The first 200 lines.
Bradley, berapa usiamu?
28 tahun.
Apa pekerjaan anda?
Sales rumahan.
Baiklah. dan Lisa, bagaimana denganmu?
Aku 28. Aku seorang guru.
Baiklah. Guru.
Dan sudah berapa lama kalian menikah?
10 tahun.
Baiklah. Paling tidak ada yang bisa kita sepakati.
Sudah punya anak?
Belum.
Belum punya anak.
Apa kalian menginginkan anak?
Ya.
Baiklah.
Bradley?
Menurutku kita perlu berada di tempat yang lebih baik...
sebelum kita bisa membawa seseorang masuk di dalamnya.
Baiklah.
Ada yang ingin disampaikan, Lisa?
Aku mencintainya. Hanya saja aku berpikir jika seseorang harus berubah, bukan?
Yeah. Benar.
Aku sering merasa kami berbeda dengan orang lain
sebelum kami benar-benar menjadi diri kami sendiri.
Khususnya ketika kami masih muda.
Kami masih 18.
Aku bukanlah gadis yang jatuh cinta padanya.
Tapi aku masih mencintaimu.
Katakn padaku apa yang harus aku lakukan. Aku berjanji jika aku akan berubah.
Aku mohon sa.
Jangan lakukan itu.
Aku tidak bisa.
Maaf.
Bradley, jangan. Maaf.
Aku tidak mau menyakitinya. Dia pantas mendapatkan yang lebih baik.
Lebih baik darimu?
Yeah.
Mengapa kau berpikir seperti itu?
Dia pria yang baik.
Dia konsisten dan penyayang.
Tapi aku sering merasa jika kami adalah teman sekamar bukanlah suami dan istri.
Apa kau sudah menemukan yang lain?
Dan dia telah menunjukkan padamu semua yang tidak kau miliki.
Dan yang baru ini sangat menarik bagimu.
Dia membelikanmu bunga dan dia selalu bilang jika kau sangat cantik.
Dia juga mengatakan semua hal yang tidak pernah dikatakan oleh Brad.
Semua itu tidak apa-apa. Aku disini bukan untuk menilaimu.
Menurutku, jika kau mau jujur padaku,
mungkin kita bisa mencari akar dari masalah yang sebenarnya.
Aku ingin menceritakan satu kisah padamu.
Tentang kakakku. Jika memang boleh.
Judith namanya.
Aku mengenalnya dengan baik. Kami sangat dekat.
Kami dibesarkan di kota yang sangat kecil.
Dan Ibu kami, Sarah,
dia mengajak kami ke gereja lima hari dalam satu minggu.
Dan dua kali pada hari Minggu.
Tidak ada banyak waktu untuk bersenang-senang.
dan untuk laki-laki? Lupakan hal itu.
Di saat Judith dan Brice bertemu,
Ada sesuatu yang sudah terjadi diantara mereka.
Mereka tidak dapat dipisahkan.
Mereka seperti yin dan yang.
dan sekarang, Sarah mencoba untuk melarang Judith,
tapi Judith sedang kasmaran.
Begitu juga dengan Brice.
Ya, dia tidur. Aku janji.
Ayo. Ayo.
Berhenti.
Bisa kau lihat, jika cinta bagi Judith,
kelihatannya berbeda dengan orang lain.
Untuknya, semua itu membingungkan.
Itu adalah nafas kehidupan.
Sering kali, mereka tidak menyadari jika Sarah sedang mengawasi mereka.
Sampai jumpa besok.
Kemudian dia memutuskan jika dia tidak dapat melawan semua ini.
Mungkin memang sudah takdir.
Atau, "Mungkin sudah jalan-Nya."
Judith sangat khawatir saat Brice melamarnya.
Dia tahu jika Ibunya akan bilang, "Tidak."
Tapi tiba-tiba dia bilang...
Ya.
Pastinya, jika senyum adalah uang,
maka mereka pasti seorang jutawan.
Selamat tinggal!
Akhirnya mereka bisa bersama-sama.
dan kehidupanpun dimulai.
Mereka menemukan tempat tinggal.
Aku menang! Tidak, Aku menang!
Mereka sangat kekurangan tapi mereka saling memiliki.
Pelan sekali. Ayolah! Tunggu apa lagi?
Dan mereka semakin jatuh cinta.
Impian Brice adalah ingin bekerja di apotek
yang suatu saat nanti bisa menjadi miliknya sendiri.
Sedangkan Judith,
impiannya adalah menjadi konselor pernikahan.
Tapi itu sama sekali tidak mudah.
Suatu ketika, dia bekerja dengan Janice Wise,
Seorang mak comblang yang kaya raya.
