Dr. Stone: New World Part 2

Dr. Stone: New World Part 2

Download Indonesian Subtitle

Release info

Dr StoneS3Eps 19
A Commentary by P1rate_K1ng

Tags

other
Published on: 2023-12-01
Downloads: 44
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 132 lines.

m 0 0 l -4476.25 0 l -4476.25 -20.125 l 0 -20.125 b 5 -19 7.875 -16 7.875 -10 b 7.875 -5.125 6 0 0 0

Hunter No Sekai

Now Watching

Dr. Stone S3

Episode #19

Hunter No Sekai

Now Watching

Facebook:

Suatu kebahagiaan bagi seorang pemenang!

Paman benar-benar menjadi orang terakhir di pulau ini.

Berbaris?

Mereka semua memasang pose yang sama saat menjadi batu.

Jejak kaki?

Apa suara yang barusan itu...

Tidak! Asalnya bukan dari makhluk hidup,

melainkan sihir mereka.

Lima meter, satu detik.

Apa pemantauan Ukyo keliru?

Tidak. Sepertinya jika tidak mendekat, tidak akan ada respons.

Hai, Ibara!

Kita ini dua orang terakhir yang tersisa.

Ilmu Sains ku melawan medusamu-

bagaimana kalau kita adu saja.

Kenapa kau masih hidup?

Jelas-jelas aku sudah membuat cahaya pembatuan

melingkupi seluruh pulau!

Pake nanya!?

Tentu saja untuk menerima Medusa-

peralatan terkuat yang terjatuh di tanah itu dengan senang hati.

Pria itu!

Di tangan Oarashi

terdapat Medusa!

Dia berencana membiarkan cahaya menutupi seluruh pulau.

Cepat hentikan dia!

Berpikirlah, adakah cara untuk menghindarinya?

Bersembunyi di luar ruang lingkup cahaya pembatuan,

sama sekali tak sempat.

Apakah memasukkan tangan ke dalam cairan kebangkitan terlebih dahulu?

Dengan begini,

saat seluruh tubuhku membatu,

bisa langsung menghilangkan pembatuan di seluruh tubuh pada detik berikutnya

atau

cairan kebangkitan sama sekali tidak bisa mencegah pembatuan?

Karena tidak pernah melakukan penelitian,

tidak bisa memastikan jawabannya.

Kalau kemungkinan kedua,

maka hanya ujung jari yang tercelup di cairan kebangkitan yang tidak membatu,

lalu akhirnya akan putus karena membusuk.

Kalau begitu, cara satu-satunya adalah...

Senku,

cahaya pembatuan meluas dengan cara-

yang sama seperti kecepatan.

Sepertinya, kau terpikirkan sesuatu.

Benar, cara tergokil juga tidak bagus,

semua orang berbaris dalam satu barisan dengan jarak yang sama!

Tidak ada.

Dia tidak memegang apa pun.

Kok iso?

Tuan Ibara berkata kepadaku,

kalau pergi ke tengah pulau tidak akan membatu.

Yang benar saja?

Harus bisa mengerti begitu melihat,

membuat jarak selebar kereta lab.

Kereta lab?

Lima meter.

Kalian harus membuat barisan dengan jarak yang sama dengan orang di depan,

arahkan tangan ke cahaya!

Saat jari mulai membatu,

tangan satunya langsung memberi kode.

Kecepatan memberi kode ini akan makin cepat.

Dengan kecepatan seperti ini,

Senku pasti bisa menghitung waktu tepat

agar cahaya tiba di posisinya

dengan sempurna!

Lima meter berlangsung dalam 0,5 detik,

ini kecepatan angin,

tidak, kecepatan cahaya.

Kemungkinan tidak mencapai 40 km/jam.

Keterlaluan,

cahaya pembatuan yang terpisah 3.700 tahun.

Benar, memang begini.

Sisanya kuserahkan padamu, Senku.

Aku mengerti,

kalau Senku pasti bisa memecahkan pembatuan.

Bagaimanapun, ini sinyal yang dikirim manusia,

tetapi kau pasti punya kemampuan hebat

untuk menghitung angka dengan tepat.

Aku akan berusaha menyampaikan informasi dengan tepat,

inilah pekerjaan terakhir yang bisa kita lakukan.

Habisi cahaya ini.

Kalau tidak bisa melakukannya, aku akan menghabisimu, Senku!

Kecepatan cahaya

jika dihitung dengan metode kuadrat terkecil, kecepatannya adalah 36 km/jam,

butuh 5,5 detik untuk mencapai posisiku.

Kalau melempar lebih tinggi, akan dapat lebih banyak ruang,

tetapi akan sia-sia kalau meleset.

Limitnya sekitar tiga meter,

massa 300 gram,

hambatan udara adalah 0,21 kg/m.

Kalau percepatan gravitasi adalah 9,8

dan dilempar ke atas dengan kecepatan 3,3 km/jam,

maka akan mencapai ketinggian tiga meter dalam waktu 0,72 detik.

Waktu menimpaku saat terjun bebas adalah

1.8 detik

setelah 1,8 detik.

Yang harus kulakukan adalah

melempar cahaya kebangkitan setinggi tiga meter setelah empat detik.

Kalau terlalu cepat, cairan kebangkitan akan tumpah sebelum membatu.

Kalau terlalu lambat, akan membatu sebelum dilemparkan.

Akan gawat kalau tidak pas,

yang sangat diperlukan adalah kemampuan untuk menghitung detik dengan sempurna.

Satu, dua, tiga,

Aku sudah berlatih,

selama 3.700 tahun untuk hal sepele ini.

Sesuai dugaanku,

efek menghilangkan cairan kebangkitan

bisa langsung mencegah pembatuan.

Kalau dicelupkan ke dalam cairan,

hanya bagian itu yang tidak membatu.

Aku sudah mati kalau hanya mencelupkan jari ke dalam cairan tadi.

Lalu, kalau merendam seluruh tubuh ke dalam cairan kebangkitan,

maka pasti bisa menghindari cahaya pembatuan.

Tapi, kalau berendam di dalam asam nitrat juga pasti mati.

Sial, Ibara akan mendekat.

Membuat jebakan bergaya Kerajaan Sains.

Kenapa kau masih hidup, bangsat?

Jelas-jelas aku sudah membuat cahaya pembatuan

melingkupi seluruh pulau.

Aku adalah ilmuwan dan melihat

ada yang berusaha memakai teknologi colok-masuk seperti peralatan pembatuan,

tentu saja aku ingin mencobanya.

Aku lupa mengatakannya,

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left