Song of Phoenix

Song of Phoenix (思美人)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

Song of Phoenix || E02
A Commentary by Shinigami01
By Viki.

Tags

other
Published on: 2017-05-29
Downloads: 16
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Nyanyian Phoenix

Episode 2

Patuh akan moralitas, tanpa motif lain, sungguh sepadan dengan surga dan bumi. Dari Ju Song, Syair Pujian untuk Jeruk, Sembilan Bab oleh Qu Yuan.

Yang Mulia, tenanglah.

Patuh akan moralitas, tanpa motif lain, sungguh sepadan dengan surga dan bumi.

Omong kosong! Sungguh omong kosong!

Yang Mulia, tenanglah!

Dua anak konyol.

Menghadapi kematian dan masih tidak menyesal.

Besok! Seret mereka berdua dan penggal kepalanya!

Putraku, siapa yang akan kau bunuh?

Ibu Suri.

Salam, Ibu Suri.

Kalian boleh pergi.

Baik.

Siapa yang menyerangmu saat upacara?

Pembunuh.

Yang mana?

Ibu Suri sudah dengar?

Akan sulit bagiku untuk tidak mendengar tentang ini.

Pembunuh itu harus dibunuh.

Tapi kau harus pikirkan kembali tentang lelaki muda dari keluarga Qu.

Ibu Suri meminta pengampunan baginya?

Negeri Chu selalu baik pada keluarga Qu.

Tapi aku tak pernah berpikir bahwa Qu Yuan akan bekerja sama dengan pembunuh.

Di hadapan kematian, dia tidak menyesal.

Dia juga ingin membantu pembunuh itu lolos dari hukuman.

Aku sudah dengar sejak lama.

Qu Yuan diberkati dengan kecerdasan berpuisi.

Muda dan mudah gegabah, angkuh luar biasa.

Kalau kau membunuhnya,

masih bisakah kau menjaga kestabilan negeri ini?

Apa maksud Ibu Suri?

Qu Yuan adalah putra dari Qu Bo Yong.

Qu Bo Yong adalah Menteri Peperangan Negara Bagian Chu.

Dia memiliki kuasa militer yang besar.

Melindungi Dinasti Chu yang besar. Kalau kau membunuh Qu Yuan,

akankah keluarga Qu tetap setia padamu?

Tanpa bantuan keluarga Qu,

siapa yang akan membantumu menjaga negeri ini?

Siapa yang akan membantumu melawan dunia ini?

Tanpa keluarga Qu, masih ada keluarga Zhao dan Jing.

Jika seseorang bisa lolos dari hukuman saat mencoba membunuh raja,

kejahatan apalagi yang tak mendapatkan hukuman?

Reputasi apa yang keluarga kerajaan bisa miliki sekarang?

Negeri Chu memiliki tiga penjaga. Semua orang tahu itu.

LaoZi pernah berkata bahwa 'Dao' memperanakkan yang Satu, yang Tiga memperanakkan semua mahkluk hidup. (T/N: Doktrin Dao. Dao De Ching 42, yang Tiga adalah yin, yang, dan qi)

Bandingkan Negeri Chu dengan ketel.

Keluarga Qu, Zhao, dan Jing yang mendukung ketel itu.

Jika satu patah, masih bisakah ketel ini berdiri tegak?

Aku telah menyampaikan semua yang seharusnya aku katakan.

Kau raja negeri Chu. Kau harus bertanggungjawab untuk semua perbuatanmu.

Kau harus lebih bertanggungjawab atas rencanamu bagi rakyat dan masa depan negeri kita.

Kau mengerti?

Ya.

Yang Mulia! Selamatkan aku! Aku tidak bersalah!

Sebelum mati, burung kembali ke tempat kelahirannya, rubah melihat ke arah bukit tempat dia dilahirkan.

Menarik pedangku dan melihar ke sekeliling.

Untuk apa hatiku khawatir?

Kalimat yang bagus. "Menarik pedangku, melihat ke sekeliling, untuk apa hatiku khawatir."

Kau berani tidak berdiri sewaktu kau melihat raja?

Kau takut?

Kukira kau tidak takut akan apapun juga, Qu Yuan.

Jadi Yang Mulia datang untuk mengambil nyawaku hari ini?

