The first 200 lines.
Sistem tata surya merupakan tempat yang liar.
Dari gunung berapi es di bulannya Saturnus, Enceladus,
sampai lahan lava yang luas di bulannya Jupiter, Io,
hingga ke dunia kita sendiri, Bumi,
gunung berapi penghancur.
Mereka juga membentuk sesuatu.
Seperti itulah, jika tidak ada gunung berapi di Bumi kita,
kita tidak akan ada di sini.
Gunung berapi membentuk dan mengubah iklim kita.
Gunung berapi pemberi kehidupan dan juga dapat mengambilnya.
Saat ini, pesawat Probe dan teleskop...
menunjukkan gunung berapi di dunia kita yang dulu kita kira telah mati.
Menemukan gunung berapi di objek yang lebih kecil dari Bulan kita...
merupakan sebuah kejutan besar.
Jika gunung berapi ada di dunia lainnya,
mungkinkah kita juga bisa menemukan kehidupan di sana?
Surantih, 19 Agustus 2015.
Planet Bumi, permata di kegelapan angkasa ini.
Rumah kita yang abadi,
indah,
dan juga penuh kekerasan.
Gunung berapi merupakan salah satu fenomena alam paling kuat...
di planet ini.
Mereka membentuk daratan,
juga menghancurkan yang lama.
Mereka menyemburkan gas yang berubah menjadi udara yang kita hirup.
Jauh dikedalaman samudera,
panas gunung berapi menjadi bahan bakar kehidupan baru yang aneh.
Gunung berapi membantu kekuatan kehidupan di Bumi.
Sekarang kita mencari tanda-tanda kehidupan di dunia asing.
Kita tahu kehidupan membutuhkan air.
Kita tahu dia membutuhkan energi.
Dan disitulah gunung berapi berperan,
mereka memompa sejumlah besar energi.
Menemukan gunung berapi di dunia-dunia lainnya,
dan kita mungkin akan menemukan kehidupan.
Pencariannya dimulai di sini,
planet yang orbitnya paling dekat dengan Bumi,
Venus, sebuah dunia yang kelihatannya hampir sama persis dengan Bumi.
Venus dan Bumi mempunyai massa yang hampir sama.
Mereka punya jarak yang hampir sama dari Matahari.
Sehingga mereka seolah kelihatan seperti saudara kembar.
3 milyar tahun yang lalu,
Bumi dan Venus sangat mirip sekali,
daratan, lautan dan atmosfir yang semuanya baru.
Kedua planet ini sangat sempurna untuk kehidupan.
Namun di Venus, ada sesuatu yang salah.
Sesuatu yang membuat Venus...
menyimpang jauh dari sejarah Planet Bumi.
Venus mengambil langkah ke sisi gelap dahulu sekali.
Venus merupakan sebuah neraka, saudara kembar jahat Bumi.
Saat ini, permukaan Venus layaknya sebuah tungku pemanasan.
Permukaannya bersuhu 900 derajat Fahrenheit.
Cukup panas untuk mencairkan logam,
jadi kalian tidak akan punya kesempatan berada di sana.
Venus adalah dunianya rumah kaca.
Atmosfirnya kental dengan karbondioksida.
Yang menjebak panas dari Matahari layaknya sebuah selimut.
Gambar-gambar dari permukaan Venus ini...
menunjukkan daerah gurun yang sangat panas dan tandus.
Selimut tebal CO2 Venus membunuh kehidupan planet ini.
CO2 berasal dari gunung berapi.
Pesawat Angkasa Probe yang mengorbit di sana memberikan petunjuk pertama.
Radarnya mendeteksi melewati awan tebal Venus...
dan menunjukkan formasi gunung berapi di seluruh planet ini,
layaknya formasi yang juga kita lihat di sini, di Bumi,
perisai gunung berapi, di Hawaii.
Perisai gunung berapi mendapatkan namanya dari putaran dan bentuk datarnya.
Gunung berapi cair.
Namun mereka menyembur selama ribuan tahun yang lalu.
Setelah kita mampu memetakan keseluruhan permukaan Venus...
menggunakan radar penembus awan,
kita mulai mengetahui bentang alam di sini,
dan kebanyakan terlihat sangat familiar sekali.
Khususnya, kita telah melihat perisai gunung berapi raksasa...
yang sangat mirip dengan perisai gunung berapi di sini, di Hawaii.
Gambar dari radar Venus...
menunjukkan jari kematian perisai gunung berapi Hawaii.
Dahulu di masa lalu, Venus punya gunung berapi padat.
Untuk pertama kalinya, kita mendapatkan gambar yang mengungkapkan Venus,
dan sangat mengejutkan kita.
Kita menemukan permukaan dengan bekas luka, permukaan bekas gunung berapi.
Setidaknya ada seribu gunung berapi yang sangat besar...
dan mungkin puluhan atau bahkan ratusan ribu dengan yang lebih kecil.
3/4 permukaan Venus merupakan dataran lava,
bukti dari bencana besar di masa lalu.
Dulunya ini mungkin rumah untuk kehidupan.
Namun, dia telah ditelan oleh api.
Gunung berapi menyemburkan triliunan ton karbondioksida...
menuju atmosfir Venus.
Suhunya pun melonjak naik.
Lautannya pun mengering.
Sebuah proses rumah kaca pun dimulai.
Di Bumi, karbondioksida...
mampu terserap ke dalam batuan.
Dia juga bisa diserap oleh lautan.
Namun di Venus, kalian tidak punya air,
dan sekarang menjadi sangat panas...
yang bahkan karbondioksida tidak bisa untuk menyatu dengan batuan.
