Release info

진짜가 나타났다!-The Real Has Come-E39-NEXT-VIDIO
A Commentary by Anangkaswandi
Durasi 01:05:56

Tags

other
Published on: 2023-08-06
Downloads: 11
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kalau aku mengizinkanmu bersama dengan Tae-Kyung,

apa kamu akan menuruti semua keinginanku?

Iya.

Aku akan melakukan semuanya.

Kalau kamu bertekad begitu, baiklah.

Tapi Ibu,

ini di mana?

Rumah orang yang sangat kamu kenal.

Apa yang kamu lakukan?

Yeon-Doo.

Direktur Kim.

Tolong bawalah anak ini bersamamu.

Apa?

Ibu.

Cepat kembalikan anak itu pada ayah kandungnya.

Dengan begitu, aku akan merestui hubunganmu dan Tae-Kyung.

Ibu.

Anda memanggilku untuk melakukan hal ini?

Apa anda membenciku sampai sejauh itu?

Episode 39

Apa anda menganggapku seperti tidak terlihat?

Minggirlah,

jangan menghalangi jalan.

Aku terkejut karena anda menyuruh Yeon-Doo memberikan Ha-Neul padaku.

Aku tidak tahu anda akan membantuku sampai sejauh ini.

Terima kasih, Nyonya.

Apakah aku terlihat seperti membantumu, Kim Joon-Ha?

Urusan kalian, selesaikanlah sendiri.

Jangan bawa anakku ke hubungan tidak menyenangkan itu.

Apa?

Sangat tidak masuk akal.

Apa maksudmu?

Anda seharusnya berbicara dengan benar.

Bukan aku yang mengaitkannya,

tapi putramu.

Dialah yang menempel pada wanitaku dan anakku.

Astaga.

Kesalahan orang lain?

Kamu bahkan tidak bisa menjaga anakmu satu-satunya.

Apa?

Apa yang baru saja anda bilang?

Apakah ucapanku salah?

Menurutmu kenapa Yeon-Doo menolak memberikan anaknya,

kepada dirimu?

Halo.

Kamu langsung menjawab, apa kamu menunggu teleponku?

Apa-apaan?

Kim Joon-Ha?

Kenapa kamu meneleponku pagi-pagi begini?

Aku ingin menyampaikan berita menyebalkan.

Ibumu dan Oh Yeon-Doo,

baru saja datang kemari.

Apa-apaan itu?

Kenapa Ibu dan Yeon-Doo ke sana?

Beliau menyuruhnya untuk memberikan anaknya padaku,

dia juga menekan Yeon-Doo.

Jangan bicara omong kosong.

Itu tidak mungkin.

Katanya, beliau akan merestui hubungan kalian...

...kalau memberikan anaknya padaku.

Ibumu yang mengatakannya.

Tidak mungkin.

Aku sudah mengatakannya padamu.

Aku tidak hanya menginginkan anakku,

Yeon-Doo pun harus kembali padaku.

Bagaimana bisa Ibu...

Kamu belum pergi?

Kalau kamu berubah pikiran,

kita bisa langsung kembali naik sekarang.

Astaga.

Kenapa anda melakukan sejauh ini?

Aku tahu apa alasan Ibu membenciku.

Karena aku...

...telah melakukan kebohongan besar padamu.

Awalnya begitu.

Aku membencimu karena telah membohongi dan menipuku.

Aku juga benci bahwa aku merasa terkhianati sebesar aku mempercayaimu.

Aku juga tidak suka Tae-Kyung merasa kesulitan,

selama kamu tidak ada.

Aku minta maaf.

Itu tidak perlu.

Karena sekarang tidak ada alasannya.

Apa?

Sekarang tidak ada alasan tertentu.

Aku hanya membencimu.

Benar-benar membencimu.

Kalau begitu,

aku akan kembali setelah memberikan anak ini.

Apa?

Kalau anda menginginkannya,

aku akan naik ke atas dan memberikan anak ini pada Joon-Ha.

Dengan begitu, apakah anda akan merestui hubunganku dengan Tae-Kyung?

Astaga.

Anda tidak bisa langsung menjawabnya, 'kan?

Karena anda tidak benar-benar tulus.

Anda memaksaku karena tahu aku tidak akan melepaskannya.

Kamu...

Sebesar apa pun kesalahanku,

kejadian hari ini,

sudah melampaui batas.

