I Am Home

I Am Home (집 이야기)

Download Indonesian Subtitle

Release info

I Am Home 2019 1080p WEB-DL AAC 2 0 x264-PLB
A Commentary by RumahKarangan
Resynced from HBOGo Asia

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
1080
Published on: 2021-10-14
Downloads: 46
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

— Apa ini rumah pertamamu? — Apa?

Hanya penasaran apa ini kali pertamamu.

Tidak, kurasa ini rumah keenam atau ketujuhku.

— Benarkah? — Ya.

Kau juga tidak suka yang ini?

Tidak.

Tidak berhasil menemukan tempat baru?

Tidak.

Bagaimana kita mengisinya hari ini?

Benar, bukan?

Panggilan masuk, Ibu

Bandara Pulau Jeju

Hei, Kang Eun-seo!

Kau sudah sampai.

Apa? Kakak hamil?

Bukankah sudah kakak bilang? Kakak hampir melahirkan.

Hai, Eun-seo!

Kita belum bertemu sejak ulang tahun pertama Min-ho.

Benar.

Ga-ram, Min-ho. Sapalah.

Halo, Bu!

Bukan "Bu". Ini bibi kalian.

Coba lagi.

Mereka akan akrab denganmu.

Eun-seo.

Ibu, dia datang. Jadi, mari makan.

Masuklah.

Ayo.

Apa?

Masuklah.

Ini lezat.

Ibu tidak memasaknya sendiri, bukan?

Ibu punya seseorang yang membantu?

Ibu bekerja keras memasak hidangan ini.

— Ini masakan Ibu? — Tentu saja.

Lagi pula, ibu mengelola restoran.

Ibu bisa membuat makanan seperti ini.

Ibu sudah banyak berubah.

Rasanya nyaman saat semua orang di sini.

Setelah membeli kondominiumku...

Kukira aku punya segalanya.

Tapi melihat rumah Ibu...

Membuatku ingin bertukar dengan Ibu.

Tetap saja, kondominium lebih nyaman daripada rumah.

Bagaimana dengan ini?

Kau sudah jauh-jauh kemari.

Kenapa kau tidak memakai tas yang layak?

Kau menghasilkan cukup uang untuk membelinya.

Ya, aku bisa membelinya jika mau.

Lalu kenapa tidak?

Kau belum pernah bepergian, bukan?

Ibu pikir aku kemari karena keinginanku?

Apa?

Aku akan ambil ini. Puas?

Eun-seo.

Orang bertanya alasan kami tidak pakai pendeta.

Sulit menemukan seseorang yang lebih tua dari kami.

Omong-omong, dengan restu kalian...

Kami berharap bisa menjalani hidup dengan sepenuhnya.

Terima kasih banyak.

Tepuk tangan.

Ini indah. Sangat berkelas.

Yang benar saja.

Ibu mau berbulan madu ke mana?

Entahlah.

Mungkin di sisi lain dunia?

Ibu tahu di mana itu?

Tentu saja. Argentina.

Apa kata ayah tiri kami?

Dia menyukainya.

Dia ingin lebih sering bepergian.

Sekarang Ibu bisa bepergian sesuka Ibu.

Entah bagaimana kabar ayahmu.

Bagaimana aku tahu?

Dia akan baik-baik saja karena tidak ada yang bisa dia teriaki.

Apa dia masih tinggal di rumah itu?

Mengenal Ayah, mungkin dia masih tinggal di sana.

Apa?

Aku juga tidak tahu.

Hei.

— Setidaknya kau harus tahu. — Kenapa?

Hanya kau yang bisa bertemu dengannya tanpa keadaan menjadi canggung atau tegang.

Kau dekat dengan ayahmu.

Sejak kapan?

Kau tidak ingat?

Kau selalu ingin duduk di sisinya di mobil. Kakak tidak pernah duduk di depan.

Aku tidak ingat itu.

Memangnya kenapa kalau dia pintar?

Dia bodoh dalam hal lain.

Jangan merundungku! Lihat siapa yang bicara.

— Kang Eun-seo! — Apa? Kang Eun-joo.

Hentikan. Bersikap baiklah pada satu sama lain.

Bawa ini pulang untuk makan.

Terima kasih. Aku menghargainya.

Terima kasih.

— Hei. — Apa-apaan ini?

Masuklah.

