The first 200 lines.
The Silent Criminal
Episode 5
Ibu, aku akan pergi jauh.
Mau ke mana kau?
Tidak perlu kau pedulikan.
Saat aku kembali,
aku akan memberi kejutan besar!
Kau pergi dengan siapa?
Aku bersama....
Sudah mau jalan belum?
Bukankah kusuruh kalian berdua tunggu aku di luar?
Ada tamu?
Aku tunggu kau di luar.
Nona yang menjual kulit?
Itu kamu?
Nona,
ini semua teh Biluochun.
Satu kantung bisa menukar dengan dua kulit-mu.
Kau bisa untung besar!
Aku sudah tidak ada kulit.
Oh, ya.
Kalau diingat-ingat,
aku pernah bertemu dengannya.
Di rumah Jenderal.
Saat aku diikat...
Tidak salah ingat.
Aku beri tahu kamu...
Kau ingat-ingat lagi.
Aku bicara dengan mereka dulu.
Kalian mau pergi ke Kota Fengbo?
Itu daerahku.
Aku familiar.
Aku akan membawamu bertemu kakekmu.
Bukankah ada yang pernah bilang dia tidak suka ayahnya?
Kenapa kau ikut?
Aku pergi demi ibuku. Agar dia bisa bersatu dengan ayahku.
Kami berdua sepakat, ya.
Kalau sudah menemukan Da Yin Tu Ya,
kita tak saling berutang.
Mengapa dia membeli begitu banyak bulu?
Bulu ini
lebih mengerikan dari Da Yin Tu Ya.
Masih berapa lama untuk sampai Kota Fengbo?
Tidak jauh.
Masuk saja.
Hanya sedikit repot.
Karena kalian adalah bandit.
Hakim daerah kami, Gan Jingyi dan bawahannya, Chen Xingyi
adalah pesilat yang sangat hebat.
Bandit seperti kami,
pasti berselisih dengan mereka.
Kepala Bandit Li Huangwu
akan segera pulang dari Ibu Kota.
Kalau ingin menangkapnya ketika
dia tiba di Kota Fengbo,
itu akan sangat sulit.
Ketika dia meninggalkan Desa Fengbo,
kalian buta dan membiarkan dia pergi.
Kalau kali ini melewatkan kesempatan lagi,
kalian tunggu saja ganjarannya.
Ingat,
kapan pun kalian melihat
satu wanita dan dua pria,
teriaklah.
Kepala Bandit Li Huangwu!
Harus ditangkap!
Sudahlah, jangan katakan lagi.
Para wanita itu terus ulang kata-kata ini.
Sudah hafal.
Bukankah dia hanya andalkan status sebagai murid Tuan Gan?
Menurutku,
dia selingkuh dengan Tuan Gan.
Apa kau berani mengatakan itu di depannya?
Aku berani mengatakan di depannya!
Siapa kalian?
Datang dari mana?
Mau ke mana?
Kami dari...
Kami dari Ibu Kota.
Mau pergi ke Kota Fengbo.
Pebisnis.
Siapa yang kalian cari?
Kepala Bandit Li Huangwu.
Harus ditangkap!
Li Huangwu?
Tidak pernah dengar.
Tinggi lima kaki delapan inci.
Pakaian berwarna coklat.
Bungkuk.
Tidak benar.
Li Huangwu tiga orang!
Satu, dua, tiga, empat.
Mereka berempat.
Cukup.
Ayo jalan!
Bung,
Li Huangwu itu orang seperti apa?
Ceritanya panjang.
Tapi tidak masalah.
Dia
mulut miring, mata sipit,
hidung bulat, wajah bengkak,
badan lebar dan gemuk,
tembem,
bodoh, tidak kompeten,
buta huruf,
bodoh,
keras kepala.
Murid Gan Jingyi: Chen Xingyi
Kepala Bandit Li Huangwu.
Harus tangkap!
Tepat sekali.
Apa yang dia katakan?
Tidak tahu.
Kepala Bandit Li Huangwu.
Harus tangkap!
Aku bawahan Gan Jingyi,
Chen Xingyi,
diperintahkan untuk menangkap kalian!
Cepat pergi!
Kenapa?
Kenapa berhenti?
Ketua sudah kembali!
Ketua sudah kembali!
Siapa kau sebenarnya?
Menurutku tempat ini
sangat aneh?
Berapa banyak hal merugikan yang sudah kau perbuat sampai
bisa mengambil alih seluruh Kota Fengbo?
Ini teh Biluochun-ku.
Bisa ditukar dengan dua kulit.
Bandit.
Ada kami di sini.
Orang-orang di pemerintahan
tidak berani mengganggu rakyat dengan mudah.
Jika ada yang berani datang sendiri,
artinya mencari mati.
Kalian tetap di sini dengan tenang.
Kalau ada masalah apa pun,
sebut namaku.
Jelas-jelas menguasai tempat ini,
malah bilang melindungi rakyat.
Yang menindas rakyat adalah pemerintah.
Hakim daerah Gan Jingyi,
begitu melihat tanah di Kota Fengbo,
dia ingin mengusir orang-orang di sini.
Deposit apa?
Kalau bukan aku yang melindungi mereka,
semuanya sudah lama pergi dari kampung ini.
Omong kosong!
Kau seorang bandit!
Harus ditangkap!
Salah paham.
Penyakit akibat kerja.
Duduk.
Minum bir!
Apa yang kau lakukan?
Apa teh tidak enak?
Ayo.
Cobalah.
Cobalah.
Pejabat pemerintah
benar-benar memiliki sifat sama.
Tuangkan sedikit untukku.
Kakak,
mereka menindasmu?
Kalau kau tidak percaya,
aku takkan banyak bicara.
Gadis ini bernama Fang Moji.
Orang asli.
Siapa yang kalian ingin cari, tanya saja dia.
Mereka berdua dari pemerintah?
Perhatikanlah.
Jika berani berhubungan dengan pemerintah daerah,
kirim ke kampku!
Menindas dia?
Siapa yang bisa menindas dia?
Kalian ingin mencari Kak Rong yang menjual unta
Putri pejabat arsip pemerintahan Daerah Daning: Fang Moji
atau Paman Ku yang menjual racun
atau Pak Liu yang menjual senjata?
Kami mau berbicara tentang bisnis.
Keluarlah.
Baiklah.
Guru,
Li Huangwu membawa
bulu yang bisa membuat 50 ribu anak panah
dan kembali ke Kota Fengbo.
Murid tak berguna.
Gagal menangkapnya.
Dia pasti
belum menyelesaikan tugasnya.
Sergap dan bunuh dia.
Apa kau tahu
sepanjang zaman,
senjata apa yang paling kuat?
Salah.
Da Yin Tu Ya.
Panah.
Yang termurah, tidak terkalahkan.
No comments yet. Be the first to leave one.