The first 200 lines.
"Tempat familier apa ini?"
- Halo. - Halo.
Halo.
Ini episode khusus "Inception".
Pergi ke Semua Tempat di Korea Musim Dua.
"Pergi ke Semua Tempat di Korea Musim Dua"
Tidak mungkin!
"Mimpi buruk pekan lalu teringat"
Bagian kedua Pergi ke Semua Tempat di Korea.
"Pekan lalu, di tempat ini..."
"Mereka terkunci dalam mimpi buruk permainan"
"Selamatkan kami"
"Rawa permainan itu tidak pernah berakhir"
Selamatkan kami.
"Mereka berada di lokasi pembukaan"
"Tempat semua rasa sakit dan penderitaan itu dimulai"
"Mereka hanya berganti pakaian"
Bagian kedua Pergi ke Semua Tempat di Korea.
Aku akan segera pulang begitu kamu mengeluarkan dadu.
- Itu sulit sekali. - Pekan lalu...
Jong Min, begitu tiba,
kamu bertanya, "Apa ini KBS?"
"Lima menit sebelum syuting dimulai"
Apa ini KBS?
"Tempat apa ini?"
- Kamu di sini pekan lalu. - Benarkah?
Sungguh?
Kamu bertanya, "Apa ini KBS?"
"Apa ini KBS?"
Andai aku bisa hidup seperti dia.
- Apa kamu lupa? - Sekalipun terjadi hal buruk,
dia melupakannya bulan depan.
Seperti itulah dia selama 13 tahun.
Di setiap perjalanan, setiap pekannya terasa baru.
- Apa kamu berganti salon? - Kenapa?
- Rambutmu seperti rambut DinDin. - Begitukah?
- Kamu meniruku? - Apa itu?
Kenapa kamu meniruku?
- Apa ini versi yang diperbesar? - Kenapa kamu meniruku?
Kamu tahu ketika di salon,
kita menunjukkan foto dan berkata, "Seperti dia."
Dia menunjukkan fotoku.
"Terkejut dan tidak bisa berkata-kata"
- Benarkah itu? - Sungguh?
Gigimu terlalu putih. Sembunyikan dariku.
Apa ada matahari di wajahku?
Jangan berikan grafis apa pun di gigiku!
Tidak, kamu membutuhkannya. Ibuku menyukainya.
Itu yang terbaik.
"Seperti pekan lalu, matahari musim semi bersinar terang"
"Dan seperti pekan lalu, ada aroma musim semi di mana-mana"
"Perjalanan apa yang akan mereka lakukan hari ini?"
Musim semi sama dengan awal tahun ajaran baru.
Tahun ajaran baru sekolah.
Kalian murid seperti apa saat masih sekolah?
Aku menjadi ketua kelas.
Kamu menjadi ketua kelas?
"Begitu rupanya"
Secara mengejutkan,
aku pandai berolahraga.
Aku populer di kalangan anak lelaki.
- Dan... - Apa kamu pandai melempar barang?
Aku seorang pelari cepat.
- Pelari cepat? - Kamu pelari?
Aku pelari estafet.
- Benarkah? - Aku akan menyusul
bersama para atlet.
Apakah itu jalur menurun?
Bukan.
"Apa berat badannya mendorong kecepatannya?"
Menyakitkan sekali.
- Komentar itu... - Dia doberman.
Dia anjing pemburu.
Biasanya mereka menggigit lengan, tapi dia menggigit leherku.
"Laberman si Penggigit Manusia"
Ravi...
Kita sudah saling menggigit.
Kami punya salinan rapor kalian.
Rapor kami?
- Sungguh? - Tolong bawa masuk.
Astaga.
Apa itu?
"Yang pertama masuk"
Milik siapa itu?
- Ini... - Tunggu.
- Ini tidak masuk akal. - "Rapor Sekolah".
Dia pandai di sekolah.
Ini luar biasa.
A untuk semuanya.
- "Kontes lompat tali". - "Kontes lompat tali".
- Dia ingin menjadi dokter? - "Buku harian dan lompat tali"?
Ini milik Ravi. Ujian aksara Mandarin.
- Ini milik Ravi. - Ravi.
Kamu mempelajari aksara Mandarin?
Tidak ada yang menyebutkan dia sering teralihkan.
"Rasa tanggung jawab yang kuat."
"Selalu mengerjakan tugas dan bisa diandalkan."
"Mematuhi hukum."
Aku berjanji akan tampil di 2 Days 1 Night.
Ini hanya...
Mari lihat apa ini milik Ravi.
