Space Brothers

Space Brothers (宇宙兄弟)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

25 Adik Kecepatan Suara yang Melatih Kakaknya
A Commentary by Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

Tags

other
Published on: 2014-03-17
Downloads: 24
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Aku telah tiba di Houston untuk ujian seleksi astronot terakhir,

tapi Jennifer menyalamiku dengan kabar buruk.

Katanya, Azuma, seorang astronot seniornya Hibito,

iri karena Hibito akan menjadi orang Jepang pertama di bulan.

Dan Azuma akan menjadi juri selama ujian terakhir itu.

Keberuntunganku buruk sekali.

Hibito,

bagaimana perasaanmu

kepada Azuma?

Sepertinya

dia takkan datang.

Aku akan naik,

menanjak,

dan meluncur menembus atmosfer

Tujuanku adalah nol gravitasi

ZainuddinAri mempersembahkan

Space Brothers

ZainuddinAri mempersembahkan

ZainuddinAri mempersembahkan

Space Brothers

Space Brothers

ZainuddinAri mempersembahkan

Space Brothers

Lambaian orang-orang membanjiri persimpangan

seperti siluet samar yang mereka alirkan dahulu tanpa henti

Bagaimana aku kelihatannya di tengah mereka?

Ku tak tahu

Menyembunyikan tujuanku yang sesungguhnya mati-matian

Kuremukkan alasan-alasan yang tak jelas

Ambisiku ke luar angkasa yang telah ada sejak dulu

lemah dan rapuh

Bagaimanapun caranya aku mengitari globe itu

Aku tak punya rumah tempat 'ku berhenti

Percuma saja menatap ke peta

Aku akan naik,

menanjak,

dan meluncur menembus atmofer

sampai aku bisa melihat seluruh dunia yang ada di bawah

Aku akan teriak

menjerit

dengan hati dari baja

bahwa aku ingin ke nol gravitasi

#25 Adik Kecepatan Suara yang Melatih Kakaknya

#25 Adik Kecepatan Suara yang Melatih Kakaknya

Sudah lama sekali.

Kudengar kau main di kejuaraan SMA.

Aku pernah jadi pitcher.

Waktu masih SMA.

Apa maksudmu?

Ayo main lempar-lemparan.

Konferensi pers itu terjadi beberapa tahun sebelumnya.

Astronot ternama Takio Azuma baru saja kembali ke Jepang.

Dia membicarakan kehormatannya menjadi orang Jepang pertama yang pergi ke bulan.

Dua kru yang lain mendarat di bulan,

sementara kau berada di garis orbit.

Kau habiskan tiga hari sendirian saja,

380.000 km dari Bumi.

Pasti rasanya sangat kesepian.

Tidak sama sekali.

Ti-Tidak sama sekali?

380.000 km itu masih disebut tetangga.

Bulan itu tetangga kita?

Orang ini luar biasa.

Sama sekali tak mengerti, Hibito.

Jarak dari Texas ke Florida itu 'kan seperti...

Jarak dari Sapporo ke Hakata, 'kan?

Keduanya cukup jauh seperti ramen mentega miso dengan ramen daging babi.

Tak sejauh itu.

Benar juga.

Kau harus dapat SIM pesawat.

Kalau kau sudah bisa terbang, dunia akan terasa lebih kecil.

Bedebah ini mengejek kakaknya.

Aku mau memeriksa jadwal kita.

Pertama, kau akan ke kantor NASA.

Lalu kau akan melakukan bermacam aktifitas,

Jadwal

Hibito ke NASA

Makan Siang

Selesai

Tugas

sebelum terbang naik T-38 dari Lapangan Ellington ke Florida.

Jalan Dengan Apo

Sementara itu, aku akan jalan dengan Apo dan beli makanan,

sebelum pulang dan meminum bir.

Ya,

lalu?

Lalu? Eh...

Hari ini adalah L-20.

"L" inisial dari "Launch", artinya rocket launch.

Yang berarti tinggal dua puluh hari lagi sebelum Hibito berangkat.

Mulai besok, akan menjadi L-19,

Hibito dan astronot yang lain akan melakukan TCDT

untuk menyimulasikan empat hari terakhir sebelum peluncuran.

Jadi mereka harus ke Pusat Luar Angkasa Kennedy di Florida,

dan memakan makanan yang sama, pakai pakaian yang sama,

dan mengikuti jadwal yang sama terus seolah sedang jalani misi sungguhan.

