The first 200 lines.
"Drama ini fiksi, tokoh atau cerita tidak berkaitan dengan kenyataan"
"Lee Yul, Pangeran Yangmyeong, putra ketiga Raja Seongjo"
Apa?
Cendekiawan Ha ditemukan dengan jasad ayahnya saat kecil,
dan jasad ayahnya, Ha Sung Jin
terlihat aneh dan lesu?
Dia bersama Cendekiawan Ha.
Dia dalam bahaya. Itu terlalu berbahaya.
Sebagai tersangka pembunuhan penjaga istana di Gunung Inwang,
Cendekiawan Ha, kamu ditangkap.
Tidak, kalian tidak boleh melakukan ini.
Pasti ada kesalahpahaman.
- Mundur. - Yang Mulia.
Bagaimana bisa?
Aku sudah menyuruhmu mundur.
Tidak akan.
Beraninya kamu!
Biarkan aku pergi atas kemauanku sendiri, Yang Mulia.
Terima kasih
atas segalanya.
Cendekiawan Ha.
Kenapa kamu bicara seperti itu,
seolah kita tidak akan bertemu lagi?
Turunkan pedang kalian.
Cendekiawan Ha, ikut aku.
Cendekiawan Ha
Cendekiawan Ha, tunggu.
Cendekiawan Ha!
Cendekiawan Ha. Tidak. Jangan lakukan ini. Jangan.
Cendekiawan Ha!
Cendekiawan Ha!
Cendekiawan Ha!
Cendekiawan Ha...
Awasi dia
dan pastikan dia pulang dengan selamat.
Baik, Yang Mulia.
Di sana. Siapa kamu?
Aku merindukanmu.
Sangat merindukanmu.
Aku mencintaimu.
Kita
tidak
ditakdirkan bersama.
Pergilah. Pergilah dan menjauh dariku.
Kumohon.
Tuan...
"Episode 11, Cincin Takdir"
"Biro Keamanan"
"Ruang Hukuman"
Ini ruang tahanan khusus di dalam Biro Keamanan.
Kamu tidak bisa keluar,
dan kamu tidak diizinkan bertemu siapa pun.
Sudah hampir dipastikan bahwa kamu membunuh para prajurit,
jadi, tetaplah di sini sampai potret raja selesai.
Baik, Yang Mulia.
Permisi sebentar.
- Baik, Yang Mulia. - Baik, Yang Mulia.
Cuacanya makin hangat,
tapi di sini tetap akan dingin saat malam.
Aku akan minta penjaga membawakan jerami lagi.
- Yang Mulia. - Ada apa?
Apa Nona Hong sudah pulang?
Jangan khawatir. Dia sudah pulang.
Anak buahku yang mengawasinya.
Terima kasih.
Aku merasa
lebih lega sekarang.
Maafkan aku.
Kamu ingat?
Hari pertama kita bertemu di Istana,
aku terjatuh karena tidak bisa melihat,
dan kamu membantuku berdiri.
Kamu mengatakan hal yang sama.
"Maafkan aku."
Kenapa kamu harus meminta maaf?
Akulah yang tidak bisa melihat.
Aku bersalah atas kejahatan, jadi, kenapa kamu harus
meminta maaf kepadaku?
Aku harus pergi sekarang.
Kamu sedang ada masalah?
"Bu Gyeonju, koki Komunitas Pelukis Baekyu"
Ada apa lagi sekarang?
Ada masalah?
Tidak. Tidak ada masalah.
Aku mendengar bahwa Master Choi
memarahimu dan melarangmu pergi ke Istana.
Apa itu yang membuatmu sedih?
Bagaimana kamu tahu?
Chun Bok memberitahuku.
Kasihan sekali kamu.
Dari mana saja kamu selama ini?
Haruskah aku mengurungmu di gudang lagi?
Kamu tidak dengar aku melarangmu pergi...
Bisakah jangan ganggu dia...
- Cheon Gi! - Cheon Gi!
- Astaga. Cheon Gi! - Cheon Gi!
Cheon Gi!
Kasihan sekali kamu.
Dia demam.
Won Ho. Apa putriku sekarat?
Tunggu. Di mana putriku?
Di mana dia? Cheon Gi.
- Apa... - Cheon Gi.
Dia di sini...
Astaga.
Aroma bunga persik kembali setiap musim semi,
tapi aku tidak bisa lagi melihat gadis yang ada di sana.
