The first 200 lines.
Ini Cake, pacarku.
Ketika aku melihatnya sore ini,
Aku tau kalau dia lebih mencintaimu.
Aku ingin mencoba.
Kenapa tidak?
Serang dia.
Pacar-ku takkan bisa menjadi gamer sepertimu.
Kau adalah pacar Tent.
Kau takut padanya?
Tidak, tapi ini salah.
Pacarku cantik dari atas sampai bawah.
Lalu, dia tak pernah selingkuh.
Aku merasa nyaman bersama-mu.
Aku tak tau harus cerita ke siapa.
Aku senang bisa membantu.
Jika kau tau, kenapa kau tidak bilang apa-apa.
Kenapa kau tidak menyalahkan-ku.
Apa kau pikir aku bahagia
kalau tau bahwa pria itu adalah kau.
"Un, pria tampan bersuara emas di kampus"
Hei! sudah berapa lama kau disini?
Kenapa tidak menelpon kami jika kau berada disini?
Jagain dulu, kita mau beli minum.
Gambar apa yang kau ambil?
Tidak, hanya pohon dan langit.
Pohon? Langit?
Kenapa kau tidak mengambil foto 3 temanmu disini?
Ambil. Rambutku lagi bagus.
Dia takkan mau.. dia sudah menyimpan hapenya.
Siapa yang kau lihat?
Seorang pria?
Ya..
Kenapa?
Apa kau...
Tidak.
Aku pikir dia keren.
Aku ingin menjadi dirinya.
Kau ingin menjadi dia atau ingin memilikinya?
Apa kau gila?
Aku ingin menjadi dia.
Baiklah.
Aku harap tak ada dari kalian yg berubah.
Aku heran.
Banyak tom yg berubah sekarang.
Benar, banyak yg berubah.
Min,
Aku tak pernah kau pacaran dengan orang lain selain Pim dari kelas 11.
Aku tak lihat kau tertarik dengan orang lain.
Tidak ada yg menarik perhatianmu?
Ada banyak wanita di kampus kita, kau tau?
Ya.
Dan Jaegun cantik, kenapa kau tidak mencoba?
Dia pacaran dengan Terk sekarang.
Sayang sekali.
Aku sudah mendapatkannya jika aku adalah kau.
Aku belum menemukan wanita yang aku suka.
"View, Fakultas seni, Tahun ketika"
Makanan hari ini ga enak. Terlalu lembek.
Yang masak pasti beda.
Min!
Apa kau sadar seseorang melihatmu?
Siapa?
Dia datang.
Dia cantik.
Hi, siapa namamu?
Min.
Apa kau punya akun IG?
Punya.
Boleh aku tau namanya?
@atmin_min. Lihatlah dan follow.
Sudah. Follow balik ya.
Biar aku lihat.
Jika kau tidak menyukai dia. Aku yang akan bergerak.
Kenapa kau cuma mau senang sendiri?
Ada apa disana?
Diam sebentar.
Ning mengirim pesan padaku.
Ning siapa?
Ning dari sekolah kita, dia dulu mengajar basket.
Ning? apa yang ia inginkan?
Dia bertanya apa dia bisa makan siang bersama kita?
Bisa.
Aku tak punya acara.
Kalau kau?
Bisa juga.
Akan kubilang kalau begitu. Sabtu ini jam 3 siang, ok?
Ok.
Kau bisa menunggu dia di gedung Seni murni.
Jika kau ingin bertemu dia, pergilah ke cafe di depan kampus. Dia ada di sana setiap sabtu.
Apa yg harus kita makan?
Mari duduk di depan.
Hei, Min.
Hi, Jaegun, Hi Terk.
Lama tidak bertemu.
Kau terlihat lebih cantik.
dan seksi...
Kemana saja kau?
Aku tidak melihatmu di club cheer belakangan ini.
Aku sedang fokus belajar.
Baiklah. Datang ketika senggang.
