Narcos: Mexico

Narcos: Mexico

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

Narcos Mexico-S02-Complete-NF-WEB-DL-480p-720p-pahe in
A Commentary by Eben Haezer
Merapikan Subtitle Retail Netflix, Nyaman Dibaca ^_^

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
720p
720
480p
480
Published on: 2020-03-31
Downloads: 158
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

Drama ini berdasar kisah nyata.

Adegan, tokoh, nama, bisnis, insiden, lokasi, dan peristiwa tertentu

direka demi pendramaan.

Ada cairan di telinganya, tapi tidak ada infeksi.

Jika demam atau sakitnya memburuk,

telepon aku dan akan kubuatkan resep.

Terima kasih, dr. Delgado.

Bilang terima kasih pada Pak Dokter. / Terima kasih.

Bagaimana kabar Max?

Dia pasti sudah berusia... sembilan tahun?

Ya, bulan ini.

Sampai besok, Lucia.

Sampai besok, Dokter.

Dokter Delgado?

Ya?

Cepat! / Jalan!

Kalian pasti salah orang.

Aku bukan orang kaya! / Diam!

Jangan lakukan hal ini.

Aku kenal banyak orang.

Mereka orang kuat.

Jangan berurusan dengan mereka.

Ya.

Aku tahu itu, Dok.

Aman.

Merekalah orang yang ingin kami bicarakan.

Kau ingat orang ini? Tidak?

Kami masih ingat.

KOTA GUADALAJARA JALISCO, MEKSIKO

Jangan bergerak!

Astaga. Lihatlah ini.

Ini seperti apotek saja.

Aku yang pertama bersenang-senang.

Ini tidak benar.

Lepas penutupnya. / Tak benar.

Para pembunuh agenmu itu...

mereka semua sudah dipenjara.

Tidak semuanya.

Ini tak seperti yang kau pikirkan.

Aku dibawa ke rumah tempat orang Amerika itu ditahan.

Mereka tak bilang apa-apa.

Aku tak terlibat hal itu!

Aku hanya memberinya perawatan medis.

Aku mohon mereka melepaskannya.

Aku memohon dengan segenap hati!

Aku ingin dia sadar.

Dia terus saja pingsan, Dok.

Adrenalin membuatnya terjaga. Pegang dia.

Aku dapat ini dari temanku di CIA.

Benar, bukan? Sudah kubilang.

Tunggu sebentar. Biar dia bangun dahulu.

Kau punya rokok? Aku habis...

Kau memohon melepaskannya, Dok?

Tidak!

Kami mengintaimu beberapa pekan.

Kami tahu siapa dirimu.

Kami tahu perbuatanmu.

Aku tak akan menanyakan ini dua kali.

Jika tak ingin kubenturkan kepala belakangmu ke dinding itu...

beri aku satu nama.

Orang lain yang ada di rekaman itu...

sebutkan namanya.

Miguel Ángel, jam berapa ini?

Masih pagi, Sayang.

Kau tak bisa tidur lagi?

Ya.

Tidak sama sekali.

Selamat milad, Sayang.

Aku tak pernah ditiduri pria 40 tahun.

Maaf.

Zuno datang, Tuan.

Bagus.

Suruh dia tunggu di teras, Clavel. / Baik.

Tolong ganti popoknya. / Baik, Nyonya.

Kau senang menyambut pesta nanti malam?

Tentu saja.

Cynthia, bawa kopiku ke teras.

Baik. / Tunggu, Sayang.

Bukalah.

Astaga.

Kau tak punya itu, bukan?

Sepertinya tidak.

Ini bagus sekali.

Tolong simpan dahulu.

Terima kasih.

Bagaimana kabar pamanmu?

Beliau minta maaf.

Beliau tak bisa hadir nanti malam.

Benarkah?

Ada rapat kabinet.

Aku ingin tiga gubernur hadir nanti malam.

Pemerintah adalah mitraku. Tak elok jika mereka tak hadir.

Hei...

semua orang suka pesta.

Bagus.

Amplop bulan ini belum tiba.

Akan kucari tahu.

Biasanya itu tiba di awal bulan.

