Release info

수요미식회 tvN Wednesday Food Talk E197 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Guest: Park Gun-hyung

Tags

other
Published on: 2019-03-08
Downloads: 5
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Di sebuah kota yang sibuk"

"Kalau kamu memasuki sebuah gang"

"Kamu akan menemukan banyak tempat rahasia"

"Ini daerah seni yang sedang berkembang"

"Rute kecil pencicip makanan, Dokseodangno"

"Duta besar semua negara ada di sini"

"Ini kota internasional kecil"

"Berbagai rasa"

"Diciptakan dengan selera setempat"

"Bahkan ada kafe sarapan siang untuk menikmati sinar mentari yang hangat"

"Mari susuri rute pencicip makanan, Dokseodangno, bersama"

Selamat datang di episode ke-197 Wednesday Gourmet.

Selamat datang.

Aku akan memperkenalkan para tamu kita hari ini.

Dia orang paling karismatik di atas panggung,

tapi begitu di rumah, dia berubah menjadi ayah terbaik

bagi putra lima tahunnya. Dia aktor Park Gun Hyung.

"Aktor Park Gun Hyung"

Dia idola yang memikat hati pria.

Tidak hanya menyanyi, dia juga mahir berakting, bawa acara, dan lainnya.

Dia Jun Hyo Seong.

"Penyanyi Jun Hyo Seong"

Sebenarnya aku sudah mengenal Gun Hyung

- sejak masih muda. - Ya.

Dia benar-benar pria tangguh

dan dia sangat jujur.

Sebenarnya Dong Yeob seniorku di universitas,

karena itulah kami saling mengenal.

Aku bukan pria yang benar-benar tangguh.

- Benarkah? - Ya.

Karena aku sering memainkan peran kuat,

orang jadi salah sangka,

tapi sebenarnya aku sangat lembut.

Dia sebenarnya selembut aku.

"Dia sebenarnya selembut aku"

"Kamu setuju?"

Aku tidak tahu, tapi begitulah kesan pertamamu, Hyo Seong.

Ya.

Kamu dikenal dengan jumlah makanan yang kamu konsumsi

hingga panggilanmu adalah peri makanan.

Makanan apa yang belakangan ini kamu sukai?

Sekarang aku sedang berdiet.

Aku membatasi konsumsi karbohidrat,

tapi karena acara ini membahas makanan,

aku senang

karena punya alasan untuk makan karbohidrat semauku.

Kamu sedang berdiet?

Ya, diet musiman.

- Sekarang sedang puncak musim? - Kamu maskapai penerbangan?

Saat berdiet,

aku membatasi konsumsi sodium dan karbohidrat.

- Kamu juga berolahraga? - Ya.

- Berat badannya berkurang jauh. - Aku bisa melihat

berat badannya jauh berkurang dibanding sebelumnya.

Semoga terlihat di layar juga.

- Dia terlihat sangat sehat. - Benar.

Baik, mari kita segera mulai Wednesday Gourmet.

Topik kita hari ini adalah

bukit yang mempertemukan Hannam-dong dan Oksu-dong.

Barisan daerah pemukiman dan kedutaan asing

membuat area itu terasa eksotis dan santai.

Baru-baru ini banyak kafe modern,

restoran, dan galeri seni dibuka di gang-gang area itu

dan menjadi tempat yang populer di antara kaum muda.

Inilah rute kecil pencicip makanan, Dokseodangno.

"Rute pencicip makanan, Dokseodangno"

Banyak orang mungkin baru mendengarnya.

- "Di mana Dokseodangno?" - Betul.

Dari Seobinggoro, sebelah barat Stasiun Hannam,

melewati persimpangan lima arah Hannam,

menuju Geumho-dong 4-ga, area rumahku,

lalu Ttukseomno

menghubungkan ke Eungbong Samgeori di Seongdong-gu,

itulah yang disebut Dokseodangno.

Rute itu menghubungkan banyak kota.

- Semua terhubung, bukan? - Ya.

Dokseodangno juga dikenal sebagai Dokseodang-gil.

Rute ini menghubungkan Hannam-dong, Oksu-dong, dan Geumho-dong.

Dibutuhkan sekitar satu jam untuk berjalan kaki menyusurinya.

- Tidak terlalu lama. - Benar.

Tampaknya menyenangkan menjelajah tiga kota di jalan itu.

Soal Hannam-dong, kota itu sudah canggih.

Kota itu dihiasi budaya mewah

dan budaya itu meluas sampai ke Oksu-dong.

"Oksu-dong"

"Area populer tersembunyi antara apartemen dan perumahan"

Jika kamu terus berjalan,

kamu mencapai Geumho-dong

yang terasa seperti kota tua dari masa kanak-kanak.

Baik.

Saat aku masih muda,

aku pergi ke sekolah

di Hyoja-dong, Jongno-gu.

Anak-anak bertanya, "Kamu anak baik atau nakal

karena tinggal di Hyoja-dong?"

- Aku tidak bisa memercayainya. - Dan...

Di Euljiro, mereka tanya, "Kamu Jenderal Eulji Mundeok?"

