Beloved

Beloved (친애하는 당신에게)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

Beloved E02 120627 HDTV x264 720p-iPOP
A Commentary by kurniawaty
Visit us @idfl.us

Tags

HDTV
hdtv
x264
720p
720
HD
Published on: 2012-07-14
Downloads: 10
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Selama setahun ini...

Aku di bar jazz mengharapkan kau akan muncul walaupun sekali ...

- Sekali saja ... - Hentikan!

Apa yang ingin kau coba katakan?

Sejak awal tidak seharusnya aku datang.

Beri aku kesempatan sekali lagi.

Aku ingin hidup ... bersamamu.

Kau kira aku akan termakan dengan kata-kata manismu?

Choi Eun Hyok Shi!

Apa kau ingin tidur denganku?

Apa itu yang kau mau?

Dan setelahnya kau akan membiarkan aku sendiri?

Aku bercerai.

Hatiku sudah bulat.

Sampai kau membuat keputusan

Akan kutunggu jawabanmu.

Jadi ... maksudmu ...

Karena kau bercerai,

Kau mau aku meninggalkan suamiku?

Apa itu yang mau kau katakan sekarang?

Chan Joo!

Jangan sentuh aku!

Aku bukan milikmu.

Jangan ikuti aku.

Atau akan kutelpon polisi.

Terima kasih.

Kau datang.

Apa kau baik-baik saja?

Kau tidak terluka kan?

Apa kau baik-baik saja?

Minum ini.

Ini akan menenangkanmu.

Karena ada beberapa material mahal...

Kejadian seperti ini pernah terjadi sekali sebelumnya.

Jika aku tau siapa yang membuat semua ini...

dia akan mati.

Jangan terlalu panik.

Pastikan saja kau mengunci pintunya.

Jangan memakai sesuatu yang terlalu terbuka.

Jangan kelihatan seperti kau tinggal disini sendiri.

Dari mana saja kau?

Uhm ...

Aku khawatir. Kau tidak menjawab telpon.

Begitukah?

Artikelnya tidak berjalan lancar, jadi aku keluar untuk berjalan-jalan.

Bagaimana di kantor? Semuanya lancar?

Bukan sesuatu yang serius, kan?

Oh ... semuanya lancar.

Aku akan mandi.

Okay, apa kau mau aku menghidupkan pemanasnya?

Tidak, trims.

Lagian hari juga panas.

- Bagaimana dengan baju-baju ini? - Tidak!

- Bagaimana kabar kalian? - Yah begitulah.

Hmm ... gitu saja.

Bagus. Okay.

Semuanya, ayo kembali bekerja, okay?

- Dimana kita harus meletakkan yang spesial ini? - Di bab kedua.

Barusan.

Aku baru mendapatkan konfirmasi untuk wawancara dari kantor eksekutif.

Jam 3 sore, di rumahnya Chung Dam Dong.

Kau tau, lupakan saja.

Tak perlu khawatirkan soal itu sama sekali.

Akan kuatasi sendiri.

Kau tau?

Jika tidak berjalan lancar, akan kucari pekerjaan lain.

Tak ada yang perlu kutakutkan.

Ngomong-ngomong

Aku benar-benar tidak mengerti.

Dia adalah orang yang mengambil Choi Eun Hyok darimu dan menikahinya.

Itu 3 tahun yang lalu.

Seharusnya kau yang marah.

Kenapa dia tiba-tiba membuat hidupmu serasa di neraka? Mengapa?

Kemana kau pindah?

Sauna bukan.

Studio juga bukan.

Apa kau tidak akan memberitahuku?

Apa kau punya pacar?

- Ah! - Ran!

Apa kau baik-baik saja?

- Sini kulihat. - Berkonsentrasilah.

Kau bisa memberitahuku dimana kau pindah.

- Sini kulihat, apakah lebih baik? - Masih sakit.

Maafkan aku.

Han Soo!

Aku dalam perjalanan pulang dari lokasi sekolah tari.

Sekarang?

Sekarang waktu yang bagus.

Aku harus pergi ke Ok Soo Dong.

- Kenapa kau tidak mengajak kepala tim Cho? - Ahjusshi.

Berhenti disitu.

Ketika seseorang terluka, kau bahkan bertingkah seolah-olah tidak memperhatikan?

Sudahlah.

Apa kau sibuk?

- Hooray! - Hey, hentikan itu.

- Ini bagus. - Hey!

Ran!

