The first 129 lines.
iza te wo nobashite kaze wo kirisaite
onore no chizu wo egaite yuke
migi mo hidari mo guchagucha ni areta umi no youna jidai
kizukiageta kachikan sae mo kuzuresarou to shita
rashinban no sashita saki ga tadashii no ka douka nante
douse dare ni mo wakaranainda
fukaku iki wo suikonde hitomi tojireba
ukabiagaru no wa tamashii no shimesu michi
iza te wo nobashite kaze wo kirisaite
kurayami wo kettobashite
ima boku wa boku no tame ni
kimi wa kimi no tame ni sou darou
kakugo wa dekiteiru sa
toki ni tayoriaeru youna sonzai ni sasaerare
souzou wo koeta mirai tsukamitore
iza te wo nobashite kaze wo kirisaite
kurayami wo kettobashite
bokura wa dokomade mo yukeru
namida mo mayoi mo isso hikitsurete
onore no iro de egaite yuke
Sekilas kenangan.
Luffy dan Uta si gadis rambut merah.
Lagu apa ini?
Kau tidak tahu?
Lagu ini populer di seluruh dunia, lho.
Melodi yang membuat dada berdebar keras. Luar biasa.
Yah, aku tidak punya dada, sih.
Saat hampir mati beku di gunung bersalju pun,
kita mungkin akan kembali sehat bila mendengar lagu ini.
Itu seram, Robin.
Sebentar lagi konsernya dimulai.
Nyanyianku akan berkumandang di sepenjuru dunia.
Kau lagi.
Maaf, Pak Kepala Desa.
Dasar bodoh!
Jangan melakukan hal konyol.
Bantulah pekerjaan desa sedikit.
Tidak mau!
Jangan senyum!
Jangan makan!
Tapi, ini sudah terjatuh.
Luffy.
Luffy, kau lapar?
Makanlah.
Kau juga mau ini?
Ayo bantu aku berlatih.
Jika kau menang, akan kuberikan semuanya.
Sakit.
Oke.
Aku menang!
Kuberikan setengah untukmu.
Makanlah lebih banyak.
Jangan dilempar!
Kau kepala batu seperti biasa.
Kalau seperti itu, kau tidak akan bisa menjadi marinir yang hebat.
Aku tidak mau jadi marinir!
Kau akan menjadi marinir terkuat.
Tidak mau!
Aku akan hidup dengan lebih bebas.
Uta.
Wah, cantiknya!
Terima kasih, Shanks.
Bagaimana?
Uta, nyanyikan satu lagu, dong.
Mari kita dengarkan nyanyian dari diva yang memukau dunia, Uta!
Uta! Uta! Uta!
Ini adalah aula konser, tempat berkumpulnya para artis terkenal
dari seluruh dunia.
Di sana, aku tampil sebagai pertunjukan terakhir.
Penonton sangat meriah.
Kubilang, penontonnya meriah!
Ya, sudahlah. Aku yang salah.
Shanks?
Shanks, apa yang kaulakukan?
Kau akan memberikan itu padaku juga?
Tidak.
Meski kau putriku, aku tidak akan memberikan ini padamu.
Pelit.
Jangan bilang begitu.
Ayo.
Itu Kerajaan Goa.
Untuk sementara, kita akan berpangkalan di sana.
Kenapa tinju kakek sakit sekali, sih?
Aku tidak akan menjadi marinir!
Aku akan pergi dari desa ini
dan melakukan hal yang luar biasa!
Itu... kapal bajak laut?
Tempat yang bagus.
Tidak ada apa-apanya.
Soalnya desa Foosha adalah daerah pinggiran Kerajaan Goa.
Apa kalian bajak laut?
Benar.
Kau punya masalah?
Kalau begitu, aku, Uta,
putri kapten Shanks ini akan mendengarkannya.
Kalau kalian bajak laut, pergi dari sini!
Apa? Kau mengajak berkelahi?
Hentikan, Uta.
Kita kemari bukan untuk bikin masalah.
Di desa ini ada petugas keamanan yang kuat, 'kan?
Siapa kau?
Aku Shanks.
Kapten kapal ini.
Jika bertindak yang tidak-tidak, kalian akan membayarnya!
Shanks!
Aku ingin menjadi bajak laut!
Kau ngotot sekali datang tiap hari.
Tidak ada bagusnya jadi bajak laut.
Habis, katanya bajak laut itu sangat kuat, asyik, dan bebas!
Hei, siapa yang memanasinya?
Tes aku untuk menjadi kru, dong.
Lagi? Bagaimana kalau kau menyerah saja?
Kali ini aku pasti akan lulus!
Baiklah.
Di mana koinnya?
Kalau tebakanmu tepat, kau boleh naik kapalku.
Berarti, sebelah sini.
Hm...
Yang ini?
Eh?
Gagal lagi.
Kau tidak ada harapan.
Kau bodoh.
Jawaban yang benar...
Ah! Curang!
Ada di mana?
Di mulut.
Salah!
Kalau begitu, coba buka mulutmu.
No comments yet. Be the first to leave one.