Aku duluan ya,
Aku mau pesan dulu.
Aku akan memberikanmu nanti.
Aduh.
Kita harus ke meja kita sekarang.
Sampai nanti, Min.
Dadah Terk. Dadah Jaegun.
Makan sendiri. Aku takkan menemanimu.
Halo, dimana kau sekarang?
Aku ada di kampus. Kenapa?
Apa kau lupa janji hari ini?
Sial! Aku lupa. Maaf.
Maafkan aku.
Cepat kesini.
Oke, aku jalan sekarang. Sabar.
Hei kalian, maafkan aku.
Jam berapa sekarang?
Apa yg terjadi?
Tunjukkan.
Lihat.
Ini Ning waktu dulu.
Dan ini Ning yang sekarang.
Aku kecewa.
Kau, kau dan kau.
Jangan pernah berubah dan mengikuti jejak Ning.
Kenapa wajahmu merah?
Karena aku buru-buru jalan kemari.
Aku naik ojek di panas terik seperti ini.
Aku kepanasan dan menjadi merah.
Kau wajahmu tebal.
Sadis juga.
Itu komentar sadis ketika yg kudapat hari ini.
Hei, Snow. Apa kabar?
Apa yg kau lakukan disini?
Aku mencoba makanan disini.
Sayang sekali kau disini sendirian.
Apa ingin kami temani?
Aku baik-baik saja.
Apa kau yakin kau takkan menanggis tanpa kami?
Yakin.
Kalian sudah makan kan?
Kalian harusnya pergi.
Dia mengusir kita. Yuk jalan.
Kita duluan ya, Dadah.
Dadah.
Kangen kamu.
Halo, Jaegun. Ada apa?
Aku menemukan kamar untukmu.
Tidak di sebelah kamarku tapi masih di lantai yang sama.
Terimakasih banyak.
"Admin, boleh aku minta foto View lagi?"
"Aku mengerti Admin disini. Gambar dia sangat langka bahkan tidak ada satupun di IGnya."
"Boleh aku minta IGnya?"
"@frommyview403."
"Seseorang naik/ Seseorang / Turun"
"Menunggu / Untuk / Daun berguguran"
Pohon ini terlihat familiar.
Halo.
Dimana kau sekarang?
Di kamar. Aku akan kesana.
Tesnya udah mau mulai. Buruan. Pengawasnya udah dateng.
Serius? Aku jalan dulu. Sampai ketemu.
Apa kau sudah jago sekarang?
Kau menggunakan kamera dari hape.
Kau lebih baik menggunakan ini.
Mengusap seperti itu bisa merusak lensa.
Hi Min.
Prim.
Ketiga temanmu menelponku dan bilang kau sedang patah hati.
Siapa yang kau sukai? Beritahu aku.
Jangan bilang siapa-siapa.
Apa kau sudah jago sekarang?
Kau menggunakan kamera dari hape.
Ini dari kakak-ku.
Dia memberikan ini karena dia sudah ada yang baru.
Fotolah aku, oke?
Oke.
1-2-3...
Biar kulihat.
Aku harus mengeditnya dulu.
Aku masih tidak jago di fotografi.
Kau terlalu posesif dengan barangmu, bahkan dengan kameramu.
Bagaimana dengan wanita yang meminta IGmu?
Tidak ada apa-apa.
Dia like 15 gambarku dan pergi.
Lalu...
Itu saja.
15 gambar!
Tidak semua orang menyukai 15 gambar berturut-turut.
Oh ya?
Dia punya perasaan padamu.
Apa kau sudah follow dia?
Belum.
Kenapa kau merelakan dia dengan mudah?
Sial! Sayang sekali!
Kau sangat jahat padanya.
Apa kita harus seperti itu?
Karena dia sangat cantik.
Kau tidak menyukai wanita jaman sekarang atau apa?
Apa kau berubah, Min?
No comments yet. Be the first to leave one.