The first 200 lines.
Film ini berdasarkan kisah nyata Insiden Wushe
Mouna! tenanglah!
pemburu yang baik, menunggu dengan sabar..
minggir! biar aku saja!
minggir!
Mouna! Mouna!
Mouna, hati-hati..
Mouna!
Mouna, para Bunun datang dari suku Kantabang..
ayo! cepatlah!
ayo pergi! tinggalkan babinya!
itu dia!
bunuh dia!
Mouna, merunduk!
sebelah sana!
- Mouna di sebelah sana! - tembak dia!
ayo! cepat!
dengarkan aku! namaku Mouna Rudo!
waspadalah jika kamu dengar nama ini lagi..
siapa?
siapa yang jadi pahlawan?
siapa?
Mouna-mu telah kembali!
itu Mouna-mu! dia telah kembali!
itu Mouna!
Mouna pria sejati sekarang..
Mouna telah kembali!
kerja bagus, Mouna!
pria sejati telah kembali!
sang Pahlawan telah kembali!
Mouna...
kamu telah mengorbankan darahmu untuk roh leluhur kita..
dengan ini aku men-tato lambang kejantanan di wajahmu..
dari sekarang..
kamu akan dinaungi oleh roh para leluhur..
untuk menjaga suku kita..
dan lahan perburuan kita..
di Jembatan Pelangi..
roh leluhur menunggu persekutuan dengan jiwa pemberanimu..
Kesatria Pelangi, Seediq Bale: Bendera Matahari
tahun 1895
pulau Taiwan diserahkan pada Jepang
di bawah perjanjian Shimonoseki antara Jepang dan China
Pulau Taiwan adalah wilayah baru Kekaisaran kami..
bukannya menerima anugerah Kaisar..
para penduduk asli memusuhi kami diam-diam
menurut kabar, mereka dipersenjatai untuk melawan kami
tapi mereka tercerai-berai, tak ada yang perlu ditakutkan..
sekali kami mendarat di Dermaga Keelung
kita harus menyapu seluruh daratan dengan kekuatan militer..
kita harus mencegah pelecehan apapun dari orang-orang..
begitu juga untuk merebut hati mereka agar bersekutu dengan Kerajaan Matahari
khususnya jantung kota Taiwan yang didiami oleh suku-suku yang menentang
ada lebih dari cukup sumber kayu dan bahan tambang di gunung..
harta karun yang tak pernah habis..
ayah, semalam aku bermimpi seekor rusa..
dengan bintik putih disekitar matanya...
burung Sisin sedang menyanyikan lagu pengharapan..
teruskan dan burulah rusa di mimpimu..
...untuk pernikahanmu..
tunggu sebentar!
tunggu!
serang!
tunggu!
serang!
ayo bunuh mereka!
itu rusa di dalam mimpiku
dengarkan aku!
menari! ayo menari!
semuanya menari!
kemarilah, dan menarilah, menantuku!
ayo, semuanya, mari menari!
ini putraku Mouna Rudo
kesatria paling berani dan paling perkasa di suku Mehebu
dia akan jadi Ketua yang tak tertandingi..
kalian sangat bijak jika menikahkan putrimu dengannya..
menari! ayo menari!
mari bersulang untuknya!
bersenang-senanglah, semuanya!
minggir!
tolong beri jalan..
tolong minggir..!
minggir!
minggirlah! minggir!
tolong minggir!
Hey, teman lamaku!
oh tidak, dia lagi..
teman lamaku!
kamu dari suku Mehebu! sebelah sini!
sebelah sini!
Hey, bos!
ayo..
haruskah pakai yang besar, padahal kepalamu kecil?
teman lamaku!
Mouna?
Seediq dari Toda
suku Tanbarah, sebelah sini!
Hey, anak muda
jangan berbuat masalah disini!
yang tertinggi Mouna Rudo dari suku Mehebu dari Tagdaya
kamu telah datang kesini
dengan sedikit daging untuk ditukarkan?
kalian yang dari Toda, benar-benar tak punya malu..
kenapa kalian tidak memberikan lahan perburuan kalian padaku dengan gratis?
Mouna Rudo, jangan terlalu sombong!
aku tak takut padamu!
Mouna Rudo, aku Temu Walis
aku akan penggal kepalamu saat aku dewasa
Temu Walis?
kamu tak akan sempat jadi dewasa..
apakah itu Temu Cire?
tidak, itu Temu Walis
maksudku pria dewasa itu..
entahlah, bukan orang yang terkenal, kurasa..
para pemuda berkumpul!
ayo! bawa senjatamu!
ikut kami! cepat!
buang ini!
cepat! semua pemuda ikuti kami!
lari!
Temu!
Mouna!
Mouna!
Mouna, dia salah seorang dari kita..
tak seorang pun bisa lari dariku..
kalian dengar?
ayo, Labay!
kamu tak apa?
membangun rel?
itu bukan hal yang mudah di gunung..
agar memudahkan mengangkut hasil dari gunung..
kita perlu transportasi yang sesuai
ya
memalukan, membiarkan begitu saja sumber daya itu tak diolah..
tapi orang-orang liar di atas sana..
Tuan?
ini dia, Tuan..
dia berani tak memberitahu jalan ke Hakaw Supeitei, Kapten
dia akan bermalam di rumah ayahnya di Meisi
dia tak akan menemanimu ke lahan perburuan suku lain
dengan sangat terpaksa..
ayo pergi!
Kapten?
orang-orang liar di gunung sangat ganas
tolong berhati-hati..
Hey!
Hey, sekarang giliranmu
Wow! indahnya..
ya, memang..
sangat gelap semalam..
kita sampai tidak menyadari ternyata kita dikelilingi pohon sakura..
sakura?
ini benar-benar sakura..
begitu merah..
semerah darah..
blokir seluruh wilayah Wushe!
larang semua perdagangan antara orang Han dengan orang-orang liar Wushe
ya, Tuan
mundur!
jatuhkan senjatamu! pegi ke atas sana!
cepat!
ayo!
kita diserang! awas!
sembunyi disana! cepat!
mereka di atas sana!
Uwe! Uwe!
mundur!
tak ada jalan keluar!
penyusup ini sudah gila!
beraninya mereka muncul di hadapanku!
lemparkan mereka!
keluar dari sini! cepat!
cepat!
ikuti aku!
aku mengerti..
aku mengerti..
Sejarah Singkat Taiwan
tunjukkan padaku musuh terbesar mereka!
itu mereka!
halo..
ini..
para penyusup tidak mengizinkan orang Han berdagang dengan kami
tapi kami bisa berdagang denganmu, kan?
bodoh!
bawakan aku anggur!
bawakan anggurnya!
minum!
dengar!
aku adalah Mouna Rudo, aku membunuh seseorang di Hakaw Supeitei
ketua penyusup
Mouna Rudo?
kamu Mouna Rudo?
ya
Mouna Rudo!
ketua? ketua?
mana Mouna Rudo?
aku tak bisa membuatnya mabuk
bangun!
para Bunun dari suku Kantang sedang memburu kepala..
bangun! ayo pergi!
No comments yet. Be the first to leave one.