Unang Tikim

Unang Tikim

Download Indonesian Subtitle

Release info

Unang Tikim 2024 WEBRip id
A Commentary by Kudalumping
Durasi: 01:39:37

Tags

webdl
Published on: 2024-11-07
Downloads: 241
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Seperti ini jadinya?

Ini selalu sama berulang kali!

Hei! Bilang sejujurnya!

Kau suka laki-laki itu?

Kau mau ngeseks dengannya?

Jelas sekali lelaki itu menggodamu!

Kami selalu bertengkar dan baikan.

- Begitulah hubungan kami. - Yah, aku mengerti.

Dia kaya!

- Siapa yang bersamanya? - Kau bersikap berlebihan!

- Kau paranoid! - Terutama dengan yang pertama.

- Kau merasakan segala macam emosi. - Kenapa? Hanya karena dia kaya?

- Serendah itu pendapatmu tentangku? - Kekacauan,

- Beri tahu aku! Hanya karena dia kaya? - Rasa sakitnya,

- Luar biasa... - Kegembiraan,

- Hidupku penuh dengan masalah! - Kesenangan.

- Aku tidak percaya kau berpikir seperti itu! - Tapi terlepas dari segalanya,

- Ayo kita putus. - Kami saling mencintai.

- Kau bercanda? - Hanya karena kita bertengkar

- Tolong! Aku muak dengan ini! - Bukan berarti kami berhenti mencintai.

Terkadang ada yang hanya mau merasakan cinta.

Aku muak bertengkar!

Rasanya menyenangkan.

Meskipun pada akhirnya

kalian tidak saling memahami,

kalian akan kembali berpelukan.

Bukannya seharusnya begitu?

Jika kau mencintai seseorang,

kau akan tetap bertahan.

Yuna!

Sialan! Sialan dengan hidup ini!

A L I H B A H A S A K U D A L U M P I N G

Oke. Lihat.

- Bagus. - Aku suka.

Cetak.

Oh, tunggu sebentar.

Luangkan waktumu, sayang.

Aku mulai curiga.

Tunggu, tunggu.

Itu benar-benar kau?

Sebelum itu,

periksa ini.

Tunggu sebentar.

Tutup matamu.

Ayolah!

- Tutup matamu! - Apa itu?

Tutup matamu. Ini dia.

Jangan mengintip, oke?

Jangan mengintip! Hei!

Oke, sayang.

Buka matamu.

Sayang! Manis sekali!

Ini sangat cantik.

Ini dia.

- Bagus! - Terima kasih!

Tunggu. Bukan kau saja.

- Kau punya sesuatu untukku? - Tentu saja!

Dia tidak mau kalah!

- Kau kenal aku kan. - Ya.

Apa yang kau punya?

- Tutup matamu. - Oke, aku akan tutup mataku.

- Boleh aku buka sekarang? - Ya.

Wah!

Ini sejak pertama kali kita bertemu.

Pengendara sehari-hariku.

Bulan pertama kita.

Wah, sayang.

Bulan pertama kita.

Juga percobaan pertama kita...

Cintai diri sendiri!

- Kencan pertama kita. - Kencan pertama dengan cinta pertama.

Aww....

Yang ini.

Kita pergi ke sini...

Itu pertama kalinya kau menciumku.

Bulan pertama.

- Kedua. - Lucu sekali, sayang.

Aku menyukainya.

Aku sangat menyukainya.

Aku mau kita mengisi semua halaman.

Dengan foto-foto kita.

Kita bisa menyimpan videonya di ponsel.

Di ponsel untuk saat ini.

Bukannya kau sangat menyukai tempat ini?

Indah.

Seperti kau.

Aku?

Ini tempat favoritku, terutama saat aku bersamamu.

Bisa aja.

Kau tidak bosan? Kita selalu ke sini.

Dan aku selalu menjadi pandanganmu.

Tidak pernah! Kau menjawab 'ya' di sini.

Jadi itu sangat istimewa bagiku.

Kau benar.

Di sinilah kau pertama kali mencuri ciuman dariku.

Ya baiklah.

Itu yang kulakukan.

Aku memang mencuri ciuman itu.

Ayo. Ayo pulang.

Kenapa?

Kita akan melakukan sesuatu.

Ya, bagus.

Ini dia.

Kita sudah selesai?

Hampir.

Aku mau terlihat sangat bagus.

Aku harus mengirimkan entri ke kontes foto di Berlin.

Aku mau bergabung.

Ayo, pose.

Oke…

Baiklah. Jepretan terakhir. Jepretan terakhir untuk malam ini.

Berikan pose yang mematikan.

Aku mengerti.

- Itu... - Coba kulihat.

Aku puas.

Wow! Ini cantik!

- Benar kan? - Modelnya memberikan

portofolio Buletin Perancis.

Fotografernya memberikan semilir angin dari Caloocan?

Benarkah?

- Ouch! - Kau jahat.

Ouch! Hey!

- Tunggu. - Hey!

Kau akan menyesal.

Hey! Hey!

Hey.

Selamat pagi.

Sayangku manis sekali.

Kau memanjakanku.

Aku tidak akan membiarkanmu pergi.

Oh!

Halo Bu.

Becca, apa yang menahanmu?

Kapan kau akan memperbaiki VISA-mu?

Ayo kita tidak membicarakan hal itu.

Becca, kau terus saja menundanya.

Kau seharusnya menurut.

Yuna menahanmu?

Aku harus pergi. Aku akan mengabarimu.

Oke? Aku akan meneleponmu nanti.

Ada apa?

Eh...

Ibu mengomeliku.

Karena apa?

Visa Amerikaku.

Jadi, kau akan segera pergi.

Kau harus memastikannya. Untuk masa depanmu, oke?

Kau mau aku pergi.

Hei, hei!

Ini lagi.

Dan selain itu,

pikirkan semua peluang yang akan terbuka.

Lalu setelah kau menjadi fotografer terkenal,

pekerjakan aku sebagai modelmu, oke?

Agar kita akan menjadi kaya.

Kau hanya tergila-gila padaku, kan?

Kau tidak akan pernah mau pergi.

Aku tidak pernah mau pergi sejak dulu.

Aku tidak mau meninggalkanmu.

Kenapa kau tidak ikut denganku?

Ya ampun. Jika aku punya banyak uang,

aku akan pergi kemana saja bersamamu.

Aku tidak kaya sepertimu.

- Baiklah, ayo makan. - Ayo makan.

Ah!

Enak sekali!

- Aku suka masakanmu. - Tentu saja.

Aku membuatnya untukmu.

Terima kasih.

Kau baik-baik saja?

Pak!

Selamat siang.

Hei, Yuna.

Bos datang.

Pak, ini Yuna.

Dia karyawan baru kita.

Hai, Pak.

Selamat siang.

Yuna, ini Pak Nico.

Dia akan bertanggung jawab mulai besok.

Oke?

Bagaimana perbekalan kita? Sudah masuk?

Ya, Pak. Semuanya lengkap.

Ssst.

Dia tampan, kan?

Benar kan?

Becca di luar.

Oke, teruslah mengeroyokku!

Keluar!

- Aku akan pergi! - Dasar bajingan!

- Brengsek! - Itu uangku

kau menghabiskan uang untuk membeli sabu!

Brengsek! Makan tai kau!

Keluar dari rumahku!

Keluar!

Apa yang kau tunggu?

Keluar! Keluar dari rumahku!

- Kau brengsek! Pengkhianat! - Bibi, cukup.

Dasar bajingan! Kau menyakiti anakku!

Keluar dari rumahku, bajingan!

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left