Tanpa topi kau akan membeku. - Topi tak akan tumbuh di hutan.

Di desa, semua orang punya topi.

Maksudmu, aku harus merampas topi seseorang?

Merampas? Selalu ada cara untuk meminta.

Kau hanya perlu tahu caranya.

- Pakai ini. Dari pada tidak sama sekali. - Tidak.

Hentikan, jangan cerewet.

Hangat dan nyaman.

Mau?

Makanlah.

Sebenarnya, aku senang kau tak jadi pergi.

Saat dua orang...

Ayo jalan.

Dimana desa sialan itu?

Kau kepala desa?

Ya?

Ada orang lain di sini?

Hanya kami.

Ada tentara Jerman di desa?

Tidak ada. Hanya ada seorang polisi.

Punya sapi?

Ya.

Sampai saat ini.

Kau harus makan sesuatu. Aku punya makanan hangat.

Baik, tapi cepatlah.

Jadi kau kerja untuk Jerman.

Mereka membayarmu banyak?

Aku tak meminta apapun, dan tak mendapat apapun.

Dia hanya orang tua.

- Dia berbuat bodoh. - Diam.

Lepaskan topimu.

- Anakmu? - Anak kami, Tolya.

Dia jadi polisi?

Tidak! Dia ikut bertempur.

Kami tak tahu dia masih hidup atau tidak.

Yeah.

Kau adalah aib bagi anakmu. Dasar pengkhianat.

Taruh Injilmu.

Cepat!

Menggenggamnya seperti itu... Ayo jalan.

- Nak. Nak... - Diam.

Jalan.

- Pak. - Tunggu di sini!

Jangan! Kasihanilah kami.

Dia akan menembaknya.

Seharusnya kau memikirkannya dulu.

Kau pikir dia menginginkan jabatan kepala desa dari Jerman?

Setiap hari mereka mengancamnya.

Menodongkan senapan ke kepalanya!

Nak, biarkan aku keluar.

Ijinkan aku melihat.

Ijinkan aku melihat apa yang terjadi.

Nak...

Nak! Kenapa...

- ...kenapa kau ini? - Tidak apa-apa.

Kau demam.

Temanmu memanggil.

Dia sakit.

Ambil daun raspberry kering ini. Kau bisa membuat teh.

- Sesuatu untuk diminum. - Tidak, terima kasih.

Kenapa tidak?

Pergilah.

Dan tutup pintunya.

Kenapa kau melepaskannya?

Persetan dengannya.

Maaf.

Aku tak bisa membantumu.

Lalu kenapa kau ikut?

Kau yang meminta.

Meminta.

Yang lain tak mau ikut, dan kamu...

Sudah, hentikan!

Dimana kita?

Aku tak tahu. Arah kita sudah benar?

Kurasa begitu.

Lebih cepat!

Jadi kalian ingin menangkapku hidup-hidup.

The Ascent (Voskhozhdeniye) subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left