Mereka bertanya... / Kau pasti dibayar.

Seperti biasa.

Tapi aku tak mau ada masalah politik.

Pemerintah kacau karena gempa itu.

Rakyat tahu mereka dibohongi.

Mereka akan lupa.

Mereka mau ke mana lagi?

Itulah pemerintah.

Hidup terus berjalan.

Masa lalu sudah berlalu.

Ya, kecuali jika tidak demikian.

Suku Aztec sangat memikirkan kiamat.

Siapa yang tidak begitu?

Mereka percaya dunia sudah empat kali kiamat.

Sekali karena kegelapan, sekali karena badai,

sekali karena kebakaran,

sekali karena banjir.

Mereka yakin sekali tahu bagaimana kiamat dunia berikutnya.

Pada 19 September 1985,

gempa bumi berkekuatan 8,1 SR mengguncang Mexico City.

Seluruh isi kota itu runtuh.

Pemerintah mengeklaim 6.000 orang tewas.

Aktivis masyarakat menyebutkan korban tewas mendekati 35.000 jiwa.

Situasinya seperti bom menghantam Mexico City.

Warga menggali puing dengan tangan kosong,

mencari keluarga mereka.

Saat tentara muncul,

warga berpikir, "Bagus. Bantuan datang."

Tapi bukannya mencari korban selamat,

para tentara hanya menonton.

Perintah mereka:

cegah penjarahan.

Seminggu setelah gempa, ribuan demonstran turun ke jalan

menuntut pasokan air, listrik,

dan jawaban.

Saat pemerintah berikan janji kosong lagi,

mereka mulai meragukan kesiapan Meksiko beralih

dari beberapa dekade rezim PRI.

Mungkin gempa itu bukan kiamat yang diprediksi Aztec,

tapi respon buruk PRI terhadap krisis itu

menciptakan gerakan oposisi.

Dan suatu hari,

gerakan itu akan menghukum mereka.

Hanya karena getaran mereda,

bukan berarti tak ada kerusakan struktural serius

di bawah permukaan.

Jangan lupakan ini.

Berengsek kau.

Selamat ke utara.

Kabari jika selesai.

Jika kami dihentikan polisi?

Jangan sampai begitu.

LEMBAH CAUCA KOLOMBIA

Nona Isabella, apa kabar?

Bos sudah menunggumu.

Tunjukkan jalannya.

Perhatikan langkahmu.

Tunggu di sini.

Bisnismu terlihat bagus.

Semuanya terlihat bagus.

Andai saja kita bertemu di tempat yang lebih nyaman.

Di sinilah tempat bisnis kita.

Silakan.

Ramon!

Mon!

Ayo!

Semua barang sudah diatur?

Ya, Bos. Siap berangkat.

Berapa lama barang Sinaloa disimpan di sini, Nestor?

Tak ada kabar sejak ini tiba beberapa hari lalu.

Mungkin Héctor Palma lupa cara kerja telepon.

Jika menitipkan barang 618 kg di gudang orang lain,

aku akan sedikit menunjukkan rasa hormat.

Kau menghitungnya.

Kau tidak?

Pindahkan ke tempat lain.

Mungkin memakai plaza kita tidak cukup, Benjamín.

Kini kita pun harus mengangkut barangnya.

Simpan di tempat lain, Nestor.

Pindahkan barang itu.

Baik, Bos.

Kau siap untuk malam ini?

Ya.

Tahu mau bilang apa?

Ya, Enedina. Aku tahu harus bicara apa.

Ini penting, Benjamín.

Keluarga kita rugi setiap hari.

Kita ada masalah yang harus ditangani.

Ya...

Aku ingin ini ditangani orang yang tepat.

Ramon!

Jangan bangunkan Ibu saat kau pulang.

Larang dia banyak minum. / Ada lagi?

Tidak. / Baik.

Hei, Dina.

Kau terlihat sangat tampan.

Nikmati malam nanti. / Ya.

Hei, Ramon.

Apa?

Itu untuk di jalan.

Malam ini bisnis. Kau harus tenang.

More Indonesian subtitles for Narcos: Mexico

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left