Sedang apa kau di luar sana?

— Soju atau bir? — Soju.

Ada sesuatu, bukan?

— Masuklah, cepat. — Baiklah.

Kamar lamaku jadi lemari sekarang?

Apa pacarmu pindah?

Dia sudah lama pergi.

Tutup pintunya. Aromanya akan masuk.

Kenapa kau tidak pindah?

Kau pindah sesukamu, aku tetap di sini.

Kau mengubur emas di sini atau sesuatu?

Masa mudaku di sini. Jika pergi dari sini...

Aku merasa akan menua sepertimu.

Dan tempat ini memberiku banyak inspirasi.

Jadi, kau akan menjalani seluruh hidupmu di basemen ini?

Siapa yang peduli jika ini basemen?

Tempat ini adalah rumah.

Kau juga membawa kue beras?

Aku juga membeli teh kaktus.

Ini sebabnya aku satu-satunya temanmu.

Aku punya ide bagus.

Apa yang kau lakukan?

Aku punya ide.

— Ini dia. — Apa?

Tunggu sebentar.

Hei, bukankah ini mengagumkan?

Ini luar biasa.

Ibumu tidak menua sedikit pun sejak dia pindah ke Pulau Jeju.

— Dia terlihat jauh lebih muda. — Aku tahu.

Tanya dia riasan apa yang dia pakai.

Entahlah.

Aku akan tidur di sini malam ini.

Tidak bisa.

— Pacarku akan datang. — Apa?

Bukankah kau bilang sudah putus?

Kami putus karena aku bertemu orang baru.

Dasar pamer!

Masa muda dan inspirasi apanya?

Tempat ini memberimu banyak pria, bukan?

Hei, itu sama saja.

Pria dan inspirasi sama saja.

Kau tidak mengerti?

Kau menyebalkan.

Memang.

Kau tidak muda atau tua.

Kau bukan di sini atau di sana.

Hei. Keluarlah dan berkencan!

Berhentilah mencari rumah.

Kenapa dilepas?

Kenapa dilepas?

Aku punya kunci cadangan di rumah.

Senang bertemu dengan Ayah.

Dia tidak bisa menunggu?

Kenapa kau keluar?

Kenapa Ayah pergi tanpa memberitahuku?

Jika ayah pergi, ayah akan pergi.

Apa?

Aku tidak mengatakan apa pun.

Itu tempat yang sangat bagus.

Kenapa kau tidak menyukainya?

Ini bukan rumah untukku.

Kurasa aku tidak bisa menemukan rumah yang kau cari.

Sebagian besar penyewa adalah orang asing atau tinggal di sini untuk berbisnis.

Beberapa orang tinggal di sini untuk sementara karena alasan pribadi.

Itu masuk akal.

Kapan kau akan pindah?

Dalam sepekan. Sewaku akan berakhir saat itu.

— Kau akan tinggal sampai menemukan tempat? — Ya.

Kau tidak perlu membawa apa pun.

Kami punya semua yang kau butuhkan di sini.

Benar. Kami hanya memintamu tidak mengganti perabotan.

Jadi, jika tidak ada pertanyaan...

Hubungi aku saat kau ingin pindah.

Sarung tangan, handuk, topi, sauna

Permisi.

Bu?

Itu...

— Halo. — Hai, Tukang Kunci.

Maaf, pendengaranku kurang baik.

Bagaimana warna ini?

Matamu bagus.

Itu warna yang paling populer.

— Benarkah? — Kain ini sangat laris.

Tapi...

Ini warna yang lebih bagus untuk pria.

Hai.

Tuan tanahnya tidak bisa datang.

Dia menyuruh memberikan kuncinya kepadamu.

— Benarkah? — Ya.

Terima kasih.

Ayo.

Ada apa?

Toko buku yang dahulu kukunjungi sudah tidak ada.

Begitu rupanya.

— Incheon kampung halamanmu? — Ya.

— Tempat ini sudah banyak berubah. — Ya.

Tidak ada yang muncul dan menghilang secepat mereka di negara kita.

Pergi bekerja

— Apa aku turunkan di sini? — Tidak.

— Lewat pintu biru. — Tentu.

Berapa usia kalender itu?

— Apa yang kau lakukan? — Astaga!

Ayah mengejutkanku.

More Indonesian subtitles for I Am Home

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left