- Satu, dua, tiga. - Benar.
"Ravi Kecil"
Ini Ravi.
- Won Sik. - Tidak mungkin.
Kamu tampak lebih tampan dahulu.
- Apa maksudmu? - Apa?
Aku tumbuh dengan baik.
- Kamu manis. - Lihat rambutnya.
Saat itu lebih baik.
Kamu cukup banyak berdandan.
- Berikutnya... - Aku akan membawa ini seharian.
"Rapor siswa berikutnya"
- Aku melihat sebuah nama. - Ini sudah jelas Lim Cheol.
Hei. Kenapa aku tidak dirahasiakan?
Milik siapa ini?
- Lim Cheol. - Tunggu.
Kenapa kalian menutupi ini?
Mari kita lihat. Minggir.
- Tadi... - Ini menyenangkan.
Ini menyenangkan!
Kenapa punyaku terbuka?
Mari kita tertawa dahulu.
- Wajahnya? - Bagian yang menyenangkan.
- Itu tidak lucu. - Apa?
Satu, dua, lihat.
"DinDin"
Ada apa denganmu?
Dia terlihat sangat nakal.
Ini bukan bagian yang mengejutkan.
Keseruan sesungguhnya ada di sini.
- Selama enam tahun. - Dari kelas satu.
- Dari kelas satu. - Aku sangat penasaran.
Aku mengingatnya dengan jelas.
Aku hebat saat kelas satu.
- Mari kita lihat. - Mau melihatnya?
"Ceria."
"Akrab dengan teman-teman dan bekerja sama."
"Bekerja keras untuk memuaskan rasa ingin tahu,
antusias, dan aktif."
Aku pria sejati sampai kelas satu.
Ini seperti katamu. Mari kita lihat untuk kelas dua.
"Berpakaian rapi, aktif, antusias,
secara adil menyatakan pendapat, dan memberi presentasi bagus."
"Lumayan"
Kelas dua lumayan.
Hidupku berubah buruk di kelas tiga.
- Jadi... - Kamu merasa cemas, ya?
Dia merasa cemas.
- Kamu akurat. - Apakah seburuk itu?
- Sungguh? - Mari kita lihat isinya.
"Kurangnya keinginan untuk mematuhi peraturan sekolah."
- Guru jarang menuliskan itu. - Itu singkat, tapi bermakna.
Yang ingin kuketahui adalah
guru mana yang menulis satu kalimat saja?
Ini sesuatu yang kuketahui.
Banyak yang ingin dikatakan gurumu
lebih daripada ini.
Dia hanya menulis ini. Agar adil.
- Karena pengertian. - Ya.
Agar tidak menakuti orang tuamu.
Hubunganku tidak baik dengan guru kelas lima.
"Ceria dan akrab dengan banyak teman,
tapi harus mematuhi peraturan dan bicara dengan baik."
"Juga perlu belajar menahan diri."
Guru ini aneh.
"Guru yang aneh!"
- Apa katamu? - Kapan dia menjadi seperti ini?
Kepada gurumu,
kamu berkata, "Astaga, kamu pecundang."
Kamu bicara seperti itu?
Perkataannya tadi? Perlahan aku mulai merasa gelisah.
Sekarang halamannya menyamping.
Kenapa begitu?
Ini jelas terlihat tua.
Semuanya ditulis tangan.
Itu milik Jung Hoon atau kamu.
"Kehadiran penuh, kehadiran penuh, izin sakit."
- Itu cukup bagus. - Apa itu izin sakit?
Tinggi 125 cm. Lumayan.
- 125 cm? - Sampai 153 cm saat kelas enam.
Tunggu, beratnya 71 kg?
Tunggu.
Beratku 65 kg sekarang!
"71 kg di usia 13 tahun..."
Hei, astaga.
- Aku tahu siapa ini. - Tunggu.
Apa yang kamu makan saat kelas lima?
Beratnya naik 10 kg per tahun.
Bukankah kebanyakan anak tumbuh 10 cm per tahun?
Kenapa beratmu bisa naik 10 kg dalam setahun?
Lihat perbedaan berat badannya.
- Ada perbedaan 30 kg. - Kamu juga lebih tinggi.
Itu setengah berat badanku.
Kalau begitu, mari kita ungkap wajahnya.
- Ya. - Itu sudah jelas.
- Pasti Se Yoon. - Ya.
Rambutmu masih sama.
"Digandakan"
Kamu manis sekali. Kenapa kamu bisa semanis ini?
No comments yet. Be the first to leave one.