Ayo pergi. Aku harus ke lokasi konstruksi.

Ahjushi bisakah kau ke sini?

Cepat!

Yang biasa atau boxer lebih nyaman?

Apa yang kau lakukan? Kau membuatku malu.

Yang mencolok lebih bagus bukan?

Aku tidak memakai yang seperti itu. Kembalikan.

Siapa bilang ini untukmu?

Aku mau menggantungnya di balkon untuk keamanan.

Kau yang memberitahuku jangan membuat rumah seperti ditinggali seorang gadis.

Jika begitu ...

Ambil yang ini.

Boxer bintik-bintik. Ini bagus.

Hmm ... kau suka bintik-bintik ya?

Bintik-bintik?

Mungkin ... kau sedang memakai boxer bintik-bintik?

Hey, bukan begitu.

Hanya saja ... lebih normal daripada yang lainnya.

Kau pakai kan, iyakan?

Kau tersipu.

Editor berulang kali mengatakan aku harus memperhatikanmu.

Aku suka itu. Aku bisa melihat bagaimana orang kaya hidup, terutama para bos kita.

Kita sudah hampir sampai.

Bisakah kau menunggu sebentar?

Dia sedang latihan.

Silakan duduk disini.

Wow!

Bagus sekali.

Oh, lihat ini.

Wow, besar sekali disini.

Oh, ya ampun, ini lukisan Picasso.

Aku jamin ini asli. Wow.

Tak heran dia lulusan seni.

Benar-benar berbeda.

Oh ya ampun!

Ini pasti suaminya.

Wow.

Tuan kita sepertinya memiliki segalanya.

Uang, status, kecantikan, bakat seni...

Tentu saja, terutama ...

suami yang seksi ...

Berapa lama bos kita latihan?

Manager.

Kita sudah menunggu selama sejam, bukan begitu?

Janie.

Apa kau pelayan?

Maaf?

Bos kita, Bos ...

Apakah kau benar-benar menginginkan dia menjadi bos kita?

Hanya saja ...

Semua orang di kantor memanggilnya seperti itu.

Cepat.

Ayo, Ahjusshi. Cepat!

Dia lamban sekali.

Kan sudah kubilang akan kubayar biaya pengirimannya.

Aku berbilas sebentar.

Dia lemah seperti yang kukira.

Kemana kau pergi?

Apa kau mau ke kamar mandi?

Janie, maafkan aku.

Tolong sampaikan padanya bahwa aku harus pergi karena aku masih punya janji lain.

Kau mau aku yang mewawancarainya sendirian?

Aku tak bisa melakukannya sendiri. Manager!

Aku siap sekarang.

Oh, apa kabar?

Kau pulang, sayang.

Waktu yang tepat.

Mereka adalah reporter yang bekerja di perusahaan yang baru kubeli.

Ini Moon Janie.

Dan ...

Ini Seo Chan Joo.

Ini pertama kalinya aku diwawancara.

Akan sangat menyenangkan jika Anda dapat bergabung dengan kami.

Bagaimana reporter? Tak apa kan?

Tentu saja.

Bagaimana denganmu, reporter Seo?

Bergabung saja dengan kami.

Jika kau melakukannya...

Akan sangat membantu untuk wawancara ini.

Sepertinya kami membutuhkanmu sekarang.

Han Soo.

Bagaimana kalau kita ke rumah sakit?

Bukankah akan lebih baik?

Untuk tujuan yang baik?

Kau membiarkan perempuan tinggal di gudang.

Bukan begitu.

Kuberitahu kau. Ketika aku masih kecil, intinya bukan begitu.

Kuberitahu kau. Ketika aku masih kecil...

Dia adalah putri dari guru tetanggaku.

Putri dari gurumu? Pantat!

Itu sama seperti yang kukatakan pada mantan istriku.

Sejak kapan?

Kau memberi dia tempat artinya kau memang ada hubungan dengannya.

Apa yang kau bicarakan?

Aku mencarikan dia tempat bukan untuk menemuinya secara pribadi.

Tempat tidur itu...

Aku menangkap basahmu, tapi kau masih saja berkelit?

Dia cantik. Dimana kau bertemu dengannya?

Di bar atau dari internet?

Lihat saja gaun merah menyalanya itu...

Apa dia menari di bar?

Okay, kuakui. Mungkin keliatannya tidak bagus.

Tapi ayolah, cobalah lebih rasional. Pikirkan ini.

More Indonesian subtitles for Beloved

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left