The first 200 lines.
Aku telah tiba di Houston untuk ujian seleksi astronot terakhir,
tapi Jennifer menyalamiku dengan kabar buruk.
Katanya, Azuma, seorang astronot seniornya Hibito,
iri karena Hibito akan menjadi orang Jepang pertama di bulan.
Dan Azuma akan menjadi juri selama ujian terakhir itu.
Keberuntunganku buruk sekali.
Hibito,
bagaimana perasaanmu
kepada Azuma?
Sepertinya
dia takkan datang.
Aku akan naik,
menanjak,
dan meluncur menembus atmosfer
Tujuanku adalah nol gravitasi
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Lambaian orang-orang membanjiri persimpangan
seperti siluet samar yang mereka alirkan dahulu tanpa henti
Bagaimana aku kelihatannya di tengah mereka?
Ku tak tahu
Menyembunyikan tujuanku yang sesungguhnya mati-matian
Kuremukkan alasan-alasan yang tak jelas
Ambisiku ke luar angkasa yang telah ada sejak dulu
lemah dan rapuh
Bagaimanapun caranya aku mengitari globe itu
Aku tak punya rumah tempat 'ku berhenti
Percuma saja menatap ke peta
Aku akan naik,
menanjak,
dan meluncur menembus atmofer
sampai aku bisa melihat seluruh dunia yang ada di bawah
Aku akan teriak
menjerit
dengan hati dari baja
bahwa aku ingin ke nol gravitasi
#25 Adik Kecepatan Suara yang Melatih Kakaknya
#25 Adik Kecepatan Suara yang Melatih Kakaknya
Sudah lama sekali.
Kudengar kau main di kejuaraan SMA.
Aku pernah jadi pitcher.
Waktu masih SMA.
Apa maksudmu?
Ayo main lempar-lemparan.
Konferensi pers itu terjadi beberapa tahun sebelumnya.
Astronot ternama Takio Azuma baru saja kembali ke Jepang.
Dia membicarakan kehormatannya menjadi orang Jepang pertama yang pergi ke bulan.
Dua kru yang lain mendarat di bulan,
sementara kau berada di garis orbit.
Kau habiskan tiga hari sendirian saja,
380.000 km dari Bumi.
Pasti rasanya sangat kesepian.
Tidak sama sekali.
Ti-Tidak sama sekali?
380.000 km itu masih disebut tetangga.
Bulan itu tetangga kita?
Orang ini luar biasa.
Sama sekali tak mengerti, Hibito.
Jarak dari Texas ke Florida itu 'kan seperti...
Jarak dari Sapporo ke Hakata, 'kan?
Keduanya cukup jauh seperti ramen mentega miso dengan ramen daging babi.
Tak sejauh itu.
Benar juga.
Kau harus dapat SIM pesawat.
Kalau kau sudah bisa terbang, dunia akan terasa lebih kecil.
Bedebah ini mengejek kakaknya.
Aku mau memeriksa jadwal kita.
Pertama, kau akan ke kantor NASA.
Lalu kau akan melakukan bermacam aktifitas,
Jadwal
Hibito ke NASA
Makan Siang
Selesai
Tugas
sebelum terbang naik T-38 dari Lapangan Ellington ke Florida.
Jalan Dengan Apo
Sementara itu, aku akan jalan dengan Apo dan beli makanan,
sebelum pulang dan meminum bir.
Ya,
lalu?
Lalu? Eh...
Hari ini adalah L-20.
"L" inisial dari "Launch", artinya rocket launch.
Yang berarti tinggal dua puluh hari lagi sebelum Hibito berangkat.
Mulai besok, akan menjadi L-19,
Hibito dan astronot yang lain akan melakukan TCDT
untuk menyimulasikan empat hari terakhir sebelum peluncuran.
Jadi mereka harus ke Pusat Luar Angkasa Kennedy di Florida,
dan memakan makanan yang sama, pakai pakaian yang sama,
dan mengikuti jadwal yang sama terus seolah sedang jalani misi sungguhan.
Kebanyakan misi itu mengikuti naskah.
Dan selesai dalam semenit.
Nah, anggap saja itu sandiwara.
