Release info

나도 엄마야ㅡI'm a Mother tooㅡE64 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-08-29
Downloads: 8
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 64"

Mari kita duduk.

Terima kasih.

Alasanku datang hari ini hanya karena kita berteman.

Aku hanya datang untuk melakukan tugasku sebagai temanmu.

Itu saja.

Apa sangat sulit bagimu untuk belajar menyukaiku?

Kita sudah saling kenal selama 20 tahun.

Kita tidak akan sampai sejauh ini

jika tidak saling menyukai.

Aku menganggapmu sebagai sahabat.

Kamu berwawasan luas dan setia.

Jika aku memang menyukaimu, kita tidak akan terus berteman.

Persahabatan juga membutuhkan kasih sayang.

Kita tidak akan bertahan jika kamu tidak memandang diriku positif.

Sama seperti aku tidak pernah tahu akan merasa seperti ini,

mungkin kita bisa mengupayakannya jika kita berusaha.

Maafkan aku.

Tidak ada ruang untukmu di hatiku.

Kamu yang paling tahu orang macam apa aku ini.

Aku tidak pernah melanggar janjiku.

Jangan merusak persahabatan kita.

Aku pamit. Beristirahatlah.

Sungguh? Sang Hyuk membantunya?

Itu berita bagus. Dia melakukan hal yang tepat.

Berkat dia, kami menerima banyak telepon dari wartawan.

Mereka terus bertanya apa mereka akan menikah.

Tim humas ingin tahu soal jawaban yang harus diberikan.

Apa yang harus aku katakan kepada mereka?

Resmikan pernyataannya agar tidak bisa dibatalkan.

Astaga.

Kenapa dia tidak tidur? Kamu seharusnya menyuruhnya tidur.

Bukan aku yang melarangnya tidur.

Aku terus menyuruhnya tidur, tapi dia tidak mau dengar.

Kamu tetap harus memaksanya tidur. Dia hampir mati kelelahan.

Aku tidak bisa memaksanya tidur.

Dia bukan bayi yang baru lahir.

Dia terobsesi menyelesaikan proyek

agar dapat meninggalkan perusahaan Pak Shin secepatnya.

Tidak ada perbuatanmu yang bisa dibanggakan! Pelankan suaramu!

Jangan berteriak di rumah sakit.

Pak Ji.

- Hei, Pak Shin. - Bagaimana kamu tahu?

Bagaimana keadaan Ji Young?

Dia sedang tidur.

Astaga, wajahnya terlihat sangat pucat.

Ji Young.

Ada apa denganmu?

Kenapa kamu berusaha keras untuk pergi?

Aku ingin mempertahankanmu di sisiku selama mungkin.

Tapi apa kamu ingin meninggalkanku secepatnya?

Halo?

Ya, ini aku.

Pak Shin, aku Reporter Choo dari Harian Joeil.

Halo. Kenapa kamu meneleponku?

Aku dengar kamu akan menikah.

Grup A One mengumumkan pernikahan putra bungsu mereka.

Jadi, aku menelepon untuk memastikan kebenarannya.

Kudengar calon istrimu seorang dokter.

Sang Hyuk memberitahunya untuk berhenti menulis artikel.

Dia juga mengancam akan menuntutnya jika dia merilis artikel tersebut.

Kami menerima banyak telepon dari wartawan karena reaksinya.

Apa?

Ayah.

Apa yang Ayah lakukan?

Kamulah yang mengakui bahwa dia mengandung bayimu.

Berarti kamu harus bertanggung jawab.

Aku hanya melakukan itu untuk membantu Hye Rim.

Apa pun itu, kamu mengakui sendiri bahwa itu bayimu.

Seorang pria harus bertanggung jawab atas ucapannya.

Seluruh dunia kini mengetahuinya dan kamu akan diam saja?

Apa Ayah masih belum mengenalku?

Apa Ayah pikir bisa memaksaku untuk menikah?

Dasar anak nakal.

Jika Ayah melakukan ini lagi, aku akan menuntut.

Aku sudah menegaskan hal itu.

Apa? Kamu bilang apa?

Dasar anak berengsek!

Apa Anda pikir dia akan bersedia menikah?

Aku tidak punya pilihan lain.

Aku cukup mengubah rencanaku dan melakukan hal terpenting.

Maaf?

Aku membicarakan cucuku.

Si berengsek itu tidak mau mendengarkanku atau bekerja sama.

Jadi, aku akan berhenti meyakinkannya.

Aku akan fokus untuk mengambil apa yang jadi milikku.

"Kosmetik TS"

Min Kyung. Ini ulahmu, bukan?

Kamu sudah gila?

Aku dengar kamu memberi tahu media bahwa dia mengandung bayimu.

Apa kamu sudah gila? Bagaimana kamu bisa melakukan hal seperti itu?

Bagaimana kamu bisa membela Hye Rim setelah apa yang dia lakukan?

Kamulah yang gila.

Apa kamu akan menikah dengannya atau bagaimana?

