9-1-1: Lone Star

9-1-1: Lone Star

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

9-1-1 Lone Star S02E02 2100°-AMZN-WEBRip-WEBHD-Pahe-PSA
A Commentary by Sh1Ft3R
𝗔𝗺𝗮𝘇𝗼𝗻 𝗥𝗲𝗹𝗲𝗮𝘀𝗲 || 𝗙𝗿𝗼𝗺 𝗗𝗶𝘀𝗻𝗲𝘆 𝗛𝗼𝘁𝘀𝘁𝗮𝗿

Tags

webrip
web
BRip
HD
Published on: 2022-01-24
Downloads: 100
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Dia mencoba menyontek dariku di kelas Etika.

Kau memberi arti baru pada istilah oksimoron.

Kau lucu, Elise.

Hei.

Kau haus?

Aku butuh bir.

Ambilkan aku juga, ya?

Baiklah. Ya.

Ya.

Jadi,

kau suka Elise, ya?

Ayolah. Velma dari Scooby-Doo?

Elise itu skornya empat.

Bahkan bukan empat tinggi, tetapi empat rendah.

Temannya, Janessa, di sana, baru skornya sembilan.

Aku bahkan tak bisa langsung mengincar skor sembilan.

Jadi, aku harus biarkan skor sembilan butuh pria dahulu

sementara kucurahkan perhatian kepada skor empat.

Beri Janessa satu jam dan dua botol miras

dan dia akan memohon untuk menerima apa pun yang ingin kuberikan.

Itu disebut serangan segitiga.

Itu jelas menyerang.

-Spence, kau mau main bir pong? -Ya. Tentu saja.

-Spa ini panas sekali. -Ya.

Selamat bersenang-senang.

Di sini agak hangat.

Hei, lihat.

Apa itu?

Baiklah. Aku terpanggang.

Ayo keluar.

Apa itu?

Chad!

-Tunggu. Berhenti. -Tidak.

Semuanya, menjauh dari kolam.

Kita harus mengeluarkannya dari sana. Dia akan terpanggang.

Chad! Berenang ke arahku.

Berenang ke arahku.

Tolong.

-Tidak. Mundur. -Ulurkan tanganmu.

Ulurkan tanganmu.

-Ayolah. Aku akan membantumu. -Ayolah. Ayolah.

-Cepat. -Tarik.

8 JAM SEBELUMNYA

TANGGA 126 MESIN 126 DAMKAR KOTA AUSTIN

Opini kedua memastikannya.

Kau secara resmi dalam remisi medis.

Selamat, Ayah.

Bagus.

-Pembunuh tumor. -Bagus, Kapten.

Sudah waktunya kita punya kabar baik di sini.

Banyak orang mendoakanmu, Kapten.

Ya. Kuhargai itu.

Namun, ini kue terjelek yang pernah kulihat.

Apa? Kenapa? Kenapa terlihat seperti ini?

-Itu tumormu. -Tumorku?

Tumormu setahun yang lalu.

Saat keadaan buruk.

Aku memberikan hasil pemindaianmu ke toko roti.

Aku keberatan.

Baiklah. Aku merasa jijik

sekaligus terharu.

Lalu...

-Tak tahu harus bilang apa. -Kanker hilang 73 persen.

Kini tinggal satu operasi lagi

-dan kankernya akan hilang. -Ya.

-Ayo. -Ya.

Terima kasih, Bung.

Kapten. Ini Tommy.

-Ini enak sekali. -Ya?

Bagus ibumu datang untuk ini.

Bagus kau datang.

Terima kasih sudah datang.

Hei, kue tumor gratis.

Jadi, bagaimana keadaan di rumah, setelah dia memutuskan tinggal?

Sangat tenang dan tenteram, tetapi lihat bagaimana nantinya.

Kenapa kau bilang begitu?

Karena aku kenal mereka.

Kurasa mereka sedang dalam masa bulan madu.

Itu bisa bertahan cukup lama.

Bicara soal orang tua, kapan aku akan bertemu orang tuamu?

Kau mau minuman lagi?

Kawan, sedang apa kau di sini?

Sedang merenungkan semuanya.

Sulit untuk kembali, bukan?

Sejujurnya, Gracie, ini sulit sekali.

Tidak, Bu.

Katakan siapa yang mempersulitmu.

akan kusuruh Judd kemari dan menghajar mereka.

Kecuali itu Judd. Kalau begitu serahkan kepadaku. Biar kutangani.

Judd adalah jagoanku.

Sejujurnya, aku tak bisa meminta sekelompok orang yang lebih baik.

Terakhir kali aku pakai seragam,

anak-anakku belum ada.

Mudah benar-benar hadir dalam pekerjaanku.

Lalu sekarang.

