The first 200 lines.
Merpati.
Bertahanlah.
Bertahanlah.
Bertahanlah saja.
Kau gemuk, rambutmu kotor, kau bau.
Kau kuliah di jurusan yang salah.
Kau tak punya banyak teman. Kenapa kau tak bisa masak?
Kau tak ingat hari ulang tahun semua orang.
Semua orang bisa lihat bahwa tubuhmu aneh.
Kariermu seharusnya bisa lebih tinggi lagi.
Aku baik-baik saja Aku tak merasa baik-baik saja
Semua baik-baik saja Kenapa aku tak merasa begitu?
Kemarin ada tiga tukang poles kayu, namun sekarang tak ada sama sekali.
Aku hanya ingin bisa memasak di rumahku sendiri.
- Hei, V. - Selamat pagi.
Kau tahu, Bob baru saja bilang kepadaku...
bahwa maksimal adalah sekitar tiga minggu?
Benarkah itu, Bob?
Kami lakukan sekuat yang kami bisa...
Baiklah, tiga minggu.
Terima kasih, Bob.
Kau menghalangi.
Orang itu payah.
Katanya akan selesai sebulan lalu.
Aku tahu.
Bob merusak rencanaku untuk renovasi lanjutanku.
Maafkan aku. Aku sungguh tak berencana...
membuatmu berada dalam kapal pecah.
Tak masalah.
Maksudku, dapurku bahkan saat ini tak punya atap.
Kau seperti babi.
Kau benar-benar sarapan dengan snoball?
Ya, aku coba bersikap ironis.
Babi.
Apa kau bekerja di paviliun lagi hari ini?
Ya, ada tenggat untuk dua naskah.
Babi.
Beri tahu saja kalau ada yang bisa kubawakan sepulang kerja.
Kontraktor baru, juga uang 250.000 dolar.
Bagaimana kalau burrito?
- Itu juga boleh. - Baiklah.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Aku merasa tak kenal lagi siapa sebenarnya diriku
Aku merasa tak kenal lagi siapa sebenarnya diriku
Apa yang kau kenakan?
Kau seperti bayi.
Kenapa kau tak punya rumah sendiri?
Orang akan berpikir bahwa kau pecundang...
tinggal di rumah teman.
Aku baik-baik saja Aku baik-baik saja
Bagaimana orang akan menganggapmu serius?
Kenapa aku tak bisa hentikan suara di kepalaku?
Kenapa aku tak bisa hentikan suara di kepalaku?
Keith?
Keith?
Kenapa aku tak bisa bahagia?
Hei.
Bukankah Julie bertugas untuk mengulas naskah-naskah ini?
Ya, seharusnya.
Maksudku, ini adalah yang lain.
Ini baru datang dari WME.
Baiklah. Bisa ambilkan kopi?
Hei, Sayang. Selamat pagi.
Bersikaplah baik.
Apa kau sudah mendapatkan laporan produksi dari Miami?
Surelmu dapat tembusan juga, Bradley. Itu adalah tanggung jawabmu.
Aku tahu.
Tapi kau juga selalu mencatatnya dengan baik.
Berbagilah, jangan egois.
- Sudah kuduga. - Kembalikan secepatnya.
Lucu sekali karena kau mencetak semuanya.
Baiklah, kumaafkan kau sekarang.
Lupakan saja, atau dia akan berhenti.
Hei, apa kau sudah dapat laporan produksinya?
Julie, apa kau sudah mengulas naskah-naskah Argentina?
Selamat pagi, Violet.
Aku baru dapat.
Keith baru memberikannya padaku kemarin pagi, jadi, belum.
Kapan aku punya waktu.
Jangan sok kuasa.
- Hei, itu dari siapa? - Entahlah.
Pasti dari donatur Phoenix.
Astaga, benar, Violet, mereka menyukaimu.
Pasti itu dari mereka. Apa benar dari mereka?
- Kalian tak punya pekerjaan lain? - Sikap apa itu?
Bersikaplah baik.
Ini dari Roger Vale dari Universal.
Benarkah?
Hubungkan dengan Charlie.
Tumpukan naskahnya sungguh tinggi sekali.
Apa kau akan memilih pemenangnya hari ini?
Kau tahu, Tom.
Ada apa dengan bunganya?
Dari Roger Vale dari Universal.
Ya, semua eksekutif studio menyukai Violet.
Bukankah begitu, V?
Baiklah, Semuanya, pergilah dari sini.
Kembali ke tempat kalian. Ayolah, ayolah.
Violet punya banyak pekerjaan.
Bos kita hanya berbicara pada kita mengenai bunga.
Baiklah.
Aku tak mengerti.
Mereka selalu saja kongko dan mengobrol di sini.
Kau hanya membiarkannya saja.
