The first 200 lines.
Alih Bahasa: Doyan_Nonton
Sampai besok, Paman.
Salam, Biksu baru.
Cepat jalan.
Sudah gelap. Jangan begitu lamban. Jalan yang cepat.
Kau banyak permintaan. Kau mau tidur sendirian?
Teruslah berjalan. Kau akan menemukan sebuah biara.
Hei.
Bukankah kau seharusnya menemaniku ke sana?
Aku sudah cukup jauh menemanimu. Kau bisa jalan sendiri sekarang.
Apa kau biksu baru?
Ya.
Namaku Tin.
Kau bisa memanggilku Kakak Tin. Atau Biksu Kepala.
Siapa namamu?
Sun.
Apa kau tinggal di sini?
Ya.
Sudah lama tidak ada yang tinggal di sini.
Aku pikir kau sebaiknya tinggal bersama biksu-biksu lain.
Tidak apa-apa. Aku bisa tinggal di sini.
Kalau begitu aku akan menemanimu.
Hanya sampai malam ini berlalu.
Dia gila.
Apa yang dia katakan?
Dia sedang mengaku dosa.
Mengaku dosa? Apa maksudnya?
Mengaku dosa bagi biksu, sederhananya...
...adalah menerima kesalahan yang dilakukan seseorang...
...supaya kau tidak akan menerima hukuman.
Hanya mengucapkan kata-kata ini? Mudah sekali.
Aku masuk rumah tahanan remaja selama dua tahun.
Ayahku tetap belum memaafkanku.
Bangun.
Bangun.
Ini masih gelap.
Bangunlah. Ada upacara hari ini.
Ayo. Cepat.
Kau membawa cucumu untuk mendapat pahala?
Maaf.
Tidak apa-apa.
Hari ini adalah Fase Bulan Cembung di Bulan Kesembilan.
Atau "Pahala Beras untuk Hari Bumi".
Ini hari istimewa di mana anggota keluarga berkumpul.
Teman dan sepupu saling bertemu.
Untuk membantu satu sama lain membuat keranjang daun pisang.
Untuk mengirim kebaikan pada iblis yang lapar...
...hantu gentayangan...
...dan saudara yang sudah meninggal dunia.
Khotbahnya sangat bagus.
Sayang sekali, dia jarang berkhotbah.
- Dia jarang bicara. - Ya.
Pada kesempatan baik ini, aku meminta kalian semua...
...untuk berpikir dan merenung.
- Nenek. - Ya?
Boleh aku pergi ke luar?
Ya.
Semasa hidup...
...kalian harus berhati-hati.
Berpikir dan berbuatlah yang baik.
Sehingga ketika kalian meninggal...
...kalian tidak perlu menunggu pahala.
Pahala adalah kewajiban masing-masing manusia.
Jangan khawatir. Aku tahu kau merindukanku.
Sedang bersembunyi dari seseorang?
Aku baik-baik saja. Tidak ada orang di sini.
Kau punya korek?
Apa kau berasal dari sini?
Tidak.
Aku berasal dari tempat lain, sama sepertimu.
Aku dirawat oleh Guru sejak kecil.
Saat pertama kali aku datang, semua terasa aneh.
Tapi aku beruntung punya teman.
Jadi aku tidak kesepian.
Temanmu?
Si Bisu. Dia lahir di sini.
Sejak aku datang ke sini, dia satu-satunya temanku.
Teman terbaikku.
Sayangnya dia tak bisa bicara.
Dan..
Kau bisa mengangkatnya.
Kembali ke kuil jika kau sudah selesai.
Jika kau terlalu lama di sini, orang-orang akan curiga.
Halo.
Aku sudah makan.
Bagaimana kabarmu?
Baik.
Bisakah aku pergi dengan temanku malam ini?
Kau baik-baik saja? Apa kau khawatir?
Kau tak boleh pergi.
Aku hanya ingin bertemu teman-temanku.
Tolong izinkan aku pergi. Jangan marah. Kumohon.
Aku tidak mengizinkanmu.
Apa kau sedang bicara dengan kekasihmu?
Aku tidak akan beri tahu siapa pun.
Apa kau dari Bangkok?
Kau pergi jauh sekali.
Apa kau suka datang ke sini?
Di sini tenang. Aku ke sini saat pergi ke kuil dengan Nenek.
Kenapa ada banyak bungkusan daun pisang di sini?
Kenapa orang-orang meletakkannya di tanah?
Itu adalah bungkusan nasi kecil.
Kami menaruhnya di tanah untuk arwah yang sudah meninggal.
