Release info

Benriya Saitou-san - S1 - E02 [1080p HEVC]
A Commentary by Popopupo1
Untuk releasan Nyaa, Judas, Asw, Anime Time, Jangan lupa berikan Ratings ya*Ig : @Sebastianus_Ariston20

Tags

other
Published on: 2023-01-18
Downloads: 59
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 152 lines.

Raelza takut dengan makhluk panjang yang berlendir.

Bi-Biar aku...

Ini.

Terima kasih.

Saitou, kamu sedang apa?

Aku akan membawanya pulang untuk dimasak.

Dimasak?

Ja-Jangan-jangan...

Kamu akan memakannya?

Dulu aku pernah makan itu saat kelaparan. Rasanya menjijikkan.

Yah, lihat saja.

Jarum yang digunakan pembunuh?

Iya. Apa kamu punya?

Punya. Kamu mau membunuh siapa?

Apa Raelza?

Aku tidak akan membunuh siapa pun.

Tolong barangnya yang baru, ya.

Apa kamu mau racun juga?

Tidak, kalau racun...

Jika untuk Raelza, daripada menusuknya, mending langsung disuruh meminumnya.

Kenapa Raelza?

Setelah itu, potong dari bagian perut

dan memanggangnya tanpa uap dengan gaya Kansai.

Kansai?

Uap?

Nah, selesai!

Belut punya lapisan lemak tidak enak di antara kulit dan dagingnya.

Kita kukus atau panggang sambil terus dibalik-balik

untuk menghilangkan lemaknya.

Saitou, kamu bisa melakukan apa saja, ya.

Aku punya lisensi koki, tapi itu tidak membantu pekerjaanku.

Koki?

Orang yang mahir memasak.

Kamu memerlukan lisensi untuk memasak?

Selesai!

Tabur sedikit garam batu dan rempah-rempah...

Mari kita coba rasanya!

Selamat makan!

Wah, aromanya lezat!

Mari kita coba.

Enak!

Raelza, ke sini!

Tidak mau.

Kamu tidak mau makan masakannya Saitou?

Dia lahap sekali makannya!

Saitou, ini enak! Kamu harus buka toko! Pasti bakal untung banyak!

Aku mengurungkan niatku karena takut kebanyakan makan hydra dan membuatnya punah.

Peti harta karun dilengkapi banyak perangkap.

Panah beracun,

gas beracun,

bom.

Ada perangkapnya.

Apa sayang jika dilewatkan?

Berisiko jika kita mengambilnya.

Aku sudah mempelajarinya di area nonsihir.

Kalau begitu, ayo kita pergi.

Sayang sekali!

Aku tidak peduli.

Kepribadianmu tercermin dari caramu memperlakukan peti harta karun.

Jika semudah ini, rasanya seperti palsu.

Satu dari sedikit alat yang aku miliki di dunia ini.

Pemotong Kawat.

Itu kawat besi yang ditempa oleh para kurcaci!

Luar biasa, Saitou!

Saitou! Saitou! Saitou!

Hei, jangan berisik!

Maaf, sepertinya aku memotong kawat yang salah!

Gawat! Itu adalah monster legendaris!

Slime yang hanya melelehkan logam!

Serius?

Dia punya dada yang cukup besar, ya.

Iya.

Peri yang tidak bisa menggunakan sihir itu langka?

Apa boleh buat, aku memang terlahir tanpa punya bakat.

Karena itu, aku...

Pukul!

Tendang!

Selesaikan!

Aku tidak butuh sihir.

Jangan begitu!

Aku harus segera menyembuhkan lukamu!

Biarkan saja.

Tidak boleh! Jangan bergerak.

Kekuatan penyembuhan di dalam tanganku...

Tapi, aku suka dirawat oleh rekanku...

...yang bisa sihir.

Aku seorang pendeta manusia.

Aku tidak terlalu pandai dalam hal apa pun,

bahkan kemampuan penyembuhanku biasa-biasa saja.

Karena itu aku mencoba tidak mengganggu pertempuran dan hanya membantu.

Tingkatkan pertahanan!

Setidaknya kuharap aku bisa membantu rekanku meski sedikit.

Tapi itu bohong.

Sebenarnya, aku suka melihat lukamu.

Biarkan saja.

Tidak boleh! Jangan bergerak.

Setiap kali aku menggunakan sihirku untuk mengobati lukamu...

...aku merasa kamu menjadi milikku.

Ya Tuhan, aku telah berdosa.

A-Apa yang kamu lakukan?

Menggunakan air liurku sebagai katalis agar sihirku lebih efisien menyembuhkanmu.

Itu juga bohong.

Angkat lenganmu.

Apa sakit? Tahanlah.

Apa akan ada pahlawan yang datang?

Jika terus begini, kerajaan kita akan diserang.

Apa boleh buat. Aku akan pergi sendiri.

Jika sesuatu terjadi, tolong urus kerajaan ini.

Ah, lututku...

Anda menjatuhkan mahkotanya.

Kami sudah menunggu Raja pergi!

Menteri, tolong lari!

Pemberontakan?

Serahkan kunci gudang harta karun!

Menteri, apa terjadi sesuatu selama aku pergi?

Tidak, tidak ada.

Lalu, apa itu?

Apa maksud Anda?

Menteri, sihir batu adalah keahlianmu, kan?

Saya tidak tahu.

Layanan pembuangan sampah akan datang untuk mengambilnya besok.

Omong-omong, bagaimana keadaan Raja Iblis?

Yah, lumayan.

Apa dia lumayan kuat?

Biasa saja.

Kamu bicara begitu padahal aku ada depanmu?

Sekak.

Ah! Sial!

Mau bagaimana pun, tetap sekakmat.

Modal nekat saja takkan membantumu bisa memerintah negara ataupun prajurit, ya.

Berbicara dengan sesama raja memang menyenangkan!

Sama sekali tidak menyenangkan.

Begitu, ya?

Kapan kamu akan mengeksekusiku?

Aku tidak akan melakukannya!

Kenapa aku harus mengeksekusi rekan mengobrolku yang asyik ini?

Apa dia kesatria baru yang ditugaskan

menggantikan jenderal yang melakukan pemberontakan?

Dia cukup tampan.

Cuma ada kami saja. Bersantailah.

Apa kamu yakin? Aku bisa kabur, lo.

Maaf, Raja Iblis.

Topeng itu pasti terlalu ketat.

Tandukmu bengkok.

Dia seperti Dullahan.

Apa kalian mendengarkanku?

Aku mau keluar sebentar.

Punggungku sakit.

Apa kamu bisa tolong aku?

Satu emas.

Aku tidak punya uang.

Aku kehilangan semuanya karena kartu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left