Release info

진짜가 나타났다!-The Real Has Come-E49-NEXT-VIDIO
A Commentary by Anangkaswandi
Durasi 01:10:34

Tags

other
Published on: 2023-09-10
Downloads: 14
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Apa?

Apa maksudmu?

Ha-Neul tidak ada di sana?

Apa?

Ha-Neul tak ada di sana?

- Apa? - Di mana Joon-Ha?

Kim Joon-Ha tak ada di rumah...

...dan teleponnya tidak diangkat.

Nenek.

Ibu, ada masalah apa?

Astaga...

Ha-Neul, Ha-Neul...

Dia membawa Ha-Neul pergi.

- Astaga. - Nenek?

- Astaga. - Nenek mendengarku?

Nenek.

Mungkin Kim Joon-Ha akan segera tiba di sana.

Jadi, tenanglah.

Kami juga akan ke sana.

Jika Ha-Neul tiba,

tolong segera hubungi kami.

Sampai nanti.

Ayo pergi.

Yeon-Doo.

Tae-Kyung.

Apa yang harus kita lakukan?

Bagaimana jika...

...Joon-Ha tidak membawa Ha-Neul pulang?

Bagaimana jika begitu?

Itu tidak mungkin terjadi.

Kamu harus kuat.

Ayo kita pergi.

EPISODE 49 Ya ampun.

Sebenarnya...

Ke mana dia pergi membawa Ha-Neul?

Siapa yang membawa Ha-Neul?

Ini sungguh konyol.

Seorang ayah membawa kabur anaknya sendiri.

Tidak.

Joon-Ha tidak sejahat itu.

Biar aku telepon.

Ya ampun.

Apa dia mengangkatnya?

Astaga.

- Sepertinya dia datang. - Apa?

Semuanya sudah selesai, jadi kita perlu menyusunnya.

Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi...

Ada apa? Kenapa kalian terlihat resah?

Astaga.

Ada apa?

Kamu baik-baik saja?

Kamu tak pernah memecahkan piring sebelumnya. Ada apa?

Entah kenapa aku punya firasat buruk.

Katanya Joon-Ha membawa Ha-Neul.

Apa dia sudah mengantarnya pulang?

Tentu saja. Ini sudah larut malam.

Coba telepon Yeon-Doo.

Ya...

Ha-Neul?

Ini belum mencapai waktu yang dia janjikan.

Jadi, kami masih menunggu.

Ibu tak perlu khawatir.

Ha-Neul akan segera pulang.

Ibu tahu. Ibu hanya cemas.

Apa kamu sudah menghubungi Joon-Ha?

Ya. Tentu saja sudah.

Ibu, jangan khawatir.

Baiklah.

Telepon Ibu jika Ha-Neul sudah pulang. Sampai nanti.

Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi...

Joon-Ha.

Aku ada di Pyeongcha-dong.

Jangan berbuat salah lagi pada keluarga.

Angkat teleponku...

...atau bawa Ha-Neul pulang.

Aku mohon.

Musibah apa lagi ini?

Direktur Kim benar-benar menyebalkan.

Aku tak peduli dengan waktu yang dia janjikan.

Ayo kita lapor ke kantor polisi.

Dia benar. Jelas-jelas ini kasus penculikan.

Kita harus lapor sebelum situasi memburuk.

Tunggu sebentar.

Tolong tunggu sampai waktu yang dia janjikan.

Dia mungkin saja kembali.

- Hei. - Hei.

- Tae-Kyung. - Wajah kalian sangat pucat.

Kalian baik-baik saja?

Ibu, di mana Ha-Neul?

Ha-Neul belum datang?

Belum.

Yeon-Doo.

Aku baik-baik saja, Tae-Kyung.

Aku bisa menghadapi ini.

Aku tak sanggup melihat ini.

Ini semua salahku.

- Ibu. - Nenek harus tenang.

Tekanan darah Nenek bisa naik.

Suster.

Kenapa keluarga kami harus mengalami ini?

Kamu akan tetap meminta kami menunggu dan tidak melapor?

