Beat

Beat (비트)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Beat (1997) BluRay 720p 480p AC3 x264-CHD
A Commentary by Galank87
www.IDFL.me

Tags

BluRay
x264
720p
720
AC3
480p
480
HD
Published on: 2014-08-19
Downloads: 40
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Aku tak memiliki impian.

Aku telah berusia 17 tahun namun aku tak pernah melakukan apapun.

Setiap malam yang kulakukan hanyalah bergaul dengan Taesoo...

dan berkelahi dengan orang lain.

Itulah kehidupanku pada saat itu.

Bangsat!

Hei, bajingan!

Dasar keparat!

Ayo!

Wow, harganya mungkin sekitar 3 juta.

Tunggu saja, aku pasti akan membelinya.

Aku serius, sobat.

Dan hanya kaulah satu-satunya yang akan mengendari motor ini.

Apa kau masih ingat dengan orang yang pernah kita temui sebelumnya?

Dia ingin agar kita bekerja padanya.

Dan aku telah menyetujui kesepakatannya.

Aku telah memikirkannya. Kita tak bisa terus hidup seperti ini.

Aku telah menemukan yang selama ini kucari. Dan aku harus melakukannya.

Aku akan pindah sekolah. Ibuku yang menginginkannya.

Kurasa agar aku mendapatkan nilai yang lebih baik.

Ingin masuk kuliah?

Aku tak pernah memikirkan hal tentang kuliah.

Aku sudah lelah dengan segalanya dan yang kuinginkan hanyalah melarikan diri.

Karena tentu saja kuberpikir bahwa dengan pindah ke sekolah lain...

Itu takkan mengubah apapun...

Nak. Kau telah terlambat di hari pertamamu sekolah?

Anak-anak di jaman sekarang memang sulit di atur...

Kau...

Apa yang kau lihat disaat aku sedang berbicara denganmu?

Lihatlah aku.

Jika aku sampai melihatmu menganiaya siswa lain...

Aku pasti akan membunuhmu, apa kau mengerti?

Jawablah aku, nak!

Baiklah.

Kau terlihat seperti berandalan...

Hei, Tn. Kim!

Dia adalah murid pindahan.

Pergilah.

Kemarilah.

Senang bertemu denganmu.

Jadi namamu adalah Min?

Aku adalah Wali Kelasmu.

Kuharap kau akan menyukai sekolah ini.

Hwan-gyu adalah teman pertamaku di sekolah baru ini.

Hwan-gyu...

Merasa bangga karena dia menghirup lem semenjak dia duduk di kelas 5 SD...

Dan mengatakan hal itu pada semua orang.

Kau ingin berkelahi satu lawan satu? Brengsek.

Apa kau tahu siapa aku?

Hari ini, kau akan mati.

Hwan-gyu adalah tipe orang yang selalu menggertak tapi dia adalah orang yang baik.

Kau baik-baik saja?

Bangsat. Aku hanya sedang bermain-main saja denganmu.

Kau akan mati hari ini jika aku bertarung dengan sungguh-sunguh, apa kau dengar?

Berhenti, brengsek!

Selamat, Ae-sun.

- Selamat. - Terima kasih.

Ayo tiup lilinnya.

Selamat. Selamat.

- Oh, terima kasih. - Selamat.

Aku memberikanmu pager.

Ibuku sudah membelikanku pager pagi ini.

Apa yang bisa kuberikan padamu sebagai gantinya?

Seorang kekasih yang wajahnya mirip seperti Brad Pitt.

Jangan. Karena nanti kau takkan diizinkan masuk kuliah.

Jo Hwan-gyu.

Apa yang kau lakukan?

Hei, apa yang sedang kau lakukan?

Keluarlah, sekarang juga.

Aku ingin sekali membunuhmu.

Anggap saja dirimu sedang beruntung.

Aku pernah berkelahi dengan 17 orang di tahun lalu sampai tulang punggungku patah.

Jika bukan karena aku sedang mabuk, kau pasti sudah mati. Brengsek.

Apa kau ingin ronde kedua?

Aku hanya bercanda, sobat.

Mari kita pergi untuk mencari gadis-gadis kaya.

Dia kuat sekali.

Terjual dengan harga 50 ribu won!

Persembahan istimewa di malam ini...

Yaitu Lee Min!

15 ribu won!

Kita punya penawaran 15 ribu won.

Kita punya penawaran 18 ribu won.

50 ribu won!

Kita punya penawaran 50 ribu won!

100 ribu won!

100 ribu won?

100 ribu won!

Hei! Kau tak boleh menawarkannya kepada meja yang lain!

Maka kita akan melanjutkan lagi penawarannya.

Tidak mau.

Aku akan menghitung sampai tiga, tiga!

Satu, dua, tiga.

Selamat. Cepat dan bawalah dia.

Hei, kau telah terjual. Kemarilah.

Berapa nilaimu?

Apa?

Berapa nilaimu? Berapa nilai rapotmu?

Apa kau akan bisa masuk kuliah dengan nilai itu?

Lalu apa kau pintar di sekolahanmu?

Selalu mendapatkan nilai 10! Semenjak aku masih berada di kelas satu.

