The first 200 lines.
"Episode 113"
Keluar dari sana sekarang juga!
Tidak akan kubiarkan kamu hidup jika memberitahunya.
Jadi, dia bicara semarah itu...
"Oh Na Ra"
Dia sedang bicara dengan Oh Na Ra.
Ji Seok dalam perjalanan menuju kantorku
untuk menghentikannya,
lalu kecelakaan.
Tapi apa yang ingin dia hentikan?
Kamu tahu
kenapa dia kambuh?
Itu dia.
Dia tidak ingin aku mendengar itu.
Kira-kira apa?
"Rekaman panggilan, Oh Na Ra"
Apa ini?
Ini seperti rekaman suara.
Kenapa kamu mabuk berat?
Aku minum dengan Pimpinan Ha.
Kenapa?
Memangnya aku harus mengundangmu?
Ya...
Pasti menyenangkan bisa minum bersama mantan istrimu
dan mantan istri pertamamu.
Apa maksudmu, mantan istriku?
Kenapa?
Ha Ji Na yang pertama, Woo Yang Sook yang kedua,
dan aku yang ketiga.
Bicara apa kamu?
Tidak ada apa pun antara aku dan Ha Ji Na.
Apa dia pikir
aku ayah kandung Go Ya?
"Rekaman panggilan, Oh Na Ra"
"Rekaman panggilan, Oh Na Ra"
Kamu bisa
memercayaiku.
Ya. Aku tidak boleh melakukan ini.
Apa pun perkataan orang, aku akan memercayai Ji Seok.
Aku harus memercayainya.
Astaga. Kamu minum soju pagi-pagi begini?
Tinggalkan aku sendiri. Aku frustrasi.
Kenapa?
Kamu belum puas setelah merusak tempat San Deul?
Tae Ran.
Kak Yang Sook. Apa Kakak tahu?
Aku
belum bisa melupakan hari pertama dia mengajar di sekolah.
Saat itu,
saat aku menatapnya berjalan
untuk mengajar di sekolah,
aku merasa sangat bangga.
Kamu harus melupakannya.
- Kak Yang Sook. - Dia tidak pernah
membuat masalah.
Dia selalu membuatmu tersenyum.
Karena itu dia menjadi guru, seperti yang kamu inginkan.
Anggap saja ini masalah besar yang dia buat.
Aku tidak bisa melakukan itu.
Lebih baik aku mengusirnya.
Aku membesarkan dia dengan penuh perhatian.
Kamu yakin bisa hidup tanpa dia?
Kenapa tidak?
Kakak bisa mengusir Go Ya, yang sangat Kakak andalkan.
Kamu tahu?
Sampai sekarang, kakak masih merindukan Go Ya.
- Apa? - Ibu.
Ibumu tidak ada di sini.
Sudah kukatakan dengan tegas bahwa hubungan kita berakhir.
Jadi, jangan urusi keluargaku dan jalani hidupmu.
Ji Seok terluka.
Apa?
Dia kecelakaan saat berkendara.
Untungnya, dia tidak terluka parah,
jadi, bisa segera pulang.
- Lalu apa? - Apa Ibu
bisa kemari?
Kurasa dia akan merasa lebih baik
jika melihat Ibu di sini.
Aku juga
akan merasa begitu.
Nomor yang Anda tuju tidak bisa dihubungi.
Silakan tinggalkan pesan setelah nada berikut.
San Deul, pasti keadaanmu sangat sulit.
Maaf aku tidak bisa menemanimu.
Sebenarnya, Ji Seok kecelakaan
dan dirawat di rumah sakit.
Itu sebabnya aku tidak bisa ke sana.
Aku akan menelepon begitu dia pulang.
Pesan sudah direkam.
Ibu sudah datang rupanya.
Ya. Nenekmu marah kepada ibu
saat ibu bilang tidak mau menengok Ji Seok di rumah sakit.