Kebanyakan misi itu mengikuti naskah.

Dan selesai dalam semenit.

Nah, anggap saja itu sandiwara.

Para astronot memainkan peran di panggung yang ada di luar angkasa.

Mereka bahayakan nyawa mereka untuk pertunjukan.

Sepertinya Jennifer berpikir

itu adalah kiasan yang cerdas,

dan aku takkan bisa menyangkalnya.

Lalu, kau akan kembali ke sini pada L-15, 'kan?

Ya.

Delapan hari setelahnya, L-7, ibu dan ayah akan datang.

Ibu dan Ayah tiba di bandara

Ibu mengobrol selama dua jam

Kurasa ibu akan bicara yang tak penting selama dua jam.

Pasti.

Saat sudah selesai, waktunya L-6,

aku akan hadapi ujian JAXA terakhir yang misterius.

Ya, benar juga.

Kalau aku dulu wawancara.

Wawancara?

Ya, astronot Jepang yang akan mewawancaraimu.

Hanya itu saja.

Tapi tiga kandidat pergi pada tahap itu.

Tiga kandidat?

Wawancara lagi?

Kenapa membawa kami jauh-jauh ke Houston hanya untuk wawancara lagi?

Dan kaulah yang dirugikan,

karena Azuma adalah juri dalam komite ujian akhir JAXA.

Sekitar jam 4, kami akan terbang, jadi lihatlah ke atas.

T-38 milikku berada di kedua dari kanan.

Ya, aku akan lihat kalau ingat.

Nah, aku harus pergi dulu.

Kau punya pertanyaan lain?

Tahu 'kan deterjennya di mana?

Ya.

Tak ada pertanyaan lain.

Tapi sebagai kakakmu, aku punya nasihat.

Oh? Apaan?

Intinya adalah

kau harus berteman dengan astronot yang lain.

Khususnya dengan orang Jepang.

Kau ini bicara apa?

Tak penting bagaimana caranya dekati mereka.

Makan saja ramen bersama.

Menyusun puzzle putih bersama.

Membuat udon bersama.

Bahkan jabat tangan juga bisa.

Lakukan dengan caramu sendiri.

Ayo main lempar-lemparan.

Benar juga.

Kau jadi terdengar seperti kakak sungguhan, Mu.

Aku memang kakak.

Nah, aku berangkat.

Ya.

Tapi aku hanya mau menyelamatkan diriku sendiri.

Berat.

Hei!

Bantu aku, Apo!

Setengahnya 'kan makananmu!

Tak ada yang bisa kulakukan

untuk menyiapkan ujian terakhir itu.

Aku tak punya rencana.

Aku hanya bisa menunggu dan main dengan Apo.

Bagaimana ini?

Kita bisa mengenal karakter orang lain dengan menghabiskan waktu bersamanya sebelum ujian.

Serika, Kenji, dan Nitta mungkin sudah berusaha keras dalam tugas mereka.

Aku sudah tertinggal.

Hah?

Hi-Hibito.

Sejenak, aku mengkhawatirkan hal-hal yang paling bodoh.

Tapi kecepatan suara yang meledak telah mengusirnya.

Bocah itu hebat juga.

Aku sudah tahu apa yang harus kulakukan di sini sebelum aku tiba.

Mendukung adikku.

Itulah tugasku.

L-19.

Sembilan belas hari sebelum peluncuran.

Shower.

Shower!

Shirt!

Pants!

Milk. Milk. Milk. Milk.

Dengar, Apo.

Manusia itu tak berdaya melawan getaran hati.

Aku terbakar pagi ini!

Aku bisa dengar tema lagu Rocky bersenandung dalam kepalaku sekarang!

Sudah cukup duduk menunggu wawancara itu!

Sekarang, aku harus mendukung Hibito.

Dan aku juga harus berolahraga.

Kita lari hari ini, Apo.

Sepuluh kilometer!

Kau siap?

Melatih tubuhku.

Membangun stamina fisik juga mengembangkan stamina mental.

Dan stamina mental akan menjagaku tetap tenang,

seperti astronot, selama wawancara!

Dengar, Apo.

Manusia itu

tak berdaya melawan cuaca.

Hmm?

Houston

Orlando

Pusat Luar Angkasa Kennedy

Orlando

Space Brothers subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Space Brothers

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left