The first 200 lines.
Hei, kembalikan.
Kembalikan.
Ayolah, sebentar saja.
Bagus sekali.
"Episode 12"
"Toko Wonyoung"
Permisi, apakah ada pria datang membeli pembuka botol anggur?
Pemuda itu, ya?
Dia pergi setelah kubilang barangnya tidak ada.
Apakah ada pria yang membeli pembuka botol anggur?
Dia sudah pergi sejak tadi.
Kapan? Berapa lama?
Kurasa sudah sekitar 50 menit.
Permisi.
Permisi.
Kamu baik-baik saja? Permisi.
Tunggu. Hei.
Hei, sebentar.
Lama tidak berjumpa.
Moo Young. Bangun, Moo Young.
Bertahanlah, Moo Young.
Kamu...
Bertahanlah, Moo Young. Sebentar saja.
Moo Young.
- Ya, ini layanan darurat. - Ya, halo. Kami...
Ya?
- Ya, halo? Silakan katakan. - Moo Young.
Sebaiknya Anda pulang dan menunggunya.
Tidak ada nama Kim Moo Young di data korban hari ini.
Tapi aku dengar suara sirene di dekat Wonyoung 1-dong.
Maksud Anda itu?
Ada pemabuk yang menyerang sopir taksi.
Begitulah kejadiannya.
"Surat Pengunduran Diri"
"Yoo Jin Gook"
- Hai, aku pulang. - Hai.
Kamu di mana?
Kamu...
Ini masih pagi. Apa ini?
Insiden di dekat Persimpangan Wonyoung kemarin
adalah ulahku.
Insiden di dekat Persimpangan Wonyoung?
Tersangkanya sudah ada.
Ya, dia dibekuk di TKP.
Entah kenapa sopir taksi menjadi sasaran kekerasan.
Ini kasus lain.
Pukul 21.30 di depan penyeberangan di Persimpangan Wonyoung,
aku menusuk seseorang dengan pisau.
Menusuk?
Hei.
Periksa laporan yang masuk kemarin.
Mungkin tidak ada. Tadi aku memeriksa laporan,
tapi tidak ada kasus yang berat.
Akan kuperiksa ulang.
Dia menusuk seseorang?
Ya.
Astaga, apa yang terjadi?
Jae Min menyelidikinya, tapi tidak ada laporan.
Di mana Manajer Yoo?
Entahlah. Dia tidak ada di kantor.
Perlukah aku menyelidikinya?
Tidak perlu. Akan kutanyakan kepada Manajer Yoo dahulu.
Baiklah.
Ada apa?
Katanya kamu menusuk seseorang. Benarkah?
Ya.
Aku menusuk bajingan itu dengan pisau.
Manajer Yoo!
Kamu sudah gila?
Kamu polisi. Bisa-bisanya...
Bisa-bisanya kamu menusuk orang lain?
Tidak ada cara lain.
Apa maksudmu? Kamu gila.
Mana bisa itu menjadi solusi?
Astaga.
Sungguh, bisa-bisanya kamu...
Kamu tahu sikapmu ini gila, bukan?
Kamu sakit?
Aku baik-baik saja.
Kamu berkeringat dingin sejak tadi.
- Aku kembali. - Selamat datang.
- Bu. - Ya, ada apa?
Maaf, tapi bolehkah aku pulang siang?
Pulang siang?
Dia terlihat pucat sejak tadi.
Sungguh?
Seharusnya kamu rehat di rumah. Kenapa datang ke kantor?
Proyek besar kita sudah beres. Segeralah pulang.
Maafkan aku.
Kami kerepotan. Dia tidak masuk tanpa izin.
Tolong minta dia menghubungi kami
- Baiklah. - Ya.
So Jung. Ini aku, Jin Kang.
Hei, Jin Kang.
Kim Moo Young menghilang.
Benarkah?
Tiba-tiba dia menghilang semalam.
Aku bingung harus bagaimana.
Sampai jumpa pekan depan, Ji Yoon.
