The first 195 lines.
SMP Teikou
Klub bola basket SMP Teikou.
Dalam catatan cemerlang prestasi mereka,
terdapat lima pemain berbakat yang kehebatannya hanya bisa ditemukan setiap sepuluh tahun sekali,
yaitu "Kiseki no Sedai".
Ryota Kise.
Shintaro Midorima.
Daiki Aomine.
Atsushi Murasakibara.
Seijuro Akashi.
Dan yang jadi ancaman bagi mereka, SMA Seirin.
Dengan bayangan dan cahayanya.
pukul berapa sekarang? mari bergegas
what time is it? dassou
karena sepertinya kita terlalu santai
mattarishi sugitenda
tepuk tanganmu tanpa ragu
kassai nomi kuraou
somebody punky funky love, whoo!
somebody punky funky love, whoo!
somebody punky funky love, whoo!
somebody punky funky love, whoo!
ZainuddinAri
mempersembahkan
'kan kuciptakan berbagai irama cinta
I can makin' many love sensation
walau dengan getaran yang tak sempurna ini
fukanzen na vibration
bersyukurlah atas cinta yang sederhana
otegaruna renai ni kansha
dan lepaskan kecemburuan yang sakiti hati
mushizu ga zenryoku shissou
let's go!
let's go!
kebohongan hanya 'kan sebabkan kepiluan
makka na uso mo massao
apa yang sebaiknya kulakukan dalam keseharian ini?
whatcha' gonna do na hibi wo tell me why?
let's go!
let's go!
langit memang sewajarnya berwarna pilu
massao na sora wa mattou
ingin selalu kuulangi kesalahan yang sama
shippai kurikaeshitai ne
seumur hidupku hanya diisi dengan keragu-raguan
pinkiri no jinsei my life enryo gachi
namun permulaan yang sebenarnya kuinginkan
oshiteshirubeshi pin no kaikan
adalah permulaan yang murni
junsui na style
gapailah puncak, di dunia tanpa belas kasihan ini
teppen toraji yo wa tsune ni mujyou
tentukan baik dan buruknya masa depan dengan tanganmu sendiri
mirai no yoshi ashi wa onore de kimero
tentukan baik dan buruknya masa depan dengan tanganmu sendiri
mirai no yoshi ashi wa onore de kimero
jangan biarkan kemenangan alihkan tujuanmu
shoppai ecstasy wakime mo furan
jangan biarkan kemenangan alihkan tujuanmu
shoppai ecstasy wakime mo furan
takkan kubiarkan dirimu tersakiti lebih dari ini
kokora de ikkai kizutsukete
wahai orang yang kukasihi
aishite jibun wo
wahai orang yang kukasihi
aishite jibun wo
Sudah kukatakan sebelumnya,
perkataanku adalah mutlak!
Sudah berakhir, Shintaro.
Akashi!
Akan kuubah ulang pendapatku terhadap kalian.
Karena sampai detik terakhir, semangat kalian tak pernah padam.
Tapi,
kalian takkan bisa menjangkau kami.
Tidurlah, wahai Raja Para Veteran.
Membuatku Ingin Tertawa
Quarter 57
Pertandingan berakhir!
Dengan selisih 86 lawan 70 angka, pemenangnya SMA Rakuzan!
Beri hormat!
Terima kasih atas pertandingannya!
Entah kenapa, Rakuzan sepertinya sunyi sekali.
Bukannya terlihat senang, mereka justru terlihat lega karena telah lewati sebuah rintangan.
Wajar saja. Bagi mereka, menang adalah hal yang wajar.
Karena selain kemenangan, semua mereka anggap kegagalan.
Tekanan yang mereka hadapi sebagai tim terkuat ada di luar bayangan kita.
Mereka sama sekali tak boleh kalah. Itulah takdir Sang Kaisar.
Shintaro.
Kali ini kami memang kalah. Tapi lain kali, pasti kamilah yang akan menang!
Kuucapkan terima kasih padamu, Shintaro.
Sudah lama, aku tak rasakan pertandingan yang semenarik ini.
Tapi maaf, aku tak bisa terima jabat tanganmu itu.
Kalau kau incar kemenangan, maka, kau harus bersikap lebih kejam.
Kemenangan adalah segalanya. Aku berharap agar kalian tetap jadi musuhku.
Begitu rupanya. Kau tak berubah ya, Akashi.
Masih sama seperti saat itu.
Tapi, meski begitu...
Berikutnya, kami pasti akan menang.
Semuanya, busungkan dada kalian!
Jangan terlihat lesu sebelum kita keluar lapangan!
Yang bertanding bukan hanya kita saja!
Berbaris ke depan kursi suporter!
Terima kasih atas dukungan kalian!
Pantang Menyerah
Empat besar, ya?