Para astronot memainkan peran di panggung yang ada di luar angkasa.
Mereka bahayakan nyawa mereka untuk pertunjukan.
Sepertinya Jennifer berpikir
itu adalah kiasan yang cerdas,
dan aku takkan bisa menyangkalnya.
Lalu, kau akan kembali ke sini pada L-15, 'kan?
Ya.
Delapan hari setelahnya, L-7, ibu dan ayah akan datang.
Ibu dan Ayah tiba di bandara
Ibu mengobrol selama dua jam
Kurasa ibu akan bicara yang tak penting selama dua jam.
Pasti.
Saat sudah selesai, waktunya L-6,
aku akan hadapi ujian JAXA terakhir yang misterius.
Ya, benar juga.
Kalau aku dulu wawancara.
Wawancara?
Ya, astronot Jepang yang akan mewawancaraimu.
Hanya itu saja.
Tapi tiga kandidat pergi pada tahap itu.
Tiga kandidat?
Wawancara lagi?
Kenapa membawa kami jauh-jauh ke Houston hanya untuk wawancara lagi?
Dan kaulah yang dirugikan,
karena Azuma adalah juri dalam komite ujian akhir JAXA.
Sekitar jam 4, kami akan terbang, jadi lihatlah ke atas.
T-38 milikku berada di kedua dari kanan.
Ya, aku akan lihat kalau ingat.
Nah, aku harus pergi dulu.
Kau punya pertanyaan lain?
Tahu 'kan deterjennya di mana?
Ya.
Tak ada pertanyaan lain.
Tapi sebagai kakakmu, aku punya nasihat.
Oh? Apaan?
Intinya adalah
kau harus berteman dengan astronot yang lain.
Khususnya dengan orang Jepang.
Kau ini bicara apa?
Tak penting bagaimana caranya dekati mereka.
Makan saja ramen bersama.
Menyusun puzzle putih bersama.
Membuat udon bersama.
Bahkan jabat tangan juga bisa.
Lakukan dengan caramu sendiri.
Ayo main lempar-lemparan.
Benar juga.
Kau jadi terdengar seperti kakak sungguhan, Mu.
Aku memang kakak.
Nah, aku berangkat.
Ya.
Tapi aku hanya mau menyelamatkan diriku sendiri.
Berat.
Hei!
Bantu aku, Apo!
Setengahnya 'kan makananmu!
Tak ada yang bisa kulakukan
untuk menyiapkan ujian terakhir itu.
Aku tak punya rencana.
Aku hanya bisa menunggu dan main dengan Apo.
Bagaimana ini?
Kita bisa mengenal karakter orang lain dengan menghabiskan waktu bersamanya sebelum ujian.
Serika, Kenji, dan Nitta mungkin sudah berusaha keras dalam tugas mereka.
Aku sudah tertinggal.
Hah?
Hi-Hibito.
Sejenak, aku mengkhawatirkan hal-hal yang paling bodoh.
Tapi kecepatan suara yang meledak telah mengusirnya.
Bocah itu hebat juga.
Aku sudah tahu apa yang harus kulakukan di sini sebelum aku tiba.
Mendukung adikku.
Itulah tugasku.
L-19.
Sembilan belas hari sebelum peluncuran.
Shower.
Shower!
Shirt!
Pants!
Milk. Milk. Milk. Milk.
Dengar, Apo.
Manusia itu tak berdaya melawan getaran hati.
Aku terbakar pagi ini!
Aku bisa dengar tema lagu Rocky bersenandung dalam kepalaku sekarang!
Sudah cukup duduk menunggu wawancara itu!
Sekarang, aku harus mendukung Hibito.
Dan aku juga harus berolahraga.
Kita lari hari ini, Apo.
Sepuluh kilometer!
Kau siap?
Melatih tubuhku.
Membangun stamina fisik juga mengembangkan stamina mental.
Dan stamina mental akan menjagaku tetap tenang,
seperti astronot, selama wawancara!
Dengar, Apo.
Manusia itu
tak berdaya melawan cuaca.
Hmm?
Houston
Orlando
Pusat Luar Angkasa Kennedy
Orlando
No comments yet. Be the first to leave one.