Kamu keterlaluan.

Jangan pernah menghubungiku lagi.

"Kosmetik TS"

- Lihatlah bahan-bahannya. - Ini adalah...

- Menurutku itu bagus. - Astaga.

Kita harus pakai ini lebih dahulu.

- Aku akan pulang. Sampai jumpa. - Sampai jumpa, Pak.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa, Pak.

Baiklah.

Kita juga harus pulang.

Kamu datang terakhir dan pulang paling awal.

Tapi aku yang paling kompeten.

Aku sakit perut.

- Astaga. - Astaga.

- Aku akan ke ruang referensi. - Baiklah.

Dasar berengsek.

Apa pekerjaanmu masih banyak?

Itu...

Kancingmu hilang.

Kapan jatuhnya?

Ini dia.

Apa yang harus aku lakukan?

Berikan kepadaku.

Ini dia.

Kamu selalu membawa itu?

Kamu sangat feminin.

Buka bajumu.

Astaga, apa kamu ingin aku menjahit ini di dadamu?

Kamu pakai kaus dalam seperti pria paruh baya.

Kamu tahu cara melakukan banyak hal.

Semua orang belajar cara melakukan ini di sekolah.

Aku selalu membawa kotak jahit

karena kancing blusku mudah lepas.

Bibi Ki Sook, bisakah aku tetap di bangsal umum?

Tetaplah di sini.

Pak Shin meminta ruangan ini kepada direktur rumah sakit.

Kamu pasti tidak ingin membuatnya malu.

Jika kamu kembali,

dia pasti malu, bukan?

Tapi mereka bahkan tidak bersedia memulangkanku.

Dia memastikan kamu tidak dipulangkan

tanpa persetujuan direktur rumah sakit.

Kita tidak bisa pergi meskipun kita mau.

Bibi merasa sangat kasihan kepadanya.

Tidak ada yang bisa dia lakukan.

Kenapa kalian tidak lari ke tempat yang jauh?

Bibi Ki Sook.

Baiklah. Bibi hanya bercanda.

Bibi harus pergi ke restoran.

Aku tidak masalah di sini sendirian, jadi, Bibi tidak perlu datang.

Astaga, kamu sudah datang.

Bibi akan pergi ke restoran sekarang.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Apa kamu sudah beristirahat? Bagaimana perasaanmu?

Kamu tidak perlu memindahkanku ke kamar VIP.

Jangan bekerja terlalu keras. Jatuh sakit tidak ada gunanya.

Aku akan memberimu cuti sakit, jadi, jangan bekerja dahulu.

Tidak, pekerjaanku masih banyak.

Aku akan merasa lebih baik besok.

Perusahaanku tidak akan bangkrut karena kamu cuti beberapa hari.

Jangan berlebihan.

Kamu hanya membuatku merasa tidak nyaman.

Apa kamu menginginkan sesuatu?

Jika kamu memberitahuku, aku akan membelikannya untukmu.

Aku tidak menginginkan apa pun.

Itu jawaban yang bisa ditebak.

Kenapa kamu tidak bisa memberitahuku apa yang kamu inginkan?

Aku jujur. Aku baik-baik saja dengan makanan di sini.

Aku baik-baik saja, jadi, kamu bisa pergi sekarang.

Aku akan memberimu waktu untuk memikirkannya.

Astaga, aku sangat lelah.

Apa yang kamu lakukan?

Aku juga lelah. Biarkan aku beristirahat.

Apa aku bersikap tidak masuk akal?

Apa kamu...

Tidak. Aku yakin aku benar.

Aku yakin Sang Hyuk ayahmu.

Pak Shin.

Pak Shin, bukankah kamu seharusnya pulang?

Dia pasti menganggap tempat ini seperti kamar tidurnya.

Pak Shin.

Hei.

Pak Shin.

Kamu harus pergi sekarang.

Kamu tidak bisa tidur di sini.

Biarkan aku tidur di sini.

Apa ini sebabnya kamu memberiku kamar VIP?

Ini tidak membantu sama sekali.

Kamu hanya memperburuk kondisiku.

Baiklah, jangan marah.

Aku ingin menghentikan waktu.

Haruskah kita pergi ke tempat yang jauh?

Kamu harus pergi. Aku harus beristirahat.

Aku akan tidur, jadi, tolong matikan lampunya.

Selamat malam.

Jika Sang Hyuk terus menolak untuk menikah,

tidak ada gunanya kita bertemu seperti ini.

Maafkan aku.

Aku benar-benar tidak tahu harus berkata apa.

Aku tidak tahu Sang Hyuk bisa begitu tidak bertanggung jawab dan dingin.

Bagaimana bisa dia tidak bertanggung jawab atas anaknya?

"Tidak bertanggung jawab"?

Dia hanya terkejut karena tiba-tiba

menjadi seorang ayah.

Jika kamu bicara seperti itu, Hye Rim juga bersalah.

Dia menggunakan sampel sperma tanpa seizinnya.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left