The first 200 lines.
Diterjemahkan oleh : faridusman IDFL™ SubsCrew
Kami tadi minum bir bersama,...
...tapi Shin Timjang-nim tiba-tiba menghilang dan teleponnya tidak diangkat.
Yeon Hwa-ssi, kau sedang apa di sini? Aku bahkan tidak bisa meneleponmu.
Aku tidak mau bicara apa pun.
Yeon Hwa-ssi.
Maaf.
Aku minta maaf.
Han Cheol-ssi, kenapa kau minta maaf?
Aku tidak bisa menghentikannya.
Aku juga tidak bisa.
Aku marah pada diriku sendiri karena tidak menghentikannya.
Jadi tidak perlu bagimu untuk minta maaf.
Aku tahu.
Tapi itu masih terasa seperti aku yang salah.
Maaf.
Kau sudah merasa lebih sekarang?
Aku malah sering menangis di depanmu.
Benar.
Tapi aku terima kasih, karena peduli padaku.
Kenapa tersenyum?
Jangan khawatir.
Ayo kita pergi!
Belum. Aku merasa itu belum benar.
Itu belum 100%. Masih ada lagi yang belum aku ingat.
Maaf, Daepyo-nim. Ya Chae-ssi lagi di jalan menjemput Anda.
Aku dingin.
Tunggulah sebentar. Kita tunggu di dalam.
Bisa tetap seperti ini di sampingku?
Ya?
Aku dingin.
Daepyo-nim, sepertinya Anda mabuk...
Tetaplah di sini bersamaku, Bu.
Aku bukan ibu Anda...
Jangan pergi, Ibu.
Anakmu sudah dewasa rupanya.
Tidak. Aku bukan ibunya!
Astaga.
Ya, terima kasih.
Pelan-pelan.
Wow bertenaga sekali. Itu berat, lho.
Di dalam, taruh di dalam.
Uh?
Halo!
Kalian datang! Tim lainnya bagaimana?
Mereka akan segera datang.
Ternyata barang-barang sudah sampai lebih dulu.
Ini baru pertama, nanti sisanya akan datang.
Oh, itu untuk yang terakhir.
Aku tidak tahu bisa hidup di kota yang aku impikan ini.
Ini lebih baik dari yang kita khawatirkan.
Kita beberes dulu. Hari ini kita sibuk!
Ini apa-apaan?
Jadi Tim Manajemen akan pakai yang level atas?
Mereka ini mau mantau kita atau apa?
Meja ping pong acak di tengah kantor ini untuk apa?
Ini untuk aktivitas olahraga dalam ruangan pegawai.
Kapan pun kalian mau, nikmatilah!
Ah, Tim Manajemen bekerja di sini,...
...di depan meja CEO, lalu merasa bebas untuk menikmati ini?
Merasa bebas!
Terus Anda mengotak-atik kami, ini tak masuk akal!
Menurutmu aku tak harus mengalah akan anggaran ketat yang kutangani?
Ya. Anda sudah berusaha.
Apaan ini?
Itu apa?
Mereka di sini untuk memantau kita?
Ruangan Daepyo juga ruangan untuk Tim Manajemen, dan fasilitas pegawai yang menguntungkan.
Semua ini?
Tapi apa tidak ada cara untuk tembok ini?
Kosong betul.
Aku merasa seperti bekerja di gudang.
Bagian luar terlihat bagus.
Ini karena anggaran, jadi harap maklum.
Daepyo-nim, ini konyol sekali.
Pikirkan tentang citra dari perusahaan Game.
Faktor internal lebih penting, jadi menyerahlah pada eksternal.
Daepyo-nim, aku ini ketua Tim Desain.
Anda tak bisa seenaknya bicara begitu pada orang yang menangani eksterior.
Saat kau bekerja, kau tinggal memantau saja.
Keluar dari akal pikiran.
Augh, aku tak tahan.
Belilah 10 kaleng cat. Biar kami yang lakukan.
Sebagai ketua dari Tim Desain,...
...aku tak bisa terima harus bekerja di gedung yang tidak aestetik.
Selama jam kerja, kenapa tidak bekerja saja?
Kami tak mau ini mengganggu pekerjaan kami.
Kami akan melakukannya perlahan. Jadi jangan khawatir.
Baiklah. Kalau lima kaleng aku setuju.
Baiklah.
Sisanya, akan kubeli dengan uangku sendiri.
Maaf banget. Semalam aku mau nonton siaran langsungmu...
Aigh, sudahlah.
Tidak perlu kita saling menatap seperti ini.
Tidak ada yang nonton?
Satu pun tidak ada?
Ada yang salah ngeklik.
Cuma satu atau dua.
Habis itu mereka minggat setelah 10 detik.
Kalau kau tak mau mereka minggat, harusnya kau pertahankan mereka.
Oh, Si Gila.
Si Gila?
Minumlah.
Aku sudah bilang kau bakal mati jika kita ketemu lagi.
Bagaimana kau akan melakukannya?
Mau ke mana?
Beri tahu aku bagaimana kau akan membunuhku sebelum pergi.
Jangan ikuti aku.
"Jangan ikuti aku."
Hei. Sedang apa?
Kemarikan.
Kau tidak suka minuman 7-Up?
Aku coba untuk berbaikan, lho.
Baiklah, baiklah. Aku akan merawatmu.