Juga untuk iblis yang lapar atau hantu gentayangan.
- Iblis yang lapar? - Ya.
Mereka yang melakukan dosa besar jadi iblis lapar setelah meninggal.
Tubuhnya jadi setinggi pohon kelapa, tapi mulutnya sekecil jarum.
Hari ini satu-satunya kesempatan mereka bisa mendapat pahala.
Kau bicara seperti pernah melihatnya.
Aku belum pernah melihatnya.
Nenek bilang, iblis yang lapar...
...hanya menunjukkan dirinya pada orang yang ingin mereka lihat.
Orang yang melihat mereka akan membuat pahala untuk mereka.
Siapa namamu?
Fai. Siapa namamu?
Sun.
Ini adalah tugas biksu. Jangan buang-buang waktu.
Apa aku temanmu?
- Kau cari masalah? - Sun. Hentikan.
Biksu Kepala. Sun memukulku.
- Kau berani? - Sudah cukup.
Ayo pergi.
Kau akan tidur di sini malam ini.
Aku tidak mau tidur di sini.
"Remaja Kaya Melakukan Tabrak Lari".
"Siswa Meninggal di Depan Sekolah".
Pergi.
Boleh minta rokok?
Kau sedang memikirkan sesuatu?
Kak, apa kau pernah melihat hantu sejak menjadi biksu?
Kenapa? Kau melihatnya?
Aku tidak yakin.
Aku melihat seorang wanita berjalan di hutan. Dia terlihat menakutkan.
Aku tidak tahu kenapa dia ada di sana.
Mungkin yang kau lihat adalah Bibi Pin.
Dia punya anak laki-laki.
Mereka bilang dari pertama kali anak itu lahir...
...dia tidak berhenti menangis.
Pada hari ketiga...
...Bibi Pin memutuskan membawa bayinya kepada Biksu Kepala.
Bayi ini sudah menangis selama tiga hari.
Kemudian terjadi keajaiban.
Setelah bayi itu digendong oleh Biksu Kepala...
...dia tiba-tiba berhenti menangis.
Tapi, dia tidak hanya berhenti menangis...
...tapi dia juga berhenti bicara.
Bagaimana nasib wanita itu sekarang?
Bibi Pin?
Dia seperti yang kau lihat.
Mereka datang.
Semalam, aku memimpikan Pin.
Jadi hari ini, aku membuat ikan kukus dalam daun pisang ini.
Seperti kesukaanmu.
Semoga kau diberkati umur panjang, kesehatan dan kekuatan.
Tampaknya kau sedang santai.
Enak tidak?
Aku masih belum terbiasa.
Apa yang kau suka? Aku akan membuatkannya untukmu.
Apa kita akan terus bicara seperti ini?
Kau mau turun? Atau aku yang akan naik.
Indah sekali.
Lebih menyenangkan berteriak seperti ini.
Telur saus.
Benarkah? Tidak terlalu sulit.
Kau tidak akan kelaparan di sini.
Aku akan membuatnya besok.
Kau bisa memasak?
Tentu saja. Itu mudah.
Satu panci, dan kau punya persediaan makanan untuk beberapa hari.
Bisakah kau menceritakanku tentang Bangkok?
Apa yang orang-orang lakukan di sana?
Mereka suka pergi ke mana? Apa saja yang menarik?
Sepulang sekolah, mereka pergi ke daerah Siam.
Berbelanja, menonton film. Makan. Semacam itu.
- Kau tahu Siam? - Ya.
Tapi aku tak suka pergi ke sana.
Aku lebih suka mendengarkan musik, menonton film dan bersantai.
Juga minum.
Apa namamu berasal dari kata Matahari?
Bukan. Sebenarnya Ayahku memberiku nama "Son".
Tapi aku ingin mengubahnya menjadi Sun.
Kenapa? Bukankah bagus menjadi anak laki-laki?
Bedebah.
Apa?
Kenapa kau tak mengangkat teleponku?
Kenapa kau pergi?
Siapa laki-laki yang ada di fotomu di Facebook itu?
Jawab aku.
Kenapa kau harus berteriak? Kau seperti ini lagi.
Aku tidak tahan lagi.
Jika kita bersama hanya membawa dampak buruk.
Aku sudah menunggumu selama dua tahun.
Kau mungkin bisa merelakan bayi kita.
Tapi aku tidak bisa.
Kita tidak bisa bersama lagi. Aku sudah tidak tahan.
Tanpamu, aku tetap tidak akan mati.
Sial.
Hei.
Pergi dari sini sekarang.
Pergi!
No comments yet. Be the first to leave one.