Revolutionary Sisters

Revolutionary Sisters (오케이 광자매)

Download Indonesian Subtitle

Release info

오케이-광자매-Revolutionary-Sisters-E57-E58-NEXT-VIU
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2021-06-27
Downloads: 25
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 29"

"Nomor satu"

Nomor yang Anda tuju tidak aktif.

Nomor...

"Sesendok Penuh Cahaya Bulan"

Nomor yang Anda tuju tidak aktif.

"Bersinar di bawah Starlight"

- Kak Gwang Sik tidak ada di rumah. - Di mana dia?

- Begini... - Katakan!

Dia mengemas tasnya untuk perjalanan besok dan pergi.

Unit 301!

"Bersinar di bawah Starlight"

Apa ini?

Kamu kira apa yang kamu lakukan?

Dasar bodoh.

Apa yang kamu lakukan?

Jangan bergerak.

Kamu bodoh sekali.

Kenapa kamu menanggung beban itu sendirian?

Bibimu dan ayahku.

Kamu sudah tahu?

Bagaimana bisa?

Itu tidak penting sekarang.

Kenapa kamu memutuskan sendiri?

Setidaknya kamu harus memberitahuku.

Rasa sakitnya pasti tidak tertahankan.

Apa yang harus kulakukan?

Apa yang bisa kulakukan?

Hubungan kita tidak mungkin lancar.

Kenapa tidak?

Aku tidak akan putus denganmu. Aku tidak bisa.

Lalu apa?

Bibiku dan ayahmu.

Bukan, dia pamanku sekarang.

Mereka punya sejarah 35 tahun.

Itu bahkan sebelum kita lahir.

Kita tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka.

Butuh puluhan tahun bagi mereka untuk akhirnya bersama.

Bisakah kamu membayangkan itu?

Kita tidak mungkin bisa membela diri.

Kita tidak bisa, dan tidak boleh.

Biarkan saja mereka menikah.

Itu pilihan yang tepat.

Tidak, itu salah.

Lupakan hal lainnya.

Minggir saja dan biarkan aku mengurus ini.

Itu akan sia-sia.

Ini sesuatu yang tidak akan diizinkan oleh keluargaku.

Aku juga berusaha memikirkan cara.

Kamu orang pertama yang pernah kucintai.

Aku tidak akan bisa menemukan orang sepertimu lagi.

Kamu sangat unik.

Aku bahkan sudah memastikannya dengan ayahku.

Sepupu perempuan ayahku

berpacaran dengan putra ibu tirinya dan menyebabkan skandal besar.

Lalu dia memutuskan hubungan keluarga dan pindah ke Amerika,

tempat dia mati sendirian.

Itukah alasanmu bertanya apa aku bisa beremigrasi?

Mari kita lakukan.

Kamu gila.

Aku belum pernah menemui orang sepertimu dalam hidupku.

Seumur hidupku, aku kesepian.

Aku meninggalkan rumah saat SMA,

ibuku meninggal saat aku wajib militer,

dan ayah serta kakakku lebih buruk daripada orang asing.

Jadi, pintu hatiku selalu tertutup.

Tapi suatu hari,

seseorang membuka pintu itu dan masuk

sebelum aku menyadari apa yang terjadi.

Aku sangat menyukainya.

Tidak ada alasan khusus.

Aku hanya menyukainya.

Dia membantuku bermimpi lagi.

Berkat dia, aku bermimpi menjadi penyanyi lagi,

dan aku menekan tombol ulang di hidupku.

Aku tidak akan memikirkan hal lain,

kecuali kita.

Apa rencanamu?

Mereka akan menikah akhir pekan ini.

Jangan lakukan itu.

Tidak boleh.

Cheol Soo, ini Dol Se!

Apa yang kamu makan diam-diam?

Yang kamu berikan kepadaku.

Aku harus meminumnya secara teratur,

tapi aku terus lupa.

Kapan aku akan punya rambut yang bisa kubelah dua per delapan?

Omong-omong, kenapa kamu terlambat sekali?

Apa ada yang mengikutimu?

Kenapa ada yang mengikutiku padahal tidak ada yang tahu rencana kita?

Aku bertemu dengan Bong Ja di jalan dan berbincang.

Kamu memberitahunya?

Bagaimana tidak?

Dia terus bertanya aku mau pergi ke mana,

jadi, aku mengatakan yang sebenarnya.

Kenapa kamu melakukan itu, Bodoh?

Sulit dipercaya.

Segila apa kamu?

