The first 200 lines.
Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki
Paruh Pertama dalam Hidupku
Episode 10
Kau pasti kebanyakan nonton drama televisi. Punya akal sehat kan?
Setelah mengkonsumsi banyak pil tidur, perutmu akan terasa sakit, terus kau muntah dan menyesal telah mencoba bunuh diri.
Ini tidak tragis dan menyentuh seperti yang kau kira.
Keluar.
Kau minta aku keluat? Kau kira aku mau di sini?
Aku lebih senang keluar! Tapi dokter tidak akan mengizinkan.
Mereka takut kau akan mencoba bunuh diri lagi dan mau aku mengawasimu di sini.
Aku tidak berencana bunuh diri. Aku cuma minum dua pil saja.
Aku cuma minum segelas anggur. Kenapa kau minta isi perutku dikeluarkan tanpa alasan.
Coba pikir
Obat tidur tidak bisa diminum sembarangan. Perlu resep dokter.
Memang, ada orang yang tidak bisa tidur nyenyak setelah minum tiga atau empat pil
sebagian lagi langsung pulas semalaman cuma karena minum setengah butir. Kau malah tambah alkohol lagi.
Kau tahu, kau pingsan di sofa dan kau tidak dengar waktu kubangunkan.
Di usiamu sekarang ini, menjaga kesehatan bukan lagi demi kepentinganmu sendiri.
ini juga demi kepentingan teman dan keluargamu
Jadi usahakan tidak terlalu menggangu dan menyita waktu orang lain.
Begitulah seharusnya kehidupan orang yang beradab.
Cari mati sama saja membuang waktu orang lain secara kejam.
Itu bukan contoh pola asuh yang baik.
Terlebih, kau melakukannya di rumah sahabatmu lagi. Menelan obat tidur sahabatmu.
Bagaimana dia tidak merasa bersalah?
Luo Zijun, dengar baik-baik.
Aku seumuran Ping'er waktu ibuku meninggal.
Pengalamanku mengatakan, kalau kenyataan itu membuat jiwa anak hancur.
Maaf.
Kukatakan sekali lagi. Kalau kau masih ingin memenangkan hak anak,
apa yang baru saja kau lakukan hanya memperburuk keadaan.
kau jelas tidak mengaku kalau kau tak mau hidup lagi.
Terlebih, apa kau kira, orang akan memberi hak asuh pada ibu yang cenderung ingin bunuh diri
atau bergantung pada obat tidur?
Zijun.
Tuan He.
Kukira kau tidak akan datang.
Aku memaksanya datang.
Kalian bicarakan. Aku keluar dulu.
Aku di sini saja.
Ayo.
Bukannya aku tidak mau datang, aku tidak berani.
Aku takut suasana hatimu jadi tidak enak sewaktu melihatku.
Kau terlalu berlebihan. Buatku kau tidak sepenting itu.
Zijun, maaf.
Soal anak kita, kurasa sebagai orang dewasa
kita harus lebih berpikir logis. Jangan dengan emosi. Kita perlu memikirkan masa depan anak kita.
Selama itu berhubungan dengan kita berdua, semuanya akan tetap sama.
Aku akan tetap manafkahimu sampai kapan pun kau. Kalau kau rasa tidak cukup, aku akan bekerja lebih keras untuk memenuhinya.
Kalau kau kurang nyaman tinggal di rumah lama, aku akan menyewakan rumah lain untukmu?
Bisa dekat rumah Tangjing, ibu, atau Ziqun.
Kau harus pergi.
Pelajaran Ping'er makin banyak.
Ping'er benar-benar butuh lingkungan baru.
Aku juga sudah bicara pada Ling Ling.
Kau benar-benar gila.
Meskipun aku ibu yang tidak berguna, aku masih lebih baik dari
ayah tidak tahu diri sepertimu dan ibu tiri itu.
Pergi. Keluar.
Pergi.
Baiklah, baiklah.
Ibu.
Chen Junsheng, Siapa yang kau panggil ibu? Dasar, tidak tahu diri!
Kau buat putriku menderita.
Dasar Kau ini.
Kalau sesuatu terjadi pada putriku, kau lihat saja nanti.
Kalau pun aku jadi hantu, akan kuseret kau ke raja neraka.
dan kuminta raja neraka menghukummu sampai mati.
Chen Junsheng!
Aku benci kau!
Aku benci!
Zijun tidak apa-apa. Dia baik-baik saja.
Dia tidak apa-apa? - Iya.
Zijun cuma terlalu banyak minum obat tidur saja
ditambah alkohol. Dia agak sensitif dengan pengobatan.
He Han cuma sedikit berlebihan.
Kita jenguk Zijun di IGD.
Baiklah. Dia dirawat di mana? - Lewat sini, Bi.
Baik. Tiap kali aku melihat Chen Junsheng
Aku selalu ingin membunuhnya.
Junjun! Junjun!
Junjun.
Kau baik-baik saja? Badanmu masih utuh, kan?
Apa kepalamu sakit?
Apa kau pingsan? Apa kau bisa mengenali ibu?
Ibu kan bisa lihat? -Aku baik-baik saja, bu.
Baguslah. Adikmu bilang akan bawa anak-anak kemari.
Dia akan menjengukmu nanti.
Baik. Aku baik-baik saja sekarang.
Tahu tidak? Kau bikin ibu takut saja.
Kau bikin ibu takut.
Kalau kau tak bisa tidur, tidak apa-apa.
Kau bisa menghitung domba.
Satu domba, dua domba. lama-lama juga mengantuk.
