The first 197 lines.
Apa laksama Bintang Barat minum teh?
Apa?
Teh katamu?
Kuundang kau ke upacara teh.
Apa katamu?
Dan kita selesaikan urusan kita.
Aku terima undanganmu.
Aku terima undanganmu.
Gencatan senjata!
Turunkan senjata kalian!
Kita adakan upacara minum teh!
Buat persiapan!
ZainuddinAri MEMPERSEMBAHKAN
ZainuddinAri MEMPERSEMBAHKAN
meskipun mimpiku di bawah langit ini
sora no shita no yume maboroshi
bertebaran dan melayang bagai bunga sekalipun
hana no you ni hakanaku chitte mo
aku tahu bahwa di balik itu semua ada sebuah dunia tanpa akhir
sono mukou ni hirogatteiku hatenai sekai
di mana jiwa kita begitu dekat sekali lagi
tamashi no yobiau saki de mou ichido
hari-hari di mana kita disatukan oleh pertemuan dan peperangan
deai arasotte hikarete kasanattteiku hibi
adalah sebuah simfoni yang mengalun dengan cepat
sore wa takanatta Simphony
simfoni api yang menyatukan perasaan dan harapan
omoi to negai hitotsu ni suru honoo wo
mari kita bawa cinta dan hasrat yang bodoh di hati yang gemetar ini
furueru Harmony Heart orokana ai mo jounetsu wo
lalu mengukirnya di zaman ini dan mengubahnya menjadi abadi
kono jidai ni kizamitsukete eien ni kaete ikou
hati yang lebih bebas dari siapa pun sebelumnya
dare yori mo jiyuu na kokoro no yami wo miyuu
desakan merah yang kupeluk di dada ini mengontrol hati kita
mune ni daita akai shoudou ottome ga usou
yang terpantul di matamu adalah
hitomi ni utsushita no wa
aku melihat dunia nyata
shimou World
EPISODE
SI BODOH
Fajar telah menandakan pemandangan kejam di bawah benteng Oda,
yang bagaikan di neraka sendiri.
Nobunaga telah menghentikan perang dengan tindakan yang mengejutkan
dengan menawarkan "upacara minum teh bersama kedua belah pihak."
Namun itu bukan menandakan sebagai sekutu ataupun musuh.
Peristiwa ini juga telah meninggalkan bekas luka yang mendalam di hati Jeanne.
Perintahkan yang terluka ke posisi pertempuran.
Prioritaskan wanita dan anak-anak untuk meninggalkan istana.
Baik.
Pertempuran sesungguhnya baru dimulai, Nobu.
Kak Nobu
menghentikan kekacauan agar tak semakin parah.
Tidak, menurutku tak begitu.
Tuan Nobu cerdik juga menyarankan upacara minum teh.
Ide itu tiba-tiba ada di kepalaku.
Jika kita melanjutkan peperangan,
sudah pasti kerajaan kita akan hancur lebur.
Tidak, bukan hanya kerajaan kita.
Namun juga bisa menghancurkan bintang ini.
Maaf.
Itu bukan salahmu.
Strategiku yang lemah.
"Pahamilah pasukanmu atau kau takkan menang walau 100 kali berperang."
Itu perkataan ayahku.
Sejak kecil aku belum memahami perkataannya,
namun sekarang aku tahu itu merupakan beban yang berat.
Perang bukan hanya dilakukan oleh diriku sendiri.
Nobu.
Jika saja aku tak menahannya.
Kali ini aku paham betul perkataan ayah.
Jadi apa rencanamu sekarang?
Aku akan berunding dengan Caesar di upacara teh.
Aku akan mempertanyakan apa tujuan orang Bintang Barat yang sebenarnya.
Apa semudah itu dia akan memberitahumu?
Benar.
Nobu, mungkin dia berencana membunuhmu.
Sudah kubilang, kami sudah setuju datang ke upacara minum teh
tanpa membawa senjata, 'kan?
Jangan lengah. Kaupikir Caesar akan menepati janjinya?
Ini kesempatan bagus untuk mengujinya.
Nobu, kau ini...
Namun, Oda sudah sepenuhnya kalah dalam pertempuran sebelumnya.
Musuh akan membuat banyak permintaan.
Ya, aku tahu.
Dari dulu tujuannya adalah Regalia kita.
Bagaimana jika dia meminta Regalia kita?
Tentu saja, kita tolak.
Jika itu tujuannya dari awal,
dia takkan memulai peperangan ini.
Kalian ingat yang dikatakan Da Vinci, 'kan?
Ada satu hal yang kutahu,
orang yang bisa mengendalikan Regalia, maka orang tersebut bisa mengendalikan dunia.