Aku menyukai The Beatles. Hanya itu saja.

Sejujurnya, aku memang menyukaimu.

Tapi ingatlah. Kau masih menjadi budakku.

Jangan berikan nomor ini pada siapapun.

Saat aku menghubungimu, kau harus secepatnya datang. Oke?

Aku harus pergi untuk belajar. Sampai ketemu nanti!

Oh, anakku.

Kau sedang belajar?

Kenapa Ibu selalu saja mabuk?

Di sekolah barumu...

Janganlah bergaul dengan pembuat onar seperti Tae-soo.

Uh, untuk membiayai kuliahmu...

Aku harus bekerja keras menjual asuransi setiap hari.

Ini aku Romy.

LG dan Lotte besok akan bertanding dalam babak Playoff di Stadion Jamsil.

Pergi dan catatlah secara rinci...

Termasuk dengan semua kejadian yang ada di Stadion.

Jika catatanmu salah atau kau hanya mengarang saja...

Maka kau sudah bukan lagi menjadi budakku.

Apa kau mengerti, Lee Min? Dah!

Pemandu sorak-nya sangat ramping dan menarinya sangat lincah sekali.

Kau tahu, pemandu sorak-nya LG...

Dibawah pemukul yang ke-9 dengan 2 kali bola keluar, LG mengeluarkan pemukulnya.

Lalu mereka menggantikannya dengan pemukul ke-4 yang terhebat.

Lalu apa yang terjadi dengan LG?

Mereka sulit untuk mengubah kedudukan skor namun mereka tak mau menyerah begitu saja.

Dan tentu saja pada akhirnya, mereka mendapatkan skor. Itu keren sekali.

Kau terlihat santai sekali padahal ujian kita akan dimulai minggu depan.

Kau harus melepaskan ketegangan disaat masalah sedang menghampirimu.

Bukankah para pelajar yang akan megikuti ujian di minggu depan itu hanyalah para pecundang?

Jadi bagaimana mungkin mereka akan lolos ke perguruan tinggi dengan begitu mudah?

Kau memang luar biasa.

Kau sudah datang?

Aku pergi dulu.

Jika aku tahu bahwa kau menggemari bisbol, Aku pasti sudah mengajakmu.

Aku tak suka dengan bisbol.

Seks, film, dan olahraga, itu hanya akan membuat orang menjadi bodoh.

Apa kau pikir orang-orang yang menonton bisbol itu bisa masuk ke perguruan tinggi?

Tentu saja, tidak.

Semua teman-temanku yang pintar...

3% dari mereka masuk ke SMA Negeri.

Dan 12 orang sisanya masuk ke sekolahku.

Maka kemungkinan bagiku juga takkan berhasil.

Apa kau takut dengan kegagalan?

Tidak, tapi aku tak ingin hal itu membuatku terpuruk.

Harga diriku takkan membiarkanku.

Semuanya akan bersaing untuk bertahan hidup.

Hal yang kotor dan menjijikan pun diperlukan untuk mencapai kemenangan.

Apakah aku membuatmu jijik?

Tidak, sejujurnya aku...

menghargai orang yang memiliki tujuan yang jelas sepertimu.

Tentu saja, karena seorang budak harus menghormati Tuannya.

Romy tak seperti gadis lainnya yang pernah kutemui.

Tubuhnya selalu menebarkan harum.

Dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Dari keyakinannyalah yang membuat dia begitu harum.

Tidak!

Jika kau melakukannya, itu akan membuatku kehilangan arah.

Aku memang menyukaimu. Jadi, kau harus masuk kuliah juga.

Lee Min!

Hei, ada seseorang yang memanggilmu.

Lee Min!

Lee Min!

Ini sudah hampir 4 bulan.

Tapi...

Taesoo tak terlalu banyak bicara.

Aku sudah keluar dari sekolah...

Saat 2 bulan lalu.

Hei, Min. coba lihatlah.

Aku sudah memesan makanan yang enak dengan aroma pegunungan.

Astaga. Hei, berikanlah aku minuman.

Dan tunggulah sebentar lagi.

Aku sudah memanggil wanita seksi untuk menemani kita.

Kurasa aku bisa minum dengan puas malam ini.

Hwan-gyu.

Ya?

Maafkan aku, tapi kami ingin membicarakannya secara pribadi.

Baiklah.

Panggillah aku untuk tagihannya, oke?

Ada apa?

Tak ada apa-apa.

Aku hanya ingin bertemu denganmu.

Sekarang aku harus pergi.

Kau sudah mabuk. Kau takkan bisa mengendarainya.

Jangan turun.

Aku baru membelinya hari ini.

Aku berpikir kira-kira siapa yang pantas untuk mengendarainya jika itu bukan aku.

Brengsek.

Jawabannya mudah saja.

Yaitu kau.

Ini adalah urusanku. Kau jangan pernah masuk kesana.

Apa yang kau lakukan, brengsek!

Bajingan!

Hei! Apa yang harus kulakukan?

Tae-soo!

Tae-soo!

Aku hanya mampu melihat Taesoo...

Yang sedang diseret seperti binatang.

Aku tak bisa memaafkan diriku.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left