Kenapa harus pil tidur?
Ibu sudah tua. Sejujurnya ibu tak takut apa pun.
Tapi kalau terjadi sesuatu padadmu dan Ziqun
Ibu akan ketakutan.
Ibu.
Aku tidak bermaksud bunuh diri. Kalau pun sudah tidak tahan,
Aku masih punya Ping'er, ibu, dan Ziqun
dan Tangjing, kan? - Iya, iya.
Aku tidak akan melakukan hal yang aneh-aneh.
Bibi.
Sebentar lagi dokter kemari memeriksa Zijun.
Baik, mereka akan memeriksamu.
Ibu pulang saja. Ibu bisa tolong jemput Ping'er.
Baik, baik, aku akan jemput Ping'er.
Aku akan antar bibi ke bawah. - Baik.
Kau juga pulang saja.
Aku akan menemanimu sebentar lagi. mari, Bi.
Baik, Ibu pergi dulu. Ibu akan jemput Ping'er.
Berhentilah menangis.
Ibu akan mampir lagi.
Baik.
Tangjing, kau harus lebih sering lagi membantu Zijun mulai sekarang.
Bibi tahu kau sibuk.
tapi tolong luangkan waktu untuk menemaninya.
Aku akan selalu menemaninya, Bi.
sampai semuanya sudah membaik dan Zijun kembali seperti biasa.
Bukan, bibi tidak bicara soal itu.
Maksud bibi, kau kan kenal banyak laki-laki baik. Sesekali kenalkan untuknya.
Seseorang yang baik dan mapan.
Begitu semangatnya membaik, aku akan membahasnya dengan Zijun.
Jangan, tidak usah membahasnya dengan Zijun.
Pilihanmu pasti cocok.
Selama pria itu tidak keberatan dengan status Zijun
dan bersedia hidup bersama Zijun.
Bicara saja pada bibi. Kita tidak bisa biarkan ini terjadi.
ya? - Baik.
Tangjing, dengar.
Kebahagiaan Junjun kelak
dan harapan bibi ada di tanganmu
Jangan khawatir, Bi.
Terima kasih, Tangjing.
Semuanya akan baik-baik saja. - Ya.
Kau harus bantu bibi pikirkan sesuatu. - Jangan khawatir, Bi.
Kau harus membantu bibi soal ini
kalau tidak bibi nanti bingung nanti.
Ini ibu Zijun.
Ini He Han.
Halo, Auntie. - Halo.apa ini pacarmu?
Dia akan mengantarkan bibi pulang. Aku harus menfgawasi Zijun
Kau tidak ikut?
Ada hal penting yang harus kukatakan pada Zijun.
Bisa tolong antarkan bibi ke rumah.
Terima kasih.
Aku yang akan menggantikan sekarang.
Kuserahkan Zijun padamu.
Mari, Bi. - baik.
Ada apa? Apa masih ada lagi yang bibi harus lakukan?
Tidak, terima kasih mau mengantarkan bibi pulang.
Tidak perlu berterimakasih Bi.
Apa ini mobilmu? - Iya.
Mereknya apa?
Harganya pasti satu juta yuan.
Kira-kira begitu.
Mobil Tangjing kau juga kan yang membelikan?
Bukan, dia membelinya sendiri.
Kalian berdua sangat berkecukupan.
Kalian pasti tidak bisa menghabiskan pendapatan kalian dalam sebulan.
Penghasilan kami tidak sebesar itu kok. Sebagian kami tabung
Benar, benar! ditabung.
Oh iya! Apa kau7 punya rekan kerja?
Maksudku, apa kau punya rekan laki-laki?
Apa ada yang masih lajang?
atau duda? Atau yang akan bercerai?
Tolong kenalkan pada Zijun!
Sepertinya tidak ada yang cocok.
Tidak apa kalau tidak cocok dengan Zijun, aku masih punya satu putri lagi, Ziqun.
Kepribadian mereka bertolak belakang.
Kalau ada laki-laki yang cocok, aku akan minta Ziqun bercerai sekarang juga.
Cerai? - Ya.
Keluarga bibi benar benar... unik.
unik?
Masuklah.
Baik, baik.
Terima kasih.
Aku sudah bertanya pada dokter.
Hasil pemeriksaan normal. Kau bisa keluar dari rumah sakit besok pagi.
Kau harus segera pulang.
Ayo.
Apa? Ke mana?
Kau kan baik-baik saja. Kenapa menghabiskan waktu di ranjang rumah sakit?
Kita mau ke mana?
Tunggu, tunggu, jangan, kepalaku pusing.
Kalau begitu berbaring sebentar
Kalau terlalu lama berbaring, sewaktu bangun, bisa pusing
Sebentar lagi juga membaik.
Katakan, kita akan ke mana? Kalau tidak, aku tidak akan bangun.
Kau minta perutmu dipompa.
Biar aku tanya. Kalau kau memenangkan hak asuh Ping'er, apa kau siap
membesarkannya sendiri? Terlepas apa yang terjadi
apa kau tidak menyesal melepaskannya?
Tentu saja. Kenapa kau tanya begitu?
Aku ini ibunya, kalau bukan aku, siapa lagi yang membesarkannya.
Kau pikir baik-baik.
Kesulitan yang akan kau hadapi tidak sebentar dan akan terus berlanjut.
Aku sudah memutuskan, meskipun tidak mudah, Ping'er tetap anakku.
Tidak ada yang bisa memberinya kebahagiaan sebaik aku.
No comments yet. Be the first to leave one.