The first 200 lines.
Menunduk!
- Jay! - Jay!
Jay, kau baik-baik saja?
- Ohm! - Ohm!
EPISODE SEBELUMNYA
Halo, Jay.
Ayah bahkan harus membawa bunganya ke sana sendiri?
Terima kasih untuk bunganya.
Nona Jetiya mengomelinya soal teknisi baru.
Atau soal dia pernah dipenjara?
Apa satu kesalahan membuat seseorang menjadi jahat seumur hidup?
Hari ini, kau bisa menginjak-injakku, tapi jangan sampai giliranku tiba.
Kau akan melihat aku bisa menyakitimu
lebih dari dugaanmu.
Kau seharusnya tak melakukan itu.
Ohm butuh pekerjaan itu.
Ayolah, Jee.
Kau mau ESTECH mempekerjakannya?
Bagaimana jika dia menyusahkan kita? Apa yang akan kita lakukan?
Sebagai anggota dewan,
kepentingan perusahaan selalu menjadi prioritasku.
Sejujurnya,
aku tak pernah bisa bekerja dengan pria penyebab kematian Pat.
Aku mengerti.
Namun, aku ingin kau berpikiran terbuka.
Hanya karena dia mantan tahanan, bukan berarti dia tak bisa buka lembaran baru.
Ohm baru saja dibebaskan dari penjara.
Tentu saja, dia ingin memulai hidup baru dan mencari pekerjaan.
Maka dia bisa melakukan apa pun
tanpa melibatkanku.
Dia bisa menjual makanan kaki lima,
atau menjual barang di internet.
Silakan saja.
Dia punya gelar insinyur.
Kau ingin dia menjual makanan?
Jee.
Jangan membicarakan pria ini.
Ayolah. Mari bersiap untuk tamu Ayah.
Dia akan segera datang.
Ayo. Ayo turun.
Kau tampak cantik hari ini.
Jay, kau mencium aromanya?
Apa itu?
Fai, letakkan di sini. Letakkan.
Astaga.
Kacapiring.
Ayah pasti sangat merindukan Ibu.
Itu satu vas bunga kacapiring.
Aku yakin tamu ini pasti sangat penting,
jika tidak, dia tak akan memotong semua bunga.
Dia melarang orang menyentuhnya.
Benar, 'kan?
Aku penasaran dengan tamu ini.
Jay. Jee.
Gun.
Kau datang?
Halo, Jay, Jee.
Kita bertemu lagi.
Kenapa kalian datang bersama?
Ayah meminta Gun menjemputnya.
Terima kasih
sudah mau makan malam dengan kami.
Dengan senang hati.
Silakan.
Astaga.
Kacapiringnya sangat harum.
Kau memotong seluruh kebunnya?
- Silakan duduk. - Terima kasih.
Kau suka makanannya, Meena?
Ini lezat.
Namun, kau tak perlu menyiapkan makanan semewah ini.
Makanan Thailand biasa saja sudah cukup.
Ternyata kau suka makanan Thailand.
Kesukaanku.
Terutama sup asam dengan akar teratai dan bunga agasta.
Akar teratai dan bunga agasta?
Benar.
Saat di Berkeley, aku sangat menginginkannya.
Namun, itu tak ada di restoran Thailand mana pun.
Aku harus membuatnya sendiri,
hanya menggunakan bahan-bahan yang bisa kutemukan di sana.
Kurasa aku harus mengundangmu lagi untuk mencobanya kapan-kapan.
Itu hidangan kesukaan mendiang istriku.
Koki kami sangat pandai membuatnya.
Aku jamin kau akan menyukainya.
Kau sudah kenyang?
Aku merasa mual.
Haruskah kuminta mereka membuatkanmu sesuatu yang ringan?
Tidak, terima kasih.
Bukan karena makanannya.
Kurasa karena…
Atmosfernya. Terasa pengap.
Seolah ruangannya terlalu penuh.
Jay.
Namun, aku sangat bersyukur
kali ini Ayah menaikkan standar,
dan tak memilih sekretaris
atau pegawai untuk bergabung di meja kita seperti sebelumnya.
