The first 200 lines.
Sepertinya cuaca mendukung kita hari ini, Goyo.
Kita memanen banyak kerang.
Hari yang sangat baik.
Ini semua segar. Luar biasa.
Ya, sama sepertimu, segar.
Goyo, hentikan itu.
Aku sudah kerja keras memanen hari ini. Ayolah.
- Hentikan. - Ayolah.
Kendalikan nafsumu, ya? Ada yang mungkin melihat kita.
Kita ada di pantai yang terpencil. Tidak ada yang akan melihat kita.
- Apa kau yakin? - Ya.
- Kau tahu aturannya, oke? - Ayolah, Mira...
Kau mengerti, kan?
Aku mau memberikan hidup yang lebih baik untuk ayahku.
Tolong...
Ya tentu saja. Sama seperti sebelumnya...
Aku tidak akan memasukkan, aku hanya mengocoknya.
- Oke? - Oke.
Goyo...
Tunggu.
- Ada orang. - Tidak ada.
Kita lanjutkan nanti. Berikan bajuku.
- Kau nakal. - Tunggu, biar kuselesaikan.
Tunggu sebentar, Goyo.
- Goyo... - Ya?
Aku melihat sesuatu.
Ayo kita lihat.
Ya Tuhan!
Benarkah ini?
Mereka akan menghancurkan tempat kita?
Ya, kudengar dari petani kerang lain, ada proyek reklamasi.
Semua orang menentangnya karena kita akan kehilangan mata pencaharian.
Selain itu, ini tidak membawa manfaat bagi lingkungan.
Kita tidak bisa membiarkan ini terjadi. Kita perlu melakukan sesuatu.
- Bagaimana caranya? - Aku tidak tahu.
- Hentikan pembongkaran! - Lawan reklamasi!
- Hentikan pembongkaran! - Hentikan pembongkaran!
- Hentikan pembongkaran! - Hentikan pembongkaran di peternakan kerang kami!
- Hentikan! - Hentikan!
- Hentikan pembongkaran! - Hentikan pembongkaran!
Kami akan melawan!
- Kami akan melawan! - Hentikan pembongkaran!
Ayah, kau baik-baik saja?
Hentikan pembongkaran!
Kita tidak bisa kehilangan peternakan kerang ini.
Selain mewarisi pekerjaan ini dari orang tuaku,
ini satu-satunya penghidupan kita, sayang.
- Hentikan pembongkaran! - Hentikan!
Satu tahun lagi,
- Hentikan pembongkaran! - Hentikan!
Kau akan kuliah.
- Hentikan pembongkaran! - Hentikan!
Kita akan melewati ini.
- Hentikan! - Hentikan!
Ingat...
- Hentikan pembongkaran! - Hentikan!
Aku tidak mau kau berakhir sepertiku, jangan berakhir sepertiku.
Kau harus menyelesaikan kuliahmu.
Kau mengerti?
Ya ayah. Aku akan bersamamu dalam perjuangan ini.
Untuk sesama petani kerang dan untuk penghidupan kita.
Hentikan pembongkaran!
Kau bisa...
Hentikan pembongkaran!
Aku... aku...
Ayah, apa yang terjadi?
Ayah, kau baik-baik saja?
- Ayah? - Aku...
Ayah? Ayah.
- Apa yang terjadi padanya? - Ayah! Tolong!
- Tolong! Tolong kami! - Panggil ambulans!
Ayah, apa yang terjadi padamu?
- Ini. - Awas.
Hati-hati, ayah. Pegang ini, sayang. Terima kasih.
Ini, minumlah.
Kau baik-baik saja, ayah?
- Lay... - Baiklah, ayo berbaring.
Pelan-pelan...
Bagus.
Terima kasih...
Terima kasih... Terima kasih...
Dia berterima kasih, sayang.
Bagaimana kabar ayahmu?
Dia masih belum kembali seperti semula.
Kata dokter ayahku perlu terapi.
Jika tidak, dia tidak akan bisa bicara atau berjalan lagi.
Kita tidak punya uang...
Hanya ayahku yang tersisa, Goyo.
Kami sudah bersama sejak aku masih kecil.
Aku akan membantumu.
Jangan berpikir kau sendirian, kau harus tetap kuat...
Berani, oke?
Selamat pagi.
Boleh aku bicara dengan Pak Barangay?
Dia sibuk. Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kembalilah lain kali.
Begitu?
Hari apa dia bisa hadir untuk rapat?
- Aku belum tahu. - Oke, kalau begitu aku akan kembali lagi.
Siapa yang kudengar meminta bicara denganku, Talia?
Selamat pagi, Pak. Eh...
Aku mau bertanya, apa masih ada cara untuk menghentikan pembongkaran peternakan kerang?
Kau salah satu pengunjuk rasa
- yang mencoba menghentikan pembongkaran? - Ya, Pak.
Masuklah ke kantor aku. Kita bicara secara pribadi.
Jika kau tidak keberatan, siapa perempuan yang kuajak bicara itu?
Oh, itu Talia, anggota dewan pertamaku. Kenapa?
Ah… tidak ada apa-apa, Pak.
