The first 200 lines.
Apa ini?
Kenapa ayam dikurung dalam tempat sempit?
Ini Batu Keras.
Astaga.
Bagaimana mereka membentuk semua Batu Keras ini?
Saat membuat kalung pakai Batu Keras,
aku butuh empat kali bulan purnama.
Mereka bentuk sebanyak ini?
Hei!
Hei, Bodoh!
Kuda bodoh! Dasar...
Apa-apaan!
Kuda bodoh! Ini tanaman obat!
Kau banyak sekali memakannya!
Kuda bodoh...
- Dia seperti mau membunuhnya. - Ya.
- Astaga. - Panggil penjaga!
- Kita harus bagaimana? - Tolong hentikan dia!
- Apa masalahmu? - Astaga, dia akan membunuhnya?
- Hei! - Di mana penjaga?
Tolong hentikan dia!
Kau...
Nona!
"Nona"?
Kusuruh kau kembali ke asalmu.
Ada yang harus kulakukan.
Kau harus tinggalkan Arthdal secepatnya.
Pasti. Setelah kuselesaikan urusanku.
Tempat ini aneh.
Kau yang paling aneh di sini. Kau Igutu...
Pokoknya, kau harus segera pergi...
Hei, aku belum selesai bicara.
Hei!
Hei.
- Sedang apa kalian di sini? - Maaf.
- Sedang apa kalian? - Ayo pergi.
Keluar!
Kubilang keluar!
Tempat apa itu?
Apa pun itu, bukan urusanmu.
Anak-anak itu.
Siapa mereka?
Anak-anak itu tahanan perang.
Perang?
Anak-anak itu berperang pakai pisau?
Sudah pasti orang tua mereka yang berperang.
Kau...
dan anak ini
akan berakhir seperti itu jika tertangkap, jadi, pergilah.
Tangga raksasa
di Tebing Hitam Besar...
Beginikah cara membuatnya?
Mungkin.
Kudengar banyak orang tewas saat membuatnya.
Saat kulihat
begitu banyak Batu Keras di pasar,
dan saat kulihat
tangga sangat besar ke atas tebing,
kupikir pasti ada raksasa.
Namun, aku salah.
Mereka seperti ayam-ayam itu.
Apa?
Kulihat ayam-ayam di pasar.
Lusinan ayam dikurung dalam tempat sempit.
Tak pernah kulihat hal sekejam itu.
Apa maksudmu?
Bangunan hebat yang kalian buat
bukan buatan raksasa.
Anak-anak itu...
Orang klanku yang kalian ambil... Merekalah yang bekerja!
Bak ayam, mereka dikurung
dan dirantai.
Aku harus selamatkan klanku. Tak bisa pergi sebelum mereka selamat.
Caranya?
Bagaimana caranya?
Akan kusandera pemimpin unit dan minta ditukar mereka.
Siapa?
Pemimpin unit, Sanung Niruha.
Akan kau apakan Sanung Niruha setelah berhasil masuk?
Akan kutangkap dia.
Anggaplah kau bisa masuk.
Kau akan tersesat di dalamnya.
Susu Eunseom ahli mengetahui arah.
Ahli mengetahui arah? Itu jika bisa lihat matahari dan bintang.
Kau tahu apa itu koridor?
Bagaimana dengan serambi?
"Koridor"?
Jalanan panjang tempat kau tak bisa lihat
matahari dan bintang. Bahkan tak bisa rasakan angin.
Jalan itu terjalin seperti sarang laba-laba.
Jadi, cepat kembali ke tempat asalmu.
Kalau begitu kutunggu dia keluar.
Dia pasti akan keluar.
Pikirmu, dia akan sendirian?
Pemimpin Serikat selalu dikawal enam kesatria.
Akan kulawan dan menang.
Masa bodoh sekalipun kau mati.
Satu hal lagi.
"Pemimpin Serikat", bukan "pemimpin unit".
Lihat? Sudah kubilang.
Nona!
