The first 200 lines.
Kenapa kalian datang ke sini? Tak jadi pesta ulang tahun?
Seharusnya Da-jeong menahannya.
Apa katamu?
Young-do tak sakit karena dia mau.
Itu bukan masalahnya.
Kenapa dia malah kabur?
Kenapa dia membuat Da-jeong harus berkata begitu?
Young-do khawatir Da-jeong nantinya
akan menderita.
Aku yang tak berhubungan juga tahu soal transplantasi jantung.
Harus terus minum obat, bisa dioperasi lagi, dan bisa sakit lagi.
Aku pun tahu itu. Tak mungkin Da-jeong tak tahu.
Harusnya dia bertahan jika tahu.
Apa guna bertahan sendiri bila pihak yang lain menghindar?
Young-do memang begitu.
Dia rela menderita asal orang lain tidak…
Jika Ju Young-do rela menderita demi orang lain,
Da-jeong itu selalu baik, ramah, dan mendahulukan orang lain.
Dia beri kasurnya untuk orang yang datang tiba-tiba,
dan jika orang itu tiba-tiba pergi,
dia bahkan akan membukakan pintu untuknya.
- Hentikan. - Kenapa aku harus berhenti?
Kenapa kau biarkan Pak Ju ke sini dan buat semua kacau?
Lantas kau sendiri?
Kau menyuruh dia berkencan dengan Choi Jeong-min.
Young-do bantu Da-jeong yang terluka, dan mereka jadi begitu.
Maksudmu, ini semua salahku?
- Sudahlah. - Apa maksudmu?
Aku yakin kau bukan marah karena Young-do.
Ayah akan datang. Kau jadi sensitif, dan meluapkannya di sini.
Diam semua. Pak Ju datang.
Young-do datang.
- Halo. Kau sudah datang. - Halo.
Kalian semua di sini.
Ya. Kami mau minum kopi bersama.
Bukan. Kami sudah minum.
Kita makan bersama besok saja. Aku ada urusan.
- Ya. - Ya, baiklah.
Kita bisa makan besok. Umurmu takkan berubah.
Baiklah.
- Dah! - Dah.
Ibu.
Ya?
Apa kita harus mencintai seseorang?
Tentu saja.
Kita manusia, jadi, harus mencintai.
Kenapa?
Manusia tak hanya hidup untuk makan, tidur
dan buang air.
Bukankah Ibu tak percaya cinta?
Bagaimana mungkin aku tak percaya?
Kau bukti dari cinta itu.
Bila…
aku menyukai orang sembarangan,
bukankah itu bukti hidup ini berantakan?
Seperti Putri Duyung.
Siapa bilang begitu?
Cinta yang memuakkan sekali pun…
bisa memberikan hal indah seperti ini.
Kau bukti satu-satunya atas hal itu.
Jika aku satu-satunya, bagaimana dengan Tae-jeong?
Tae-jeong…
adalah bukti seseorang harus hati-hati setelah minum di siang hari.
Dia pengingatku akan hal itu.
Aku harus adukan semua ke Tae-jeong.
Tidurlah.
Ya.
EPISODE 13
Pintunya sudah dipasangkan sandi.
Bagus. Rupanya aman.
Hei, Mun Mi-ran!
Sedang apa di sini, Besanku?
Jaga mulutmu!
Aku tak akan menikahkan mereka karenamu!
Kenapa kau berkeliaran di sini?
Gedung ini milikku.
Di sini rumah putriku.
Astaga.
Kau masih tetap sama. Tak menua sama sekali.
Berani sekali kau menilaiku. Kau menjadi makin jelek.
Apa Da-jeong masih tidur?
Bangunkan. Aku mau bertemu.
Jangan berisik. Dia baru bisa tidur.
Aku sudah lama tak ke sini. Biarkan aku bertemu.
Hei!
Jika kau membangunkannya, aku akan pecahkan kepalamu.
Ayo ke bawah untuk minum kopi.
Berani sekali kau memerintahku. Jangan suruh aku apa pun.
Di masa lalu, penyewa tak akan bisa
memperlakukan pemilik gedung seperti ini…
Di masa lalu, jika orang terlalu sombong karena merasa kaya,
dia pasti sudah ditusuk,
dan ditemukan mayatnya.
Pelakunya tak akan bisa ditangkap karena dahulu tak ada kamera pengawas,
jadi, kau akan menjadi hantu
berkantong mata hitam yang bergentayangan.
Bagaimana mungkin kau gunakan statusmu?
Sebenarnya apa salahku? Aku hanya mau menemuinya.
Pedulikan anak-anakmu! Kau tak datang ke wisuda Eun-ha.
