Release info

진짜가 나타났다!-The Real Has Come-E09-NEXT-VIDIO
A Commentary by Anangkaswandi
Sorry telat besti, baru pulng dari nyari thr 😅😅

Tags

other
Published on: 2023-04-23
Downloads: 16
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Permisi!

- Ibu? - Kakak.

Ya. Dong-Wook, ada apa? Kamu sudah menemukan Ibu?

Pemilik agen properti baru saja menelepon.

Katanya Ibu mau menjual tokonya.

Ibu sangat senang ketika mendirikan tokonya.

Kakak, bagaimana ini?

Bagaimana kalau benar-benar terjadi sesuatu pada Ibu?

Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif. Silakan tinggalkan pesan.

Siapa bilang kalian bisa menikah?

Gong Tae-Kyung! Kamu pria jahat!

Bagaimana dengan anakmu di dalam perutku ini?

Anak? Anak katanya?

Apa maksudnya ini?

Bukankah nona itu...

Ada apa ini?

Astaga.

Se-Jin!

Astaga.

Nenek, bagaimana ini?

Sudahi acaranya. Pulangkan para tamu.

Ayo pergi.

Aku akan menemaninya.

- Nenek. - Nenek, aku juga ikut!

- Berhenti sebentar. - Kita harus cepat pergi. Cepat!

- Episode 9 - Oh Yeon-Doo!

Kenapa kamu begini?

Jangan berlari. Kamu, 'kan, sedang hamil.

Karena anak ini...

...Ibuku...

...aku bilang bukan...

...bahkan sampai melepas toko.

Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan.

Tarik napas dalam dan bicara perlahan, Oh Yeon-Doo.

Setelah aku bilang kamu bukan ayah anakku,

Ibu tidak percaya.

Ibu tahu hari ini hari pernikahanmu,

dia pergi dari rumah.

Dia bilang ingin mati dan tidak bisa dihubungi.

Kalau mau membujuk Ibu, harus ada kamu.

Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada ibuku?

Bagaimana ini, Gong Tae-Kyung?

Tenanglah.

Tidak akan terjadi apa-apa.

Nomor yang tidak dikenal.

Bagaimana ini? Ibuku bagaimana?

Aku tidak bisa mengangkatnya karena takut.

Ya. Ini adalah ponsel Oh Yeon-Doo.

Kantor polisi?

Aduh.

Benar-benar jahat.

Meski itu adalah pernikahannya, ayahnya jatuh pingsan,

bagaimana bisa dia menutup teleponnya?

Aku sudah tahu saat ibunya membuat onar.

Pak Kepsek kita, tidak beruntung dalam hal istri atau anak.

Syukurlah dia baik-baik saja, selain dahinya yang luka.

Pak Kepsek, anda sudah sadar?

- Ini di mana? - Ini di rumah sakit.

Anda pingsan di acara pernikahan.

Aduh. Anda belum boleh bangun.

Mau aku panggilkan dokter?

- Aduh. - Pak Kepsek.

Anda masih belum boleh bangun.

- Pak Kepsek! - Astaga.

Minggir!

Tidak.

Aku tidak sengaja melakukannya.

Tidak apa-apa, Kim Joon-Ha.

Ayo pergi.

Ada serangkaian hal menjengkelkan terjadi. Kemarin masalah Soo-Jung,

kini wanita yang mengandung anak dari mempelai pria muncul.

Hal memalukan apa lagi ini?

Maaf, Ayah Mertua. Pulanglah duluan.

Ini apa maksudnya, Pak Kepsek?

Wanita hamil muncul?

Sudah, silakan pulang.

Pada akhirnya Oh Yeon-Doo muncul?

Meski begitu, pria tua itu selamat.

Astaga, Se-Jin.

Sadarlah.

Aku mengajakmu ke rumah sakit, kenapa tidak mau?

Aku tidak bisa berkata apa-apa.

Kepala Jang, maafkan aku.

Semuanya salahku.

Aku salah dalam membesarkan...

- Nyonya! - Benar.

Ini salahmu. Itu tanggung jawabmu membesarkan anak seperti itu!

Bagaimana dengan putriku? Bagaimana dengan Se-Jin,

yang sudah memakai gaun pengantin dan dipermalukan?

Beraninya kamu menikahkan orang yang sudah punya anak, tanpa malu?

Tanggung jawab! Tanggung jawab atas hidup putriku!

- Dia juga korban. - Berhenti!

Berhenti marah dan bawa anakmu pulang!

Pria yang katanya adalah ayah baru muncul, lalu kenapa?

Se-Jinku. Coba lihat dia! Apa seperti orang yang hidup?

Ini semua karena kamu!

Salahmu! Tanggung jawabmu!

Ibu.

Ya, Se-Jin? Se-Jin, ada apa? Ada yang sakit?

Mau pergi ke rumah sakit?

- Aku mau pulang ke rumah. - Ya.

Ya. Ayo pergi. Hati-hati.

Hari ini putramu sudah melakukan kesalahan besar.

Aku akan meminta tanggung jawab nanti.

Kalian lihat apa? Baru pertama kali melihat orang memakai gaun pengantin?