Kau sudah tangani berandal itu?
Lupakan semua yang terjadi.
Berlagak tak kenal sekalipun dia dipenggal.
Apa?
Baiklah.
Bagaimana dengan Serikat Bachi?
Pasti kini sedang rapat.
- Cepat kemari. - Astaga, sebentar.
Kau sudah dengar?
Ya, itu mustahil.
- Itulah maksudku. - Itu omong kosong.
- Astaga. - Kudengar itu sungguh terjadi.
HARIM
- Kami tak akan berkomentar. - Membuat frustrasi.
Aku yakin kalian tahu.
Tagon akan disidang di Pengadilan Keramat.
Dia telah amat berjasa bagi kita, warga Arthdal.
Tanpa dia, kita tak bisa memusnahkan Neanthal.
- Aku tahu. - Pastinya.
Ini semua salahku.
Berapa yang tewas saat perang?
Aku dokter, tapi kugunakan penyakit untuk membunuh.
Negeri di balik Gunung Puncak Putih, Atturad.
Bagaimana kita taklukkan?
Sanung Niruha memutuskan
untuk merebut negeri itu dan Tagon punya rencana.
Jadi, Georukeumihon...
Bukan, kami manfaatkan Asa Hon.
Lalu kami beri dia gelar rumit, Georukeumihon.
- Georukeumihon. - Georukeumihon.
- Georukeumihon. - Georukeumihon.
Benar. Begitulah kita menaklukkan Atturad.
Berapa budak kita bawa sejak perang?
Asa Ron Niruha melakukan ini pada Tagon, kendati dia sangat berjasa.
Kalian tak merasa ini terlalu kejam?
Serikat Bachi tengah berapat.
ASOSIASI PEDAGANG
Karena Tagon?
Ya, untuk menunjukkan, anggota Serikat menentang keputusan itu.
ASA RON
Kau akan lakukan apa?
Kurasa kini tergantung aku.
ASA MOT
Namun, satu hal yang masih tak kumengerti.
Tagon...
Entah apa
yang dia pikirkan.
Apa dia berkomunikasi dengan ayahnya?
Jika ya, sejak kapan?
Aku akan tanya pada para dewa.
Siapkan Asap Keramat.
Menurutmu
apa rencana Tagon?
Dengar.
Asa Ron Niruha berpikir
Sanung Niruha merancang rencana tersebut.
Namun, sebenarnya Tagon yang rencanakan semuanya.
Dan kau lakukan persis seperti yang diminta Tagon.
HAE TUAK
Apa kau yang merencanakan ini?
Jangan omong kosong.
Aku tak bisa berpikir karena kau ribut.
Baik. Maaf, Nona.
Kau sudah ke menara?
Gawat.
- Kerjalah yang benar. - Astaga.
Sampai kapan kau berencana merahasiakannya?
Teganya Tagon lakukan ini kepadamu?
Kalian belum menikah, tapi dia sudah membawa anak.
Hei!
Ya, aku pergi.
Aku segera ke sana.
Tagon,
apa yang kau pikirkan?
Ikut dengan kami.
Kenapa harus?
Beraninya kau menangkapku
tanpa menjelaskan ada apa?
Lepaskan.
Mihol.
MIHOL
Apa?
Aku tanya apa Ayah pikir Tagon akan membiarkan ini.
SANUNG
Dia mungkin tak akan menerima ini.
Dia pasti tahu apa yang terjadi.
Kudengar Serikat Bachi berapat.
DANBYEOK
Itu pasti cukup, 'kan?
Apa banyak orang melihatnya?
Ya.
Orang membicarakan
setulus apa Ayah berdoa menyelamatkannya.
Kabar sudah menyebar.
Aramun.
Apa arti
di balik jemari yang Aramun Haesulla pahat?
Jika Tagon memutuskan menghunus pedangnya...
Sekalipun dia melakukannya, pedangnya akan ditujukan pada Asa Ron.
No comments yet. Be the first to leave one.