Masih karena hal itu? Badanku hanya satu. Aku harus apa?
Pisah menjadi dua. Bagian atas ke wisuda Cheol-do,
dan bagian bawah ke wisuda Eun-ha.
Jangan kasar padaku. Awas kepalamu!
Yang benar saja.
Di mana Dokter Ju?
Kau bicara informal.
Aku pemilik gedung ini.
Kau bicara
informal lagi.
- Kau perawat di sini? - Ya. Aku perawat di sini.
Sepertinya para pasienku marah.
Kau tak boleh berisik saat masuk klinik hewan.
Astaga.
Selamat datang.
Hei! Bawakan air dingin.
Pekerja paruh waktu kami berharga.
Jangan bicara secara informal.
Di mana pemilik kafe ini?
Kami berhak menolak tamu.
- Silakan keluar. - Ayah.
- Ayah langsung ke sini? - Untung kalian datang.
Kenapa semua orang di sini penuh emosi?
Apa? Siapa?
Pasti karena Ayah membuat mereka marah.
Itu keahlian Ayah.
Kumpulkan semua penghuni di lantai satu, dua, tiga, dan empat.
Itu sudah ditulis di kontrak, 'kan?
Ada di sini. Tambahan.
Setahun sekali, para penyewa harus memenuhi panggilan pemilik.
"Memenuhi panggilan"? Seperti Goblin saja.
Denda satu juta won jika tak hadir.
Ada poin begini?
Harusnya kau teliti baca kontraknya, itu bisa menakutkan.
Kau harus ikuti apa yang tertera di situ.
Apa poin ini juga ada di kontrak Young-do dan Da-jeong?
Ada.
Sepertinya seru. Aku boleh ikut?
Tidak.
Boleh, 'kan?
Sudah makan siang?
Sudah.
- Yakin? - Ya.
Kudengar kau sakit.
Sekarang baik-baik saja.
Terima kasih sudah mau datang.
Waktu di Gangneung, aku bilang kepadamu jangan pernah sakit.
Maafkan aku. Aku…
Jangan minta maaf. Jangan begitu.
Aku bicara hal bodoh.
Padahal saat menjalani hidup, seseorang bisa saja sakit.
Namun, aku mengatakannya bak itu kesalahan.
Maafkan aku.
Seharusnya aku jelaskan keadaanku sejak awal.
Saat menjalani hidup, terkadang kau kehilangan kesempatan yang tepat.
Kau tak berniat membohongiku,
dan jika selalu menyalahkan di saat begini,
bagaimana kita bisa bersosialisasi?
Bagaimana Da-jeong?
Dia baik-baik saja.
Dia menangis seperti anak kecil.
Aku baru sekali melihatnya begitu.
Wajar menangis di saat begini. Kalian pasti gila jika tertawa.
Kau pasti juga menangis, 'kan?
Di Gangneung, ada tempat yang sangat berangin.
Air matamu akan keluar sendirinya jika membuka mata di sana,
jadi, sangat cocok untuk menangis. Mungkin kau mau ke sana.
Busku akan segera datang. Kau bawa dompet, 'kan?
Ya.
Aku tak akan minta uang.
Terima ini.
Simpanlah di dompetmu.
Orang ini masih hidup sekarang?
JU YOUNG-DO 10 MEI 1984
Apa maksudmu?
Takdir orang ini bak lilin.
Dia selalu di ambang kematian.
Sumbunya sudah habis.
Namun, dia masih hidup!
Jika bertemu dia, traktirlah dia.
Jangan menyukainya.
Bagaimana jika telanjur menyukainya?
Ibu ini akan pergi. Bukakan pintunya.
Duduk! Tunggu. Duduklah dahulu.
Yang benar saja.
Bagaimana aku bisa pergi setelah dengar ini semua?
Apa kau akan bisa makan dan tidur dengan tenang
jika tahu putrimu akan menangis patah hati?
Carilah jalan keluarnya.
- Jangan lupa makan. - Ya, Bu.
Selamat jalan.
Jika pria ini lahir di waktu yang tepat seperti ini,
seekor kucing hitam akan menghalangi lilin tersebut.
Jadi, bagaimana pun ditiup, lilin itu tak akan mati.
Bagaimana jika kucing itu malah terbakar?
Kucing ini punya sembilan nyawa.
Jika ada yang tanya waktu lahirmu, jawablah begitu.
Nyawamu ada sembilan sekarang. Aku sudah membelinya.
Aku sudah menyalakan lilin di gereja, dan memasang lampion di kuil.
Nyawamu kini pasti lebih dari sembilan, dan tak akan kurang.
Jadi…
No comments yet. Be the first to leave one.