The first 200 lines.
Bibi.
"Episode 111"
- Bibi. - Tunggu.
Apa maksudmu?
Ibu.
Kamu sudah berhenti mengajar?
Tidak, bukan? Ibu pasti salah dengar.
Ibu, maafkan aku.
Maafkan aku, Ibu.
Bangunlah.
Bangun dan katakan ibu salah dengar.
Bibi.
Baiklah. Kamu saja yang bicara.
Saat tidak bisa memercayai siapa pun,
bibi bisa memercayaimu.
Katakan.
Katakan!
Dia
berhenti mengajar.
Apa?
Ibu.
Kapan?
Tiga tahun lalu.
- Ibu. - Bibi.
Lantas
selama tiga tahun belakangan, kamu pergi ke mana setiap pagi?
Katakan!
Aku bekerja sebagai peramal.
- Apa? - Ibu.
Aku bekerja sebagai peramal.
- Ibu! - Bibi!
- Bibi baik-baik saja? - Ibu.
- Bibi! - Ibu!
Ibu.
Apa?
Ibumu sudah tidak menganggap Go Ya sebagai putrinya?
Ya.
Ibu tidak bisa memaafkan Kak Go Ya karena telah mengkhianatinya
dan menikahi Ji Seok.
Ibuku memaafkan mereka.
Kukira semua akan baik-baik saja jika ibumu juga memaafkan mereka.
Kini kita harus bagaimana?
Kini kita harus memikirkan Ji Seok dan Go Ya.
Ibumu harus memaafkan mereka.
Tapi
kurasa ibuku tidak akan mengubah keputusannya dengan mudah.
Dia bahkan bilang
dia dan Kak Go Ya orang asing karena tidak ada hubungan darah.
Apa maksudmu?
Tidak ada hubungan darah? Siapa?
Go Ya dan ibumu?
Ya.
Ibu.
Apa? San Deul?
Baiklah.
Pak Min, aku harus pergi.
Besok kita akan memulai psikoterapi
dan hipnoterapinya.
Jangan ada yang dilewatkan.
Tentu saja tidak akan.
Kamu akan membaik.
Paman akan berusaha maksimal
agar kamu membaik.
Ya, aku tidak boleh sakit.
Ada banyak orang
yang harus kulindungi.
Kak Eun Seok.
Ada perlu apa kemari?
Paman sudah menceritakan semuanya.
Aku baik-baik saja.
Lantas kenapa kamu bermimpi buruk?
Ini yang paling Ibu cemaskan.
Setelah tahu
ayahnya Go Ya penyebab kecelakaan itu,
kamu mulai bermimpi buruk lagi, bukan?
Jangan cemas. Aku akan membaik.
Aku menjalani perawatan,
jadi, tidak akan kalah dengan mimpi buruk itu.
Baiklah.
Kamu sangat menderita.
Maaf kami tidak membantu.
Apalagi soal Go Ya.
- Apa maksud Kakak? - Kakak dengar ibunya
sudah tidak menganggap dia anak.
Apa?
Bibi, ayo ke rumah sakit.
Bibi bisa kolaps lagi.
Tae Ran!
Apa yang terjadi? San Deul berbuat apa?
Kak Yang Sook...
Aku harus bagaimana?
San Deul berhenti mengajar
dan menjadi peramal.
Bagaimana kini aku menjalani hidup?
Lebih baik aku mati saja!
Dasar berandal...
Kamu lebih jahat.
Kamu tahu segalanya!
Kamu tahu San Deul berhenti mengajar!
Tega sekali kamu merahasiakannya!
Maafkan aku.
Wanita jahat.
Bibi menganggapmu putri bibi.
Bibi.
Bibi pamer dia seorang guru
karena mengira dia masih mengajar.
Kamu tidak kasihan kepada bibi?
Teganya kamu melakukan ini!
Kenapa melampiaskannya kepada Go Ya?
Pergilah.
Jangan muncul di hadapan bibi lagi!
Lagi pula, ibumu tidak menerimamu lagi.
- Bibi! - Kamu bahkan
bukan putri ibumu.
Karena kalian tidak ada hubungan apa-apa lagi,
apa sulitnya bagi kita untuk putus hubungan?
Ya, sebaiknya kita putus hubungan.
Pergi!
Enyahlah!
Go Ya.
Kamu bisa makan dalam situasi seperti ini?
Pak Choi.
Kenapa kamu menangis di sana?
Ibuku tahu
aku berhenti mengajar.
Dia mengusirku.
Mau minum bersama?
Baiklah.
Bibi
tidak mau menemuiku lagi.
Dia marah karena aku tidak bilang
San Deul berhenti mengajar.
Dia melarangku muncul di hadapannya lagi.
Pasti sulit bagimu.
Kemarin, ibumu. Sekarang, bibimu.
Kamu tahu ibuku sudah putus hubungan denganku?
Kenapa ini terjadi kepadaku?
Mereka adalah pilar hidupku
dan kini mereka pergi.
Aku tidak bisa melakukan ini tanpa dukungan mereka.
Kamu bahkan bukan putri ibumu.
Karena kalian tidak ada hubungan apa-apa lagi,
apa sulitnya bagi kita untuk putus hubungan?
Ya, sebaiknya kita putus hubungan.
Pergi!
Enyahlah!
Aku sudah menyakitinya.
Kenapa Tae Ran seperti itu kepadanya?
"Kelas Memasak Jang Ok Ja"
- Ibu. - Ya?
Maaf ibu ingin bertemu saat kamu akan berangkat bekerja.
Tidak apa-apa. Ada yang ingin Ibu sampaikan?
Ibu melihat video tentangmu
yang beredar di perusahaanmu.
Kamu
bertengkar dengan bibinya Ji Seok?
Sebenarnya, itu terlihat
seperti kamu menyerang adik ibu.
- Ibu, itu karena... - Ibu tidak menanyakan
alasanmu melakukan itu.
Aneh.
Ibu tidak bisa memaafkan adik ibu.
Bahkan ibu pun menamparnya.
Tapi meski telah melakukan itu,
ibu tidak suka dengan perlakuanmu kepadanya.
- Begitu, ya. - Kami memang
sudah putus hubungan dan kini dia seorang diri.
Tapi dia tetap adik ibu
dan bibinya Ji Seok.
Meski ibu memperlakukannya dengan buruk,
ibu tidak ingin kamu melakukan hal yang sama.
Go Ya, kamu baik-baik saja?
Ya.
- Aku berangkat. - Sampai jumpa.
Kenapa kamu menunjukkan video itu kepada bibimu?
Aku tidak bisa diam saja.
Kamu tidak memikirkan perasaan bibimu?
Tidak seperti raut wajahnya, sepertinya Go Ya cukup galak.
Dia
memiting leher bibinya Ji Seok seperti ini.
Diam!
Astaga, kepalaku sakit.
Apa yang terjadi?
Aku merasa sangat bersalah kepada ibuku.
Fakta bahwa aku guru
membuat ibuku sangat bangga. Itulah alasan dia bertahan hidup.
Lantas kenapa berhenti mengajar?
Tunggu.
Apa yang terjadi setelah itu?
Aku akan bunuh diri.
- Sial! - Hentikan! Jangan bunuh diri!
Ibu, maafkan aku.
- Maafkan aku, Ibu. - Tolong turun.
Astaga!
Apa dia...
Tidak.
Pak Choi, kamu baik-baik saja?
Di mana aku?
Ini rumahku.
Lantas kenapa aku di sini?
No comments yet. Be the first to leave one.