-Kau memikirkan anak-anak. -Aku merasa bersalah.

Bersalah karena tak hadir untuk mereka.

Bersalah karena mungkin tidak benar-benar berada di sini.

Judd bilang kerjamu luar biasa.

Mungkin kau harus tanyakan itu kepada kruku.

Aku tak yakin mereka tahu harus menganggapku apa.

Dengar, beri mereka sedikit waktu untuk mengenalmu.

Itu saja.

Kau sangat mudah disayangi, Tommy Vega.

Sangat mudah.

Aku senang kau berpikir begitu.

Permisi.

Masuklah.

Kau belum makan kue tumormu. Kau tidak menyukainya?

Aku mulai menyukainya.

Aku paham maksudmu.

Kau kabur dari pestamu.

Aku tidak kabur.

Kau kabur dan kini bersembunyi.

Aku tak bersembunyi. Namaku di pintu. Bagaimana bisa itu bersembunyi?

Aku hanya butuh waktu

untuk menikmati momennya.

Astaga. Versimu untuk menikmati sangat mirip dengan merenung.

Aku tak paham maksudmu.

Aku punya kabar baik.

Semua orang yang kusayangi hadir untuk mendukung dan merayakan kabarku.

Aku baik-baik saja.

Owen, kau tahu apa yang terjadi jika kau terus memendamnya.

Seperti anggur, akan semakin baik.

Tak ada yang ditutupi.

Jangan lupa, pegolf.

Cetak angka Hole In One di lubang ke-18 dan menangkan Paradise Sundae.

Sayang, kau tampak tegang.

Aku tidak tegang.

Kenapa kau bilang aku tegang?

Kau memosisikan ulang bolamu lima kali seolah itu lubang ke-18 Master.

Rahangmu juga kaku sejak menerima telepon dari kantor.

-Apa mereka mengatakan sesuatu? -Hari ini bukan soal pekerjaan.

Namun, soal liburan keluarga.

Jadi, mari bersenang-senang.

-Tidak masuk. -Dasar iblis bodoh. Ini tidak adil.

Aku bahkan tak bisa memenangkan Sundae untuk putraku.

Apa Ayah menangis?

Tidak, Nak. Aku tidak...

Tentu saja Ayah tidak menangis.

Mainlah di sebelah sini untuk Ibu.

Victor, ada masalah apa?

Masalahnya

aku sudah

tak bisa jual real estat sejak COVID ini.

Baiklah.

Masalahnya kita sudah resmi bangkrut.

Apa?

Telepon yang kuterima itu?

Itu dari bank, menolak memberiku pinjaman.

Kita akan kehilangan rumah kita.

Berapa lama?

Sudah berapa lama kau tahu kita dalam masalah?

Lima bulan.

Maafkan aku.

Tidak.

Aku yang minta maaf.

Kau harus memendam semua ini dalam hatimu begitu lama.

Kau tak membenciku?

Tentu saja tidak.

Kita akan melalui ini dengan atau tanpa rumah.

Aku tak sadar ketegangan yang kurasakan sampai meluapkannya.

Kau tak boleh menahan semua itu.

Bagaimanapun juga, itu akan meluap.

-Apa itu? -Apa itu?

Entahlah.

Kuharap aku tidak merusaknya.

Apa itu?

Astaga. Astaga. Rory, kemarilah.

-Kemari. Lari. Cepat. -Mundur.

Ayah.

-Victor! -Jessica!

Astaga.

911, apa keadaan daruratmu?

Suamiku. Dia baru saja terjatuh ke parit yang mengepul.

Bu, kau menelepon dari mana?

Paradise Family Fun Center.

Apa yang kita lihat ini?

-Itu bukan metana. -Bukan.

Baunya seperti Bumi mengeluarkan kentut raksasa.

Ya, itu sulfur.

Apa maksdunya? Ada neraka terbuka di Paradise Family Fun Center?

Setelah tahun yang kita lalui, akankah itu mengejutkanmu?

Tidak. Ini kejadian seperti biasa.

Mungkin mata air panas bawah tanah?

Mungkin.

Aku tak enak badan.

Sakit kepala?

Perutmu sakit, seperti ibumu?

Baiklah, Sayang. Kami akan merawatmu.

Apa ayahku akan mati?

Jangan cemas.

Tak ada yang akan mati hari ini. Aku berjanji.

Tim damkar terbaik sedang menanganinya sekarang.

Bawa pria kecil itu ke ruang O2. Periksa untuk edema paru.

Periksa siapa pun yang menghirupnya.

Siap, Kapten.

Ini dia. Kami akan pakaikan ini ke wajahmu.

SO2-nya tinggi sekali.

Tujuh puluh ppm, Kapten.

More Indonesian subtitles for 9-1-1: Lone Star

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left