Sajikan araknya. - Baik.

Baiklah kalau begitu.

Aku akan menjadi hantu arak.

Terima kasih mengirimku pergi, Yang Mulia.

Aku hendak bertanya. Seberapa dalam pertemananmu dengan Wu Ming?

Di mata Yang Mulia, apakah aku melakukan ini demi pertemanan?

Bukan begitu?

Untuk pertemanan kecil itu,

kau bahkan melupakan kesetiaanmu padaku!

Aku hendak bertanya pada Yang Mulia, apakah itu kesetiaan?

Setia seutuhnya adalah kesetiaan.

Kupikir, memastikan keselamatan Yang Mulia adalah kesetiaan kecil.

Memastikan kelangsungan negeri Chu adalah kesetiaan besar.

Membunuh Wu Ming berarti Raja Yue tidak memiliki penerus.

Secara alami, dendam antara Chu dan Yue akan hilang.

Aku pernah bertanya padamu,

Kalau Yang Mulia membunuh satu Wu Ming, akan muncul lebih banyak lagi. Bisakah Yang Mulia membunuh semuanya?

Menggunakan satu Wu Ming untuk menyelesaikan dendam antara dua negara

dan memenangkan hati rakyat. Sarjana sepertiku tahu itu.

Mungkinkah Yang Mulia tidak mengerti ini?

Kau pikir di negeri Chu yang besar ini, semua orang mabuk

dan hanya kau yang sadar?

Lupakan, lupakan.

Lagipula aku akan mati.

Memang kenapa kalau aku mabuk? Apa gunanya sadar?

Aku, Qu Yuan, menjadi terkenal di usia 16 tahun!

Bagaimana bisa?

Satu puisi! Diantara para sarjana dan penulis, siapa yang tidak menghormatiku?

Siapa yang tidak mau mengakui kebesaranku? Selain orang tuaku,

aku paling mengagumi Yang Mulia!

Apa yang membuatmu mengagumiku?

Dibawah pemerintahan Yang Mulia, ada keteraturan di dalam dan luar istana.

Tanpa karya Yang Mulia, bagaimana bisa Negeri Chu sekuat ini?

Kukira kau berbeda dari yang lain, Qu Yuan.

Tak kukira kau juga belajar bicara manis.

Bukankah sudah terlambat kalau baru sekarang mengatakan hal seperti ini?

Aku, Qu Yuan, sungguh mengagumi Yang Mulia!

Tapi, mulai sekarang,

aku tidak akan mengagumi Yang Mulia lagi!

Yang Mulia hanyalah orang picik yang berpikiran sempit.

Yang Mulia tidak layak untuk menjadi raja Negeri Chu yang hebat ini!

Tutup mulut!

Biarkan dia bicara!

Dulu Yang Mulia membunuh Raja Yue.

Sekarang Yang Mulia akan membunuh putranya.

Menuntaskan masalah sampai ke akarnya. Tidak ada yang lebih kejam dari Yang Mulia!

Untuk menyelesaikan dendam, Yang Mulia hanya tahu untuk membunuh dan membunuh!

Bagaimana aku masih bisa mengagumi Yang Mulia?

Qu Yuan, teganya!

Manusia hanya hidup sementara di dunia bagaikan awan yang berarak,

bagaikan kuda putih berlalu cepat melewati celah.

Kalau kau tak bisa melakukan apa yang kau mau,

kalau kau tak bisa mengatakan apa yang kau ingin katakan, maka apa bedanya

dengan lalat yang lahir di dini hari dan mati di senja hari.

Lalu bagaimana kalau aku membiarkan kau melakukan apa yang kau mau,

dan mengatakan apa yang kau ingin katakan?

Satu pernyataan menjelaskan semuanya.

Untuk semua teladan dalam hatiku, aku tidak akan menyesal kalau harus mati karenanya!

Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki

Kalimat yang bagus, "mengeluarkan pedangku, melihat-lihat, apa yang dikhawatirkan hatiku."

Satu Wu Ming dapat menyelesaikan dendam antar 2 negara.

Jadi kenapa aku tidak akan bahagia melakukannya?