Dia melarang ibu mengatakan itu dan menyuruh ibu kemari.
Aku tahu Ibu merindukanku.
Tentu saja.
Ibu hanya tidak mau melihatmu memakai pakaian rumah sakit.
- Maafkan aku. - Jadi,
kamu yakin baik-baik saja?
- Apa? - Omong-omong,
apa kamu bermimpi buruk lagi?
Ayolah, Ibu. Tidak.
Syukurlah.
Ibu cemas kecelakaan ini
bisa membuatmu bermimpi buruk lagi.
Ibu.
Ini sebabnya ibu tidak mau datang.
Ibu pasti akan menangis.
Maafkan aku, Ibu.
Aku tidak akan sakit lagi.
Baiklah. Ibu akan pulang sekarang.
Aku akan mengantar Ibu keluar.
Omong-omong,
siapa yang membawakan itu?
Pimpinan Ha dan manajer kantor
membawakan itu kemarin.
Bagaimana dengan yang itu?
Hye Eun yang membawakannya kemarin.
Bagaimana dengan ibumu?
Apa?
Kami belum memberitahunya.
Kami sudah cukup membebaninya.
Kami tidak mau membuatnya cemas lagi.
Begitukah?
Ya.
Kamu sudah mengabari ibumu, bukan?
Ya.
Jika dia tahu menantunya terluka
dan tidak menjenguknya,
berarti dia bertekad mengusir kalian.
Meskipun begitu,
jangan sedih.
Ibu akan menjadi ibumu.
Ada kami di sisimu.
Kembalilah. Ibu akan keluar sendiri.
Baik.
Go Ya.
Apa Ji Seok bisa tidur semalam?
Ya. Dia sama sekali tidak terbangun semalam.
Syukurlah psikoterapi itu membantu.
Dokter Han.
Apa psikoterapi
bisa mengetahui penyebab mimpi buruknya kembali?
Apa?
Misalnya,
mungkin saja aku yang menjadi penyebabnya.
Kenapa kamu berpikir begitu?
Mungkin saja
aku yang membuat Ji Seok menderita.
Keadaannya selalu sulit sejak kami menikah.
Tidak.
Kamu tahu kenapa dia berusaha keras untuk sembuh?
Itu demi kamu.
Jadi, jangan cemas.
Dampingi saja dia seperti biasanya.
- Apa Ji Seok baik-baik saja? - Ya.
Mertuanya belum menjenguk dia.
Aku tahu dia kesal, tapi Ji Seok kecelakaan.
Aku kecewa.
Astaga, kepalaku.
Bagaimana aku bisa pulang semalam?
Aku membuatkan teh madu.
Minumlah saat kamu bangun.
Dia pasti masih mencintaiku.
Sayang sekali.
Aku sudah tidak mencintainya lagi.
Setelah minum bersama Anda,
sepertinya aku bisa melupakan sakit hatiku karena Ji Seok.
Baguslah.
Omong-omong,
tempo hari Anda bilang sedang mencari seseorang.
Anda sudah menemukannya?
Belum.
Belum?
Masalahnya,
dia sudah meninggal.
Astaga. Menyedihkan sekali.
Aku sangat ingin menemukannya.
Aku ingin memasak untuknya
dan membelikannya pakaian bagus.
Aku ingin
memberikan apa pun yang dia mau.
Aku terlambat.
Tidak. Aku yang menghentikanmu menemukannya.
Pimpinan Ha.
Kurasa
kini dia sudah beristirahat dengan damai bersama ayahnya.
Apa?
Begitu, ya.
Tunggu. Apa maksudnya itu?
"Dia sudah beristirahat dengan damai bersama ayahnya"?
Apa aku salah dengar?
Choi Go Ya?
Apa?
Aku ingin menemuimu.
Aku?
San Deul.
Paman.
Kenapa kamu berdiri di sini?
Aku ingin menemui ibuku.
No comments yet. Be the first to leave one.