Aku kehilangan penglihatan dan kehangatan, bersumpah balas dendam.
Saat kita bertemu lagi di jalan,
aku tidak bisa melihatmu lagi, tapi lukisanmu membuatku tersenyum.
Wanita itu membuatku bergidik
- seperti ranting sebelum badai. - Ha Ram!
Ingatan itu hilang dan hanya tersisa mimpi buruk,
- itu menghancurkan hatiku. - Ha Ram.
Kamu meminta agar aku membuktikan cintaku dengan berpisah denganmu.
Apa ini sesuatu yang pantas kudapatkan ataukah ini kutukan?
Takdir sangat kejam.
Aku sedih dan sangat berduka.
Kamu berani melukisku?
Aku akan melukisnya.
Aku bersumpah.
Ayah, saatnya minum obat.
Jangan berisik.
Ayah, minumlah obat ini.
Ayah.
Ayah tahu,
untuk kali pertama,
aku harus melukis
untuk orang lain selain Ayah.
Sekali ini saja,
untuk yang pertama dan terakhir,
izinkan aku melukis untuk orang lain.
Lukisan yang Ayah buat.
Aku akan menyelesaikannya lagi.
Ayah.
Bantulah aku sekali ini saja
agar aku bisa menyelesaikan lukisan itu.
Kenapa kamu ingin pintunya dikunci?
Aku akan memperbaiki potret Raja.
- Apa? - Apa kamu gila?
Kenapa kamu berubah pikiran?
Cendekiawan Ha...
Tubuh Ha Ram
adalah tempat Iblis bersemayam.
Aku ingin membantunya.
Apa maksudmu? Bagaimana dengan Cendekiawan Ha?
Tidak mungkin. Menurutmu itu masuk akal?
Dia ditangkap dan dibawa ke Biro Keamanan
karena dicurigai membunuh prajurit di Gunung Inwang.
Jika aku tidak bertindak, bukan hanya Cendekiawan Ha,
tapi orang lain juga akan berada dalam bahaya.
Aku tidak tahu pasti apa yang terjadi,
tapi harus kuperbaiki lukisan itu agar semua orang selamat.
Jika menyelesaikan lukisan itu, kamu akan menanggung konsekuensinya.
Kamu lupa perkataan Master Choi?
Lihat ayahmu sendiri.
Aku sudah siap.
Kumohon.
Hanya kalian berdua temanku.
Bantulah aku sekali ini saja.
"Ruang Hukuman, tempat penjahat dipenjara"
Cendekiawan Ha dari Seomungwan.
"Seomungwan, kantor yang bertugas atas astronomi, cuaca, dan kalender"
Pria dengan nama keluarga Ha yang bekerja di Seomungwan?
Dia berakhir di sini?
Apa sudah waktunya aku pergi?
Permisi.
Minumlah. Ini teh jakseol, kesukaanmu.
"Teh Jakseol, teh berkualitas tinggi yang terbuat dari daun muda"
Maafkan aku, Yang Mulia.
Selagi menginterogasiku,
tolong lupakan bahwa kita berteman.
Pada hari ritual pemanggil hujan naga,
kebakaran terjadi di Paviliun Gyeongwon.
Joohyang dan aku sedang melihat foto Raja Youngjong.
Bukankah lukisan Kakek tampak seolah-olah masih hidup?
Kurasa Iblis terbebas saat lukisan itu terbakar,
dan masuk ke tubuhmu.
Benarkah?
Iblis ada di dalam dirimu selama ini.
Sudah berapa lama kamu tahu?
Aku tahu setelah insiden di Paviliun Gyeongwon.
Kukumu tumbuh panjang dan matamu berubah warna.
Aku masih tidak bisa melupakan tatapan itu.
Tapi kamu tidak ingat semua itu
karena itu bukan ingatanmu.
Andai aku tahu tentang ini lebih awal,
aku akan
merantai diriku.
Apa kamu mengakui bahwa setiap kali hilang ingatan,
kamu bisa melukai seseorang?
Ya.
Benar.
Sepertinya kamu tahu betapa berbahayanya Iblis di dirimu.
Aku tidak akan bicara lagi.
Kamu hanya punya satu pilihan.
Hadiri Upacara Penyegelan.
Bukankah itu yang terbaik bagi semua orang dan dirimu sendiri?
Aku harus mengeluarkan Iblis dari dalam dirimu.
Dengan cara apa pun.
No comments yet. Be the first to leave one.