The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"Episode 37"
Apa yang akan Anda lakukan sekarang?
Hari ini kita berhasil merahasiakannya,
tapi tidak mungkin kita bisa membungkamnya.
Ini semua salah Anda.
Jika Anda tidak memanggilku,
ini tidak akan terjadi.
Do Ran, biar kuluruskan.
Kamu yang memanggilku ke atap hari itu.
Benarkah?
Bagaimanapun, ini salah Anda.
Bagaimana jika dia memberi tahu orang-orang soal kita?
Sampai kapan kamu akan merahasiakannya?
Toh kita tidak berbuat salah.
Aku belum siap.
Do Ran.
Kubilang aku akan selalu di sampingmu.
Aku tidak akan pernah melepaskan tanganmu.
Apa yang kamu takutkan?
Direktur Wang.
Jadi,
panggil saja aku Dae Ryook.
Astaga, Anda selalu begitu.
Aku tidak akan pernah bisa memanggil Anda seperti itu.
Anda amat keras kepala.
Kenapa Anda begitu ingin kupanggil begitu?
Tidak bisakah kamu melakukannya sekali saja?
Jika menjadi kamu, aku pasti sudah melakukannya. Apa susahnya?
Mari bergandengan.
Kita sedang di dekat kantor.
Tidak apa-apa.
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Bukankah itu Kak Dae Ryook dan Sekretaris Kim?
Kak!
Yi Ryook dan Da Ya, sedang apa di sini?
Chef teman dekatku baru membuka restoran di sini.
Kenapa kalian bersama
pada pukul sebegini?
Perusahaan kami mengadakan makan malam tim.
Kami dalam perjalanan pulang.
Begitu rupanya.
Kalau begitu, aku pergi dahulu. Hati-hati mengemudi, Direktur.
Do Ran.
Kamu akan kuantarkan.
Tidak, terima kasih. Aku akan naik bus atau taksi.
Permisi.
Ayah menyuruh kakak mengurusnya dengan baik.
Kakak akan mengantarkannya. Sampai jumpa di rumah.
Baiklah.
Do Ran, tunggu.
Ayo.
Kenapa dia seperti itu?
Kamu tidak merasa ada sesuatu di antara mereka?
Apa maksudmu?
Jang Da Ya, apa yang kamu pikirkan?
Jangan-jangan kamu
mencurigai sesuatu di antara mereka berdua?
Maksudku, Sekretaris Kim bisa naik taksi.
Untuk apa Kak Dae Ryook mengantarkannya?
Sekretaris Kim cedera karena Nenek.
Bukankah sudah jelas?
Jika Kak Dae Ryook tidak, kita yang harus mengantarkannya.
Memangnya kakinya patah?
Perbannya sudah dilepas.
Dia tampak baik-baik saja.
Ayo pergi.
Apa? Kenapa kamu seperti ini?
Ini amat tidak nyaman.
Anda sungguh membuatku amat terkejut.
Kenapa?
Kenapa?
Adik dan ipar Anda hampir memergoki kita.
Kubilang aku akan naik taksi, kenapa Anda mengikutiku?
Mereka bisa mencurigai kita.
Tidak mungkin.
Mereka akan berasumsi aku mengantarkanmu pulang
karena ini sudah larut.
Masa bodoh jika mereka menyadarinya.
Do Ran, bagaimana jika kita
membiarkan orang-orang tahu tentang kita?
Ini masih terlalu dini untuk diketahui orang-orang.
Sudah cukup menyulitkan
kita harus membungkam Sekretaris Hong.
Tapi kini kita sudah berpapasan dengan adik Anda dan istrinya.
Apa yang harus kita lakukan kini?
Bagaimana orang-orang berkencan diam-diam?
Ini membuatku pusing.
Aku sungguh tidak cocok melakukan ini.
- Direktur Wang. - Ya?
Anda sebaiknya tidak berniat kabur dari masalah ini.
Biar kuperjelas.
Anda akan membungkam mulut Sekretaris Hong
dengan cara apa pun besok.
Jika tidak, aku akan amat marah.
Kamu cerewet sekali.
Aku bisa melihat segelap apa masa depanku.
Apa? Kapan aku mencereweti Anda?
