Full House

Full House (풀하우스)

Download Indonesian Subtitle

Release info

풀하우스FullHouse09
A Commentary by koleksifilmserial

Tags

other
Published on: 2024-04-24
Downloads: 67
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kau sudah bangun?

Ya, aku pasti tertidur.

Kau sedang apa?

Kau harus makan makanan hangat.

- Sepertinya ada yang datang. - Ya.

Aku sudah bilang kau tak perlu datang.

Hei, Ji-eun. Keluar. Ayo.

Keluar sekarang juga!

Aku harus pergi. Maaf telah mengganggumu. Sampai jumpa.

Ji-eun,

aku tahu kau sulit ditebak, tapi ini keterlaluan.

Bagaimana bisa kau tertidur di sana?

Kau gila? Kau sudah gila?

Ji-eun... Ji-eun, apa kau mendengarkanku?

Hei!

Hei, Ji-eun.

Maafkan aku.

Ini salahku.

Jangan sakit, ya.

Demammu turun.

Astaga, sepertinya aku menang, Bu.

Dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh.

Skormu di bawah rata-rata.

Ibu, kau utang tiga dolar. Sayang, kau utang satu dolar.

Kau jago main ini.

Kau tidak pergi ke rumah sakit?

Haruskah kita berhenti?

Aku akan mengundang Tiga Beruang dan berkebun saja.

Halo...

Hari ini panas sekali, apa perjalananmu lancar?

Ya, lancar.

Rumah kita tak jauh dari mereka. Mereka bisa datang jika mau.

Ya, maaf.

Tapi kenapa kau tidak makan banyak? Kau tak suka makanannya?

Tidak, ini enak.

Kalau kulihat, kau tampak kurang sehat,

Kau sakit?

Tidak, aku baik-baik saja.

Kau benar-benar terlihat sakit.

Kau sakit? Tidak enak badan?

Tidak, sepertinya aku masuk angin. Tapi aku sudah baikan.

Aku baik-baik saja.

Diam saja.

Bagaimana kondisinya, dr. Kim?

Tak ada yang serius, hanya sedikit demam.

Ya, aku baik-baik saja.

Jadi, belum ada kabar, ya?

Belum.

Kukira, mungkin...

Kabar apa?

Meski begitu, kita sebaiknya memberi dia tonik

karena sudah terlanjur ke sini.

Ya, mau tonik?

Ya, tolong resepkan sesuatu agar dia lebih kuat

dan membantunya hamil.

Apa?

Kau sudah selesai hari ini?

Ya, sudah selesai.

Kejutan!

Apa itu?

Aku membeli dua tiket konser.

Kau bisa ikut, 'kan?

Hari ini?

Ya, tapi Ji-eun sedang sakit.

Benarkah? Dia dirawat di mana? Apakah penyakit serius?

Tidak, dia hanya masuk angin.

Maaf.

Tidak apa-apa. Kau harus cepat pulang.

Apa yang kau lakukan? Kita harus cepat.

Ji-eun menderita di rumah.

Baik. Aku pulang.

- Aku pergi dulu. - Ya, baik, sampai ketemu.

Ji-eun!

Ji-eun!

Hei, apa kau baik-baik saja?

Kenapa buburnya tak dimakan?

Jika tak makan, bagaimana kau bisa minum obat?

Mau makan sedikit? Mau kupanaskan?

Tak perlu, aku takkan memakannya.

Kenapa tak mau?

Bukan urusanmu aku makan atau tidak.

Hei, apa kau mogok makan?

Siapa yang menyuruhmu tetap di luar saat hujan?

Kalau hujan turun, kau seharusnya berteduh.

Hei, ayam sajah tahu harus pulang saat hari sudah gelap atau hujan turun.

Kau salah satu ayam terbodoh.

Ayam bodoh.

Lucu, ya?

Ya, lakukan versi lain.

Versi lain?

Baik versi lain, versi Amerika.

Apa yang kau lihat? Kau pernah lihat aku makan, 'kan?

Kau seharusnya makan begitu sejak tadi. Kenapa kau keras kepala sekali?

Minum ini juga.

- Kau membelinya dari Ilsan? - Ya.

Minumlah sebelum dingin.

Ada juga untukmu.

Tak perlu. Aku tidak butuh. Silakan minum punyamu.

Aku juga tidak butuh.

Tidak, kau harus minum punyamu.