Siapa? Tom? Tidak, dia hanya...
Bukan, maksudku bukan Tom.
Aku membicarakan soal yang lainnya.
- Baik, Bradley dan Julie? - Benar, kau tahu.
Tidak, tidak.
Kau kepala produksi di sini, Violet.
Mereka bekerja padamu.
Kau membuat banyak hal.
Mereka selalu saja di sini merecokimu.
Kenapa tak kau usir saja?
Dengar, akan lebih baik apabila aku tak bilang apa-apa.
Lebih sedikit kesempatan yang kuberikan...
supaya aku tak dianggap berengsek, akan lebih baik.
Bila aku diam, itu lebih baik.
Bila aku tak bilang apa-apa, itu lebih baik.
Begitulah cara kerjanya.
Apa kau sungguh berpikir begitu?
Keith, aku sudah melakukan ini sejak lama.
Aku tahu.
Tidakkah itu terasa lebih baik?
Hei, apa yang kau lakukan?
Banyak. Aku coba untuk meneleponmu sebelumnya.
Aku tahu, kerja tanpa henti.
Aku harus keluar dari sini.
Mari bertemu di Jones. Aku bisa ke sana dalam 15 menit.
Bagus, kita berjumpa di sana. Sampai jumpa.
Maksudku, ini tidak sempurna.
Rumahnya masih dalam pembangunan.
Kenapa Red sudah kembali?
Kukira dia menyewa tempat hingga rumahnya selesai.
Seharusnya memang sudah selesai, tapi sudahlah.
Sejujurnya, aku tak bisa protes.
Aku hanya senang ada tempat untuk tinggal selama pembangunan.
Ya, kuharap bisa tinggal di dalam rumahnya.
Itulah manfaat telah mengenalnya selama 20 tahun.
Kau seperti bayi.
Akhir-akhir ini aku merasa aneh.
Jangan katakan padanya.
- Apa kau sakit? - Tidak, hanya saja.
Komite di kepalaku.
Aku belum pernah memperhatikan ini sebelumnya.
Komite apa?
Kau tahu, suara yang berkata...
bahwa kau ini sampah atau semacam itulah.
Maksudku, semua orang punya. Kau tahu yang kubicarakan.
Sepertinya.
Kau terdengar gila.
Entahlah, orang tuaku selalu berkata bahwa aku hebat...
jadi setiap kali muncul pemikiran buruk atau semacamnya...
maka itu terdengar seperti kebohongan.
Kau serius?
Ya, mereka bilang aku hebat, dan aku percaya pada mereka.
Kau lihat? Kau orang aneh.
Astaga, kau seperti unicorn.
Ini dari pria berdasi di sana.
Dasi?
Baik, eksekutif studio atau agen?
Tebakanku itu eksekutif studio.
- Kau mengenalnya. - Itu Roger Vale.
- Benarkah? - Ya.
Kau tak berpacaran dengannya, bukan?
Entahlah, sepertinya begitu.
Memangnya ada apa dengan Roger Vale?
Ayolah, seperti terakhir kali...
Hei, meja kalian sudah siap.
Ayolah, saat aku mendekorasi rumahnya di Malibu...
kau ada bersamaku dalam pesta itu...
dan kau bilang tak pernah sebegitu tidak tertarik pada seseorang.
- Apa? Aku tak bilang begitu. - Kau bilang begitu.
Pesta itu sudah berlalu. Sekitar tiga tahun lalu.
Ya.
Dia kini direktur produksi di Universal.
Lalu?
Jadi dia tipe pria yang seharusnya kukencani.
- Itu benar. - Atau semacam itulah.
Komite yang bilang begitu?
Entahlah.
Karena bila memang begitu, menurutku itu bohong.
Bukankah seharusnya kau bersama dengan seseorang seperti Red?
Bila kau ingin orang menganggapmu pecundang.
Astaga, apa yang kau bicarakan?
Tidak.
Red dan aku sudah saling kenal sejak usia kami 12 tahun.
Jujur saja, aku tak melihat yang orang lain lihat darinya.
Maksudku, aku sudah mengenalnya sebelum dia jadi penulis naskah.
Sejujurnya, dia agak kutu buku.
Tidak, tidak.
Pacarku yang ahli komputer, itu baru kutu buku.
Red bukan kutu buku.
Kau harus menghapus gambaranmu akan dirinya...
dalam usia 12 tahun, lalu lihat dia sekarang.
Kau mau jadi pecundang?
Dia bukan jenis pria kesepian, bila kau tahu maksudku.
Astaga, ada dua film yang akan naik produksi besok.
Kau harus mengizinkanku melihat desain panggung untuk Fox Run.
- Apa? - Fox Run, proyek favoritmu.
No comments yet. Be the first to leave one.