Dia pasti menginginkan seseorang dengan tekad yang kuat yang bisa mengendalikan Regalia.
Itu berarti, Tuan Nobu orangnya?
Benar juga, jika tujuannya hanya Regalia,
dia bisa saja membunuh Nobu selama pertempuran.
Aku telah memikirkan cara
yang bisa melawannya
jika dia meminta Regalia, atau memintamu tunduk padanya.
Tolong bacalah.
Ya.
Kakak.
Oh, Ichi.
Ada apa?
Maaf telah mengganggu.
Aku ingin menunjukkan mangkuk kita yang akan digunakan upacara minum teh.
Mangkuk Hampa?
Ya, warisan ayah yang telah dipercayakan kepadaku untuk Kakak.
Aku yakin ini sangat cocok untuk upacara minum teh nanti.
Aku ingin ayah melihat kita.
Dan tentu saja, Nobukatsu juga.
Ya.
Kakak, aku ingin memimpin upacara minum teh sebagai tuan rumah.
Aku serahkan padamu, Ichi.
Ya.
Upacara teh?
Hei, Bianchi, upacara teh itu apa?
Mungkin seperti acara yang ada di panggung.
Mungkin akan ada musisi dan pelawak.
Kedengarannya menyenangkan.
Sudah lama kita tak menari.
Nobunaga.
Pada awalnya, aku berniat menangkapnya
dan membawanya ke Raja Arthur beserta Regalia,
atau mengalahkannya dan mengambil Regalia yang dia kumpulkan.
Namun, jika dia jadi sekutuku,
aku bisa mengalahkan Alexander.
Selain itu, di istana Oda... Itu, loh?
Ada Tuan Putri itu!
Benar, 'kan?
Dia sungguh cantik.
Aku jadi iri.
Apa Anda murung karena upacara teh?
Tidak, itu karena kekuranganku.
Jika begitu...
The Fool : Si Bodoh.
Ini menandakan kebebasan, ketidaksesuaian, keluguan,
kemurnian, kegembiraan, kemungkinan, imajinasi dan jenius.
Kata-kata buruk adalah sifat yang melekat pada orang bodoh.
Seperti Nobunaga.
Ada banyak sekolah teh,
namun aku dengar
upacara minum teh itu untuk dinikmati.
Entah apa pikiran Tuan Nobunaga mengajaknya ke upacara minum teh.
Mari kita amati perilaku beliau yang bodoh.
Ichi.
Sejak kecil Kakak
sering datang ke sini lalu berdiri di bawah air terjun.
Lalu tanpa sadar, aku melihatmu mengikutiku.
Kakak mempertaruhkan hidup Kakak pada upacara minum teh nanti.
Aku merasa seharusnya aku tak mengambil peran sebagai tuan rumah seenaknya.
Jangan menyalahkan dirimu.
Mereka tak tahu apa pun soal adat upacara minum teh kita.
Jadi mereka takkan menyadarinya.
Ya, benar juga.
Kak Nobum
akan kulakukan apa pun demi Oda
dan orang-orang kita.
Itu tanggung jawabku.
Jangan khawatir.
Apa pun yang terjadi,
aku akan mengikuti Kakak dari sekarang.
Sudah kubilang, kau tak perlu memikirkan hal itu.
Lebih semangatlah menjalani hidup.
Tidak,
inilah semangatku.
Dasar keras kepala.
Karena aku adiknya Kak Nobu.
Waspadalah.
Karena mereka tentara Caesar,
mereka mungkin akan mencoba menyerang kita selama gencatan senjata.
Walau kita sedang gencatan senjata, tetaplah waspada!
Bersiaplah untuk meluncurkan serangan frontal penuh!
Jika ada gerakan yang mencurigakan,
kita lapor ke Tuan Mitsuhide.
Jika terjadi sesuatu, kita selesaikan sendiri.
Nobu tak boleh tahu hal ini.
Ini keputusanku sendiri.
Jika ada gerakan yang mencurigakan dari Caesar, langsung ambil tindakan.
Baik.
Pergilah.
Caesar langsung jadi penurut seperti kucing yang masuk di rumah baru.
Apa? Aku juga mau lihat.
Sampai kapan dia bisa bertahan?
Hei, aku juga mau lihat.
Jangan.
Kuserahkan padamu, Nobu.
Jangan biarkan dia menipumu.
Cantiknya.
Bagaikan malaikat.
Semua wanita dari Bintang Timur sangat cantik.
Bagaimana upacara minum tehnya?
Semuanya ini pengalaman baru bagiku, jadi aku masih belum berkomentar.
Namun,
upacara teh ini memiliki keindahan formal.
No comments yet. Be the first to leave one.