Aku bahkan belum mulai.
Tunggu, lagu ini.
Bisakah kamu mengencangkan volumenya sedikit?
Bagus.
Aku tidak percaya ini.
Cobalah dengarkan lagu ini.
Ini lagu favoritku.
Menyenangkan sekali berjalan-jalan setelah sekian lama.
Ini membantuku mencerna juga.
Setelah dipikir-pikir, memang aneh.
Apa maksudmu?
Aku bisa melihat ada sesuatu
antara Kak Dae Ryook dan Sekretaris Kim tadi.
Omong-omong, kenapa mereka bersama pukul sebegini?
Mereka bilang mereka ada makan malam tim.
Benar sekali. Mereka ada makan malam tim,
tapi kenapa berduaan saja?
Kurasa
Sekretaris Kim berusaha menggoda Kak Dae Ryook.
Mari jujur saja. Para gadis akan menggoda
pria seperti Kak Dae Ryook demi uang.
Bagaimana jika Kak Dae Ryook menyukainya
dan bilang dia mau menikahinya?
Membayangkannya saja sudah membuatku merinding.
Dia akan menjadi kakak iparku nanti.
Mungkin aku terlalu banyak menonton sinetron.
Da Ya, jaga ucapanmu.
Bagaimana bisa kamu membicarakan Sekretaris Kim begitu?
Kita juga sulit menikah.
Jika ucapanmu benar,
orang lain juga bergosip seperti itu tentang kita.
Bagaimana perasaanmu jika begitu?
Apa maksudmu?
Maksudmu, aku dan dia sama?
Bagaimana bisa kamu bilang begitu?
Bagaimana bisa kamu membandingkanku dengannya?
Maksudku,
dia wanita baik-baik yang membantu nenekku,
tapi kamu terus menjelek-jelekkannya.
Maksudmu, aku menggodamu
demi uang atau semacamnya?
Kamu kira
aku sama saja dengannya?
Lalu siapa yang bilang begitu?
Siapa yang bilang
aku terlalu berkekurangan untuk menikahimu?
Maksudku bukan ada yang benar-benar bilang begitu.
Maksudku kamu sebaiknya jangan membicarakan...
Bagaimanapun, bukan itu yang kumaksud.
Aku tidak tahu kamu berpikir seperti itu terhadapku.
Da Ya, itu tidak benar.
Aku salah bicara. Maaf.
Da Ya.
Aku pulang.
Di mana semua orang?
Kamu sudah pulang, Do Ran?
Kenapa pulang amat larut?
Ada angin dingin di ruang keluarga.
Kami tidak tahan lagi.
Ibu rasa ibu akan terkena pilek jika tidur di sana.
Baik, tidurlah di sini.
Terima kasih, Do Ran.
Kamu sudah makan malam?
Aku makan malam dengan rekan kerjaku hari ini.
Kak Do Ran tidak kesal.
Ibu tahu. Jika tahu begitu,
kita seharusnya melakukan ini sejak awal.
Kita menderita, sia-sia tidur tidak nyaman.
Aku tahu.
Kenapa kalian bersama pada pukul sebegini?
Aku yakin Da Ya melihat kami dengan penuh curiga.
Kuharap dia tidak menyadarinya.
Do Ran, bagaimana jika kita
memberi tahu orang-orang soal kita?
Tidak, ini belum waktunya.
Jika Pimpinan dan istrinya tahu...
Kenapa Anda mau menemuiku?
Aku akan jujur saja.
Pak Kang, kamu mengenal
saudariku, Na Hong Joo, bukan?
Na Hong Joo?
Ya, aku mengenalnya,
tapi dia saudari Anda...
Benar, Hong Joo adalah
adikku.
Begitu rupanya.
Pak Kang.
Kenapa kamu menemuinya?
Apa niatmu menemuinya?
Aku tidak paham maksud Anda.
Kamu tahu dari awal
bahwa dia janda kaya
dan dia adikku.
Aku tahu kamu mendekatinya dengan niat tersembunyi.
Apa aku salah?
Bu Na.
Kurasa Anda salah sangka.
Baru sekarang ini
aku tahu Anda bersaudari dengannya.
Kami tidak sengaja bertemu
No comments yet. Be the first to leave one.