Astaga.

Aku akan lapor polisi.

Hei...

Tunggu, Saudari.

Aku mendapat pesan dari Joon-Ha.

"Ada tempat yang ingin aku kunjungi bersama Ha-Neul untuk terakhir kalinya."

"Aku akan datang sebelum jam sembilan."

"Sampaikan maafku pada mereka."

Sampaikan maafku?

Lantas kenapa dia melakukan itu?

Cepat lapor polisi!

Tunggu dulu, Saudari.

Aku tahu aku tak pantas meminta ini,

tapi, bisakah kita menunggu sampai jam sembilan?

Joon-Ha pasti datang membawa Ha-Neul.

Meski dia sering menggerutu,

dia selalu menepati janjinya padaku.

Dia sudah berjanji akan datang sebelum jam sembilan.

Dia pasti menepatinya.

Saudara, Saudari.

Kumohon...

...percayalah pada Joon-Ha.

Aku memohon seperti ini.

Astaga.

Kumohon, jangan begini.

Aku minta maaf.

Maafkan aku, Saudari.

Tae-Kyung.

Bagaimana pendapatmu?

Untuk sekarang, jangan dulu lapor ke polisi.

Hei, Gong Tae-Kyung!

Aku juga ingin melaporkannya dan menjebloskannya ke penjara.

Tapi jika begitu,

ayah kandung Ha-Neul akan menjadi penjahat.

Aku tak bisa membiarkan itu terjadi.

Kita laporkan dia jika sudah lewat jam sembilan.

Sebelum itu, mari kita berpencar untuk mencarinya.

Nenek, Ibu.

Tolong jaga Yeon-Doo.

Jangan khawatir. Pergilah!

Baik.

Suster, apa kamu tahu kode pintu rumah Joon-Ha?

Aku tidak sempat memeriksa rumahnya.

Aku tidak tahu.

Aku mengenal orang yang mungkin tahu.

Segera kirimkan padaku.

Ayo. Ibu, kami akan mencarinya.

- Astaga. - Yeon-Doo, ayo kita ke kamar.

Ayo. Kamu harus istirahat.

Ya ampun.

- Ya. - Astaga.

Ibu.

Astaga.

Kim Joon-Ha membawa Ha-Neul?

Jadi, itu suara tangisan Ha-Neul?

Apa katamu?

Apa maksudmu?

Itu...

Kami sempat bertelepon.

Aku mendengar suara tangisan bayi.

Dia bilang dia tidak sedang bersama Nona Oh.

Jadi, kukira itu bayi orang lain.

Untuk sekarang,

beri tahu aku kode pintu rumah Joon-Ha.

Baik. Aku akan mengirimnya lewat pesan.

Jika kamu bisa menghubungi Joon-Ha lagi,

tolong hubungi aku.

Joon-Ha...

...harus membawa Ha-Neul pulang, apa pun yang terjadi.

Baiklah.

Astaga. Kim Joon-Ha.

Apa yang sebenarnya dia lakukan?

- Hyun-Woo. - Ya.

Tidak.

Tae-Kyung.

Tae-Kyung, mari kita cari di tempat lain.

Orang ini pernah tinggal di sini.

Apa kamu pernah melihat orang ini?

Dia menculik bayi. Waktu kami terbatas.

Astaga.

Tidak ada tamu seperti itu.

Ya ampun.

Ayo pergi, Ji-Myung.

Ayah.

Apa Direktur Kim sungguh pergi ke rumah abu?

Itu tempat peristirahatan ibunya.

Dia mungkin membawa Ha-Neul ke sana.

Ayah, akan kupercepat mobilnya.

Ha-Neul, berhenti menangis.

Popokmu sudah diganti dan kamu sudah minum susu.

Kenapa pipimu merah sekali?

Dahimu juga panas.

Apa tidak?

Apa suhunya sama denganku?

Katakan jika ada yang sakit.

Ha-Neul.

Sebenarnya kamu kenapa?

Ayah juga ingin menangis.

Ha-Neul, sebentar.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left