- Selamat pagi. - Ah, pagi juga.
Selamat pagi.
Jadwalmu jam 8:00.
- Ah, dia datang terlalu awal. - Yeah.
Baiklah. Terima kasih.
Silahkan. Yeah.
Lihat sepatu itu.
Yeah? Aku tidak menyadarinya. Terima kasih.
Aku tidak sedang membicarakan barang miliknya,
Aku sedang membicarakan milikmu.
Sepertinya itu sepatu ortopedis.
Judith, kita sudah membicarakan hal ini.
Lihat kantor ini. Apa yang bisa kau lihat?
Sekelompok wanita dengan potongan rambut dari India?
Lihat aku, Judith.
Yang perlu kau lihat adalah orang-orang di kantor ini
sangat peduli dengan penampilan.
Tidak sepertimu.
Ada lebih dari jutaan dollar
yang datang dan pergi di kantor ini hanya untuk mencari cinta.
Kita punya standar yang harus dipenuhi.
Dan ini tidak memenuhi standar.
Baiklah, Ava, Sepertinya aku tidak perlu memakai pakaian dan sepatu yang bagus
hanya untuk membuktikan jika aku mampu bekerja.
Ya, kau harus melakukannya.
- Tidak perlu. Aku punya gelar sarjana. - Yeah, benar.
- Gelar? - Ya.
Sebuah gelar di dinding tanpa label itu tidak berarti apa-apa.
Kau berasal darimana?
Belvedere.
Dimana itu?
Di Selatan.
Selatan. jelaslah semuanya.
Kau dibesarkan di bawah Mason-Dixon.
Baiklah, Ava, kau harus minum Valium.
Kau harus menyetrika pakaianmu.
Apa? Aku sudah melakukannya.
Sudahlah. Pakaian itu sudah menjelaskan semuanya.
Begitu juga dengan pakaianmu.
Ada apa dengan pakaianku?
Bisakah kau bernafas, Ava?
Kau tidak bernafas di Herve.
Silahkan, Tuan. Madison, Janice sudah menunggu anda.
Oh, Tuhan.
Siapa itu?
Kau bercanda. Kau tidak tahu siapa dia?
Tidak.
Penemu social media ketiga terbesar setelah Zuckerberg?
Class-Meet? Kau berasal dari planet mana?
Apa yang sedang dilakukannya disini?
Jangan bilang, jika dia sedang dijodohkan oleh The Madam.
Dia bukan madam. Kau harus menggigit lidahmu sendiri.
Dia itu mak comblang dan dia sangat ahli dalam bidang itu.
Yeah. begitu juga dengan mucikari.
Silahkan masuk.
Jangan kemana-mana. Aku tahu jika dia sedang berbicara denganku.
Terserahlah.
Baiklah.
Ya?
Ava, anak muda yang tampan ini sedang mencari jawaban
tentang bagaimana kita melakukan pekerjaan kita disini.
Silahkan dicatat.
Oh, apa anda sedang mencari teman kencan?
Oh,
Aku yakin dengan wajah setampan itu tidak perlu susah payah untuk mendapatkan teman kencan.
Oh, baiklah,
Aku sebenarnya saat ini masih berhubungan.
Jadi anda ingin menggunakan jasa kami?
Aku lebih suka dengan cara yang lama dalam menemui wanita.
Oh? Dengan membayarnya?
Tidak, bukan itu maksudku.
Uh, Lalu apa pekerjaanmu disini?
Oh, uh, saya?
Ya.
Aku adalah terapis rumahan.
Ini, uh, Judith.
Judith.
Baiklah, Judith, aku ingin berbicara denganmu.
Judith, Harley ini ingin invest di perusahaanku.
Kita ingin membawa Wise Counsel secara online dan internasional.
Oh, baiklah.
Sebelum aku melakukannya,
Aku ingin dijelaskan tentang semua ini.
Oh, Saya paham sekali.
Dan Judith yang akan melakukannya.
Uh, Ava, kosongkan jadwal Judith.
Judith, tolong jawab semua pertanyaan dari Tuan. Madison.
Baiklah. Uh, silahkan.
Baiklah.
Selamat tinggal. Senang bertemu dengan anda.
Jadi apakah akan dimulai hari ini?
Sepertinya begitu. Terima kasih.
Oh, jangan berterima kasih dahulu. Apa kau akan mengatakan apa yang harus dia lakukan?
Ya, Dia akan bekerja di pendataan barang.
Aku memeriksanya secara random setiap hari,
jadi kau harus melaporkannya dengan baik.
- Baiklah. - Acak!
Saya mengerti.
Brice, uh, kau berasal dari Boston?
Yeah.
No comments yet. Be the first to leave one.