- Jaga diri Paman. - Ya.
- Jaga diri Anda. - Terima kasih.
"Ada apa? Hubungi aku setelah membaca ini"
Kamu pasti sangat terkejut.
Tapi aku tidak dengar ada insiden apa pun.
Tenang dan bersabarlah. Akan kuselidiki.
Kamu sudah siuman?
Ya.
Aku sangat terkejut tadi.
Ini pukul berapa?
Pukul 22.00. Apa yang terjadi?
Pukul 22.00 malam?
Pukul 22.00, ya?
Siapa ini?
Hei, ini aku.
Halo?
Apa yang terjadi?
Maaf. Kamu pasti khawatir.
Maaf. Aku ada di rumah teman.
Kami sudah lama tidak bertemu, jadi...
Di rumah teman?
Pikirmu aku percaya?
Ponselmu juga di sini. Kamu bilang akan beli pembuka botol.
Aku tahu ini aneh,
tapi sungguh tidak masalah.
Nanti kujelaskan.
Jelaskan.
Apa yang terjadi?
- Kamu terluka lagi? - Tidak.
Aku meneleponmu karena kupikir kamu cemas.
Aku tidak terluka. Jangan khawatir.
Ada apa?
Apa yang terjadi?
Beri tahu aku.
Memang sulit dipahami, tapi ini urusan sepele.
Sudah lama aku tidak bertemu dengan kawanku.
Kami ingin melepas rindu.
Ini terlalu berat bagiku.
Terlalu berat.
Jin Kang. Yoo Jin Kang.
Bajumu belum kering. Istirahatlah.
Sudah 20 tahun aku tidak menjahit kulit manusia.
Lukamu bisa terbuka jika banyak bergerak. Merebahlah.
Tinggallah di sini sampai kuizinkan pergi.
Jika tidak, aku terpaksa menghubungi 911.
Aku tahu kamu terlibat kasus pidana.
Jika tidak ada kasus itu,
aku sudah melarikanmu ke rumah sakit.
Selesai.
Kamu ditusuk dengan pisau. Bagaimana kejadiannya?
Ada kaitannya dengan kasus itu?
Kasus yang melibatkanmu dan Yu Ri.
Tidak.
Lantas?
Aku kemari karena enggan membahasnya.
Bagaimana kamu tahu kasus itu?
Aku bertemu dengan detektif itu saat menjenguk Yu Ri.
Bagaimana kalian saling kenal?
Bisa dikatakan, berkat kamu.
- Detektif siapa? - Detektif Yoo Jin Gook.
Kenapa? Ada apa dengannya?
Menurutku
ini lucu.
Kamu mengenalnya secara pribadi?
Sedikit.
Aku dan dia... Bagaimana, ya?
Kami bukan kawan ataupun lawan.
Aku pulang.
Apa dia
meneleponmu?
Kakak tahu sesuatu?
Duduklah.
Kakak tahu, ya?
Ada apa dengannya?
Dia meneleponku,
tapi tidak bercerita apa pun.
Kakak
menusuknya.
Apa?
Kakak menusuknya.
- Kakak. - Kakak tidak menyesal
karena hanya itu solusinya.
Kakak gila.
Teganya Kakak melukai orang lain?
Kakak juga sanggup menusuk selain manusia
dan berbuat lebih keji.
Berhentilah menemuinya.
Gila.
Kakak gila.
Kamulah yang paling berharga bagi kakak.
Jangan bilang aku pemicunya.
Dia tersiksa karena orang seperti Kakak.
Dia tersiksa karena orang-orang
yang tidak acuh kepada orang lain selain keluarganya.
Kakak tahu rasanya.
Seharusnya tidak begini. Kamu kakakku.
Masa bodoh dengan orang lain, tapi Kakak tidak boleh begini!
Nasib dia sudah malang.
Masa kecilnya lebih buruk dariku.
Dia sudah cukup tersakiti.
Mandi dan tidurlah.
No comments yet. Be the first to leave one.