Tentu saja, tidak kuberi tahu. Kamu menganggapku apa?

Sungguh? Aku sudah kesal,

jadi, aku melarangmu membuat lelucon hari ini.

Kamu membawa sekopmu?

Kita hanya sepakat kamu akan membawa milikmu.

- Kalau begitu, ayo. - Tunggu sebentar.

Kita harus bersiap dahulu.

Aku akan terkena ruam panas.

Apa itu penting sekarang?

Benar. Kalau begitu, ayo pergi.

Cheol Soo, tunggu.

- Ada apa? - Ini salah.

Tidak ada gunanya merangkak dari sejauh ini.

Kamu benar. Astaga.

Kita mulai merangkak terlalu cepat.

Punggungku sakit lagi.

Kita harus memakai ini begitu tiba di sana.

Ini terasa jauh lebih baik.

Kita harus melakukan ini jika ingin mengambil uang seseorang.

Bisa pelankan suaramu? Apa maksudmu?

Bukankah keluargamu mengadakan upacara leluhur pada musim ini?

Kamu mengatakan omong kosong itu sekitar waktu ini setiap tahun.

Ini bukan waktunya.

Kamu manis saat mengamuk.

Ayo cepat pergi. Ayolah.

- Ayo. - Baiklah.

Diamlah.

Kamu bilang tidak akan ada yang datang.

Tetap saja, kita harus berhati-hati.

Jika ketahuan, habislah kita.

Kita akan segera dikubur.

- Berjongkoklah. - Aku?

Siapa lagi yang akan melakukan itu?

Punggungku pernah dioperasi.

Aku akan segera menikah.

Jika punggungku cedera, bagaimana pernikahanku bisa lengkap?

Aku sudah kasihan kepada Bong Ja karena masalah prostatku.

Apa kamu memberitahunya tentang masalah prostatku?

Aku tidak memberitahunya.

Aku sangat gugup jika dia merasa tertipu.

Kalau begitu, beri tahu dia.

Aku melihatmu buang air di toilet. Lagi pula, dia akan mencampakkanmu.

Berhenti mengutukku!

Ini salah, tapi akan kubiarkan demi Bong Ja.

Hati-hati memanjat dinding.

Astaga, ini menyiksaku. Tolong aku, Cheol Soo.

Apa yang terjadi?

Apa yang terjadi? Kamu terluka?

Ada apa?

Astaga.

- Kamu baik-baik saja? - Kurasa kakiku tidak terkilir.

- Ayo cepat gali. - Baiklah.

Benar juga. Kita harus menutupi wajah dahulu.

Aku lupa.

Waktu kita tidak banyak. Mari kita selesaikan ini.

Di sekitar sini, bukan?

- Tunggu. - Kenapa?

Masing-masing dapat setengah, bukan?

Baiklah, Berandal.

Berhentilah bersikap konyol.

Baiklah.

Maafkan aku, Bos.

Ini semua salahku.

Aku sungguh minta maaf.

Sial. Beraninya kamu mencuri uang itu?

Tolong ampuni aku.

Tolong ampuni aku. Maafkan aku, Bos.

Mengampunimu?

Hei.

- Sepatumu. - Diam.

Maafkan aku. Tolong ampuni aku.

Kubur berandal ini. Bawa sekop.

Hei, kamu bukan orang pertama yang dikubur.

Mereka akan menguburnya.

Diam.

- Bos. - Apa?

Halo, Bos. Ya.

Aku harus buang air kecil.

Tunggu.

Baik, Bos.

Bos menyelamatkan nyawamu.

Hei.

Siapa yang membuang sampah di sini?

- Aku mengompol. - Benarkah?

Astaga.

- Astaga, kita hampir terbunuh. - Leverku masih berdebar.

Maksudmu jantungmu.

Semua organku berdebar kencang.

Lupakan soal sepatumu. Kita hampir mati.

Sepatuku menyelamatkan hidup kita.

Kita beruntung dia pikir itu sampah.

Jika aku memakai sepatu baru, kita pasti sudah mati sekarang.

Mari tetapkan tanggal lain.

Lagi?

Kamu harus menguji DNA-mu. Pasti bukan dari keluarga bangsawan.

Kamu punya keserakahan yang tidak terpuaskan dengan uang.

Lakukanlah sendiri jika kamu mau.

Saat kecil, aku bahkan terlalu takut untuk mencuri semangka.

Aku tidak akan menukar hidupku dengan uang.

Ini salah.

Astaga, basah semua.

Sedang apa kamu di sini selarut ini?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left