Sehingga saat karbondioksidanya dilepaskan ke atmosfir...
oleh gunung berapi dahulu sekali,
seiring waktu, hanya ada sangat sedikit yang mampu...
di serap kembali dari atmosfir.
Jika Venus pernah punya kehidupan,
gunung berapinya akan membersihkan semuanya itu.
Bumi tetaplah satu-satunya dunia yang kita ketahui ada kehidupan.
Itu mungkin akan berubah.
Ini adalah si raksasa gas, Jupiter,
Bulan-bulan-nya beku dan tak ada kehidupan...
atau begitulah yang kita pikir.
Lihatlah lebih dekat lagi, dan misterinya akan muncul,
awan menggantung di atas dunia yang dingin dan tak bernyawa ini.
Di Venus,
gunung berapi mengubah planet yang mirip Bumi menjadi neraka yang sangat panas.
Menemukan gunung berapi di planet yang seperti Bumi...
tidaklah terlalu mengherankan.
Namun menemukan gunung berapi di sebuah Bulan sangatlah mengejutkan.
Di Maret 1979,
pesawat angkasa Probe Voyager 1 ...
memberikan kita gambaran dekat pertama dari Bulan kecil Planet Jupiter, Io,
dunia yang dulunya kita pikir dingin dan mati.
Dan mereka melihat sesuatu yang aneh.
Mereka melihat garis tersebut di tepi Bulan ini,
dan hampir tampak...
seolah-olah ada Bulan lain di belakangnya.
Kami pun menggaruk-garuk kepala dan berkata,
"Benda macam apa itu?
Semuanya mengetahui Io adalah Bulan tanpa kehidupan, membosankan dan tidak menarik."
Dan kemudian orang-orang menyadari, "Oh, Ya Tuhan.
Itu adalah erupsi gunung berapi."
Kami menemukan bahwa dia tertutupi dengan gunung berapi.
Gunung berapi yang sangat aktif.
Ada erupsi gunung berapi setiap saat.
Dan yang mereka semburkan adalah kebanyakan sulfur,
dan itu sangat panas.
Sulfur, saat suhunya berubah, maka warnanya pun berubah.
Dia dapat berwarna merah, orange, kuning ataupun hitam.
Jadi gambar-gambar dari permukaan Io ini...
membuatnya kelihatan seperti pizza...
yang ditutupi dengan berbagai keju dan zaitun...
yangmana ada bintik-bintik hitam di dalamnya.
Io tidaklah mati.
Dia hidup dan penuh gejolak.
Dia punya lebih dari 400 gunung berapi aktif.
Yang terbesar, Pele, meletus dari sebuah danau lava raksasa.
Yang mencapai hampir 250 mil jauhnya ke angkasa.
Jika kita dapat berdiri di ujung danau lava ini...
dan melihat tembakan itu menuju angkasa yang gelap gulita,
dia akan bersinar sangat terang.
Erupsi Pele begitu besar karena Io sangat kecil.
Tidak ada yang bisa menahan lava tersebut,
hampir tidak ada atmosfir dan sangat sedikit gravitasi.
Letusan yang luas ini...
membuat gunung berapi Bumi kelihatan seperti petasan.
Bagaimana bisa bulan kecil ini menjadi sangat vulkanik?
Jawabannya adalah Jupiter.
Layaknya Bulan kita yang menimbulkan pasang-surut di lautan Bumi,
Jupiter menimbulkan gejolak di Io,
pasang-surut batuan padat.
Orbit Io mengelilingi Jupiter tidaklah berbentuk lingkaran.
Kadang-kadang, dia berada sangat dekat.
Kadang-kadang, berada sangat jauh.
Jupiter memberi Io gejolak gravitasi.
Jadi, gravitasi Jupiter...
menarik-ulurnya sedikit keras dan kadang sedikit lemah.
Dan yang terjadi di permukaan Bulan ini, seperti inilah.
Ini disebut daya pasang-surut.
Tidak meregangkannya sebanyak ini,
hanya sedikit lebih.
Namun kenyataannya, cukup untuk memanaskannya.
Layaknya gaya gesekan.
Sama halnya saat kalian menggosok kedua tangan kalian bersamaan secara cepat,
mereka pun mulai menghangat.
Gaya gesekan menciptakan panas.
Gravitasi Jupiter...
meregang dan meremas Io.
Setiap dua hari dia mengitarinya,
daratannya naik-turun hampir 300 kaki.
Gaya ini menghasilkan panas konstan dan tekanan raksasa.
Dimanapun ada bagian yang lemah di keraknya, maka lava akan menyembur keluar.
Jadi aktivitas vulkaniknya berada dalam skala sebuah planet.
Tidak seperti di Bumi,
dimana aktivitas vulkaniknya di bagian tertentu saja...
di sekitar keraknya atau di titik-titik terlemah,
sedangkan di sini, keseluruhan Bulan ini merupakan satu titik aktivitas penuh.
Berkat kekuatan gravitasi yang luar biasa,
Io merupakan dunia vulkanik yang paling aktif...
di sistem tata surya kita.
Aktivitas vulkanik di Io mengajarkan kita sesuatu yang baru.
Ia mengajari kita sumber energi internal-lah...
yang dapat mendorong aktivitas vulkanik...
yang sangat berbeda sekali dengan yang terjadi di Bumi.
Di planet terluar, gaya pasang-surut,
pergeserannya meremas Bulan-bulan dari planet gas,
yang juga bisa menciptakan aktivitas vulkanik,
sebuah permainan yang berbeda.
Io merupakan dunia lava yang sangat panas dan mengerikan.
Sulit untuk membayangkan ada sesuatu yang hidup di sana.
Namun prinsip vulkanik di sini sama dengan di Bumi,
tekanan magma yang super panas di bawah permukaannya...
No comments yet. Be the first to leave one.