Ya, bisa ditebak juga, sih. Tapi, kita lumayan juga ya, padahal lawannya Rakuzan.
Eh? Shin, apa kau patah hati?
Tapi, maaf.
Rasanya, sekarang aku tak bisa menghiburmu.
Kelihatannya begitu.
Tapi, aku juga sama.
Memang, kalah itu
rasanya menyesakkan.
Shuutoku
Rakuzan
Selisih 16 angka.
Ya, wajar saja, sih.
Melihat permainan mereka, bukan hal yang aneh meski selisihnya lebih ketat lagi, sih.
Tak salah lagi, Shuutoku memang kuat.
Tapi, meski begitu, kekuatan Sang Kaisar masih jauh di atas mereka.
Terlebih lagi...
Sebenarnya firasat buruk apa ini? Padahal mereka tak terlihat bermain dengan santai.
Tapi tetap saja, apa memang itu kekuatan Rakuzan yang sebenarnya?
Apa memang itu kekuatan Seijuro Akashi yang sebenarnya?
Kaijou
Seirin
Rasanya kedua tim terlihat tenang.
Tapi, kudengar dulu Kaijou pernah kalah dari Seirin saat latih tanding.
Yang benar?
Begitu rupanya. Jadi, pertandingan ini ada sejarahnya.
Tapi, kalau memang begitu, rasanya...
Sunyi banget, ya.
Sesi terakhir!
Hoi, Kise.
Ayo, beri mereka salam yang sederhana.
Baik!
Apa-
Itu, jangan-jangan...
Lane-up?
Sudah kubilang yang sederhana, 'kan.
Soalnya ini untuk pernyataan perang.
Pernyataan perang, katanya?
Lompatan yang barusan itu... Jangan-jangan...
Ya, dia lompat sejauh lompatan Kagami.
Kenapa kau malah berdiri bengong begitu, Bego?
Balas salam darinya, tunjukkan yang asli padanya!
Baik!
Dia membalasnya!
Sudah begitu, lane-up campur alley-oop!
Apa mereka berdua benar-benar masih SMA?
Yang seperti itu kan biasa.
Kau ini memang tak suka kalah, ya?
Kapten. Selama ini aku coba menahannya, tapi, sudah tak bisa.
Aku merasa sangat bersemangat, hingga tak sabar tunggu pertandingan mulai.
Bego. Kita semua juga begitu.
Dan hal itu
juga berlaku bagi semua orang yang ada di lapangan ini!
Sudah dimulai.
Bintang Keajaiban Baru, SMA Seirin!
Lalu, tim yang banggakan tradisi warna biru mereka.
Pasukan Biru Elite, SMA Kaijou!
Mari bertanding secara sportif!
Mari.
Wah? Padahal sebelumnya, aku merasa kalau dia masih terlalu muda untuk jadi seorang kapten.
Kurasa kemenangan hingga sampai di sini memang berarti sesuatu.
Bagus. Memang begitulah seharusnya.
Kalau begini, kami bisa balas dendam tanpa menahan diri.
Ada apa, Izuki? Kelihatannya kau agak kaku.
Ah, aku tak apa-apa. Mungkin aku memang sedikit merasa gugup.
Meski begitu, aku juga merasa sangat bersemangat, seperti perkataan Kuroko.
Sampai sekarang, aku selalu anggap bahwa tim lawan kita agak seperti musuh.
Tapi, yang kurasakan sekarang, hanyalah semangat bertempur murni tanpa kedinginan terselubung.
Yang benar "ingin", ya.
Izuki.
Pelesetanmu itu barusan, sebenarnya tak perlu.
Hoi, Koga, ganti pemain!
Tapi, ya, aku mengerti apa yang ingin kaukatakan.
Ayo kita bersenang-senang!
Teppei Kiyoshi.
Dialah orang yang buat Seirin jadi sangat berbeda dibanding dengan yang dulu.
Aku harus kerahkan permainan terbaikku.
Makanya...
Bisa tidak, kau berhenti cari-cari tipe cewek kesukaanmu, Moriyama?
Kami mengandalkanmu, Kak Moliyama! Kau ini selius tidak, sih?
Serius? Jangan bicara yang bukan-bukan.
Kalian kira sudah seberapa lama aku menunggu hari ini?
Aku begitu serius sampai tak bisa temukan cewek tipe kesukaanku dari tadi.
Ini gawat.
Kalau begitu malah bagus, 'kan.
Kak Moliyama, baiklah! Aku juga akan beljuang! Akan kukelahkan seluluh kekuatanku!
Kagamicchi.
Hari itu, rasa kesal yang kurasakan saat pertama kali rasakan kekalahan.
Sampai sekarang, aku tak pernah melupakannya bahkan satu hari pun.
Permainan kombinasi dengan Kurokocchi!
Kuroko!
No comments yet. Be the first to leave one.