The first 200 lines.
Kau kalah.
Lagi.
Ganti urutan penerbanganmu.
Cukup.
Hentikan. Perhatikan.
Pericles, hentikan. Aku serius atau tak ada makan.
Seberapa baik aku mengenalmu?
Stasiun Penelitian Angkasa USAF OBERON 2029.
Letnan Beaudry, dipanggil ke Bagian Mesin. Seksi R.
Letnan Beaudry ke Bagian Mesin.
Tenang. Perlahan.
- Ya. - Ini dia.
Hei, kau di sini.
Apa? Homo sapien itu jahat lagi padamu?
- Kita tahu dia hanya iri, ya? - Kau tak mau pacar sungguhan?
Maksudmu apa aku suka menderita?
Tidak, terima kasih. Aku dengan simpanseku saja.
- Aku mengajarinya. - Tidak, kau menggodanya.
Gennya disambung, kromosom dikembangkan.
Dia kera canggih. Dia bisa mengatasinya.
Kalau kau membuatnya marah, mereka kehilangan konsentrasi.
Mereka jadi binggung, bahkan kasar.
Selamat, Pericles. Kau akan jadi ayah.
Pantas kulihat ada senyum di wajahnya.
Sebenarnya, yang betina lebih agresif.
Leo. Kau dapat kartu pos.
- Leo! - Leo, sudah dua tahun.
Kapan kau akan pulang? Kami rindu padamu.
Jangan pulang terlalu cepat.
- Aku suka apartemenmu. - Tidak, kami kangen.
Kau sudah dibolehkan terbang?
- Tidak. - Semua dikerjakan simpanse?
Ada yang ingin kami sampaikan.
Leo, kapan kau akan berkomitmen? Kau...
Kapten Davidson, segera ke anjungan.
- Kita menemukannya. - Bergerak seperti badai.
Memang itu namanya. Badai elektromagnetik.
Astaga. Semua jam digital berhenti.
Indah.
Ya, matahari juga indah kalau kau tak dekat.
Ini aneh. Aku menangkap pola frekuensi.
Tampilkan.
Aku menangkap semua komunikasi elektrik Bumi dari semua masa.
Badai memantulkannya ke kita.
Baik, kita kerja.
Kita mulai dengan jalur melewati inti.
Lakukan radiasi awal, sinar gamma. Siapkan keramu.
Pak, kuharap kau tak keberatan kalau aku mengatakan...
...tapi ini buang waktu.
Kita punya prosedur operasi standar.
Aku tahu prosedurnya, tapi jika kita mencoba semua...
- ...ini bisa hilang. - Penerbangan tak berawak.
Kita mulai mengirim kera.
Kalau aman, kita bicarakan soal kirim pilot. Begitu caranya.
Kau perlu seseorang yang bisa berpikir.
Kenapa kau tak biarkan aku lakukan tugasku?
Dia burung kenarinya. Itu tambangnya.
Keramu meluncur jam 16.00.
Baik, ikuti urutanmu dan pulanglah.
Mengerti? Pulang.
Bersiap. Pesawat Alpha meluncur dalam 30 detik.
Catat jalurnya sampai ke pusat badai.
Baik, Pericles, mulai urutan satu.
Aktifkan sistim radar.
Kontak.
Suruh dia memulai pemindaian perimeter.
Peringatan: Penerbangan Salah Arah
Ada apa?
- Dia keluar jalur. - Kunci dia.
Upaya mengunci. Penguncian gagal.
Dia tak bisa merespon.
Ada peningkatan debar jantung. Dia takut.
Hubungi dia lagi.
Tak bisa.
Sinyal terputus.
Dia hilang.
Dia dilatih untuk kembali ke Oberon.
Menurutmu dia masih hidup?
- Pak... - Sementara kita tunggu dulu.
Aku akan periksa urutan di pesawat Delta...
...untuk mengetahui apa kesalahannya.
Sinyalnya terputus.
Tetap ikuti. Dia pasti panik.
Tidak, dia akan bertindak sesuai latihannya, kembali ke Oberon.
Dia keluar vector. Aku tak bisa menahannya.
Baik, sudah. Kita kehilangan dia.
- Mau mengirim kera lain? - Tidak, terlalu berbahaya.
Aku tak mau kehilangan pesawat lagi. Matikan operasi peluncuran.
Sistem Aktivasi Pesawat Delta.
Pak? Pesawat Delta meluncur.
Pesawat Delta. Penerbanganmu tanpa izin.
Aku mau mengambil keraku.
Cepat bawa kembali pesawatnya. Kembali ke pangkalan!
Jangan pernah mengirim kera untuk melakukan tugas manusia.
