The first 130 lines.
Anak Laba-laba
Anak Laba-laba
Hei, aku sudah bisa jalan, turunkan aku.
Sudah, mending diamlah. Kau masih belum sehat, nanti cepat lelah.
Hei Nak, apa rencanamu selanjutnya?
Aku mau ke ibukota.
Aku mau mengembalikan Kanata dan barang si pemburu api ke keluarganya.
Enak sekali bilangnya, padahal kau harus lewati hutan ini.
Tapi, aku rela meninggalkan desa karena ini.
Iya, deh. Aku juga mau pulang.
Keluargaku butuh uang.
Mengawaki kereta itu berisiko, tapi gajinya lumayan.
Sudah sampai.
Ya.
Ini...
Panah tiup?
Kanata!
Jangan kejar dia!
Kembali!
Seorang pekerja pabrik dengan Manusia Pohon?
Aneh sekali.
Mereka tampaknya sudah pergi.
Mereka takkan kembali untuk sementara.
Kanata!
Itu sabit pemburu api, 'kan?
Jadi anjing itu... anjing pemburu?
Nona Akira.
Akira
Nanti malam, semua tempat kerja akan tutup.
Tapi kita tak bisa biarkan apinya padam.
Kami perlu lebih banyak dari apa yang kita beli dari kereta pengepul.
Jadi, kami terpaksa bergantung pada pemburu api seperti Nona Akira.
Kereta memberi kami harga yang wajar untuk barang dagangan kami.
Tapi, ini masih belum cukup.
Ah, maaf ngomong begini di depan kalian yang dari ibukota.
Eh? Ah...
Aku memang dari ibukota,
tapi aku tak tahu banyak soal kereta pengepul.
Detailnya bisa kita bicarakan besok.
Banyak hal yang terjadi hari ini, mereka pasti kelelahan, 'kan?
Maaf atas kelancanganku.
Kita harus beri dia hadiah, apa ada barang yang bisa kau berikan?
Aku punya kertas muku.
Wah! Baguslah.
Kuambil sedikit, ya.
Eh...
Sedikit saja, kok.
Ya Tuhan, ini...
Kakek! Lihat, ini kertas muku!
Kertas yang dipakai Dewa untuk menulis.
Tapi Tuan Shouzou, bukankah kita harus memberi tahu mereka?
Desa ini pasti sudah menantikan keretanya datang.
Kita juga tak bisa berbuat apa-apa.
Kalau di beritahu, yang ada desa ini jadi nggak tenang.
Aku melihat beberapa kereta yang baru rusak saat mengembara ke sini dari barat.
Kalian pasti menaiki kereta itu, 'kan?
Kalian bisa ceritakan sambil berendam.
Cukup wanita saja.
Kalian berdua silakan pakai dulu, ya.
Saat itu kau keluar dari kereta untuk menyelamatkanku.
Kudengar itu dari dokter.
Pria itu juga berjalan sambil menggendongku sampai ke sini.
Touko, jika kau mau ke ibukota, aku akan ikut denganmu.
Aku ingin kita bertiga pergi bersama.
Bagaimana kalau empat orang?
Kalau mau ke ibukota, biar kubantu.
Hei, ngapa coba?!
Di sini kau harus melewati hutan untuk pergi ke manapun.
Tak hanya iblis api, kalian juga harus menyerang Laba-laba.
Mungkin kita masih bisa minta bantuan pada Manusia Pohon,
taapi bukan berarti mereka bisa diandalkan.
Jadi, kalau pergi ke ibukota cuma bertiga yang ada kalian malah mati.
Aku dan Temari bisa menemani kalian selama perjalanan.
Anu...
Kau mengerti juga, ya.
Adalah benar, cukup beri aku kertas muku sebagai imbalannya.
Supaya tak ada masalah, kita akan berangkat besok subuh.
Tapi, apa yang akan dikatakan Tuan Shouzou?
Dia juga tak mau mati, 'kan?
Gunakan kertas muku-mu sebagai imbalan atas menyelamatkan nyawa kalian.
Harusnya dia tak mau menolak, 'kan?
Jarak ibukotanya dari sini sekitar 7.000 mil ke selatan.
Ya, kurang lebih begitu.
Kita akan melewati hutan dan pantai, lalu naik kapal ke ibukota, 'kan?
Kalau lancar jaya, mungkin bisa sampai tiga hari.
Apa kau punya kapal?
Ada kapal umum di teluk yang bisa digunakan oleh pemburu api.
Saling meminjam barang disaat perlu, begitulah cara kerja pemburu api.
Tentu saja, ada harga saat meminjam.
Hei, kertas muku-nya sisa berapa?
Aku punya 5 lembar, tapi selembar sudah dikasih sama penduduk desa kemarin.
Jadi sisa 4 lembar, ya. Sayang banget kalau dikasih.
Kurasa aku harus berburu dulu.
Anu... Mbak Akira adalah pemburu api, 'kan?
Apa mbak pernah lihat anjing ini? Namanya Kanata.
Apa mbak kenal sama Tuan Pemburu Api yang memeliharanya?
Kanata?
Aku tak kenal.
Kau... namanya Touko, 'kan?
Kenapa kau membawa anjing ini?
Pemburu api itu mungkin mengincar hal yang sama denganku.
Kertas muku?
Ya.
Tuan Pemburu Api dan mbak Akira mau pakai kertas muku buat apa?
Cuma mau menulis surat.
Ada banyak hal aneh yang terjadi di desa.
Kaho dan lainnya juga menikah karena itu, 'kan?
Bisa saja, dunia akan terjadi perubahan besar.
Kenapa kau tahu soal beginian?
Karena Komet Milenium, bernama Yururuho akan kembali.
Yururuho?
Anak kecil?
Ngapain ada anak kecil di sini?
Temari! Kanata! Berjagalah di sini!
Koushi
Hinako!
Hinako, cepat letakkan! Jangan sentuh itu!
Kukira siapa, kamu putranya Haijuu, 'kan?
Ada apa? Kamu tampak linglung begitu. Apa kamu mabuk?
Oh, tidak, cuma tidak enak badan.
Haijuu itu... bisa-bisanya meninggalkan istrinya yang sakit ke luar kota.
Pasti kalian berdua sangat menderita.
Dia memang suka perjalanan jauh.
Mungkin dia mau berburu ke tempat yang jarang diketahui orang, 'kan?
Meski menderita, tapi adiknya pasti aman kalau tinggal di keluarga Okibi.
Kau pasti bakalan sukses.
Kamu ini beruntung tinggal di rumah orang kaya, tapi badanmu masih kurus kering begitu.
Ayolah gemukan dikit.
Koushi!
Tuan sekalian, boleh aku menyapa anjing-anjing itu bersama Koushi?
No comments yet. Be the first to leave one.