Wu Ming dari Negara Yue terang-terangan menyerang Raja Chu

dan menghina kekuasaan Raja Chu. Dia seharusnya diberikan hukuman yang sangat berat.

Raja melihat kenyataan kalau Wu Ming melakukannya untuk membalas dendam bangsanya,

dan karena kegigihan Pelajar Qu Yuan dalam membebaskannya,

dengan kekuasaan raja yang mulia, dia dibebaskan dari segala kejahatannya.

Dia dikucilkan dari Chu. Ini sebagai peringatan kepada yang lainnya yang ingin mencoba menjadi sepertinya.

Yang Mulia...

Y-Yuan'er!

Yuan'er!

Yuan'er!

Yuan'er!

Dia tidak mati?

Tuan Qu minum arak di sel-nya kemarin, tetapi siapa tahu dia akan begini mabuk?

Dia minum arak?

Kau keparat!

Ayah! Mengapa kau memukulku?

Berlututlah!

Bicara! Apa kesalahanmu?

Aku tidak tahu apa kesalahanku! Aku ingin bertanya padamu! Kenapa aku berlutut di depan leluhur?

Kau keparat! Kau masih berani bertanya padaku?

Sudah cukup kau salah berteman!

Kau berani menyembunyikan pembunuh bayaran?

Aku melakukanya untuk kebaikan raja!

Kau akan merusak reputasi keluarga Qu yang setia!

Raja tidak menyalahkanku! Dia membebaskanku!

Raja melihat kau masih muda dan tidak menyalahkanmu! - Ibu.

Kau berani mengatakan omong kosong itu? Apa kau masih tahu peraturan tentang penguasa dan subyeknya?

Peraturan, peraturan, kau membicarakan peraturan itu setiap hari!

Kalau peraturan itu benar dituruti, aku sudah mati dari dulu!

Keterlaluan! Aku akan merobek kulitmu hari ini!

Berhenti memukul dia! - Akuilah kau salah!

Jangan pukul dia! - Ayah!

Minggir!

Ayah, jangan pukul Adik Yuan! Dia masih belum belajar ilmu silat, jadi badannya sangat lemah!

Kalau kau ingin memukul, pukullah aku!

Baiklah! Kau akan melindungi dia juga?

Baik! Aku akan memukul kalian berdua!

Berhenti memukul dia! - Ayah! Ini salahku! Tidak ada hubungannya dengan kakak!

Cepat dan minta maaflah!

Aku tidak melakukan kesalahan!

Berhenti memukul dia! - Minggir!

Baiklah, terus manjakan dia seperti ini!

Yuan'er, sakitkah?

Huh

Adik Yuan, dia adalah hantu gunung yang kau ceritakan?

Ya.

Melihat dia dengan dekat, hantu gunung

benar-benar lumayan cantik.

Kecantikan hantu gunung bukan saja penampilannya. Kau tidak akan mengerti.

Siapa namanya? Bukan benaran "Roh Gunung", kan?

Tidak mungkin! Kau tidak tahu apa-apa, bagaimana membuatnya tunduk kepadamu?

Kalau semua di dunia harus tergantung pada kekuatan, lalu mengapa Langit harus tunduk kepadaku?

Aku benar tidak dapat mengerti apa pikiranmu.

Baik! - Baik!

Terima kash, terima kasih! - Terima kasih, Kakak!

Terima kasih!

Terima kasih! Terima kasih!

Terima kasih!

Cepat dan berikan pada mereka!

Terima kasih, gadis kecil. Terima kasih!

Terima kasih!

Nona, apa kau masih ingat padaku?

Eh, tunggu sebentar! - Terima kasih.

Tunggu sebentar!

Apa yang kau inginkan? Apakah kau akan bertengkar dengan perempuan lagi?

Adikku ingin mengatakan sesuatu kepada gadis muda ini.

Tidak ada hubungannya denganmu. Jangan mengganggu ini. Pergilah.

Adik? Betapa intimnya.

Kalian berdua tidak mirip sama sekali!

Kau–!

Qing'er, ayo jalan. Jangan membuang air liurmu untuk putra kaya iseng dan hedonistik seperti mereka.

Eh! Tunggu!

Apa kau tahu siapa itu adikku?

Menurutmu, siapa kau?

Song of Phoenix subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Song of Phoenix

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left