Kau tahu betapa seramnya nenekku, 'kan?

Cepat minum. Kau harus minum.

Tak bisa kubuang, jadi, mau bagaimana lagi.

Minum punyamu juga, Young-jae.

Keluargamu mengirimkannya karena peduli kepadamu.

Baik, aku akan minum punyaku. Minum punyamu sebelum dingin.

Apakah pahit? Kau mau permen?

Tidak, permen mungkin menghilangkan efeknya.

Baik.

Aku merasa panas.

Hei, apa yang kau lakukan?

Young-jae, kau terlihat tampan sekali hari ini.

Apa?

Young-jae, kemarilah. Kemari.

Hei, kau kenapa? Jangan begitu!

Apa maksudmu? Begitu bagaimana?

Kau takut aku akan memakanmu?

Jangan takut dan mendekatlah, ya? Kemari.

Hei, jangan mendekat. Aku akan berteriak jika kau mendekat.

Teriak saja. Tak ada yang bisa membantumu.

Kemarilah.

Kumohon, Ji-eun, jangan begini. Bersikap waraslah.

Waras?

Kau menyuruh seekor burung bersikap waras?

Burung tak punya pikiran, hanya naluri. Hanya naluri.

Jadi, kemarilah.

Tidak! Tolong, jangan!

Hei, apanya yang lucu?

Kau tak perlu tahu.

- Aku pergi dulu. - Baik.

- Hei, Ji-eun. - Ya?

Mulai sekarang, aku akan menelponmu

jika akan pulang telat.

Aku tidak terbiasa

ada orang yang menungguku.

Jadi, aku tidak terbiasa...

menelepon atau menjelaskan...

kenapa aku akan terlambat.

Tapi mulai sekarang,

aku akan menelepon dan mengabari

kenapa aku akan terlambat.

Lalu...

kau sebenarnya punya arti

bagiku.

Aku akan pulang.

Sampai nanti.

Kau sebenarnya punya arti bagiku.

Dia membuatku bingung lagi.

Siapa, ya?

Hai, Ji-eun.

Apa katamu?

Itu keluar begitu saja. Aku tidak berniat bilang.

Maaf, temanku sayang.

Seberapa banyak? Berapa banyak yang kau katakan?

Hanya tentang kau menikahi Young-jae karena rumah ini.

Apa lagi?

Aku menyebutkan kontrak.

Apa? Kau juga bilang tentang itu?

Aku tidak yakin. Sepertinya benar, tapi aku tak ingat.

Hei!!

Kau tahu apa yang akan terjadi jika Young-jae tahu?

Aku akan kehilangan rumahku dan diusir.

Kau membuatku gila, super gila!

Maaf, tapi ini semua salahku.

Tolong jangan sakiti Dong-uk, ya?

Kalau Dong-uk masuk penjara, bagaimana nasibku dan bayi kami?

Tolong, temanku, ya?

Halo?

Ya, Ji-eun.

Ya, aku ingin bertemu dengamu jika kau ada waktu.

Ya, hari ini?

Ya, tidak apa-apa.

Sampai jumpa nanti.

Kalau terjadi apa-apa,

Dong-uk akan langsung masuk penjara.

Enak sekali.

Benarkah? Syukurlah.

Ya, pantas ditunggu.

Ya, 'kan?

Tapi saat kau datang ke rumahku, kau ingat memberi temanku tumpangan?

Ya.

Apa dia mengatakan hal aneh?

Hal aneh?

Hal aneh apa?

Tidak, hanya saja...

Bukan apa-apa.

Jadi, bagaimana cara orang berkencan saat ini?

Apa?

Kita sudah ke bioskop,

makan malam,

apa lagi yang mereka lakukan?

Apa kencannya membosankan?

Tidak sama sekali. Itu menyenangkan. Kau bosan?

Tidak, aku juga merasa senang. Aku suka makan dari pedagang kaki lima

dan berjalan-jalan sambil melihat-lihat.

Tapi aku tak bisa begini dengan Young-jae.

Dia tak bisa ke mana-mana, jadi, dia selalu di kantor atau rumah.

Kau tahu apa yang harus kami lakukan untuk menonton film?

Kami harus masuk setelah film dimulai dan pergi sebelum film selesai.

Bagaimanapun, ini adalah kali pertama ada pria membelikanku bunga.

More Indonesian subtitles for Full House

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left