Hentikan omong kosongmu.
Ayah mengundangnya
karena ayah ingin dia menjadi rekan kita.
Di kantor?
Atau di ranjang?
Jay!
Haruskah aku merasa terhormat?
Aku baru makan denganmu sekali,
dan sekarang, kau pikir aku ibu tirimu.
Aku tak akan pernah setuju memanggil siapa pun ibuku.
Jangan berkhayal.
Hei.
Jangan kasar kepada tamu kita.
Lain kali,
jika Ayah ingin keluarga Ayah bertemu pacar baru Ayah,
jangan libatkan aku.
Aku tak terima anggota keluarga baru.
Terutama mereka yang ingin memanjat tangga sosial
dengan memanfaatkan pekerjaan.
Aku benci mereka.
Hentikan, Jay.
Tolong jangan marah kepadanya.
Itu bukan masalah besar.
Aku telah bekerja dengan banyak pria hebat,
tapi aku tak pernah berniat tidur dengan mereka.
Wanita pintar dan dewasa
tak akan menggunakan cara bodoh seperti itu.
Mungkin ada
beberapa situasi yang membuatmu berpikir aku salah satu wanita itu.
Namun, aku tak seperti mereka.
Aku sepertimu.
Kita cukup pintar dan bijaksana
untuk tak membuat diri kita tampak tak berharga.
Benar, 'kan?
Selain itu,
aku tak berencana menjadi istri orang dalam waktu dekat.
Membesarkan anak sendirian saja
sudah sulit.
Terima kasih atas makan malamnya yang lezat, Suchart.
Selamat malam.
Gun.
Ayo kuantar pulang.
Meena.
Meena.
Meena.
Aku harus minta maaf mewakilinya.
Dia tak pernah mengakui wanita mana pun
selain ibunya.
Aku bisa memahami perasaan Jay dan Jee.
Aku juga pernah mengalami momen buruk.
Ayahku biasa membawa wanita lain ke rumah
saat ibuku dan aku masih di sana.
Dahulu,
aku sering membuat kesalahan.
Namun, kau…
Kau bukan salah satunya.
- Aku… - Jangan cemaskan kejadian tadi.
Aku tak sepicik itu.
Aku tak marah kepada Jay.
- Namun, aku… - Gun datang.
Maaf mengganggumu.
Jangan cemas.
Jay dan Jee sudah pergi ke kamar mereka.
Kurasa kau harus biarkan dahulu. Jangan memulai pertengkaran.
Dia pergi.
Untung Ayah tak ikut dengannya.
Mungkin benar Ayah ingin bekerja dengan Meena
karena dia wanita cerdas.
Lagi pula, dia punya anak dan suami.
Kau yakin tak berpikir berlebihan?
Pikiranmu terlalu sempit, Jee.
Wanita itu datang kemari
untuk meniru ibu kita.
Bunga? Makanan? Ada banyak.
Kenapa harus sama?
Jay, Ibu sudah lama meninggal.
Bagaimana Meena akan menirunya?
Itu hanya kebetulan.
Kebetulan atau tidak, aku takkan menyukai orang yang coba menirunya.
Sekeras apa pun mereka berusaha.
Dia meninggalkan rumah.
Bagus. Ikuti dia.
Aku ingin tahu di mana dia akan melamar pekerjaan.
Baik, Jay.
2010 ENGINEERING
Profilmu sangat bagus
dan kau punya banyak pengalaman.
Paling cocok untuk posisi itu.
Mengenai catatan kriminalmu,
kami bisa menerimanya,
asalkan kau ingin memulai kembali
dan berusaha keras dalam pekerjaanmu.
Terima kasih banyak.
Aku akan bicara dengan komite sore ini.
Aku akan menghubungimu saat mendapatkan hasilnya.
- Ya. Terima kasih. - Jaga dirimu.
Ke mana dia pergi?
Kukira dia ke arah sini.
Aku di sini.
Jadi, kalian yang mengikutiku dari rumah.
Mau apa kalian?
Perhatikan sekeliling kalian
No comments yet. Be the first to leave one.