Jangan khawatir tentang dia, Talia tampak begitu.
Tapi saat kau mengenalnya, dia sangat baik.
Siapa namamu?
Ah, aku Mira, anak seorang nelayan.
Nama yang indah. Cocok untukmu. Ayo, duduklah.
Kau bilang sesuatu tentang pelabuhan perikanan sebelumnya?
Ya, itulah penghidupan kami, ayahku dan aku.
Kami sangat membutuhkan uang karena dia kena stroke.
Aku turut prihatin mendengarnya.
- Berapa umurmu, Mira? - Umurku delapan belas tahun, Pak.
- Kau masih kuliah? - Ya, Pak. Tapi...
Tapi aku mungkin harus berhenti jika kami kehilangan pelabuhan perikanan.
Jangan berhenti, sayang. Itu akan sia-sia.
Kau bisa menyeimbangkan kuliah dan bekerja.
Kau masih bisa kuliah sambil bekerja.
Di sini, di kantorku, kau bisa bekerja paruh waktu.
Kau bisa bekerja di sini untuk mendapatkan uang sakumu,
sementara aku mencoba mencari cara untuk menghentikan pembongkaran.
Aku juga menentangnya.
Tugas di sini sederhana.
Aku berusaha membantu anak muda sepertimu.
Kau hanya perlu membagikan brosur,
mendorong kaum muda untuk bergabung dalam kegiatan kami.
Lalu, laporkan saja ke sini secara rutin, itu saja.
- Tentu, aku bisa melakukannya, Pak. - Bagus.
Terima kasih banyak, Pak.
Tidak apa-apa, Mira. Kulihat, kau anak yang baik,
itulah sebabnya aku tidak akan ragu membantumu.
- Terima kasih, Pak. - Tentu.
Kutunggu kau di sini besok pagi, oke?
- Ya, aku akan ke sini, Pak. - Oke, bagus.
- Sekali lagi terima kasih, Pak. - Oke, hati-hati, Mira.
Kau bisa mempercayainya? Kepala Wilayah kita sangat baik.
Kini ada harapan pembongkaran tersebut tidak akan terlaksana.
Tetangga kita akan sangat senang saat mendengar ini.
Itulah pesona pacarku.
- Oh, berhenti menyanjungku. - Aku serius...
Itu sebabnya kau memenangkan hatiku juga.
Kau nakal.
Hei, butuh dua hari.
Sayang...
Mungkin sekarang kau bisa mengizinkanku memasukkan barangku ke dalam “kerang” segarmu?
Jangan khawatir, kita akan sampai di sana.
Untuk saat ini, nikmati saja “kerang”ku karena baru dicuci.
Aku mencintaimu.
Aku pun mencintaimu.
Kau manis sekali.
Cukup untuk hari ini.
Semua yang kita perjuangkan tidak akan sia-sia, Ayah.
Demi sesama nelayan, kan?
Aku bahkan dapat pekerjaan di Balai wilayah.
Penghasilan tambahan untuk kita.
Tunggu sebentar, oke?
Kau akan sehat.
Aku tidak akan menerima kurang dari itu.
Kita akan tetap pergi ke luar negeri setelah aku menyelesaikan kuliahku.
Lalu aku akan membangunkan rumah besar untukmu setelah aku punya pekerjaan.
Aku akan membuka restoran dengan kerang sebagai spesialisasinya.
Dan kau akan mendapatkan uang.
Aku akan memberi kita kehidupan yang layak.
Aku berjanji, Ayah.
- Terima kasih... - Apa itu, Ayah?
Terima kasih...
Aku juga sangat menyayangimu, Ayah.
Semuanya akan baik-baik saja.
Percayalah.
Semua baik-baik saja.
- Hati-hati di jalan. - Oke.
- Aku pergi. - Jaga dirimu.
- Aku mencintaimu. - Aku pun mencintaimu.
- Aku masuk ke dalam. Sampai jumpa. - Hati-hati di jalan. Aku mencintaimu.
Aku pun mencintaimu. Kembalikan itu pada pemiliknya.
Maaf, berkas kami di sini sangat berantakan.
Mudah saja, hanya butuh waktu.
Kau tinggal menyusunnya berdasarkan tanggal.
Dokumen-dokumennya ada di sini,
kau hanya perlu meletakkannya di folder yang sesuai.
Ada folder berbeda, seperti pendapatan harian,
rencana tindakan, kau hanya perlu menyusunnya dengan benar.
Siap, Bu.
Kau hanya perlu menyusunnya berdasarkan abjad.
- Kau bisa mengatasinya. - Oke.
Jika ada berkas yang hilang atau kau perlu menyalin sesuatu,
ada mesin fotokopi dan printer. Berhati-hatilah dengan itu.
Oke.
Aku perlu pergi ke pertemuan, kau bisa mengatasinya?
Ya, Bu. Aku bisa menyusunnya.
Bagus. Saat aku kembali, kuharap semuanya selesai.
- Ya, Bu. Hati-hati di jalan. - Kau juga.
Ada banyak sekali...
Ya ampun...
Oh!
Kau pekerja keras sekali Mira?
No comments yet. Be the first to leave one.