Kujawab, "Jangan konyol.

Memangnya Toegye-ro dinamai sesuai Teogye Lee Hwang?"

- Benar. - Ternyata itu semua benar.

- Itu semua benar. - Semuanya benar.

Kataku, "Begitu rupanya."

Dokseodangno terasa seperti

aku harus belajar.

Ini terkait?

Tempat itu bernama Dokseodangno karena banyak ruang belajar.

Tapi serius, itu terkait, bukan?

Di sana memang benar-benar ada ruang belajar.

- Apa? - Benar-benar ada ruang belajar.

- Lihat? - Apa-apaan?

- Ruang belajar? - Ruang belajar yang lama.

Tempat itu disebut Dokseodang.

- "Dokseodang." - Sejong yang mendirikannya.

Tempat itu dimaksudkan agar raja-raja Konfusianisme

membaca buku bahkan di waktu luang mereka.

Di waktu luang kita akan berlibur

dan beristirahat, tapi tidak untuk mereka.

Raja berkata, "Pergi ke perpustakaan untuk membaca dan bersantai."

Dia membiarkan mereka membaca sebanyak yang mereka inginkan.

Secara geografis,

area itu menghadap ke Sungai Han

dan ada gunung di belakang dengan pemandangan yang bagus.

Itu akan menjadi tempat yang bagus untuk membaca

- dan mendisiplinkan dirimu. - Tempat yang bagus.

Tempat-tempat seperti itu jarang ada di Seoul.

- Benar. - Benar-benar hak istimewa

membaca di tempat dengan pemandangan yang bagus.

Perpustakaan awal tidak ada lagi.

- Tidak ada lagi. - Begitu, ya.

Hanya ada tonggak sejarah.

"Hanya ada tonggak sejarah di situs asli"

"Situs perpustakaan asli"

Nama "Dokseodangno" muncul

setelah perubahan terbaru dalam penamaan jalan.

Saat orang mulai menggunakan nama-nama jalan itu,

kita jadi akrab dengan perubahan itu.

"Dokseodangno"

Kita kedatangan dua orang

yang saat ini tinggal di Dokseodangno.

Gun Hyung, kamu sudah lama tinggal di Hannam-dong?

Aku baru saja pindah ke sana.

- Kamu baru saja pindah? - Ya.

- Di mana sebelumnya kamu tinggal? - Aku mulai di Oksu-dong.

- Semuanya ada di daerah itu. - Benar.

Aku tinggal di Oksu-dong selama enam tahun,

lalu aku ingin belajar bahasa Inggris.

Aku ingin merasa seperti tinggal di luar negeri.

"Benarkah?"

Aku pindah ke Itaewon.

- Di Itaewon... - Kamu sudah tua.

Kamu ke Itaewon untuk belajar bahasa Inggris.

- Kenapa? Bisa saja. - Tentu saja.

Di sana seperti luar negeri.

Kupikir aku akan bisa sering memakai bahasa Inggris,

karena itu aku pindah ke Itaewon,

tapi orang asing di sana malah bisa bahasa Korea.

"Mereka mahir berbahasa Korea"

Benar. Mereka seperti Sam Hammington.

"Selamat datang. Ini kali pertamamu ke Itaewon?"

Benar.

Bagaimana pun juga, aku belum lama pindah ke Hannam-dong.

Aku tidak tahu area itu sedang populer.

- Benar. - Kudengar area itu populer.

- Ya. - Kamu tahu apa trennya.

Ada silsilah lingkungan populer.

Itaewon sudah terlalu populer.

Ada Gyeongridan-gil, Haebangchon,

Yeonnam-dong, Seongsu-dong, Ikseon-dong...

- Benar. - Mangwon-dong juga.

Mangwon-dong juga populer.

Baru-baru ini, tempat ini mendapatkan sorotan.

Bahkan di Hannam-dong,

dengan Jembatan Hannam di tengah,

Itaewon dan Stasiun Hangangjin

penuh sesak dan berkembang secara komersial.

Dokseodangno dan wilayah barat

dihiasi perumahan

dan vila mewah.

Di tahun 2011,

vila mewah dibangun

di area lama Universitas Dankook.

Lingkungan itu pun berubah secara dramatis.

Gedung UN yang awalnya ada di sana...

- UN Village. - UN Village.

Area itu menjadi komersial juga

dan lingkungan itu jadi populer.

Keduanya saling berhadapan.

"Setelah vila mewah dibangun"

"Banyak toko unik bermunculan di jalanan ini"

Area itu menjadi komersial

dan 90 persen rumah-rumah di sana

direnovasi sejak saat itu.

Karena distrik perbelanjaan dibangun,

restoran sarapan siang dan kedai kopi yang bagus mulai bermunculan.

"Jalan ditata lagi dengan restoran sarapan siang dan kedai kopi"

"Makanan penutup manis sempurna untuk para wanita"

"Kamu bisa mengalami berbagai jenis budaya di sini"

"Dokseodangno, Hannam-dong"

Dokseodangno dimulai dari Hannam-dong,

melintasi Oksu-dong, dan saat memasuki Geumho-dong,

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left