Anda membawaku tiba-tiba,

lalu memaksaku menyerahkan anakku pada ayah kandungnya.

Mungkin aku pantas pendapatkan ini,

tapi tidak ada alasan Ha-Neul harus diperlakukan seperti ini.

Kamu sudah selesai bicara?

Kamu pikir aku tidak tahu kalau aku telah melewati batas dengan melakukan hal ini?

Anda tetap melakukannya meski mengetahui hal itu?

Selanjutnya,

aku tidak akan membiarkan hal-hal seperti ini lagi.

Aku permisi.

Tidak ada gunanya.

Aku sudah mengatakannya, 'kan?

Aku membencimu.

Aku benar-benar tidak suka kamu berada di samping Tae-Kyung.

Aku akan melakukan segalanya agar kalian berpisah.

Hari ini bukanlah akhirnya.

Apa pun yang terjadi,

aku tidak akan membiarkan...

...kamu dan Tae-Kyung bersama.

Anda membawaku tiba-tiba,

lalu memaksaku menyerahkan anakku pada ayah kandungnya.

Mungkin aku pantas pendapatkan ini,

tapi tidak ada alasan Ha-Neul harus diperlakukan seperti ini.

Putraku

Kepala Departemen

Ha-Neul,

Ibu lelah sekali.

Ayo kita pulang.

Ya ampun.

Halo?

Kamu di mana, Oh Yeon-Doo?

Aku di rumah.

Aku sedang menidurkan Ha-Neul, teleponnya tidak bisa lama-lama.

Tidak terjadi apa-apa?

Iya.

Kamu sendiri?

Kamu di mana? Di rumah sakit?

Yeon-Doo

Tentu saja.

Aku harus menemui pasien,

kita bicara lagi nanti malam.

Setelah menidurkan Ha-Neul, kamu juga tidurlah.

Aku matikan.

Ibumu dan Oh Yeon-Doo,

baru saja datang kemari.

Beliau menyuruhnya untuk memberikan anaknya padaku,

dia juga menekan Yeon-Doo.

Ibu, Ibu dari mana?

Ibu.

Apa Ibu membawa Yeon-Doo untuk pergi menemui Joon-Ha?

Apa maksudnya?

Membawa Yeon-Doo ke mana?

Ayah kandung anaknya, Nenek.

Apa?

Dia sudah mengatakannya padamu?

Ternyata Yeon-Doo seorang pengadu juga.

Bukan Yeon-Doo.

Joon-Ha, bedebah itu yang meneleponku dan mengatakan semuanya.

Tidak begitu, 'kan?

Ibu bukanlah orang yang akan melakukan sampai sejauh ini.

Tidak.

Aku memang membawanya.

Aku mengatakan pada Yeon-Doo, kalau dia menyukaimu,

maka dia harus memberikan Ha-Neul pada Direktur Kim dan hidup denganmu.

Kenapa? Aku salah?

Ibu menyebutnya hanya "berkata"?

Ibu memaksa Yeon-Doo untuk memilihku atau anaknya,

bagaimana ibu bisa mengatakan hal kejam seperti itu?

Untuk mendapatkan sesuatu, seseorang harus kehilangan sesuatu.

Ibu.

Untuk menjauhkannya darimu,

aku bisa menjadi kejam seperti apa pun.

Aku tidak peduli meski kalian mencercaku,

jadi jangan berpikir untuk menghentikanku.

Ibu, kenapa Ibu seperti ini?

Aku bisa hidup berapa lama pun,

meski Ibu tidak peduli padaku.

Tapi,

karena kami telah melakukan kesalahan yang besar,

bagaimanapun caranya, kami ingin menenangkan hatimu.

Aku sudah berjanji pada Yeon-Doo,

untuk menunggu sampai Ibu memberi kami restu.

Apakah Ibu tidak tahu,

maksud kami itu?

Tidak tahu.

Aku tidak mau tahu.

Ibu.

Perilaku Ibu hari ini,

aku sama sekali tidak bisa memahaminya.

Ibu tidak seperti Ibu yang selama ini kukenal.

Sekarang,

aku pun tidak tahu lagi.

Lebih baik kita,

menjalani hidup kita masing-masing.

Astaga.

Tae-Kyung, kamu tidak bisa pergi seperti ini.

Lepaskan aku, Hyun-Woo!

Kamu pun jangan seperti ini, Tae-Kyung.

Ibu memang sudah keterlaluan,

tapi kamu harus membujuknya.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left