Kenapa aku harus minta maaf karena orang itu?

Kamu tidak bisa diam?

Kamu ingin orang melihat kita juga?

Ayo cepat!

Ibu.

Ibu tidak apa-apa?

- Minta suamimu siapkan mobil. - Baik.

Astaga. Ibu tidak apa-apa?

Sebenarnya ke mana orang ini?

Kakak, katakan!

Kamu sungguh mau meninggalkan kami dan mati?

Dia ada di jembatan dan melihat ke sungai sambil memegang sepatunya.

Ibu, anda langsung berlari saat melihat kami.

- Kakak! - Iya!

Aku hanya melihat Sungai Han selama lima menit!

Aku melepas sepatu dan berniat melompat,

tetapi karena takut, aku hanya melihat-lihat.

Kenapa mengejarku? Kalau polisi mengejar, bagaimana mungkin aku tidak kabur?

- Astaga. - Ibu!

- Yeon-Do. - Ibu.

Ibu baik-baik saja?

Tetapi, kenapa pakaian Tae-Kyung...

Dia kabur dari acara pernikahannya.

Ibu! Dia bilang tidak bisa menikah dengan meninggalkanku dan anakku.

Apa? Jadi anakmu itu...

...anak Tae-Kyung, 'kan?

Tentu saja.

Benar, 'kan?

Ya. Tentu saja, anakku.

Itu anakku.

Kalian berdua ada rencana apa? Kalian kerja sama untuk menipuku, 'kan?

Ibu.

Maaf telah membuat masalah selama ini.

Mulai sekarang aku akan bertanggung jawab atas Yeon-Doo dan sang bayi.

Sungguh.

Tanggung jawab? Bagaimana kamu bertanggung jawab?

Apa kamu akan menikah dengan Yeon-Doo?

- Ibu, masalah pernikahan nanti saja. - Kami...

...akan menikah.

Gong Tae-Kyung.

- Itu sungguhan? - Ya.

Kami juga sudah menentukan tanggal pertemuan keluarga.

Pertemuan keluarga?

Aku sudah menelepon orang tuaku dalam perjalanan ke sini.

Setelah menjelaskan situasinya, orang tuaku mengerti dan menerimanya.

Ibu.

Jika Ibu sudah tidak marah lagi,

aku akan segera mengatur pertemuannya.

Kakak.

Cari taksi.

- Apa? - Aku menyuruhmu keluar mencari taksi,

karena aku sudah tidak ada tenaga untuk naik bus.

Baik, Ibu. Aku akan mencari taksi.

Tunggu aku, Tae-Kyung!

Ibu.

Aku sudah tidak marah karena Tae-Kyung. Aku masih tidak mau melihatmu.

Aduh. Anak katanya?

Seorang anak.

Bahkan sampai seorang wanita hamil muncul di pernikahannya?

Astaga, benar-benar memalukan.

Di depan semua orang! Sekarang mau dikemanakan wajahku?

Orang-orang akan membicarakan seluruh keluarga ini, bagaimana ini?

- Ibu, tenanglah. - Apa sekarang aku terlihat bisa tenang?

Sudah berapa kali aku bilang kalau orang tidak akan berubah?

Aku berusaha membuat dia yang punya banyak wanita, untuk menikah.

Ini yang dia lakukan?

In-Ok, bagaimana perasaanmu setelah dikhianati oleh anakmu sendiri?

Bagaimana rasanya melihat anakmu mencoreng wajahmu?

Maafkan aku, Ibu.

Aku tidak peduli. Kamu sungguh tidak tahu?

Apa kamu sungguh tak tahu kalau ada wanita yang hamil anak Tae-Kyung?

Jelas-jelas aku pernah melihatnya.

Siapa yang pernah kamu lihat?

Benar! Aku melihat wanita itu di halaman saat aku keluar dari rumah.

Astaga. Apa wanita itu adalah penguntit?

Kenapa dia ada di halaman rumah kita? Membuat merinding saja.

Yoo-Myung, katakan yang benar. Apa kamu sungguh melihat wanita itu?

Ketika dia berteriak di pesta pernikahan, aku merasa pernah melihatnya.

Aku baru ingat. Dia sedang mual-mual di halaman.

Mual-mual? Morning sickness ?

Tidak. In-Ok, apa yang kamu lakukan? Kamu yang memanggilnya?

- Bukan. Bukan... - In-Ok.

Apa kamu sudah tahu semuanya dan menutup mulut rapat-rapat?

Apa kalian berdua bekerja sama untuk mempermalukan keluarga ini?

Tolong cepat katakan tidak. Itu tidak benar, 'kan?

Tidak begitu, Ibu.

Apanya yang tidak?

Begini caramu membalas kami yang sudah menerima anakmu?

Astaga. Aku tidak bisa memaafkanmu.

Aku tidak akan pernah memaafkanmu dan anakmu.

Hati-hati.

Sayang, tidak, 'kan?

Tidak mungkin kamu mengenal wanita itu.

Aku tidak tahu kalau dia mengandung anak Tae-Kyung.

Apa?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left