Oberon, aku melihat pesawat Alpha. Ganti.
Oberon, jawab!
Oberon, masuk!
Aku membaca Mayday.
- Pesawat Alpha? - Aku tak tahu.
- Tapi sinyalnya kuat. - Tampilkan.
Mayday.
Mayday. Masuk, bantuan. Mohon instruksi.
Kami akan jatuh. Masuk. Mayday.
Pesawat Delta, terputus.
Yang ini menatapku.
Lepaskan tanganmu dariku, manusia kotor.
Manusia bau!
Kalian bau!
Pisau diasah!
Asah pedang dan pisaumu di sini.
Hei, aku di mana?
Tempat apa ini?
Ke sini, aku tangkap. Ayo.
Benar. Bawa bolanya. Lempar.
Minggir. Beri jalan.
- Lempar ke manusia! - Enyah dari sini!
Kalian bau.
- Lempar ke manusia. - Rasakan ini.
Lemparan bagus!
Ya. Enyah dari sini. Manusia bodoh.
Hentikan.
Siapa yang menyuruhmu melempar batu ke manusia?
- Ayahku. - Benarkah?
Dia salah. Sangat salah.
Katakan padanya itu yang kukatakan.
Pecinta manusia.
Buka pintu.
Apa? Kau mau membuatku gulung tikar?
Ini yang manusia terburuk, terkotor yang pernah kulihat.
- Kau tak mau? - Tidak, kuambil semua.
Aku pasti gila. Gila. Aku harus memperbaiki jumlahnya.
Baik. Bawa mereka keluar. Dan bersihkan. Cepat.
Cepat. Terus jalan. Ayo. Cepat. Pergi dari sini.
Cepat. Ayo.
Pria di kiri, wanita di kanan. Ke sana.
Jangan takut.
Ayo.
Sedihnya. Aku tak bisa lihat karena air mataku.
Ayo. Yang itu penuh kutu.
- Cepat. - Ya.
Periksa giginya. Ya, bagus.
Mundur.
Masuk.
Jalan. Kau juga.
Berapa kali harus kukatakan?
Pakai sarung tangan saat menangani manusia.
Kau melunak, Limbo. Biasanya kau potong.
Ya, Jendral. Itu benar.
Tapi sayangnya, mereka lebih bernilai jika utuh.
Awasi yang ini.
Dia tak bisa diam.
Apakah mereka yang mencuri kebun buah, Tuan?
Aku tahu cara lama yang tak pernah gagal.
Pertama, sembelih manusia dan gantung bangkainya.
Grup pembela hak manusia sekarang mengawasiku.
Orang baik. Siapa yang butuh mereka?
Maksudku, aku setuju dengan kebebasan bicara...
...asal mereka tutup mulut.
Aku janji belikan peliharaan untuk ultah keponakanku.
Bagus. Yang kecil itu bisa jadi peliharaan bagus.
Tapi pastikan kau membuangnya sebelum usia puber.
Satu hal yang kau tak inginkan adalah remaja manusia.
Siapa saja yang kau mau, sayang.
Yang itu.
Tidakkah dia cantik.
Kuambilkan itu untukmu.
Dan aku punya tali kekang baru, hanya untukmu.
Hadiah gratis.
Kau bau manusia.
Menjijikkan cara mereka memperlakukan manusia.
Merendahkan seperti itu.
Ari, ayo pergi.
Beri mereka tanda! Aku harus memenuhi pesanan!
- Tidak. - Diam.
Berikutnya.
Tidak, kau lagi.
Kau tahu aku. Aku tak bisa diam saat manusia...
...diperlakukan keliru, disiksa dan dimutilasi.
Satu-satunya alasan aku mendengarkan omong kosongmu...
...karena ayahmu.
Kalau mau aku berhenti, tutup bisnis kotormu.
Aku melakukan kerja yang tak diinginkan orang lain.
Lagipula, aku tak melihat kalian yang bersedih...
...habiskan waktu dengan hewan berbahaya, kotor, dan tolol itu.
Mereka tak tolol. Mereka bisa diajarkan hidup bersama kita...
...dan akan kubuktikan.
Jangan lakukan itu.
Jangan lakukan itu. Jangan...
Mundur.
Nah, itu buktimu.
Sekarang aku harus membunuhnya.
Tolong aku. Kumohon.
Tolong aku.
Kau membuatku pusing.
Aku tak perlu masalah ini.
Jual dia untukku.
Kau gila? Dia liar. Mereka berdua liar.
Kalau begitu kubeli keduanya.
Mereka mahal.
Sangat mahal.
No comments yet. Be the first to leave one.