Jika kita kolab, setidaknya kau bisa mendapat 500 viewers .
Si Gila, ini menyenangkan buatmu?
Maksudmu hidup?
Haruskah kita berdiskusi mendalam di sini?
Ini. Naiklah.
Aku tidak tahu kau itu salah makan atau apa.
Tapi jangan ganggu aku dan pergilah!
Astaga.
Hei, aku tidak mencium bau apa pun.
Mantanku saja bilang kentutku baunya seperti parfum.
Tapi kau tahu... apa kau suka aku mengikutimu seharian ini?
Kau tak senang menerima perhatian seperti ini?
Aku juga tahu itu. Para pencari perhatian memang saling mengenal.
Mau aku terus mengikutimu?
Baiklah. Siapa yang bisa menghentikan si gila untuk berpikir seperti itu?
Kau tak tahu sekarang ini mau ke mana, dan kau cuma putar-putar keliling lapangan begini.
Bukankah itu adalah permintaanku untuk mengikutiku?
Saat kepalaku campur aduk, aku suka berjalan.
Kenapa kau kebingungan?
Apa karena uang yang kuambil darimu?
Akan kukembalikan 3 juta Won. Kasih tahu saja nomor rekeningmu.
Aku tidak akan terjatuh pada ini lagi. Hentikan omong kosong itu.
Wow, kau cepat juga.
Kurasa jika aku terus memprovokasi, aku bisa dapat 6 juta Won darimu.
Hei! Kau benar-benar mampus. Aku tak bercanda.
Baiklah, kita berusaha saja.
Aku akan mendorong 6 juta Won!
Kau sungguh mau mati, ya?
Hei, beginilah caramu mendapatkan uang.
Bukannya kau bilang mau mencari uang?
Jadilah agro sepertiku. Kau mau membunuhku atau tidak, itu tak penting bagiku.
Aku cuma butuh perhatian. Dengan itulah aku berhasil.
Mengerti?
Jadi aku harus bagaimana?
Kalau kau mengajariku, setidaknya katakan padaku! Hei!
Hei, Si Gila!
Si Gila dan Si Tidak Waras...
Sesuatu.
Benar. Ini malah seperti gedung pengawal.
Iya, 'kan? Entah kenapa, aku merasakan tatapan di belakangku.
Anggaran... Sudah ada.
Biaya cat dan tenaga kerja. Semuanya ada di sini.
Lalu dinding bagian dalamnya. Anda tidak melakukannya dengan sengaja? Kita tidak menghemat.
Silakan urus anggaran itu./ Apa?
Untuk menghabiskan uang pada vendor amatir saat kita ada yang profesional. Itu juga sia-sia.
Apa maksudnya?/ Setujui biaya 10 kaleng cat lalu berikan gaji tenaga kerja sebagai bonus pada para desainer.
Gunakan anggaran yang sama untuk memanfaatkan profesional dan dapatkan semua kredit.
Ini bukan tentang mengambil kredit. Ini situasi yang saling menguntungkan.
Menguntungkan? Hanya kau saja yang selalu untung.
Daepyo-nim, di mana ruangan konferensi? Nanti akan ada rapat pemegang saham.
Apa mereka akan datang jauh-jauh ke sini? Ini sangat merepotkan.
Tapi kau tidak akan tahu. Bukannya kita masih bisa mengurusnya?/ Bisa.
Ruangan konferensi. Ada di situ.
Meja ping pong itu? Bagaimana bisa itu dijadikan ruangan konferensi?
Pak Song, Anda benar. Ini ruang konferensi.
Meja ping pong* dan juga ruang konferensi. (terdengar seperti "ruang konferensi besar")
Meja ping pong dan ruangan konferensi?
Heol. Daebak.
Kecuali mereka bagian dari tim manajemen, tidak ada pemegang saham yang datang jauh-jauh ke sini. Lakukan saja.
Lokasi kantor pusat kita sempurna!
Kita bisa cepat selesaikan.
Apa ini?
Kenapa ini ada di sini?
Ini cukup jahat.
Apa yang terjadi?
Coba lihat ini.
Seseorang memposting proposal Joybuster di situs komunitas game.
Apa semua judul ini, "Contoh kegagalan proposal game?"
Kurasa mereka sengaja menyebarkannya di internet untuk mencegah orang-orang menggunakan sebagiannya.
Bisa kau melacaknya?
Dia menggunakan username sekali pakai dan juga menggunakan IP di luar negeri. Akan susah itu.
Jika dilihat tidak ada catatan peretasan dari luar, kurasa itu dilakukan oleh orang dalam Taesan.
Bahan-bahan yang dicuri Taesan?
Adakah yang kau curigai?
Setengah dari perusahaan sudah berhenti. Kami juga tidak bisa curiga pada orang-orang.
Pertama, cari cara untuk memperkuat keamanan untuk sistem internal Tim Perencanaan.
Baiklah.
Dah./ Kerja bagus.
Sunbaenim, bisa mengantarku pulang?/ Tidak mau.
Kumohon./ Ya.
Anak baru./ Ya.
Bagaimana kalau kita makan ayam?
Aku harus istirahat malam ini. Aku merasa tidak enak.
Kau kenapa? Selemah ini di saat ingin makan ayam?
Aku sungguh tidak enak badan. Maaf. Selamat malam./ Hei.
Hei, hei! Hei, anak baru!
No comments yet. Be the first to leave one.